- Last mile delivery adalah tahap akhir pengiriman barang dari gudang atau hub distribusi menuju alamat pelanggan, tahap yang paling menentukan pengalaman pelanggan dan menyumbang porsi terbesar dari total biaya logistik.
- Mengandalkan hanya satu ekspedisi untuk seluruh pesanan berisiko membatasi jangkauan wilayah, pilihan layanan, dan fleksibilitas harga yang bisa ditawarkan kepada pelanggan di berbagai daerah.
- Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang membantu seller mengintegrasikan dan mengelola berbagai ekspedisi sekaligus dari satu dashboard, memudahkan pemilihan kurir yang paling sesuai untuk setiap pesanan di semua channel penjualan.
Bagi mayoritas seller di marketplace, last mile delivery tidak berarti harus mengelola armada kurir sendiri. Pilihan ekspedisi yang kurang tepat dapat membuat pengiriman lebih lama, biaya meningkat, dan pengalaman pelanggan terganggu.
Artikel ini membahas faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih ekspedisi, manfaat menggunakan lebih dari satu ekspedisi, KPI untuk mengukur performa pengiriman, hingga cara mengoptimalkan biaya dan efisiensi last mile delivery.

Apa itu last mile delivery?
Last mile delivery adalah tahap akhir dalam proses pengiriman barang, yaitu saat pesanan bergerak dari gudang, hub distribusi, atau titik pengiriman terakhir menuju alamat pelanggan.
Meskipun jaraknya biasanya lebih pendek dibandingkan tahap pengiriman sebelumnya, proses ini cukup kompleks karena melibatkan kondisi lalu lintas, alamat tujuan, ketersediaan kurir, hingga waktu penerimaan pelanggan. Kompleksitas tersebut juga membuat last mile delivery menjadi salah satu tahap dengan biaya paling besar dalam proses logistik.
Tahap ini juga menjadi bagian yang langsung dirasakan pelanggan. Ketika paket terlambat, sulit dilacak, atau mengalami kendala saat dikirim, kondisi tersebut dapat mempengaruhi pengalaman pelanggan terhadap toko secara keseluruhan.
Mengapa pemilihan ekspedisi menentukan kualitas last mile delivery?
Pemilihan ekspedisi berpengaruh pada kecepatan, biaya, keberhasilan pengiriman, dan pengalaman pelanggan.
1. Mempengaruhi kecepatan pengiriman
Setiap ekspedisi memiliki jaringan, jenis layanan, dan estimasi waktu pengiriman yang berbeda. Memilih ekspedisi yang sesuai dengan wilayah tujuan membantu bisnis memberikan estimasi yang lebih realistis dan mengurangi risiko keterlambatan.
2. Menentukan jangkauan pelanggan
Tidak semua ekspedisi memiliki cakupan wilayah yang sama. Ekspedisi dengan jaringan yang lebih luas dapat membantu bisnis menjangkau pelanggan di lebih banyak daerah, terutama jika target pasar mencakup wilayah di luar kota besar.
3. Mempengaruhi biaya pengiriman
Tarif pengiriman dapat berbeda berdasarkan ekspedisi, layanan, berat, dimensi, dan tujuan paket. Pemilihan ekspedisi yang sesuai membantu bisnis mengatur biaya pengiriman tanpa harus selalu menggunakan layanan dengan tarif paling mahal.
4. Mempengaruhi keberhasilan pengiriman
Performa ekspedisi juga berpengaruh terhadap kemungkinan paket berhasil sampai ke pelanggan. Jaringan dan proses operasional yang sesuai dapat membantu mengurangi masalah seperti keterlambatan, paket gagal dikirim, atau paket yang harus diretur.
5. Berpengaruh pada pengalaman pelanggan
Bagi pelanggan, proses belanja belum benar-benar selesai sampai pesanan diterima. Jika paket terlambat, sulit dilacak, atau mengalami kendala, pengalaman tersebut dapat mempengaruhi penilaian mereka terhadap toko.
Faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih ekspedisi
Beberapa faktor berikut dapat membantu Anda memilih ekspedisi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
1. Cakupan wilayah pengiriman
Pastikan ekspedisi memiliki jangkauan yang sesuai dengan wilayah pelanggan Anda. Jika target pasar mencakup banyak daerah di luar kota besar, pilih ekspedisi dengan jaringan yang cukup luas agar pesanan dapat dikirim tanpa terlalu banyak kendala.
2. Kecepatan dan variasi layanan
Perhatikan jenis layanan yang tersedia, mulai dari ekonomis, reguler, hingga same-day dan instant. Pilihan layanan yang beragam memudahkan Anda menyesuaikan pengiriman dengan kebutuhan pelanggan dan jenis pesanan.
3. Struktur tarif dan biaya tambahan
Bandingkan tarif antar-ekspedisi dengan memperhatikan keseluruhan biaya yang perlu dikeluarkan. Selain ongkir dasar, periksa juga biaya tambahan seperti asuransi, penanganan barang tertentu, atau biaya lain yang dapat memengaruhi total biaya pengiriman.
4. Dukungan metode pembayaran COD
Jika bisnis banyak menerima pesanan cash on delivery (COD), pastikan ekspedisi menyediakan layanan COD dengan mekanisme yang jelas. Perhatikan juga proses pencairan dana dan waktu yang dibutuhkan hingga pembayaran diterima oleh bisnis.
5. Riwayat performa pengiriman
Jangan hanya mempertimbangkan reputasi ekspedisi secara umum. Perhatikan performanya untuk kebutuhan bisnis Anda, seperti tingkat keterlambatan, keberhasilan pengiriman, kehilangan atau kerusakan paket, serta jumlah komplain yang diterima.
6. Kemudahan integrasi dengan sistem
Jika volume pesanan sudah cukup tinggi, pertimbangkan ekspedisi yang dapat terintegrasi dengan sistem penjualan atau manajemen pesanan. Integrasi dapat mengurangi pekerjaan manual, seperti memasukkan data penerima dan nomor resi satu per satu.
Manfaat menggunakan multi-ekspedisi untuk last mile delivery
Menggunakan beberapa ekspedisi dapat memberi bisnis lebih banyak fleksibilitas dalam mengelola pengiriman.
1. Memperluas jangkauan pengiriman
Setiap ekspedisi memiliki jaringan wilayah yang berbeda. Menggunakan beberapa ekspedisi memungkinkan bisnis menjangkau lebih banyak area tanpa bergantung pada cakupan satu layanan saja.
2. Menyesuaikan ekspedisi dengan kebutuhan pesanan
Tidak semua pesanan membutuhkan layanan pengiriman yang sama. Bisnis dapat memilih ekspedisi berdasarkan tujuan, ukuran barang, kecepatan pengiriman, maupun metode pembayaran yang digunakan.
3. Membandingkan biaya pengiriman
Ketersediaan beberapa ekspedisi memungkinkan bisnis membandingkan tarif untuk tujuan dan jenis layanan tertentu. Dengan begitu, seller dapat memilih opsi yang sesuai tanpa selalu bergantung pada satu struktur tarif.
4. Mengurangi ketergantungan pada satu ekspedisi
Gangguan operasional, keterlambatan, atau kendala jaringan pada satu ekspedisi dapat memengaruhi proses pengiriman. Memiliki alternatif membantu bisnis tetap memproses pesanan ketika salah satu layanan mengalami kendala.
5. Memberikan pilihan layanan kepada pelanggan
Setiap pelanggan dapat memiliki kebutuhan pengiriman yang berbeda. Dengan menyediakan beberapa pilihan ekspedisi, bisnis dapat memberikan alternatif berdasarkan kecepatan, biaya, maupun preferensi pelanggan.
KPI untuk mengukur performa last mile delivery
Setelah memilih ekspedisi, performanya perlu dipantau menggunakan beberapa metrik berikut.
1. On-time delivery rate
On-time delivery rate (OTD) mengukur persentase pengiriman yang berhasil sampai sesuai waktu yang dijanjikan.
Rumus OTD:
OTD = (Jumlah pengiriman tepat waktu ÷ Total pengiriman) × 100%
Semakin tinggi persentasenya, semakin banyak pesanan yang berhasil dikirim sesuai estimasi. Namun, OTD sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya indikator karena performa pengiriman juga mencakup keberhasilan pengantaran dan jumlah masalah yang terjadi.
2. First-attempt delivery success rate
Metrik ini mengukur persentase paket yang berhasil diterima pada percobaan pertama. Angka yang rendah dapat menjadi indikasi adanya masalah seperti pelanggan sulit dihubungi, alamat tidak jelas, atau kendala operasional kurir.
3. Rata-rata waktu pengiriman
Bandingkan waktu pengiriman aktual dengan estimasi yang diberikan kepada pelanggan. Pengukuran dapat dilakukan berdasarkan rute atau wilayah tertentu untuk mengetahui area mana yang paling sering mengalami keterlambatan.
4. Tingkat komplain terkait pengiriman
Catat jumlah komplain yang berkaitan dengan keterlambatan, paket rusak, paket hilang, maupun masalah lainnya. Metrik ini membantu melihat dampak langsung performa ekspedisi terhadap pengalaman pelanggan.
5. Tingkat retur akibat kendala pengiriman
Pantau jumlah pesanan yang akhirnya dikembalikan karena gagal dikirim atau pelanggan tidak menerima paket. Tingkat retur yang tinggi dapat menjadi sinyal bahwa proses last mile perlu dievaluasi lebih lanjut.
Tips mengoptimalkan biaya dan efisiensi last mile delivery
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan biaya dan efisiensi last mile delivery, yaitu:
1. Sesuaikan ekspedisi dengan karakteristik produk
Produk berat atau berukuran besar mungkin lebih efisien dikirim menggunakan layanan kargo. Sebaliknya, produk kecil dan ringan dapat menggunakan layanan reguler atau ekonomis, tergantung tujuan dan kebutuhan waktu pengiriman.
2. Gunakan data pengiriman untuk negosiasi tarif
Jika volume pengiriman bisnis cukup konsisten, gunakan data tersebut sebagai dasar untuk berdiskusi mengenai tarif khusus dengan ekspedisi. Data volume, wilayah tujuan, dan jenis layanan dapat membantu menunjukkan pola pengiriman bisnis Anda.
3. Evaluasi performa ekspedisi secara berkala
Jangan menganggap pilihan ekspedisi sudah tepat hanya karena pernah memberikan performa yang baik. Lakukan evaluasi secara berkala berdasarkan biaya, ketepatan waktu, tingkat keberhasilan pengiriman, dan jumlah komplain.
4. Siapkan alternatif saat periode ramai
Pada periode seperti flash sale, tanggal kembar, atau musim belanja tertentu, volume pengiriman dapat meningkat drastis. Menyiapkan beberapa pilihan ekspedisi membantu bisnis mengurangi ketergantungan pada satu layanan ketika terjadi lonjakan pesanan.
5. Bandingkan biaya berdasarkan total performa
Ekspedisi dengan tarif paling murah belum tentu menghasilkan biaya keseluruhan yang paling rendah. Keterlambatan, paket rusak, retur, dan komplain pelanggan juga dapat menimbulkan biaya tambahan bagi bisnis.
Karena itu, evaluasi ekspedisi sebaiknya mempertimbangkan total biaya dan kualitas layanan, bukan hanya tarif yang tercantum saat checkout.
Proses pesanan dari semua marketplace lebih rapi dan akurat dengan Mekari Desty
Mengelola berbagai ekspedisi secara manual, terutama saat menjual di berbagai marketplace sekaligus, bisa menjadi pekerjaan yang merepotkan — mulai dari mencetak label pengiriman satu per satu, memverifikasi isi paket, hingga memantau status pengiriman di setiap platform.
Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang membantu seller memproses dan mengelola pesanan dari berbagai marketplace dalam satu dashboard terpusat melalui fitur sistem manajemen order (OMS). Berikut fitur yang mendukung proses pengiriman last mile yang lebih terstruktur:
- Detail pesanan dan penjualan real-time: Semua pesanan dari berbagai marketplace tercatat lengkap secara real-time dalam satu dashboard, sehingga status setiap pesanan dapat dipantau tanpa harus membuka masing-masing platform.
- Pengaturan pengiriman terintegrasi: Proses pengiriman ke berbagai ekspedisi dikelola langsung dari satu sistem untuk fulfillment yang lebih cepat dan terkoordinasi.
- Pencocokan pesanan dan scan paket: Setiap paket diverifikasi kesesuaiannya dengan data pesanan sebelum dikirim, menekan human error dan mengurangi risiko paket salah kirim yang berujung retur.
- Cetak label pengiriman massal: Proses cetak label untuk banyak pesanan sekaligus dalam satu batch, menghemat waktu operasional terutama saat volume pengiriman sedang tinggi.
- Kustomisasi shipping label dan picking list: Sesuaikan format label dan picking list dengan kebutuhan gudang untuk proses packing yang lebih konsisten dan profesional.
- Return management terintegrasi: Pesanan retur dikelola dalam satu sistem dengan stok yang dikembalikan secara otomatis, memastikan akurasi inventori tetap terjaga setelah proses pengembalian selesai.
Mekari Desty menggunakan sistem top up atau bayar sesuai pemakaian per pesanan selesai, bukan subscription bulanan, sehingga biaya menyesuaikan volume transaksi bisnis secara otomatis dan tetap terjangkau di semua skala penjualan.
Saatnya proses pesanan dan pengiriman last mile dari semua marketplace lebih rapi bersama Mekari Desty.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.