- Manajemen produk adalah proses strategis mengelola produk dari perencanaan hingga evaluasi agar sesuai kebutuhan pasar
- fokus utama pengelolaan produk yakni nilai produk dan penjualan produk yang tepat akan meningkatkan daya saing serta konversi
- Manajemen pengembangan produk berbasis data dan berkelanjutan dengan proses dilakukan terus-menerus mulai dari riset hingga evaluasi
- Strategi lebih penting dari sekadar produk. Banyak bisnis gagal karena salah strategi, bukan kualitas produk
- Product management membantu bisnis lebih efisien dan adaptif di pasar sehingga mendorong profit serta keberlanjutan bisnis
Dalam bisnis online seperti Shopee, Tokopedia, hingga TikTok Shop, masih banyak seller yang menjalankan usaha tanpa memahami pentingnya manajemen produk dalam mengelola produk secara strategis dan berkelanjutan.
Padahal, produk yang laku bukan hanya soal harga murah atau viral sesaat. Dibutuhkan pendekatan yang lebih terstruktur melalui manajemen produk agar bisnis bisa bertahan dan berkembang.
Mekari Desty akan mengulasnya untuk memudahkan Anda memahami apa itu manajemen produk, fungsi, proses, hingga contoh nyata yang relevan dengan bisnis online di Indonesia.
Apa itu Manajemen Produk dalam Bisnis
Manajemen produk adalah proses mengelola produk mulai dari perencanaan, pengembangan, hingga evaluasi agar sesuai dengan kebutuhan pasar dan tujuan bisnis.
Dalam konteks marketplace, manajemen produk bukan hanya soal โjualan apaโ, tetapi juga:
- Produk mana yang paling laku
- Produk mana yang perlu dioptimasi
- Produk mana yang sebaiknya dihentikan
Artinya, manajemen produk adalah strategi untuk memastikan setiap produk memberikan kontribusi nyata terhadap profit bisnis.
Tujuan Pengelolaan Produk
Manajemen produk diterapkan untuk mencapai berbagai tujuan bisnis yang lebih terarah.
- Mengembangkan produk yang sesuai kebutuhan pasar: Tujuan ini penting agar produk yang dibuat benar-benar dibutuhkan dan memiliki peluang laku di pasar.
- Meningkatkan nilai produk: Nilai produk yang tinggi akan membuat pelanggan lebih percaya dan bersedia membayar lebih.
- Meningkatkan penjualan: Dengan produk yang tepat, proses konversi dari pengunjung menjadi pembeli akan lebih optimal.
- Menjaga daya saing bisnis: Bisnis dapat terus relevan dan tidak tertinggal dari kompetitor yang terus berinovasi.
Fungsi Manajemen Produk
Dalam praktiknya, manajemen produk memiliki beberapa fungsi penting yang saling terhubung.
Berikut penjelasan yang lebih kontekstual untuk bisnis online:
- Perencanaan produk: Tahap ini menjadi dasar untuk menentukan arah produk agar sesuai dengan target pasar yang ingin dituju.
- Pengembangan produk: Fungsi ini memastikan produk terus mengalami peningkatan agar tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan.
- Pengelolaan lifecycle produk: Dengan mengelola siklus hidup produk, bisnis bisa memaksimalkan profit di setiap fase produk.
- Analisis pasar: Analisis pasar membantu bisnis memahami tren dan perilaku konsumen sebelum mengambil keputusan.
- Koordinasi antar tim: Kolaborasi antar tim penting agar strategi produk dapat berjalan secara efektif dan terintegrasi.
Proses Manajemen Pengembangan Produk
Agar lebih mudah diterapkan, berikut proses manajemen produk yang biasa digunakan.
1. Riset pasar
Tahap ini bertujuan mengumpulkan data sebagai dasar dalam menentukan strategi produk yang tepat.
Proses ini penting karena keputusan berbasis data akan lebih akurat dibandingkan hanya mengandalkan asumsi atau intuisi semata.
Contoh penerapan:
- Ecommerce (Shopee/Tokopedia): Seller mencari produk terlaris melalui fitur โproduk populerโ atau kata kunci trending seperti โskincare viralโ.
- Startup: Tim produk melakukan survei pengguna untuk mengetahui fitur apa yang paling dibutuhkan.
- Retail: Toko melihat produk mana yang paling sering dibeli pelanggan di cabang tertentu.
2. Perencanaan produk
Perencanaan dilakukan untuk memastikan produk memiliki positioning yang jelas di pasar.
Pada tahap ini, bisnis juga menentukan target pelanggan, harga, serta keunggulan produk dibanding kompetitor.
Contoh penerapan:
- Ecommerce: Seller menentukan target market (misalnya remaja), lalu menetapkan harga kompetitif dan membuat konsep produk yang โInstagramableโ.
- Startup: Menentukan roadmap produk dan fitur utama yang akan dikembangkan terlebih dahulu.
- Retail: Menentukan kategori produk premium vs produk ekonomis sesuai segmen pelanggan.
3. Pengembangan produk
Tahap ini berfokus pada peningkatan kualitas produk agar lebih kompetitif.
Pengembangan bisa mencakup perbaikan fitur, desain, hingga pengalaman pengguna berdasarkan feedback pelanggan.
Contoh penerapan:
- Ecommerce: Mengganti supplier agar kualitas produk lebih baik atau memperbaiki packaging agar lebih menarik.
- Startup: Menambahkan fitur baru berdasarkan masukan pengguna, misalnya fitur pembayaran digital.
- Retail: Menambah variasi ukuran atau warna produk yang paling diminati.
4. Peluncuran produk
Peluncuran menjadi momen penting untuk menguji respon pasar terhadap produk.
Di tahap ini, strategi promosi seperti diskon, iklan marketplace, atau campaign digital biasanya mulai dijalankan.
Contoh penerapan:
- Ecommerce: Launch produk baru dengan promo flash sale atau gratis ongkir di Shopee.
- Startup: Merilis fitur baru ke sebagian pengguna (soft launch) sebelum dirilis secara luas.
- Retail: Mengadakan promo khusus atau display produk baru di area strategis toko.
5. Evaluasi dan pengembangan
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui performa produk dan menentukan langkah perbaikan berikutnya.
Hasil evaluasi ini digunakan untuk mengoptimalkan strategi produk agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Contoh penerapan:
- Ecommerce: Seller mengevaluasi produk berdasarkan jumlah penjualan, rating, dan review pelanggan.
- Startup: Mengukur penggunaan fitur melalui data analytics (misalnya jumlah user aktif).
- Retail: Mengevaluasi produk berdasarkan stok yang cepat habis atau justru tidak laku.
Contoh Pengaturan atau Manajemen Produk pada Bisnis
Agar lebih praktis, berikut contoh nyata di berbagai bisnis:
1. Ecommerce
Strategi ini membantu meningkatkan daya tarik produk di marketplace agar lebih mudah bersaing.
Contohnya, seller di Shopee menambahkan variasi bundle (paket hemat), memperbaiki foto produk, serta menyesuaikan harga berdasarkan kompetitor agar produk lebih menarik di hasil pencarian.
2. Startup
Pendekatan berbasis feedback membuat produk lebih cepat berkembang sesuai kebutuhan pengguna.
Misalnya, startup aplikasi terus mengupdate fitur berdasarkan ulasan pengguna di Play Store atau App Store agar produk semakin relevan dan digunakan lebih banyak orang.
3. Retail
Manajemen variasi produk membantu menjaga ketersediaan barang yang paling diminati pelanggan.
Contohnya, toko retail fokus menambah stok produk yang paling laris dan mengurangi produk yang kurang diminati agar perputaran barang lebih cepat.
4. Reseller / grosir online (contoh real di Indonesia)
Strategi ini efektif untuk meningkatkan margin dengan memanfaatkan pembelian dalam jumlah besar.
Sebagai contoh, reseller di Tokopedia membeli produk dari supplier dalam jumlah banyak untuk mendapatkan harga lebih murah, lalu menjual kembali dengan margin yang tetap kompetitif.
Contoh Kasus: Pengalaman Seller Marketplace
Berdasarkan praktik umum seller di Tokopedia:
Seorang seller fashion awalnya menjual banyak variasi produk sekaligus. Namun, setelah melakukan analisis:
- 80% penjualan hanya datang dari 20% produk
- Produk lain menumpuk di stok
Strategi kemudian diubah:
- fokus pada produk best seller
- optimasi konten produk
- meningkatkan iklan
Hasilnya:
- penjualan meningkat tajam
- stok lebih efisien
- profit lebih stabil
Kasus ini menunjukkan bahwa fokus produk adalah kunci efisiensi bisnis.
Tantangan dalam Product Management
Dalam praktiknya, banyak bisnis mengalami kendala berikut:
1. Salah membaca kebutuhan pasar
Kesalahan ini sering menyebabkan produk tidak laku meskipun sudah dipromosikan. Hal ini biasanya terjadi karena bisnis tidak melakukan riset yang cukup atau hanya mengikuti tren tanpa memahami kebutuhan pelanggan sebenarnya.
2. Kurangnya data
Tanpa data, keputusan bisnis menjadi kurang akurat dan berisiko tinggi. Akibatnya, strategi produk yang dijalankan sering tidak tepat sasaran dan sulit untuk dievaluasi secara objektif.
3. Komunikasi tim tidak efektif
Kurangnya koordinasi dapat menghambat eksekusi strategi produk. Misalnya, tim marketing menjalankan promo tanpa memastikan kesiapan stok dari tim operasional.
4. Kompetisi tinggi
Persaingan yang ketat membuat bisnis harus terus berinovasi. Jika tidak mampu beradaptasi, produk akan mudah tergeser oleh kompetitor yang menawarkan nilai lebih baik.
Kesalahan Umum Seller Marketplace

Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Terlalu banyak produk: Menjual terlalu banyak jenis produk sekaligus dapat membuat toko tidak fokus dan sulit mengoptimalkan performa setiap produk.
- Tidak fokus pada best seller: Mengabaikan produk yang paling laku justru membuat potensi penjualan terbesar tidak dimaksimalkan secara optimal.
- Mengabaikan review pelanggan: Review pelanggan sering berisi masukan penting yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan.
- Tidak melakukan evaluasi: Tanpa evaluasi rutin, bisnis tidak dapat mengetahui strategi mana yang berhasil dan mana yang perlu diperbaiki.
Tips Menerapkan Manajemen Produk yang Efektif

Agar manajemen produk lebih mudah diterapkan, pebisnis bisa menggunakan framework sederhana berikut:
1. Kenali customer terlebih dahulu
Langkah pertama adalah memahami siapa pelanggan Anda, apa kebutuhannya, dan masalah apa yang ingin mereka selesaikan.
Hal yang bisa dilakukan:
- Baca review pelanggan di marketplace
- Catat keluhan yang paling sering muncul
- Amati pertanyaan customer sebelum membeli
- Lihat produk kompetitor yang paling banyak dibeli
Output tahap ini: daftar kebutuhan, masalah, dan preferensi pelanggan.
2. Kumpulkan dan baca data penjualan
Setelah memahami customer, gunakan data untuk melihat produk mana yang benar-benar menghasilkan penjualan.
Hal yang bisa dilakukan:
- Cek produk paling laris
- Identifikasi produk dengan stok menumpuk
- Lihat conversion rate tiap produk
- Bandingkan performa sebelum dan sesudah promo
Output tahap ini: daftar produk prioritas yang perlu dipertahankan, ditingkatkan, atau dihentikan.
3. Tentukan prioritas produk
Tidak semua produk harus diperlakukan sama. Fokuskan energi pada produk yang punya potensi paling besar.
Hal yang bisa dilakukan:
- Pilih produk best seller untuk dioptimalkan
- Kurangi fokus pada produk yang tidak bergerak
- Tentukan produk yang layak dipromosikan
- Buat kategori produk utama dan pendukung
Output tahap ini: daftar produk unggulan dan strategi pengelolaannya.
4. Lakukan perbaikan produk secara bertahap
Perbaikan tidak harus langsung besar. Mulailah dari hal kecil yang paling berdampak pada keputusan beli customer.
Hal yang bisa dilakukan:
- Perbaiki foto produk
- Lengkapi deskripsi dan spesifikasi
- Sesuaikan harga dengan pasar
- Tambahkan variasi warna, ukuran, atau bundling
- Tingkatkan kualitas packaging
Output tahap ini: produk yang lebih menarik, jelas, dan kompetitif.
5. Libatkan tim terkait
Manajemen produk tidak bisa berjalan sendiri. Setiap tim perlu memahami arah produk yang sedang dikembangkan.
Hal yang bisa dilakukan:
- Minta feedback dari customer service
- Pastikan stok siap sebelum promo
- Sinkronkan campaign marketing dengan produk prioritas
- Diskusikan kendala operasional dengan tim gudang atau supplier
Output tahap ini: eksekusi strategi produk yang lebih rapi dan minim miskomunikasi.
6. Uji strategi produk di marketplace
Setelah produk diperbaiki, lakukan pengujian untuk melihat respons pasar.
Hal yang bisa dilakukan:
- Jalankan promo terbatas
- Coba bundling produk
- Tes beberapa angle foto atau judul produk
- Bandingkan performa produk sebelum dan sesudah optimasi
Output tahap ini: data baru untuk menilai strategi mana yang paling efektif.
7. Evaluasi hasil secara berkala
Evaluasi penting agar bisnis tidak berjalan berdasarkan asumsi. Dari sini, Anda bisa melihat apakah strategi sudah efektif atau perlu diubah.
Hal yang bisa dilakukan:
- Evaluasi penjualan mingguan atau bulanan
- Cek perubahan rating dan review
- Pantau biaya iklan dibanding hasil penjualan
- Lihat produk mana yang mulai turun performanya
Output tahap ini: keputusan lanjutan untuk mempertahankan, memperbaiki, atau menghentikan produk.
8. Ulangi proses secara konsisten
Manajemen produk bukan aktivitas sekali jalan. Proses ini perlu dilakukan berulang agar produk tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
Hal yang bisa dilakukan:
- Update produk sesuai tren
- Hapus produk yang tidak lagi menguntungkan
- Tambahkan variasi baru berdasarkan permintaan
- Gunakan feedback customer untuk pengembangan berikutnya
Output tahap ini: strategi produk yang terus berkembang dan lebih adaptif terhadap perubahan pasar.
Tren Manajemen Produk di Indonesia

Pasar Indonesia memiliki karakter unik yang berbeda dari pasar global. Beberapa tren yang sedang berkembang:
- Produk viral dari TikTok Shop cepat naik & turun
- Konsumen sensitif terhadap harga dan promo
- Visual (foto/video) sangat memengaruhi keputusan beli
Artinya, manajemen produk di Indonesia harus cepat adaptif, berbasis tren, dan responsif terhadap umpan balik (feedback).
A. Peran manajemen produk dalam bisnis online
Manajemen produk membantu bisnis:
- meningkatkan konversi
- mengoptimalkan stok
- meningkatkan profit
- menjaga keberlanjutan bisnis
B. Perbedaan manajemen produk dan manajemen pemasaran
Perbedaan manajemen produk dan manajemen pemasaran terletak pada fokus:
- Manajemen produk: Fokus pada produk
- Manajemen pemasaran: Fokus pada promosi
Namun keduanya harus berjalan secara bersamaan.
Kesimpulan: Kunci Sukses Bisnis Ada di Pengelolaan Produk
Manajemen produk adalah fondasi penting dalam menjalankan bisnis online yang berkelanjutan. Tanpa pengelolaan produk yang baik, bisnis akan sulit berkembang dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Dengan memahami proses, fungsi, serta strategi manajemen produk, Anda bisa membuat keputusan yang lebih tepat dalam menentukan produk yang dijual. Hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan penjualan dan efisiensi bisnis.
Pada akhirnya, bisnis yang mampu mengelola produk secara strategis akan lebih adaptif terhadap tren pasar dan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai profit yang stabil dalam jangka panjang.
Untuk membantu Anda menerapkan manajemen produk secara lebih efektif dan terstruktur, Anda bisa memanfaatkan software manajemen produk Mekari Desty. Dengan fitur yang mendukung pengelolaan produk, analisis performa, hingga integrasi penjualan dalam satu platform, Mekari Desty memudahkan pebisnis online dalam mengambil keputusan berbasis data dan mengoptimalkan strategi produk.

Solusi ini sangat cocok bagi Anda yang ingin meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memaksimalkan potensi penjualan di berbagai channel digital.
Mekari Desty adalah software manajemen marketplace & toko offline bagian dari ekosistem software terintegrasi Mekari yang menyediakan fitur omnichannel (pengaturan stok, data produk, promosi, proses pesanan, kelola multi gudang, laporan penjualan, integrasi & platform), serta sistem kasir (POS) dan manajemen chat.