8 mins read

Trendsetter: Definisi, Ciri, dan Bedanya dengan Influencer

Diterbitkan
Diperbarui
Mekari Desty Highlights
  • Trendsetter adalah individu, kelompok, atau brand yang menciptakan atau memperkenalkan tren baru sehingga diikuti banyak orang, berbeda dengan influencer yang umumnya mempromosikan tren yang sudah ada.
  • Bisnis bisa menjadi trendsetter itu sendiri lewat inovasi produk dan konsistensi di niche tertentu. Pilih kerja sama dengan trendsetter untuk membangun citra jangka panjang, dan dengan influencer untuk mendorong penjualan dalam waktu dekat.
  • Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace yang membantu seller meluncurkan produk ke banyak marketplace, menyinkronkan stok, dan memantau performa penjualan dari satu dashboard, sehingga permintaan yang melonjak saat tren naik tetap terkelola.

Pernah melihat satu produk tiba-tiba ada di mana-mana, lalu banyak toko ikut menjualnya dalam hitungan minggu? Di balik tren itu biasanya ada pihak yang memulainya lebih dulu, yaitu trendsetter. 

Bagi pelaku bisnis, memahami siapa trendsetter dan bagaimana tren bergerak dapat membantu menentukan produk, waktu peluncuran, serta mitra promosi yang tepat. Hal ini relevan di tengah berkembangnya industri pemasaran melalui influencer.

Grand View Research memproyeksikan pasar platform influencer marketing di Indonesia mencapai US$2.121 juta pada 2030, dengan CAGR sebesar 32,8% selama periode 2023–2030.

Artikel ini membahas arti trendsetter, ciri-cirinya, peran brand sebagai trendsetter, perbedaannya dengan influencer, serta cara bisnis membangun posisi sebagai trendsetter di niche masing-masing.

center banner mekari desty

Apa itu trendsetter? 

Trendsetter adalah individu, kelompok, atau brand yang menciptakan atau memperkenalkan tren baru hingga diikuti banyak orang. Tren tersebut dapat berupa gaya berpakaian, produk, gaya hidup, teknologi, maupun cara berbisnis.

Trendsetter umumnya menjadi pengguna awal yang mengadopsi ide, gaya, atau produk sebelum dikenal luas. Namun, pengaruhnya bukan sekadar menjadi yang pertama mencoba sesuatu. Trendsetter juga mampu membuat orang lain menjadikan pilihan atau inovasinya sebagai acuan.

Ciri-ciri trendsetter

Ada beberapa ciri yang membantu membedakan trendsetter dari orang atau brand yang hanya mengikuti tren.

  • Orisinal dan berani tampil beda: menghadirkan ide, produk, atau pendekatan yang belum banyak dilakukan pihak lain.
  • Peka terhadap perubahan pasar: mampu membaca kebutuhan pelanggan dan perubahan selera sebelum menjadi tren umum.
  • Memiliki pengaruh di niche tertentu: ide, gaya, atau produknya dijadikan acuan oleh komunitas atau target pasar yang relevan.
  • Konsisten menghadirkan pembaruan: tidak hanya mengandalkan satu produk viral, tetapi terus mengembangkan ide yang relevan.
  • Menjadi acuan bagi pihak lain: inovasi atau pendekatannya mulai diikuti, diadaptasi, atau ditiru oleh kompetitor.

Dalam konteks bisnis, ciri-ciri tersebut dapat terlihat ketika seller mampu mengenali kebutuhan yang belum terpenuhi, menghadirkan produk yang berbeda, lalu membuat produk atau pendekatannya diikuti oleh pelaku usaha lain.

Brand dan seller bisa menjadi trendsetter 

Trendsetter tidak selalu berupa individu, seperti figur publik atau kreator konten. Sebuah brand atau bisnis juga bisa menjadi trendsetter ketika inovasi produk, desain, atau strategi pemasarannya memengaruhi cara pasar bergerak. 

Misalnya, Apple dikenal melalui inovasi produk teknologi yang kerap menjadi acuan bagi kompetitor. Nike juga dikenal lewat kampanye pemasaran yang menginspirasi brand lain, sedangkan Aqua merupakan salah satu pelopor air mineral dalam kemasan di Indonesia.

Namun, menjadi trendsetter bukan hanya peluang bagi perusahaan besar. Seller kecil dan menengah juga dapat membangun posisi tersebut di niche tertentu. Contohnya, seller makanan yang memperkenalkan kombinasi rasa baru atau seller aksesori yang menawarkan desain khas dan kemudian diikuti toko lain.

Kuncinya adalah menghadirkan nilai yang relevan bagi pelanggan, bukan sekadar meniru produk yang sedang populer. Jika inovasi tersebut mendapat respons positif dan menjadi acuan bagi pelaku usaha lain, bisnis Anda berpeluang dikenal sebagai trendsetter di segmennya.

Perbedaan trendsetter dan influencer 

Keduanya sama-sama berpengaruh, tetapi cara dan tujuannya berbeda. Perbedaannya dapat dilihat dari beberapa aspek berikut: 

AspekTrendsetterInfluencer
Peran utamaMenciptakan atau memperkenalkan tren baruMempromosikan produk atau tren yang sudah ada
Sumber pengaruhKreativitas, inovasi, dan visiJumlah pengikut dan kedekatan dengan audiens
BentukIndividu, kelompok, atau brandUmumnya individu atau kreator konten
Arah pengaruhMembentuk selera pasarMengarahkan audiens ke pilihan tertentu
Fokus kerja samaCitra dan posisi brand jangka panjangKesadaran merek dan konversi dalam waktu dekat
Hasil yang umum dicariReputasi sebagai pelopor dan loyalitasJangkauan, klik, dan penjualan

Perlu dicatat, satu orang dapat berperan sebagai keduanya. Seorang kreator bisa menjadi trendsetter di niche-nya sekaligus bekerja sebagai influencer untuk brand lain. 

Kapan bisnis perlu menggandeng trendsetter, dan kapan influencer? 

Pilihan antara trendsetter dan influencer perlu disesuaikan dengan tujuan bisnis. Keduanya memiliki peran dan dampak yang berbeda. 

AspekTrendsetter Influencer
Tujuan utamaMembangun citra brand sebagai pelopor Meningkatkan penjualan atau awareness 
Tahap produkProduk baru atau inovasi Produk yang sudah memiliki pasar 
Jangka waktuMenengah hingga panjang Pendek hingga menengah 
Cara mengukur hasilPersepsi brand dan pembicaraan organik Penjualan, klik, dan pesanan 
KesesuaianProduk unik atau berbasis gaya hidup Produk yang membutuhkan jangkauan dan konversi 
Contoh kerjaKolaborasi produk dan peluncuran perdana Review, afiliasi, atau kode voucher 

Trendsetter lebih cocok jika bisnis ingin membangun posisi brand sebagai pelopor dan memperkuat persepsi produk dalam jangka panjang. Sementara, influencer lebih tepat ketika bisnis ingin menjangkau audiens yang lebih luas dan mendorong awareness atau penjualan dalam waktu yang lebih singkat.

Apa pun pilihan mitranya, pastikan stok dan operasional sudah siap sebelum kampanye berjalan. Kerja sama dengan figur yang memiliki pengaruh dapat meningkatkan permintaan dalam waktu singkat sehingga stok, tim pengemasan, dan layanan pelanggan perlu disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pesanan.

Cara menjadi trendsetter untuk bisnis online 

Menjadi trendsetter bukan hasil satu kampanye viral. Berikut langkah yang dapat diterapkan seller untuk membangun posisi tersebut di niche-nya: 

1. Amati tren dan pelajari penyebabnya 

Pantau tren dari media sosial, kolom pencarian marketplace, Google Trends, dan percakapan komunitas. Jangan hanya mencatat produk apa yang sedang ramai, tetapi pelajari alasannya, misalnya kebutuhan yang belum terpenuhi atau perubahan gaya hidup. Pemahaman ini membantu Anda mengantisipasi tren berikutnya, bukan sekadar mengikuti yang sedang naik. 

2. Pahami kebutuhan pelanggan lewat data sendiri 

Posisikan diri sebagai konsumen dan baca ulasan, pertanyaan di chat, serta produk yang sering dikembalikan. Keluhan berulang sering menjadi petunjuk celah produk yang belum dijawab pasar. Data penjualan per produk juga menunjukkan varian mana yang mulai bergerak lebih cepat dari biasanya. 

3. Ciptakan produk yang mudah dipahami dan dipakai 

Inovasi yang sulit dijelaskan sulit menyebar. Pastikan manfaat produk dapat dimengerti dalam satu kalimat, lengkap dengan foto dan deskripsi yang jelas. Produk yang mudah dipakai juga lebih mudah direkomendasikan oleh pelanggan kepada orang lain. 

4.  Uji dalam jumlah kecil sebelum produksi besar 

Seller kecil dan menengah tidak perlu menanggung risiko besar. Luncurkan varian baru dalam jumlah terbatas, lihat respons pembeli selama beberapa minggu, lalu tambah produksi jika permintaannya terbukti. Cara ini juga menjaga arus kas jika tren ternyata tidak berlanjut. 

5. Bangun komunitas di sekitar produk 

Libatkan pelanggan lewat media sosial, grup komunitas, atau program pengikut toko, dan manfaatkan KOL atau kreator yang sesuai dengan niche Anda. Komunitas yang aktif menyebarkan produk secara organik dan memberi masukan untuk pengembangan berikutnya. 

6. Konsisten dan terus perbarui 

Trendsetter yang bertahan tidak berhenti pada satu produk. Susun jadwal pembaruan, seperti varian musiman atau kolaborasi terbatas, agar brand tetap dibicarakan. Pantau juga apakah brand Anda mulai ditiru kompetitor, karena itu tanda pengaruh Anda terbentuk.

Cara mengendalikan stok saat tren berubah 

Ketika produk mulai tren, permintaan bisa meningkat tajam dalam waktu singkat. Seller perlu mengantisipasi kehabisan stok saat penjualan naik sekaligus menghindari stok berlebih ketika tren mulai mereda. Karena itu, keputusan restock sebaiknya didasarkan pada pergerakan penjualan, sisa stok, dan waktu pengadaan barang.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut sekaligus mengurangi risiko stok menumpuk saat tren menurun, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:

  • Pantau tren penjualan secara berkala: periksa jumlah penjualan setiap produk untuk mengetahui apakah permintaan sedang meningkat, stabil, atau menurun. Gunakan perubahan tersebut sebagai dasar untuk mengevaluasi persediaan.
  • Rencanakan restock berdasarkan waktu pengadaan: pertimbangkan sisa stok, kecepatan penjualan, dan waktu tunggu dari supplier. Jika permintaan meningkat sementara pengadaan membutuhkan waktu lama, pertimbangkan pemesanan ulang lebih awal.
  • Sesuaikan alokasi stok antar-marketplace: pastikan stok yang tersedia sesuai dengan persediaan aktual di seluruh channel penjualan. Langkah ini membantu mencegah overselling ketika pesanan meningkat secara bersamaan.
  • Evaluasi kebutuhan stok saat tren melambat: hindari menambah persediaan hanya berdasarkan penjualan yang tinggi pada periode sebelumnya. Sesuaikan jumlah pesanan berikutnya dengan perkembangan permintaan dan gunakan bundling atau promo jika diperlukan untuk mengurangi stok tersisa.

Dengan langkah tersebut, seller dapat merespons perubahan permintaan secara lebih terukur, menjaga ketersediaan produk saat tren meningkat, dan mengurangi risiko penumpukan stok ketika tren berakhir.

Tangkap tren lebih cepat dengan operasional yang rapi bersama Mekari Desty 

Mengelola produk, stok, pesanan, dan chat secara manual masih memungkinkan saat toko dan produk belum banyak. Namun, ketika tren membuat pesanan naik dari beberapa marketplace sekaligus, satu stok yang terlambat diperbarui dapat menimbulkan overselling dan pembatalan pesanan tepat saat permintaan sedang tinggi.

Mekari Desty hadir sebagai platform omnichannel marketplace yang membantu seller meluncurkan produk baru, menjaga stok tetap sinkron, dan memantau performa penjualan dari satu dashboard melalui fitur manajemen produk. Dengan begitu Anda dapat bergerak cepat mengikuti atau menciptakan tren tanpa pekerjaan manual berulang. Berikut fitur yang mendukungnya: 

  • Satu data produk untuk semua marketplace: Siapkan master produk, lalu publikasikan produk baru ke banyak marketplace sekaligus, termasuk bundling virtual, untuk mempercepat peluncuran varian baru.
  • Sinkronisasi stok real-time: Stok berkurang otomatis di semua channel setiap ada transaksi melalui sistem manajemen inventory, sehingga lonjakan pesanan tidak menimbulkan overselling.
  • Pengelolaan stok promo dan harga coret: Atur stok promo dan tampilan diskon di berbagai marketplace melalui manajemen promosi saat kolaborasi dengan kreator atau kampanye tren.
  • Laporan penjualan per produk, toko, dan gudang: Lihat produk yang mulai naik dan pantau estimasi stok habis melalui manajemen laporan, sehingga keputusan restock lebih cepat.
  • Pemrosesan pesanan massal: Proses pesanan dari semua marketplace dan cetak label pengiriman massal melalui sistem manajemen order saat pesanan melonjak.
  • Chat marketplace terpusat: Jawab pertanyaan pembeli dari berbagai marketplace dalam satu dashboard melalui chat marketplace, dengan AI assistant untuk pertanyaan berulang.

Mekari Desty tidak menerapkan biaya langganan bulanan. Dengan skema pay as you grow, seller cukup top up saldo dan biaya hanya dipotong untuk setiap pesanan yang selesai. Pengelolaan produk, stok, dan pesanan dari semua marketplace pun tetap terjangkau, mengikuti volume penjualan bisnis.

Saatnya tangkap peluang tren dengan produk, stok, dan pesanan yang terkelola rapi di semua marketplace bersama Mekari Desty.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

Grand View Research. Indonesia Influencer Marketing Platform Market Size & Outlook.

FAQ

1. Trendsetter adalah apa?

1. Trendsetter adalah apa?

Trendsetter adalah individu, kelompok, atau brand yang menciptakan atau memperkenalkan tren baru sehingga kemudian diikuti banyak orang.

2. Apa perbedaan trendsetter dan influencer?

2. Apa perbedaan trendsetter dan influencer?

Trendsetter menciptakan atau memperkenalkan tren baru dan pengaruhnya bersumber dari inovasi, sedangkan influencer umumnya mempromosikan produk atau tren yang sudah ada dan pengaruhnya bersumber dari jumlah pengikut dan kedekatan dengan audiens.

3. Apa itu trendsetter brand dan apa contohnya?

3. Apa itu trendsetter brand dan apa contohnya?

Trendsetter brand adalah brand yang inovasi produk atau strateginya membuat pasar dan kompetitor mengikutinya. Contohnya Apple dengan produk teknologinya, Nike dengan kampanye pemasarannya, dan Aqua sebagai pelopor air mineral dalam kemasan di Indonesia.

4. Bagaimana cara menjadi trendsetter?

4. Bagaimana cara menjadi trendsetter?

Amati tren dan penyebabnya, pahami kebutuhan pelanggan lewat data sendiri, ciptakan produk yang mudah dipahami, uji dalam jumlah kecil, bangun komunitas, dan konsisten memperbarui produk.

5. Kapan bisnis sebaiknya memilih trendsetter dibanding influencer?

5. Kapan bisnis sebaiknya memilih trendsetter dibanding influencer?

Pilih trendsetter untuk membangun citra pelopor dalam jangka panjang, terutama pada produk baru atau inovatif. Pilih influencer untuk mendorong awareness dan penjualan dalam waktu dekat pada produk yang sudah punya pasar.

6. Bagaimana Mekari Desty membantu bisnis yang mengikuti atau menciptakan tren?

6. Bagaimana Mekari Desty membantu bisnis yang mengikuti atau menciptakan tren?

Mekari Desty membantu seller meluncurkan produk ke banyak marketplace dengan satu data produk, menyinkronkan stok secara real-time, mengatur stok promo, memproses pesanan massal, memusatkan chat, dan memantau performa penjualan dalam satu platform.

Mekari Desty

Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace yang membantu operasional bisnis dalam mengelola multi-channel platform dengan biaya terjangkau melalui sistem “pay as you grow”, bayar sesuai per pesanan selesai

Pelajari lebih lanjut

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari,
Mekari Desty juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti :

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • Customer
  • People
  • Services
  • Operasional & digitalisasi