- Cross selling adalah strategi menawarkan produk tambahan yang relevan dengan produk yang sedang dibeli atau dilihat pelanggan, membantu meningkatkan nilai transaksi dari pelanggan yang sudah ada tanpa harus mencari pembeli baru.
- Berbeda dengan bundling yang menggabungkan produk dalam satu paket, cross selling menawarkan produk pelengkap yang bisa dibeli secara terpisah sesuai kebutuhan pelanggan.
- Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang membantu seller mengelola promo dan diskon untuk produk pelengkap secara terpusat di berbagai marketplace, sehingga strategi cross selling dapat dijalankan konsisten di semua channel.
Menambah nilai transaksi tidak selalu harus dilakukan dengan mencari pelanggan baru. Menawarkan produk tambahan yang relevan kepada pelanggan yang sudah tertarik atau pernah membeli dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai transaksi.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu cross selling, perbedaannya dengan upselling dan bundling, manfaatnya bagi bisnis, cara menerapkannya termasuk di marketplace, serta tips agar penawaran tetap relevan bagi pelanggan.

Apa itu cross selling?

Cross selling adalah strategi penjualan dengan menawarkan produk atau layanan tambahan yang relevan dengan produk yang sedang dibeli atau dilihat pelanggan. Produk tambahan tersebut biasanya berfungsi sebagai pelengkap atau membantu pelanggan mendapatkan manfaat lebih dari produk utama.
Contohnya, ketika pelanggan membeli ponsel, seller dapat menawarkan casing, pelindung layar, atau charger sebagai produk pelengkap. Pelanggan tetap membeli produk utama yang diinginkan, sementara seller memiliki kesempatan untuk menambah nilai transaksi melalui produk lain yang masih berkaitan.
Tujuan cross selling bukan sekadar meningkatkan jumlah produk dalam satu transaksi. Jika dilakukan dengan tepat, strategi ini juga dapat membantu pelanggan memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan produk utama tanpa harus mencarinya secara terpisah.
Perbedaan cross selling, upselling, dan bundling
Cross selling, upselling, dan bundling sama-sama dapat digunakan untuk meningkatkan nilai transaksi, tetapi mekanismenya berbeda.
| Strategi | Cara Kerja | Contoh |
|---|---|---|
| Cross selling | Menawarkan produk lain yang relevan sebagai pelengkap produk utama dan dibeli secara terpisah | Membeli sepatu, ditawari kaus kaki |
| Upselling | Menawarkan versi produk yang sama dengan spesifikasi atau nilai yang lebih tinggi | Membeli paket data 10 GB, ditawari upgrade ke 20 GB |
| Bundling | Menggabungkan beberapa produk menjadi satu paket, biasanya dengan harga khusus | Paket skincare berisi 3 produk dengan harga lebih murah dibandingkan membeli satuan |
Manfaat cross selling bagi bisnis
Cross selling dapat memberikan manfaat bukan hanya dalam bentuk tambahan penjualan, beberapa manfaatnya didukung oleh data berikut.
1. Membuka peluang penjualan dari pelanggan yang sudah ada
Menawarkan produk tambahan kepada pelanggan yang sudah mengenal atau pernah membeli dari bisnis dapat membuka peluang transaksi berikutnya. Karena pelanggan sudah memiliki pengalaman dengan produk atau layanan Anda, penawaran produk yang relevan dapat menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan lain tanpa harus selalu mencari pelanggan baru.
2. Meningkatkan penjualan dan profit
Cross selling yang dilakukan berdasarkan kebutuhan pelanggan dapat mendorong pembelian produk tambahan dalam satu transaksi. Semakin banyak produk relevan yang dibeli, semakin besar nilai transaksi yang dihasilkan sehingga dapat turut meningkatkan pendapatan dan profit bisnis.
3. Meningkatkan nilai transaksi pelanggan
Ketika pelanggan membeli produk utama sekaligus produk pelengkap, nilai transaksi yang dihasilkan menjadi lebih besar. Strategi ini memungkinkan bisnis memperoleh lebih banyak pendapatan dari kebutuhan pelanggan yang masih berkaitan dalam satu transaksi.
4. Membantu memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih lengkap
Cross selling yang relevan dapat membantu pelanggan menemukan produk yang memang dibutuhkan setelah membeli produk utama. Misalnya, pelanggan yang membeli kamera mungkin juga membutuhkan kartu memori atau tas kamera sehingga tidak perlu mencari produk tersebut secara terpisah di toko lain.
5. Memanfaatkan data untuk memberikan rekomendasi yang lebih relevan
Riwayat transaksi dapat digunakan untuk mengetahui produk yang sering dibeli bersamaan. Data tersebut membantu bisnis menentukan produk pelengkap yang lebih relevan sehingga penawaran tidak dilakukan secara acak.
Cara menerapkan cross selling, termasuk di marketplace
Penerapan cross selling perlu didasarkan pada hubungan antara produk utama dan produk tambahan. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
1. Identifikasi produk yang sering dibeli bersamaan
Pelajari riwayat transaksi untuk menemukan produk yang sering dibeli dalam satu transaksi atau setelah pelanggan membeli produk tertentu. Pola tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan produk mana yang paling relevan ditawarkan sebagai pelengkap.
2. Tentukan produk pelengkap untuk setiap produk utama
Buat pasangan produk yang jelas agar seller tidak perlu menawarkan produk secara acak. Misalnya, sepatu dapat dipasangkan dengan kaus kaki, ponsel dengan casing, atau laptop dengan mouse. Semakin jelas hubungan antarproduk, semakin mudah penawaran dibuat relevan.
3. Manfaatkan fitur marketplace
Marketplace tertentu menyediakan fitur yang dapat membantu pelanggan menemukan beberapa produk sekaligus. Tokopedia, misalnya, memiliki fitur “Cari Sekaligus” yang memungkinkan pembeli mencari hingga tiga produk sekaligus dan menemukan toko yang menyediakan produk tersebut.
Karena itu, seller dapat melengkapi katalog dengan produk yang saling berkaitan agar pelanggan memiliki lebih banyak pilihan dalam satu toko.
4. Tampilkan rekomendasi di halaman produk
Produk pelengkap dapat ditampilkan pada deskripsi, etalase, atau bagian rekomendasi produk. Cara ini memungkinkan pelanggan melihat produk tambahan ketika mereka sedang mempertimbangkan produk utama tanpa harus mencarinya secara terpisah.
5. Tawarkan produk pelengkap melalui chat
Jika pelanggan menghubungi seller melalui chat untuk menanyakan produk, seller dapat menawarkan produk pelengkap yang masih berkaitan dengan kebutuhannya. Penawaran sebaiknya disampaikan secara singkat dan tidak mengganggu proses pelanggan dalam menentukan pilihan.
6. Gunakan riwayat transaksi untuk penawaran berikutnya
Pelanggan yang sudah pernah membeli dapat menjadi target cross selling pada transaksi berikutnya. Misalnya, setelah pelanggan membeli printer, seller dapat menawarkan tinta atau kertas yang sesuai ketika pelanggan kembali berbelanja.
Tips melakukan cross selling tanpa mengganggu pelanggan

Cross selling tidak selalu efektif jika terlalu banyak atau tidak relevan. Agar penawaran tetap terasa membantu, perhatikan beberapa hal berikut.
1. Pastikan produk yang ditawarkan relevan
Produk tambahan harus memiliki hubungan yang jelas dengan produk utama atau kebutuhan pelanggan. Hindari menawarkan produk yang tidak berkaitan hanya karena ingin menambah jumlah barang dalam transaksi.
2. Jangan terlalu banyak menawarkan produk
Batasi rekomendasi pada beberapa produk yang paling relevan. Terlalu banyak pilihan dapat membuat pelanggan bingung dan membuat penawaran terasa seperti paksaan.
3. Pilih waktu penawaran yang tepat
Tawarkan produk tambahan ketika pelanggan sudah menunjukkan ketertarikan terhadap produk utama. Pada marketplace, rekomendasi dapat diberikan ketika pelanggan melihat produk atau menjelang checkout.
4. Gunakan penawaran yang sederhana
Sampaikan manfaat produk tambahan secara singkat dan jelas. Jika ada promo atau potongan harga untuk produk pelengkap, tampilkan informasinya tanpa membuat pelanggan merasa harus membeli.
5. Evaluasi hasil penawaran
Pantau produk apa yang paling sering dibeli sebagai pelengkap, tingkat keberhasilan penawaran, dan nilai transaksi setelah cross selling diterapkan. Hasil tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki kombinasi produk dan strategi penawaran berikutnya.
Cross selling vs upselling, mana yang sebaiknya digunakan?
Cross selling dan upselling dapat digunakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pelanggan. Cross selling lebih berfokus pada produk tambahan yang melengkapi produk utama, sedangkan upselling mengarahkan pelanggan pada versi produk yang lebih tinggi.
Dalam praktiknya, keduanya juga dapat digunakan secara bersamaan selama penawaran tetap relevan. Misalnya, seller dapat menawarkan laptop dengan spesifikasi lebih tinggi sebagai upselling, kemudian menawarkan mouse atau tas laptop sebagai cross selling.
Yang terpenting bukan sekadar menambah nilai transaksi, tetapi memastikan setiap penawaran memberikan alasan yang jelas bagi pelanggan untuk mempertimbangkannya.
Jalankan cross selling lebih konsisten di semua marketplace dengan Mekari Desty
Cross selling yang efektif sering kali melibatkan promo atau diskon pada produk pelengkap untuk mendorong pelanggan menambahkan produk tersebut ke dalam keranjang. Tantangannya, jika berjualan di berbagai marketplace sekaligus, mengelola promo untuk setiap produk pelengkap secara manual di setiap platform bisa memakan waktu dan rawan inkonsistensi.
Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang membantu seller mengelola promosi produk dari berbagai marketplace dalam satu dashboard terpusat melalui fitur manajemen promosi. Berikut fitur yang mendukung penerapan cross selling yang lebih terstruktur:
- Automated Promotion Stock Synchronization: Stok promosi untuk produk pelengkap tersinkron otomatis selama campaign berlangsung, memastikan ketersediaan produk tetap akurat di semua channel tanpa perlu update manual.
- Promotion Stock Creation (Manual): Buat alokasi stok promosi secara fleksibel per produk sesuai kebutuhan campaign cross selling yang sedang dijalankan.
- Automated Slash Price: Tampilkan harga coret secara otomatis pada produk pelengkap di marketplace, membuat penawaran cross selling terlihat lebih menarik bagi pelanggan tanpa harus mengaturnya satu per satu.
- Slash Price Creation (Manual): Buat diskon harga coret secara mandiri per produk untuk kontrol penuh atas besaran diskon di setiap produk pelengkap yang ditawarkan.
Mekari Desty menggunakan sistem top up atau bayar sesuai pemakaian per pesanan selesai, bukan subscription bulanan, sehingga biaya menyesuaikan volume transaksi bisnis secara otomatis dan tetap terjangkau di semua skala penjualan.
Saatnya jalankan cross selling lebih konsisten di semua marketplace bersama Mekari Desty.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.