- Riset pasar bisnis ritel adalah proses mengumpulkan dan menganalisis data terkait perilaku konsumen, tren pasar, dan lanskap kompetitif untuk membantu bisnis ritel mengambil keputusan yang lebih tepat.
- Tanpa riset yang memadai, bisnis ritel berisiko salah menentukan produk, harga, atau strategi promosi, terutama karena pasar ritel terus bergerak dan preferensi konsumen berubah lebih cepat dari sebelumnya.
- Mekari Desty membantu bisnis mengumpulkan data penjualan dan inventaris secara real-time melalui fitur manajemen laporan, sehingga proses riset pasar dapat dilakukan berdasarkan data internal yang akurat.
Banyak keputusan bisnis ritel, mulai dari produk apa yang perlu ditambah stoknya hingga promo apa yang paling efektif, masih sering diambil berdasarkan intuisi semata. Padahal, tanpa data yang jelas, keputusan semacam ini berisiko meleset dan berujung pada kerugian. Apalagi jika tidak melakukan rutin pembukuan laporan keuangan dan melakukan evaluasi sebagai upaya meningkatkan kemajuan bisnis.
Riset pasar hadir sebagai jembatan yang menghubungkan bisnis dengan kebutuhan konsumen yang sesungguhnya. Tak hanya itu, melalui riset juga dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan dari kompetitor, yang bisa dijadikan kesempatan untuk menciptakan keunikan pada bisnis.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian riset pasar, jenis, metode, cara melakukannya, hingga tantangan yang perlu diantisipasi.
Apa itu riset pasar dan mengapa penting bagi bisnis ritel?

Riset pasar bisnis ritel adalah proses mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis data yang berkaitan dengan pasar ritel, guna memahami perilaku konsumen, kebiasaan belanja, hingga hubungan dengan kompetitor.
Riset ini membantu bisnis mengetahui apa yang benar-benar diinginkan konsumen, alasan di balik keputusan pembelian mereka, serta bagaimana mereka menilai produk, harga, dan pengalaman berbelanja secara keseluruhan.
Riset pasar penting bagi bisnis ritel karena beberapa alasan berikut.
- Memahami perilaku konsumen: Mengetahui preferensi produk, kebiasaan belanja, dan faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian membantu bisnis menyesuaikan produk, layanan, dan kampanye pemasaran secara lebih tepat sasaran.
- Mengidentifikasi tren pasar: Analisis berkelanjutan membantu bisnis mengenali tren dan pergeseran pasar sejak dini, sehingga dapat beradaptasi lebih cepat dan memanfaatkan peluang baru.
- Meningkatkan pengalaman pelanggan: Insight dari riset membantu bisnis menyempurnakan pengalaman berbelanja, mulai dari tata letak toko hingga variasi produk, yang pada akhirnya meningkatkan loyalitas pelanggan.
- Analisis kompetitif: Memahami kekuatan dan kelemahan kompetitor membantu bisnis menyusun strategi diferensiasi agar lebih menonjol di pasar.
- Mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat: Insight dari riset pasar membantu bisnis membuat keputusan yang lebih tepat terkait pengembangan produk, strategi harga, aktivitas promosi, hingga manajemen inventaris, sehingga menekan risiko kesalahan dan memaksimalkan ROI.
Jenis-jenis riset pasar
Riset pasar dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis berikut, tergantung pendekatan dan sumber data yang digunakan.
1. Riset kuantitatif
Pengumpulan dan analisis data numerik melalui survei, kuesioner, dan alat statistik, yang memberikan insight terukur mengenai perilaku konsumen dan tren pasar. Biasanya, berfokus untuk mengukur tingkat kepuasan.
2. Riset kualitatif
Berfokus memahami alasan dan motivasi di balik perilaku konsumen melalui focus group, wawancara mendalam, dan studi observasi. Cara pengambilan data metode ini dengan mengumpulkan informasi langsung secara rill . Contohnya, wawancara langsung dengan konsumen (memberikan pengalaman nyata dan jujur saat belanja)
3. Riset primer
Melibatkan pengumpulan data langsung dari sumbernya melalui metode seperti wawancara tatap muka, survei online, dan observasi langsung. Metode ini lebih kompleks dibandingkan riset sekunder. Biasanya, untuk penelitian tertentu dan disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Misalnya, penelitian keperluan skripsi.
4. Riset sekunder
Menelaah data yang sudah tersedia dari sumber seperti laporan industri, studi akademis, dan analisis kompetitor untuk memahami konteks pasar yang lebih luas. Termasuk, salah satu metode yang banyak digunakan untuk menganalisa pasar dan merancang strategi bisnis.
Metode dalam melakukan riset pasar
Metode riset pasar dapat bervariasi tergantung tujuan dan cakupan studi yang dilakukan. Berikut beberapa metode yang umum digunakan bisnis ritel.
1 . Survei dan kuesioner
Digunakan untuk mengumpulkan informasi dari audiens yang lebih luas, baik secara online, melalui telepon, maupun tatap muka. Tujuannya untuk mengetahui gambaran mengenai perilaku konsumen beserta tingkat kepuasannya.
Efektivitas metode ini terlihat dari studi Journal of Retailing, bahwa survei berkala yang dilakukan retailer untuk menjaring insight pelanggan secara konsisten dapat meningkatkan jumlah pesanan sebesar 17%, pembelian silang (cross-buying) sebesar 14%, dan profitabilitas rata-rata sebesar 36% dibanding pelanggan yang tidak berpartisipasi. Bahkan, semakin sering pelanggan mengisi survei, semakin besar pula peningkatan perilaku pembeliannya, tanpa tanda-tanda penurunan efektivitas.
2. Focus group
Mengumpulkan sekelompok kecil konsumen yang beragam untuk mendiskusikan persepsi, opini, dan sikap mereka terhadap suatu produk atau layanan, memberikan insight yang lebih mendalam.
3. Studi observasi
Peneliti mengamati perilaku konsumen secara langsung, baik di toko fisik maupun saat berbelanja online, untuk memahami bagaimana mereka berinteraksi dengan produk dan mengambil keputusan pembelian.
4. Analisis data penjualan
Membantu mengidentifikasi pola dan tren dalam perilaku pembelian konsumen, sekaligus mendukung proses manajemen inventaris dan forecasting. Dengan analisis data lebih mempermudah untuk menentukan strategi bisnis.
5. Eksperimen pasar
Melibatkan uji coba produk baru atau perubahan tata letak toko untuk melihat respons pelanggan, membantu menguji hipotesis dan memvalidasi strategi pemasaran. Adanya eksperimen pasar ini juga dapat memberikan gambaran perilaku konsumen ketika berbelanja secara langsung.
6. Intercept surve
Wawancara singkat kepada pelanggan yang baru saja berbelanja di toko atau situs, cocok untuk mengetahui kepuasan pelanggan secara langsung dan spontan. Caranya mirip dengan metode survey.
Untuk belanja offline biasanya penjual memberikan link khusus untuk mengisi data. Sedangkan, ketika belanja online, kadang muncul bentuk pop-up yang terdapat pada website.
7. Mystery shopping
Peneliti menyamar sebagai pelanggan untuk mengevaluasi pengalaman berbelanja, mulai dari keramahan staf hingga kebersihan toko, secara objektif.
Melalui cara ini, justru dapat memberikan data yang valid, karena berdasarkan pengalaman pribadi peneliti. Bahkan, melalui metode ini, pemilik toko dapat mengetahui fakta-fakta yang tidak diketahui sebelumnya.
8. Social listening
Memantau percakapan di media sosial dan berita terkait bisnis maupun kompetitor untuk memahami sentimen dan tren yang sedang berkembang. Bentuknya bisa berupa konten opini dan analisa dari ahli analisa pasar atau marketing dan testimoni pengalaman ketika berbelanja di toko tersebut.
Social listening bisa menjadi kesempatan kompetitor untuk menunjukkan kelebihan dan memberikan solusi terbaik untuk konsumen.
Cara melakukan riset pasar bisnis ritel yang efektif
Melakukan riset pasar bisnis ritel yang efektif dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut.
1. Kumpulkan informasi tentang industri Anda
Pahami karakteristik industri ritel tempat bisnis Anda beroperasi, apakah sedang bertumbuh atau melambat, tantangan yang dihadapi, serta peluang yang bisa dimanfaatkan, melalui riset sekunder seperti laporan industri dan data pemerintah. Data yang diambil harus yang dapat diakses oleh publik, tujuannya untuk membantu menganalisa pasar.
2. Rencanakan tujuan dan desain riset
Tentukan tujuan spesifik riset, misalnya menguji kepuasan pelanggan atau membandingkan kinerja dengan kompetitor, lalu identifikasi audiens yang tepat dan metodologi yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan riset tersebut. Perusahaan bisa bekerja sama dengan tim peneliti untuk memudahkan penerapannya.
3. Pahami pelanggan Anda secara mendalam
Gunakan riset primer seperti survei atau wawancara untuk memahami alasan pelanggan membeli, jenis pengalaman berbelanja yang mereka harapkan, serta faktor yang membedakan pembelian dari penolakan. Data yang dikumpulkan dalam bentuk laporan dan kemudian digunakan saat analisa riset pasar.
4. Kumpulkan dan bersihkan data
Lakukan pengumpulan data sesuai metodologi yang dipilih, lalu bersihkan dataset untuk memastikan akurasi dan keandalan, termasuk memeriksa inkonsistensi maupun data yang tidak valid. Dengan cara ini, hasil analisis lebih valid dan bisa dijadikan sumber pengambilan keputusan.
5. Analisis kompetitor Anda
Pelajari apa yang ditawarkan kompetitor, kelebihan yang mereka miliki, serta celah yang bisa Anda manfaatkan untuk membangun keunggulan kompetitif yang dapat menjadi nilai plus bisnis Anda. Adapun hal yang dapat dianalisa, seperti pengalaman konsumen, produk yang dijual, strategi bisnis, dan lain-lain.
6. Ubah data menjadi insight yang dapat ditindaklanjuti
Analisis data untuk menemukan tren, peluang, dan area yang perlu diperbaiki, lalu pastikan hasil riset benar-benar digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis dan melakukan evaluasi , bukan sekadar laporan yang disimpan.
Tantangan dalam melakukan riset pasar

Meski bermanfaat, riset pasar bagi bisnis ritel juga menghadapi beberapa tantangan berikut.
- Akurasi data: Memastikan data yang dikumpulkan akurat sangat penting, karena data yang tidak akurat dapat menghasilkan kesimpulan yang keliru dan pengambilan keputusan yang buruk.
- Dinamika pasar yang cepat berubah: Pasar ritel sangat dinamis, dengan tren dan preferensi konsumen yang berubah dengan cepat, sehingga membutuhkan riset yang berkelanjutan dan tepat waktu.
- Kepatuhan etika dan privasi data: Data konsumen harus dikumpulkan secara etis dan sesuai dengan regulasi privasi yang berlaku, memastikan data dilindungi dan digunakan secara bertanggung jawab.
Tantangan ini semakin relevan mengingat dinamika pasar ritel di Indonesia yang bergerak sangat cepat.
Pasar retail Indonesia bernilai $60,09 miliar pada 2026 dan diproyeksikan mencapai $79,11 miliar pada 2031 dengan CAGR 5,65% – Mordor Intelligence
Data ini menunjukkan skala pasar yang terus berkembang dan menuntut riset yang berkelanjutan agar bisnis tidak tertinggal.
Pergeseran channel penjualan juga menjadi tantangan tersendiri, terbukti dari kontribusi e-commerce terhadap total penjualan retail Indonesia yang diproyeksikan tumbuh dari 11,5% pada 2022 menjadi 21,8% pada 2027. – Kementerian Perdagangan RI.Â
Data ini menegaskan bahwa riset pasar perlu terus memperhitungkan perpindahan perilaku belanja konsumen antar channel, bukan hanya menilai satu channel saja.
Rekomendasi software untuk membantu riset pasar bisnis ritel
Riset pasar yang efektif tidak melulu harus dimulai dari survei atau focus group yang memakan biaya besar. Data internal bisnis Anda sendiri, seperti riwayat penjualan dan pergerakan stok, sebenarnya menjadi salah satu sumber riset pasar yang paling relevan karena mencerminkan perilaku pembelian pelanggan Anda secara langsung.
Sayangnya, banyak bisnis ritel masih kesulitan mengakses data penjualan yang rapi dan real-time, terutama jika berjualan di banyak channel sekaligus, sehingga proses riset menjadi lebih lambat dan kurang akurat.
Sebagai software manajemen laporan, Mekari Desty hadir untuk membantu bisnis mendapatkan data penjualan yang mempermudah proses riset pasar. Melalui fitur manajemen laporan, berikut kapabilitas yang dapat membantu riset pasar bisnis ritel Anda:
- Sales Reports: Memantau performa penjualan dari berbagai marketplace melalui laporan yang lengkap dan real-time, mencakup laporan penjualan per waktu untuk melihat tren, laporan per produk dan varian untuk mengetahui produk terlaris, laporan per toko dan marketplace untuk perbandingan performa, serta laporan per gudang untuk memantau distribusi dan kapasitas penjualan.
- Inventory Reports: Memberikan visibilitas penuh atas kondisi inventori untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat, mencakup laporan inventori per kategori untuk pemetaan stok, laporan per produk untuk mengecek ketersediaan setiap item, nilai inventori akhir bulan untuk kebutuhan pelaporan keuangan, serta estimasi stok habis agar Anda bisa merencanakan restock sebelum kehabisan.
Dengan data penjualan dan inventaris yang selalu terpusat dan real-time, riset pasar bisnis ritel Anda tidak lagi bergantung sepenuhnya pada asumsi, melainkan bukti nyata dari perilaku pembelian pelanggan Anda sendiri.
Siap membuat keputusan bisnis ritel yang lebih berbasis data? Mulai kumpulkan dan analisis data penjualan Anda lebih mudah dengan Mekari Desty!
Referensi
Mordor Intelligence. “Indonesia Retail Market Report: Industry Analysis, Size & Forecast, 2031”
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI. “Retail Industry in Indonesia: A Brief Overview” (2023)