6 mins read

Tips Mencegah Kehabisan Stok untuk Kelancaran Operasional Bisnis

Diterbitkan
Diperbarui
tips hindari kehabisan stok
Mekari Desty Highlights
  • Stok habis dapat menyebabkan kehilangan revenue karena pelanggan batal membeli dan beralih ke kompetitor lain.
  • Out of stock menurunkan kepercayaan pelanggan serta memperburuk customer experience karena produk tidak tersedia saat dibutuhkan.
  • Penyebab utama stok habis meliputi tidak adanya sistem inventory, monitoring stok yang buruk, perkiraan permintaan yang tidak akurat, lead time supplier lama, dan human error.
  • Cara menghindari stok habis antara lain menggunakan sistem inventory management, menentukan minimum stock level, melakukan stock opname rutin, serta menerapkan metode FIFO atau FEFO.
  • Bisnis sebaiknya menghindari pencatatan manual dan mulai memanfaatkan data penjualan serta sistem kontrol stok agar pengelolaan inventory lebih akurat dan operasional berjalan optimal.

Dalam menjalankan bisnis, ketersediaan stok menjadi salah satu faktor penting yang sering kali menentukan kelancaran operasional.

Sayangnya, masih banyak bisnis yang mengalami masalah stok habis atau out of stock karena pengelolaan inventory yang belum optimal.

Sekilas, stok habis mungkin terlihat sebagai masalah sederhana. Padahal, dampaknya bisa cukup besar bagi bisnis, mulai dari kehilangan penjualan hingga menurunnya kepercayaan pelanggan.

Terlebih di era digital seperti sekarang, pelanggan memiliki banyak pilihan. Ketika produk yang dicari tidak tersedia, mereka bisa dengan mudah berpindah ke kompetitor lain hanya dalam hitungan menit.

center banner mekari desty

Dampak Stok Barang Habis bagi Bisnis

Karena itu, bisnis perlu memahami apa saja dampak stok habis, penyebabnya, serta bagaimana cara mengelola inventory dengan lebih efektif agar operasional tetap berjalan lancar.

Kehilangan revenue

Ketika pelanggan ingin membeli produk tetapi stok tidak tersedia, transaksi otomatis batal dilakukan. Dalam beberapa kasus, pelanggan bahkan memilih membeli produk serupa dari toko lain yang memiliki stok lebih lengkap.

Jika kondisi ini terjadi secara berulang, bisnis bisa mengalami penurunan pendapatan secara signifikan.

Menurunkan kepercayaan pelanggan

Pelanggan tentu berharap produk yang mereka cari tersedia saat dibutuhkan. Namun, jika toko terlalu sering mengalami stok habis, pelanggan bisa mulai kehilangan kepercayaan terhadap bisnis tersebut.

Mereka mungkin menganggap bisnis tidak memiliki pengelolaan stok yang baik atau kurang profesional dalam menjalankan operasional.

Mengganggu operasional

Stok habis juga dapat menghambat alur operasional bisnis sehari-hari. Tim sales menjadi kesulitan menawarkan produk kepada pelanggan. Tim gudang harus melakukan pengecekan ulang stok secara manual. Bahkan, proses pengiriman dapat tertunda karena barang belum tersedia.

Selain itu, bisnis juga perlu mengeluarkan effort tambahan untuk melakukan restock mendadak atau mencari supplier alternatif dalam waktu singkat.

Menurunkan customer experience

Customer experience menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan pelanggan. Sayangnya, stok habis sering kali menciptakan pengalaman belanja yang kurang menyenangkan.

Bayangkan ketika pelanggan sudah memilih produk, memasukkannya ke keranjang belanja, lalu mengetahui bahwa stok ternyata kosong saat proses checkout. Akibatnya, para pelanggan beralih ke toko lain.

Penyebab Terjadinya Kehabisan Stok

Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya kehabisan stok. Beberapa diantaranya bahkan bisa diantisipasi dengan baik jika memiliki sistem yang tepat

a. Tidak ada sistem inventory

Masih banyak bisnis yang mengelola stok secara sederhana tanpa menggunakan sistem inventory yang terintegrasi. Akibatnya, pemantauan jumlah stok menjadi kurang akurat dan sulit dilakukan secara real-time.

Dalam beberapa kasus, pencatatan stok bahkan jarang diperbarui sehingga jumlah barang di sistem berbeda dengan stok fisik di gudang. Kondisi ini membuat bisnis kesulitan mengetahui kapan harus melakukan restock.

b. Perkiraan permintaan tidak akurat

Kesalahan dalam memperkirakan permintaan pasar juga menjadi penyebab umum stok habis. Sebagian bisnis sengaja menyediakan stok dalam jumlah minim karena khawatir produk tidak terjual.

Namun, ketika terjadi lonjakan permintaan secara tiba-tiba, stok yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Akibatnya, bisnis kehilangan peluang penjualan.

c. Tidak ada monitoring stok

Monitoring stok merupakan proses penting dalam pengelolaan inventory. Sayangnya, beberapa bisnis masih mengandalkan pencatatan manual tanpa melakukan pengecekan stok secara rutin.

Akibatnya, selisih stok sering terjadi tanpa disadari. Karena itu, banyak bisnis mulai menggunakan sistem digital untuk memantau stok secara otomatis dan real-time.

d. Lead time supplier lama

Lead time adalah waktu yang dibutuhkan sejak pemesanan barang dilakukan hingga produk diterima oleh bisnis. Jika supplier membutuhkan waktu pengiriman yang terlalu lama, risiko stok habis menjadi lebih tinggi.

e. Human error

Kesalahan manusia atau human error juga menjadi salah satu penyebab utama masalah inventory. Contohnya seperti salah input data stok, kesalahan perhitungan barang, keterlambatan update stok, hingga kesalahan pemberitahuan produk habis. Semua kesalahan tersebut dapat berdampak besar pada operasional bisnis.

Tips Mencegah Stok Habis dalam Bisnis

Lantas apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kehabisan stok? Ada beberapa cara yang perlu Anda lakukan supaya permasalahan ini tidak terjadi.

1. Gunakan Sistem Inventory Management

Salah satu langkah paling efektif untuk menghindari out of stock adalah menggunakan sistem inventory management.

Salah satunya adalah menggunakan software inventory Mekari Desty, bisnis dapat melakukan tracking stok secara real-time sehingga jumlah barang lebih mudah dipantau.

Sistem inventory juga membantu proses pencatatan menjadi lebih otomatis dan akurat. Lingkupan penggunaan software inventory dapat membantu bisnis, antara lain mengurangi human error, memantau pergerakan stok, mengetahui produk paling laris, dan mempermudah proses restock.

2. Tentukan Minimum Stock Level

Bisnis juga perlu menentukan batas minimum stok untuk setiap produk. Tujuannya agar tim dapat segera melakukan pemesanan ulang sebelum stok benar-benar habis.

Metode ini sering dikenal dengan istilah reorder point. Dengan menentukan minimum stock level, bisnis dapat menjaga ketersediaan produk tetap aman meskipun terjadi lonjakan permintaan secara tiba-tiba. Cara ini juga membantu bisnis menghindari keterlambatan restock dari supplier.

3. Lakukan Stock Opname Secara Rutin

Cara ini penting untuk memastikan jumlah stok tetap sesuai dan menghindari selisih inventory. Melalui stock opname rutin, bisnis dapat lebih cepat menemukan masalah seperti kehilangan barang, kesalahan pencatatan, atau ketidaksesuaian data stok.

Semakin rutin stock opname dilakukan, maka akan semakin kecil pula risiko terjadinya kesalahan dalam penyetokan barang.

4. Gunakan Metode FIFO atau FEFO

Metode FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired First Out) membantu bisnis mengatur alur keluar masuk barang dengan lebih terstruktur.

FIFO memastikan produk yang pertama masuk menjadi produk pertama yang dijual. Sementara FEFO lebih fokus pada produk dengan masa kedaluwarsa tercepat.

Metode ini sangat penting terutama untuk bisnis makanan, minuman, kosmetik, dan produk yang memiliki batas masa simpan.

Selain membantu menghindari stok menumpuk, metode ini juga membantu menjaga kualitas produk tetap optimal.

Kesalahan yang Harus Dihindari

Selain mengetahui cara pencegahannya, perlu diketahui juga apa saja kesalahan-kesalahan yang harus diantisipasi sehingga mengakibatkan kehabisa stok.

Mengandalkan pencatatan manual

Pencatatan manual memang terlihat sederhana, tetapi seringkali memicu berbagai masalah inventory. Mulai dari salah hitung, data tidak terupdate, hingga kesulitan memantau stok secara real-time.

Karena itu, bisnis sebaiknya mulai beralih menggunakan aplikasi inventory agar proses pengelolaan stok menjadi lebih cepat dan akurat.

Tidak menggunakan data

Sebagian bisnis masih mengambil keputusan berdasarkan asumsi atau perkiraan pribadi. Padahal, data penjualan dapat menjadi dasar penting untuk menentukan strategi stok yang lebih tepat.

Dengan memanfaatkan data, bisnis dapat mengetahui produk paling diminati, periode penjualan tertinggi, hingga pola pembelian pelanggan. Hal ini membantu proses perencanaan stok menjadi lebih efektif.

Tidak memiliki sistem kontrol stok

Tanpa sistem kontrol stok yang jelas, bisnis akan kesulitan memantau keluar masuk barang. Akibatnya, risiko out of stock maupun overstock menjadi lebih tinggi.

Karena itu, penting bagi bisnis untuk memiliki prosedur kontrol inventory yang terstruktur, mulai dari pencatatan barang masuk, monitoring stok, hingga proses restock.

Kesimpulan

Stok habis bukan hanya masalah sederhana dalam operasional bisnis. Jika terjadi secara terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan revenue, menurunkan kepercayaan pelanggan, hingga mengganggu customer experience.

Karena itu, bisnis perlu memiliki sistem pengelolaan inventory yang lebih efektif agar ketersediaan stok tetap terjaga.

Mulai dari menggunakan sistem inventory management, menentukan minimum stock level, melakukan stock opname rutin, hingga memanfaatkan data penjualan dapat membantu bisnis mengurangi risiko out of stock.

Untuk membantu pengelolaan inventory menjadi lebih praktis dan efisien, bisnis juga dapat menggunakan software stock Mekari Desty yang mendukung monitoring stok secara real-time dan membantu operasional bisnis berjalan lebih optimal.