- Cara menghitung stok barang pada dasarnya menggunakan rumus stok awal ditambah barang masuk, lalu dikurangi barang keluar dalam periode tertentu.
- Retur yang masih layak jual dan barang rusak juga perlu diperhitungkan, agar jumlah stok siap jual sesuai dengan kondisi fisik di gudang.
- Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace yang membantu seller menghitung stok secara otomatis setiap kali ada transaksi dari berbagai marketplace, termasuk pengembalian stok dari retur, sehingga data persediaan selalu terkini tanpa perhitungan manual.
Bagi Anda yang menjalankan bisnis online, mengetahui cara menghitung stok barang dengan benar penting untuk menjaga ketersediaan persediaan. Stok yang tidak akurat dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari barang habis tetapi masih tercatat tersedia hingga penumpukan persediaan di gudang.
Perhitungan stok yang tepat membantu Anda mengetahui jumlah barang yang sebenarnya tersedia dan menentukan kapan perlu melakukan restock. Artikel ini membahas pentingnya menghitung stok, rumus dasar, cara menghitung stok barang masuk dan keluar, hingga tips menjaga akurasi persediaan.

Mengapa bisnis perlu menghitung stok barang?
Menghitung stok secara rutin membantu Anda mengetahui jumlah persediaan yang tersedia secara aktual. Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan waktu pemesanan ulang, mengatur penyimpanan, hingga menyusun strategi untuk produk yang pergerakannya lambat.
Pencatatan stok yang akurat juga penting untuk mengurangi risiko kerugian akibat ketidaksesuaian antara data dan kondisi fisik barang. Dampaknya dapat cukup besar, terutama ketika kesalahan stok terjadi dalam skala bisnis yang luas.
Dalam praktiknya, ketidaksesuaian stok dapat terjadi ketika sistem menunjukkan barang masih tersedia padahal stok fisiknya sudah habis. Sebaliknya, persediaan juga dapat menumpuk karena jumlah yang tercatat lebih tinggi daripada kondisi sebenarnya.
Manfaat menghitung stok barang secara rutin
Beberapa manfaat menghitung stok secara rutin antara lain:
1. Mencegah kehabisan stok
Perhitungan stok membantu Anda mengetahui jumlah barang yang tersisa sehingga dapat melakukan restock sebelum persediaan benar-benar habis. Dengan begitu, ketersediaan produk yang banyak dicari pelanggan dapat lebih terjaga.
2. Mengurangi risiko penumpukan barang
Data stok dapat membantu mengidentifikasi produk yang jumlahnya terlalu banyak atau memiliki pergerakan penjualan yang lambat. Informasi ini dapat menjadi dasar untuk menentukan strategi seperti promo, bundling, atau penyesuaian jumlah pembelian berikutnya.
3. Menjaga akurasi pesanan
Stok yang sesuai dengan kondisi fisik membantu mencegah Anda menerima pesanan untuk produk yang sebenarnya sudah tidak tersedia. Hal ini juga mengurangi risiko pembatalan pesanan akibat ketidaksesuaian informasi stok.
4. Membantu perencanaan pembelian
Riwayat perubahan stok dapat digunakan untuk memperkirakan kebutuhan persediaan pada periode berikutnya. Dengan memahami pola penjualan dan jumlah stok yang tersedia, Anda dapat menentukan waktu serta jumlah pembelian yang lebih sesuai.
Rumus dasar menghitung stok barang
Cara menghitung stok barang pada dasarnya menggunakan rumus sederhana berikut:
Stok Akhir = Stok Awal + Barang Masuk – Barang Keluar
Rumus tersebut dapat digunakan untuk periode tertentu, seperti harian, mingguan, atau bulanan. Anda hanya perlu mengetahui jumlah stok pada awal periode serta total barang yang masuk dan keluar selama periode tersebut.
Misalnya, stok awal produk A adalah 50 unit. Selama periode pencatatan, Anda menerima 30 unit dari supplier dan menjual 20 unit. Maka:
Stok Akhir = 50 + 30 – 20 = 60 unit
Artinya, stok akhir produk A adalah 60 unit.
Cara menghitung stok barang masuk dan keluar
Berikut langkah sederhana untuk menghitung stok berdasarkan barang masuk dan keluar.
1. Catat stok awal
Tentukan jumlah barang yang tersedia sebelum periode pencatatan dimulai. Jumlah tersebut menjadi dasar untuk menghitung setiap perubahan stok selama periode berikutnya.
2. Tambahkan seluruh barang yang masuk
Catat setiap penambahan stok, baik yang berasal dari pembelian supplier, produksi, maupun retur pelanggan yang masih layak dijual. Pastikan jumlah dan jenis barang yang dicatat sesuai dengan kondisi sebenarnya.
3. Kurangi seluruh barang yang keluar
Catat barang yang terjual, digunakan untuk operasional, dikirim sebagai sampel, atau keluar karena alasan lain jika barang tersebut tidak lagi tersedia untuk dijual. Dengan begitu, seluruh pengurangan stok tetap masuk dalam perhitungan.
4. Hitung saldo akhir
Setelah seluruh transaksi dicatat, gunakan rumus stok akhir untuk mendapatkan jumlah persediaan yang tersisa.
Contohnya, stok awal produk A adalah 10 unit. Kemudian terdapat 20 unit yang masuk dari supplier dan 5 unit terjual kepada pelanggan. Maka:
Stok Akhir = 10 + 20 – 5 = 25 unit
Dengan mencatat setiap perubahan stok secara konsisten, Anda dapat lebih mudah mencocokkan jumlah persediaan dalam catatan dengan kondisi fisik barang di gudang.
Cara menghitung stok setelah retur dan barang rusak
Retur dan barang rusak juga perlu diperhitungkan karena dapat mengubah jumlah stok yang tersedia untuk dijual.
1. Stok bertambah karena retur pelanggan
Jika barang yang dikembalikan pelanggan masih dalam kondisi baik dan layak dijual kembali, jumlahnya dapat ditambahkan ke stok. Misalnya, stok sebelumnya adalah 30 unit dan terdapat 2 unit retur yang masih layak dijual. Maka stok menjadi 32 unit. Namun, barang retur yang rusak atau tidak dapat dijual kembali sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke stok siap jual. Barang tersebut perlu dicatat dan dipisahkan sesuai kondisinya.
2. Stok berkurang karena barang rusak
Barang yang rusak atau cacat dan tidak dapat dijual perlu dipisahkan dari stok yang masih layak jual. Misalnya, stok tercatat 50 unit, tetapi 3 unit ditemukan rusak. Maka stok yang tersedia untuk dijual adalah 47 unit, sedangkan 3 unit lainnya dicatat sebagai barang rusak.
Metode perpetual vs periodik dalam menghitung stok
Dua metode yang umum digunakan untuk mencatat persediaan adalah perpetual dan periodik.
1. Metode perpetual
Metode perpetual mencatat setiap transaksi barang masuk dan keluar secara terus-menerus sehingga jumlah stok diperbarui setiap kali terjadi transaksi. Dengan cara ini, posisi persediaan dapat dipantau tanpa harus menunggu penghitungan fisik pada akhir periode.
Metode ini umumnya lebih sesuai untuk bisnis dengan volume transaksi tinggi karena perubahan stok dapat diketahui secara lebih cepat dan teratur.
2. Metode periodik
Metode periodik menghitung persediaan pada interval tertentu, misalnya setiap bulan atau akhir tahun. Penghitungan fisik dilakukan untuk mengetahui jumlah stok yang tersedia pada akhir periode, kemudian hasilnya digunakan dalam pencatatan persediaan.
Metode ini dapat digunakan untuk bisnis dengan volume transaksi yang lebih terbatas. Namun, karena stok tidak diperbarui setiap kali transaksi terjadi, pemeriksaan fisik perlu dilakukan secara berkala agar jumlah persediaan tetap dapat diketahui dengan akurat.
Tips agar perhitungan stok barang lebih akurat
Beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga data stok tetap akurat.
1. Gunakan sistem barcode
Barcode dapat membantu mempercepat proses pencatatan barang masuk dan keluar sekaligus mengurangi risiko kesalahan saat memasukkan data secara manual. Setiap produk juga dapat lebih mudah dikenali sehingga pencatatan tidak tertukar dengan barang lain.
2. Lakukan pemeriksaan fisik secara berkala
Bandingkan jumlah stok yang tercatat di sistem dengan kondisi fisik barang di gudang. Jika terdapat selisih, segera telusuri transaksi atau aktivitas yang mungkin menyebabkan perbedaan tersebut agar data dapat disesuaikan.
3. Pisahkan barang rusak atau cacat
Jangan mencampurkan barang yang tidak layak jual dengan stok yang masih tersedia untuk pelanggan. Catat dan simpan barang rusak secara terpisah agar jumlah stok siap jual tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya.
4. Catat retur dengan benar
Pastikan setiap barang yang dikembalikan pelanggan diperiksa terlebih dahulu sebelum dimasukkan kembali ke stok. Barang yang masih layak jual dapat dikembalikan ke stok, sedangkan barang rusak atau tidak layak jual perlu dicatat secara terpisah.
5. Gunakan software inventaris
Sistem inventaris digital dapat membantu mencatat perubahan stok secara otomatis dan mengurangi risiko human error. Penggunaan sistem juga semakin membantu ketika jumlah produk dan volume transaksi meningkat karena data persediaan dapat dipantau secara lebih terstruktur.
Hitung stok barang lebih akurat dengan Mekari Desty
Menghitung stok secara manual masih memungkinkan saat produk dan transaksi belum banyak. Namun, ketika pesanan masuk dari beberapa marketplace sekaligus, setiap barang masuk, keluar, dan retur harus dicatat tanpa terlewat. Satu transaksi yang luput saja bisa membuat stok di sistem berbeda dengan kondisi di gudang.
Mekari Desty hadir sebagai platform omnichannel marketplace yang membantu seller menghitung dan memperbarui stok dari seluruh channel penjualan secara otomatis melalui fitur sistem manajemen inventory. Pencatatan ini sejalan dengan metode perpetual, sehingga stok selalu diperbarui setiap kali ada transaksi. Berikut fitur yang mendukungnya:
- Sinkronisasi stok otomatis lintas marketplace: Stok langsung berkurang setiap ada penjualan di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, dan channel lainnya, tanpa perlu dihitung ulang secara manual.
- Riwayat pergerakan stok real-time: Setiap barang masuk dan keluar tercatat otomatis, sehingga perubahan stok mudah ditelusuri saat terjadi selisih.
- Pengembalian stok otomatis dari retur: Barang retur yang diproses di sistem langsung dikembalikan ke stok, sehingga jumlah persediaan tetap akurat.
- Penyesuaian stok satuan dan massal: Perbarui jumlah stok dengan cepat, misalnya saat ada barang rusak yang perlu dipisahkan dari stok siap jual.
- Stock opname terintegrasi: Buat dokumen stock opname siap cetak dari sistem, lalu perbarui stok gudang secara real-time setelah penghitungan fisik selesai.
- Estimasi stok habis: Ketahui produk yang mendekati habis lebih awal, sehingga restock bisa direncanakan sebelum persediaan kosong.
Mekari Desty tidak menerapkan biaya langganan bulanan. Dengan skema pay as you grow, seller cukup top up saldo dan biaya hanya dipotong untuk setiap pesanan yang selesai. Pengelolaan stok dari semua marketplace pun tetap terjangkau, mengikuti volume penjualan bisnis.
Saatnya hitung stok barang dari semua marketplace lebih akurat dan otomatis bersama Mekari Desty.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.