7 mins read

Cara Menghitung Stok Barang untuk Hindari Kerugian $1,73T

Diterbitkan
Diperbarui
cara menghitung stok barang
Mekari Desty Highlights

  • Cara menghitung stok barang pada dasarnya menggunakan rumus stok awal ditambah barang masuk, lalu dikurangi barang keluar dalam periode tertentu.
  • Retur yang masih layak jual dan barang rusak juga perlu diperhitungkan, agar jumlah stok siap jual sesuai dengan kondisi fisik di gudang.
  • Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace yang membantu seller menghitung stok secara otomatis setiap kali ada transaksi dari berbagai marketplace, termasuk pengembalian stok dari retur, sehingga data persediaan selalu terkini tanpa perhitungan manual.

Bagi Anda yang menjalankan bisnis online, mengetahui cara menghitung stok barang dengan benar penting untuk menjaga ketersediaan persediaan. Stok yang tidak akurat dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari barang habis tetapi masih tercatat tersedia hingga penumpukan persediaan di gudang.

Perhitungan stok yang tepat membantu Anda mengetahui jumlah barang yang sebenarnya tersedia dan menentukan kapan perlu melakukan restock. Artikel ini membahas pentingnya menghitung stok, rumus dasar, cara menghitung stok barang masuk dan keluar, hingga tips menjaga akurasi persediaan.

center banner mekari desty

Mengapa bisnis perlu menghitung stok barang?

Menghitung stok secara rutin membantu Anda mengetahui jumlah persediaan yang tersedia secara aktual. Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan waktu pemesanan ulang, mengatur penyimpanan, hingga menyusun strategi untuk produk yang pergerakannya lambat.

Pencatatan stok yang akurat juga penting untuk mengurangi risiko kerugian akibat ketidaksesuaian antara data dan kondisi fisik barang. Dampaknya dapat cukup besar, terutama ketika kesalahan stok terjadi dalam skala bisnis yang luas.

Riset IHL Group memperkirakan industri ritel dunia kehilangan US$1,73 triliun per tahun akibat inventory distortion, yaitu gabungan kerugian dari barang kehabisan stok dan kelebihan stok. Angka tersebut setara dengan 6,5% dari total penjualan ritel dunia.

Dalam praktiknya, ketidaksesuaian stok dapat terjadi ketika sistem menunjukkan barang masih tersedia padahal stok fisiknya sudah habis. Sebaliknya, persediaan juga dapat menumpuk karena jumlah yang tercatat lebih tinggi daripada kondisi sebenarnya.

Manfaat menghitung stok barang secara rutin

Beberapa manfaat menghitung stok secara rutin antara lain:

1. Mencegah kehabisan stok

Perhitungan stok membantu Anda mengetahui jumlah barang yang tersisa sehingga dapat melakukan restock sebelum persediaan benar-benar habis. Dengan begitu, ketersediaan produk yang banyak dicari pelanggan dapat lebih terjaga.

2. Mengurangi risiko penumpukan barang

Data stok dapat membantu mengidentifikasi produk yang jumlahnya terlalu banyak atau memiliki pergerakan penjualan yang lambat. Informasi ini dapat menjadi dasar untuk menentukan strategi seperti promo, bundling, atau penyesuaian jumlah pembelian berikutnya.

3. Menjaga akurasi pesanan

Stok yang sesuai dengan kondisi fisik membantu mencegah Anda menerima pesanan untuk produk yang sebenarnya sudah tidak tersedia. Hal ini juga mengurangi risiko pembatalan pesanan akibat ketidaksesuaian informasi stok.

4. Membantu perencanaan pembelian

Riwayat perubahan stok dapat digunakan untuk memperkirakan kebutuhan persediaan pada periode berikutnya. Dengan memahami pola penjualan dan jumlah stok yang tersedia, Anda dapat menentukan waktu serta jumlah pembelian yang lebih sesuai.

Rumus dasar menghitung stok barang

Cara menghitung stok barang pada dasarnya menggunakan rumus sederhana berikut:

Stok Akhir = Stok Awal + Barang Masuk – Barang Keluar

Rumus tersebut dapat digunakan untuk periode tertentu, seperti harian, mingguan, atau bulanan. Anda hanya perlu mengetahui jumlah stok pada awal periode serta total barang yang masuk dan keluar selama periode tersebut.

Misalnya, stok awal produk A adalah 50 unit. Selama periode pencatatan, Anda menerima 30 unit dari supplier dan menjual 20 unit. Maka:

Stok Akhir = 50 + 30 – 20 = 60 unit

Artinya, stok akhir produk A adalah 60 unit.

Cara menghitung stok barang masuk dan keluar

Berikut langkah sederhana untuk menghitung stok berdasarkan barang masuk dan keluar.

1. Catat stok awal

Tentukan jumlah barang yang tersedia sebelum periode pencatatan dimulai. Jumlah tersebut menjadi dasar untuk menghitung setiap perubahan stok selama periode berikutnya.

2. Tambahkan seluruh barang yang masuk

Catat setiap penambahan stok, baik yang berasal dari pembelian supplier, produksi, maupun retur pelanggan yang masih layak dijual. Pastikan jumlah dan jenis barang yang dicatat sesuai dengan kondisi sebenarnya.

3. Kurangi seluruh barang yang keluar

Catat barang yang terjual, digunakan untuk operasional, dikirim sebagai sampel, atau keluar karena alasan lain jika barang tersebut tidak lagi tersedia untuk dijual. Dengan begitu, seluruh pengurangan stok tetap masuk dalam perhitungan.

4. Hitung saldo akhir

Setelah seluruh transaksi dicatat, gunakan rumus stok akhir untuk mendapatkan jumlah persediaan yang tersisa.

Contohnya, stok awal produk A adalah 10 unit. Kemudian terdapat 20 unit yang masuk dari supplier dan 5 unit terjual kepada pelanggan. Maka:

Stok Akhir = 10 + 20 – 5 = 25 unit

Dengan mencatat setiap perubahan stok secara konsisten, Anda dapat lebih mudah mencocokkan jumlah persediaan dalam catatan dengan kondisi fisik barang di gudang.

Cara menghitung stok setelah retur dan barang rusak

Retur dan barang rusak juga perlu diperhitungkan karena dapat mengubah jumlah stok yang tersedia untuk dijual.

1. Stok bertambah karena retur pelanggan

Jika barang yang dikembalikan pelanggan masih dalam kondisi baik dan layak dijual kembali, jumlahnya dapat ditambahkan ke stok. Misalnya, stok sebelumnya adalah 30 unit dan terdapat 2 unit retur yang masih layak dijual. Maka stok menjadi 32 unit. Namun, barang retur yang rusak atau tidak dapat dijual kembali sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke stok siap jual. Barang tersebut perlu dicatat dan dipisahkan sesuai kondisinya.

2. Stok berkurang karena barang rusak

Barang yang rusak atau cacat dan tidak dapat dijual perlu dipisahkan dari stok yang masih layak jual. Misalnya, stok tercatat 50 unit, tetapi 3 unit ditemukan rusak. Maka stok yang tersedia untuk dijual adalah 47 unit, sedangkan 3 unit lainnya dicatat sebagai barang rusak.

Metode perpetual vs periodik dalam menghitung stok

Dua metode yang umum digunakan untuk mencatat persediaan adalah perpetual dan periodik.

1. Metode perpetual

Metode perpetual mencatat setiap transaksi barang masuk dan keluar secara terus-menerus sehingga jumlah stok diperbarui setiap kali terjadi transaksi. Dengan cara ini, posisi persediaan dapat dipantau tanpa harus menunggu penghitungan fisik pada akhir periode.

Metode ini umumnya lebih sesuai untuk bisnis dengan volume transaksi tinggi karena perubahan stok dapat diketahui secara lebih cepat dan teratur.

2. Metode periodik

Metode periodik menghitung persediaan pada interval tertentu, misalnya setiap bulan atau akhir tahun. Penghitungan fisik dilakukan untuk mengetahui jumlah stok yang tersedia pada akhir periode, kemudian hasilnya digunakan dalam pencatatan persediaan.

Metode ini dapat digunakan untuk bisnis dengan volume transaksi yang lebih terbatas. Namun, karena stok tidak diperbarui setiap kali transaksi terjadi, pemeriksaan fisik perlu dilakukan secara berkala agar jumlah persediaan tetap dapat diketahui dengan akurat.

Tips agar perhitungan stok barang lebih akurat

Beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga data stok tetap akurat.

1. Gunakan sistem barcode

Barcode dapat membantu mempercepat proses pencatatan barang masuk dan keluar sekaligus mengurangi risiko kesalahan saat memasukkan data secara manual. Setiap produk juga dapat lebih mudah dikenali sehingga pencatatan tidak tertukar dengan barang lain.

2. Lakukan pemeriksaan fisik secara berkala

Bandingkan jumlah stok yang tercatat di sistem dengan kondisi fisik barang di gudang. Jika terdapat selisih, segera telusuri transaksi atau aktivitas yang mungkin menyebabkan perbedaan tersebut agar data dapat disesuaikan.

3. Pisahkan barang rusak atau cacat

Jangan mencampurkan barang yang tidak layak jual dengan stok yang masih tersedia untuk pelanggan. Catat dan simpan barang rusak secara terpisah agar jumlah stok siap jual tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya.

4. Catat retur dengan benar

Pastikan setiap barang yang dikembalikan pelanggan diperiksa terlebih dahulu sebelum dimasukkan kembali ke stok. Barang yang masih layak jual dapat dikembalikan ke stok, sedangkan barang rusak atau tidak layak jual perlu dicatat secara terpisah.

5. Gunakan software inventaris

Sistem inventaris digital dapat membantu mencatat perubahan stok secara otomatis dan mengurangi risiko human error. Penggunaan sistem juga semakin membantu ketika jumlah produk dan volume transaksi meningkat karena data persediaan dapat dipantau secara lebih terstruktur.

Hitung stok barang lebih akurat dengan Mekari Desty

Menghitung stok secara manual masih memungkinkan saat produk dan transaksi belum banyak. Namun, ketika pesanan masuk dari beberapa marketplace sekaligus, setiap barang masuk, keluar, dan retur harus dicatat tanpa terlewat. Satu transaksi yang luput saja bisa membuat stok di sistem berbeda dengan kondisi di gudang.

Mekari Desty hadir sebagai platform omnichannel marketplace yang membantu seller menghitung dan memperbarui stok dari seluruh channel penjualan secara otomatis melalui fitur sistem manajemen inventory. Pencatatan ini sejalan dengan metode perpetual, sehingga stok selalu diperbarui setiap kali ada transaksi. Berikut fitur yang mendukungnya:

  • Sinkronisasi stok otomatis lintas marketplace: Stok langsung berkurang setiap ada penjualan di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, dan channel lainnya, tanpa perlu dihitung ulang secara manual.
  • Riwayat pergerakan stok real-time: Setiap barang masuk dan keluar tercatat otomatis, sehingga perubahan stok mudah ditelusuri saat terjadi selisih.
  • Pengembalian stok otomatis dari retur: Barang retur yang diproses di sistem langsung dikembalikan ke stok, sehingga jumlah persediaan tetap akurat.
  • Penyesuaian stok satuan dan massal: Perbarui jumlah stok dengan cepat, misalnya saat ada barang rusak yang perlu dipisahkan dari stok siap jual.
  • Stock opname terintegrasi: Buat dokumen stock opname siap cetak dari sistem, lalu perbarui stok gudang secara real-time setelah penghitungan fisik selesai.
  • Estimasi stok habis: Ketahui produk yang mendekati habis lebih awal, sehingga restock bisa direncanakan sebelum persediaan kosong.

Mekari Desty tidak menerapkan biaya langganan bulanan. Dengan skema pay as you grow, seller cukup top up saldo dan biaya hanya dipotong untuk setiap pesanan yang selesai. Pengelolaan stok dari semua marketplace pun tetap terjangkau, mengikuti volume penjualan bisnis.

Saatnya hitung stok barang dari semua marketplace lebih akurat dan otomatis bersama Mekari Desty.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

IHL Group. “Retail Inventory Crisis Persists Despite $172 Billion in Improvements”

FAQ

1. Bagaimana cara menghitung stok barang?

1. Bagaimana cara menghitung stok barang?

Cara menghitung stok barang adalah menjumlahkan stok awal dengan barang masuk, lalu dikurangi barang keluar selama periode tertentu, seperti harian, mingguan, atau bulanan.

2. Bagaimana cara menghitung stok barang masuk dan keluar?

2. Bagaimana cara menghitung stok barang masuk dan keluar?

Catat stok awal, tambahkan seluruh barang yang masuk dari supplier atau retur layak jual, kurangi semua barang yang keluar karena penjualan atau alasan lain, lalu hitung saldo akhirnya.

3. Bagaimana cara menghitung stok setelah ada retur dan barang rusak?

3. Bagaimana cara menghitung stok setelah ada retur dan barang rusak?

Retur yang masih layak jual ditambahkan kembali ke stok. Sebaliknya, barang rusak atau cacat dipisahkan dan dikurangi dari stok siap jual, lalu dicatat secara terpisah.

4. Apa perbedaan metode perpetual dan periodik dalam menghitung stok?

4. Apa perbedaan metode perpetual dan periodik dalam menghitung stok?

Metode perpetual memperbarui stok setiap kali terjadi transaksi. Metode periodik menghitung stok melalui pengecekan fisik pada interval tertentu, seperti akhir bulan atau akhir tahun.

5. Bagaimana agar perhitungan stok barang tetap akurat?

5. Bagaimana agar perhitungan stok barang tetap akurat?

Gunakan barcode, lakukan pemeriksaan fisik berkala, pisahkan barang rusak, catat retur dengan benar, dan manfaatkan software inventaris untuk mengurangi human error.

6. Bagaimana Mekari Desty membantu seller menghitung stok barang?

6. Bagaimana Mekari Desty membantu seller menghitung stok barang?

Mekari Desty memperbarui stok secara otomatis setiap ada transaksi dari berbagai marketplace, termasuk pengembalian stok dari retur. Sistemnya juga dilengkapi riwayat pergerakan stok dan stock opname terintegrasi, sehingga jumlah persediaan selalu akurat.

Mekari Desty

Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace yang membantu operasional bisnis dalam mengelola multi-channel platform dengan biaya terjangkau melalui sistem “pay as you grow”, bayar sesuai per pesanan selesai

Pelajari lebih lanjut

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari,
Mekari Desty juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti :

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • Customer
  • People
  • Services
  • Operasional & digitalisasi