7 mins read

Strategi Harga Coret: Aturan & Tips Menerapkannya

Diterbitkan
Diperbarui
strategi harga coret
Mekari Desty Highlights

  • Strategi harga coret adalah teknik menampilkan harga lama yang dicoret berdampingan dengan harga baru yang lebih rendah, memberi sinyal visual bahwa produk sedang diskon.
  • Harga coret hanya efektif dan dapat dipertanggungjawabkan jika harga yang dicoret benar-benar mencerminkan harga jual yang pernah berlaku sebelumnya
  • Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang membantu seller mengelola dan menyinkronkan data harga serta promosi dari berbagai marketplace secara terpusat, sehingga strategi harga coret tetap akurat dan konsisten di setiap channel.

Satu garis coret pada harga dapat membuat sebuah produk terlihat lebih menarik bagi pelanggan. Strategi ini memanfaatkan perbandingan antara harga sebelumnya dan harga baru untuk membentuk persepsi terhadap nilai sebuah penawaran.

Namun, penerapannya perlu dilakukan secara tepat agar promo tetap transparan dan tidak menyesatkan pelanggan. Artikel ini membahas strategi harga coret, psikologi di baliknya, aturan yang perlu diperhatikan, serta cara menerapkannya secara efektif.

center banner mekari desty

Apa itu strategi harga coret?

strategi harga coret

Strategi harga coret, atau dikenal sebagai strikethrough pricing, adalah teknik menampilkan harga sebelumnya dengan garis coret berdampingan dengan harga baru yang lebih rendah. 

Cara ini membantu pelanggan melihat perbedaan antara harga awal dan harga yang sedang ditawarkan sehingga besaran penghematan dapat dipahami dengan cepat.

Dari sisi pengalaman pengguna, strategi ini terlihat sederhana karena pelanggan tidak perlu melakukan perhitungan sendiri untuk mengetahui selisih harga. Sementara dari sisi bisnis, harga coret dapat berfungsi sebagai jangkar visual yang mempengaruhi persepsi terhadap nilai produk dan membuat harga baru terlihat lebih menarik.

Strategi ini juga dapat digunakan tanpa kode kupon atau langkah tambahan. Selama harga awal dan harga setelah diskon ditampilkan dengan jelas, pelanggan dapat langsung memahami bahwa produk sedang ditawarkan dengan harga yang lebih rendah.

Psikologi dalam strategi harga coret

Strategi harga coret memanfaatkan beberapa prinsip psikologi, berikut beberapa prinsip utama yang mendasarinya:

1. Efek jangkar (anchoring effect)

Harga yang dicoret dapat menjadi jangkar mental yang membentuk persepsi pelanggan terhadap nilai produk. Ketika pelanggan melihat harga awal yang lebih tinggi, harga baru akan dinilai berdasarkan perbandingan dengan angka tersebut, bukan hanya dari nominal akhirnya.

Semakin jelas perbedaan antara kedua harga, semakin mudah pelanggan menangkap besarnya potongan yang ditawarkan. Namun, jangkar ini tetap harus berasal dari harga yang benar-benar pernah berlaku agar tidak menciptakan persepsi yang menyesatkan.

2. Persepsi nilai (perceived value)

Harga coret dapat mengubah cara pelanggan memandang sebuah transaksi. Fokus pelanggan tidak hanya tertuju pada jumlah uang yang harus dibayarkan, tetapi juga pada nilai yang mereka dapatkan dibandingkan dengan harga sebelumnya.

Misalnya, produk dengan harga awal Rp500.000 yang kini ditawarkan seharga Rp400.000 dapat terasa lebih menarik karena pelanggan melihat adanya penghematan Rp100.000.

3. Penghindaran kerugian (loss aversion)

Pelanggan cenderung lebih sensitif terhadap potensi kehilangan dibandingkan mendapatkan keuntungan dalam jumlah yang sama. Dalam konteks harga coret, kesempatan mendapatkan produk dengan harga lebih rendah dapat menciptakan dorongan untuk segera membeli sebelum promo berakhir.

Karena itu, harga coret sering dipadukan dengan periode promo yang jelas. Namun, urgensi tetap perlu disampaikan secara jujur dan tidak dibuat-buat.

4. Kemudahan kognitif (cognitive ease)

Harga coret menyederhanakan proses pelanggan dalam mengevaluasi sebuah penawaran. Pelanggan tidak perlu membandingkan harga dari halaman lain atau menghitung sendiri selisihnya karena harga awal dan harga baru sudah ditampilkan secara berdampingan.

Sinyal visual yang sederhana ini membuat informasi promo lebih mudah dipahami, terutama ketika pelanggan sedang membandingkan banyak produk sekaligus.

5. Persepsi keadilan harga (price fairness perception)

Pelanggan tidak hanya mempertimbangkan murah atau mahalnya sebuah produk, tetapi juga apakah harga tersebut terasa wajar dan adil. Harga coret yang berasal dari harga normal yang benar-benar pernah diterapkan dapat membuat penawaran terasa lebih bernilai.

Sebaliknya, jika pelanggan mengetahui bahwa harga awal sengaja dinaikkan sebelum promo, kepercayaan terhadap bisnis dapat menurun. Karena itu, transparansi menjadi bagian penting dalam penerapan strategi ini.

Aturan dan etika menerapkan harga coret

Strategi harga coret perlu diterapkan secara transparan, berikut beberapa aturan dan prinsip etika yang perlu Anda perhatikan: 

1. Gunakan harga yang benar-benar pernah berlaku

Harga yang dicoret sebaiknya merupakan harga jual yang memang pernah ditawarkan kepada pelanggan. Hindari menaikkan harga terlebih dahulu lalu memberikan potongan agar diskon terlihat lebih besar. Karena praktik ini bukan hanya soal etika, tapi juga berisiko secara hukum di Indonesia. 

Berdasarkan Pasal 9 dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pelaku usaha dilarang membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan soal potongan harga yang ditawarkan. Pelanggaran atas ketentuan ini dapat dikenai sanksi pidana penjara hingga 5 tahun atau denda hingga Rp2 miliar sesuai Pasal 62 ayat (1).

Selain berisiko melanggar ketentuan yang berlaku, praktik tersebut juga dapat merusak kepercayaan pelanggan ketika mereka mengetahui harga sebenarnya.

2. Jaga konsistensi informasi harga

Pastikan informasi harga yang ditampilkan sesuai di berbagai channel penjualan, seperti website, aplikasi, dan marketplace. Perbedaan harga yang tidak dijelaskan dengan baik dapat membuat pelanggan bingung dan mempertanyakan kredibilitas promo.

Jika terdapat perbedaan harga karena kebijakan atau promo khusus di channel tertentu, komunikasikan ketentuannya dengan jelas.

3. Hindari harga coret yang terus-menerus

Jika harga coret selalu ditampilkan tanpa perubahan atau periode promo yang jelas, pelanggan dapat menganggap harga tersebut sebagai harga normal baru. Akibatnya, efek promosi menjadi semakin lemah dan pelanggan dapat kehilangan kepercayaan terhadap klaim diskon.

Gunakan harga coret pada periode dan kondisi yang memang sesuai dengan strategi promosi Anda.

4. Dokumentasikan riwayat perubahan harga

Simpan catatan perubahan harga produk secara rapi, termasuk harga sebelum dan sesudah promo serta periode berlakunya. Riwayat ini dapat membantu bisnis memantau strategi harga dan menjadi dokumentasi jika diperlukan untuk proses verifikasi atau audit.

Pencatatan yang baik juga memudahkan Anda mengevaluasi apakah strategi harga yang diterapkan benar-benar memberikan hasil yang diharapkan.

Strategi menerapkan harga coret secara efektif

Strategi menerapkan harga coret secara efektif

Setelah memahami cara kerja psikologinya dan prinsip yang perlu diperhatikan, langkah berikutnya memastikan harga coret digunakan pada kondisi yang tepat, dengan cara:

1. Targetkan segmen pelanggan yang tepat

Tidak semua pelanggan memiliki kebutuhan dan respons yang sama terhadap diskon. Karena itu, harga coret dapat disesuaikan dengan karakteristik atau tahap perjalanan pelanggan.

Misalnya, Anda dapat memberikan penawaran khusus kepada pelanggan baru, pelanggan yang sudah lama tidak bertransaksi, atau pelanggan yang menunjukkan ketertarikan pada kategori produk tertentu. Pendekatan ini dapat membuat promo terasa lebih relevan dibandingkan memberikan diskon yang sama kepada semua pelanggan.

2. Manfaatkan momen yang tepat

Waktu penawaran dapat memengaruhi seberapa efektif harga coret dalam mendorong pembelian. Anda dapat memanfaatkannya pada momen seperti kampanye promosi, periode tertentu dalam kalender penjualan, atau ketika terdapat produk yang mendapatkan perhatian tinggi dari pelanggan.

Harga coret juga dapat digunakan untuk menindaklanjuti perilaku tertentu, misalnya pelanggan yang sudah melihat produk beberapa kali tetapi belum menyelesaikan pembelian.

3. Sesuaikan dengan perjalanan pelanggan

Penawaran akan terasa lebih relevan jika diberikan sesuai dengan tahap perjalanan pelanggan. Misalnya, pelanggan baru dapat menerima harga khusus untuk pembelian pertama, sementara pelanggan lama dapat memperoleh penawaran reaktivasi setelah tidak bertransaksi dalam periode tertentu.

Untuk pelanggan yang sudah melakukan pembelian, harga coret juga dapat digunakan pada produk pelengkap yang relevan dengan pembelian sebelumnya.

4. Pastikan harga konsisten di seluruh platform

Jika produk dijual melalui beberapa channel, pastikan informasi harga yang ditampilkan tetap akurat dan konsisten. Sinkronisasi harga antara website, aplikasi, dan marketplace membantu menghindari kebingungan sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan.

Jika suatu promo memang hanya berlaku pada channel tertentu, tampilkan informasi dan ketentuannya secara jelas agar pelanggan memahami perbedaan harga tersebut.

5. Evaluasi dampaknya terhadap penjualan

Jangan hanya melihat apakah harga coret menghasilkan lebih banyak transaksi. Evaluasi juga metrik lain seperti tingkat konversi, nilai transaksi, margin, jumlah pelanggan baru, dan pembelian ulang.

Dengan begitu, Anda dapat mengetahui apakah diskon benar-benar meningkatkan performa bisnis atau hanya meningkatkan jumlah transaksi dengan mengorbankan margin yang terlalu besar.

Terapkan strategi harga coret lebih konsisten di semua marketplace dengan Mekari Desty

Menerapkan harga coret yang efektif membutuhkan data harga yang konsisten dan stok promo yang terkontrol di setiap marketplace sekaligus. Tanpa sistem yang terpusat, inkonsistensi harga antar channel justru dapat melemahkan kepercayaan pelanggan terhadap promo yang dijalankan.

Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang membantu seller mengelola seluruh aktivitas promosi dari berbagai marketplace dalam satu dashboard terpusat melalui fitur manajemen promosi. 

Beberapa fitur yang mendukung penerapan harga coret yang lebih terstruktur, yaitu:

  • Automated Slash Price: Tampilkan harga coret secara otomatis di halaman produk marketplace tanpa perlu mengatur satu per satu di setiap platform, sehingga kampanye harga coret dapat berjalan lebih cepat dan konsisten.
  • Slash Price Creation: Buat diskon harga coret secara mandiri per produk untuk kontrol penuh atas produk dan besaran diskon yang dipilih di masing-masing marketplace.
  • Automated Promotion Stock Synchronization: Stok promosi tersinkron otomatis selama campaign berlangsung, memastikan ketersediaan produk selalu akurat dan tidak terjadi overselling saat harga coret sedang aktif.
  • Promotion Stock Creation: Alokasikan stok khusus untuk periode promo secara fleksibel agar stok reguler tidak terganggu selama kampanye harga coret berjalan.

Mekari Desty menggunakan sistem top up atau bayar sesuai pemakaian per pesanan selesai, bukan subscription bulanan, sehingga biaya menyesuaikan volume transaksi bisnis secara otomatis, termasuk selama periode promosi ketika volume pesanan meningkat.

Saatnya terapkan strategi harga coret lebih konsisten di semua marketplace bersama Mekari Desty.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

Kementerian Perdagangan RI (JDIH Kemendag). “Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen”

FAQ

1. Apa itu strategi harga coret?

1. Apa itu strategi harga coret?

Strategi harga coret adalah teknik menampilkan harga sebelumnya dengan garis coret berdampingan dengan harga baru yang lebih rendah, memberi sinyal visual bahwa produk sedang didiskon dan memudahkan pelanggan memahami besaran penghematan tanpa perlu membandingkan harga dari tempat lain.

2. Kenapa strategi harga coret efektif mendorong pembelian?

2. Kenapa strategi harga coret efektif mendorong pembelian?

Karena memanfaatkan beberapa prinsip psikologi, yaitu efek jangkar yang menetapkan ekspektasi harga, persepsi nilai yang lebih tinggi dari penghematan yang terlihat, penghindaran kerugian atas kesempatan diskon yang mungkin berakhir, kemudahan kognitif tanpa perlu kode promo, serta persepsi keadilan harga yang membuat penawaran terasa lebih bernilai.

3. Apa aturan dasar dalam menerapkan harga coret?

3. Apa aturan dasar dalam menerapkan harga coret?

Harga yang dicoret harus benar-benar mencerminkan harga jual yang pernah berlaku sebelumnya, bukan harga yang sengaja dinaikkan terlebih dahulu. Berdasarkan UU Perlindungan Konsumen, praktik harga yang menyesatkan dapat dikenai sanksi hukum. Selain itu, informasi harga perlu konsisten di berbagai channel dan tidak ditampilkan terus-menerus tanpa periode promo yang jelas.

4. Apa risiko menerapkan harga coret yang tidak sesuai aturan?

4. Apa risiko menerapkan harga coret yang tidak sesuai aturan?

Risikonya meliputi hilangnya kepercayaan pelanggan, potensi pelanggaran UU Perlindungan Konsumen yang dapat berujung sanksi pidana, hingga konsekuensi dari pihak marketplace jika data harga terdeteksi tidak sesuai dengan harga coret yang ditampilkan.

5. Bagaimana cara menerapkan harga coret secara efektif?

5. Bagaimana cara menerapkan harga coret secara efektif?

Caranya meliputi menargetkan segmen pelanggan yang tepat, memanfaatkan momen yang sesuai seperti periode promo atau saat pelanggan menunjukkan ketertarikan pada produk, menyelaraskan penawaran dengan tahap perjalanan pelanggan, memastikan konsistensi harga di seluruh platform, serta mengevaluasi dampaknya terhadap konversi dan margin secara berkala.

6. Bagaimana Mekari Desty membantu seller menerapkan strategi harga coret?

6. Bagaimana Mekari Desty membantu seller menerapkan strategi harga coret?

Mekari Desty menyediakan fitur Automated Slash Price untuk menampilkan harga coret secara otomatis di marketplace, dilengkapi Automated Promotion Stock Synchronization yang menjaga stok promo tetap akurat selama campaign berlangsung, sehingga strategi harga coret dapat dijalankan konsisten di semua channel tanpa proses manual yang rumit.

Mekari Desty

Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace yang membantu operasional bisnis dalam mengelola multi-channel platform dengan biaya terjangkau melalui sistem “pay as you grow”, bayar sesuai per pesanan selesai

Pelajari lebih lanjut

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari,
Mekari Desty juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti :

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • Customer
  • People
  • Services
  • Operasional & digitalisasi