9 mins read

Manajemen Order: Fungsi, Cara Kerja, Contoh Penggunaannya

Diterbitkan
Diperbarui
Mekari Desty - Manajemen Order dan Fungsi serta Contoh Penggunaannya
Mekari Desty Highlights
  • Manajemen order adalah proses mengelola pesanan pelanggan dari checkout hingga barang diterima customer.
  • Sistem order management membantu bisnis mengurangi human error, mempercepat proses order, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
  • Proses manajemen order meliputi order masuk, verifikasi stok, proses gudang, pengiriman, hingga monitoring pesanan selesai.
  • Order Management System (OMS) membantu otomatisasi operasional seperti sinkronisasi stok, tracking real-time, dan integrasi marketplace.
  • Manajemen order yang baik membantu bisnis online lebih efisien, siap menghadapi lonjakan order, dan meningkatkan peluang repeat order.

Manajemen order membantu bisnis online mengatur proses pesanan setelah customer checkout, mulai dari pengecekan stok, packing barang, pembuatan resi, hingga pengiriman. Jika proses order terlambat atau tidak rapi, hal ini bisa memicu komplain pelanggan dan menurunkan rating toko.

Masalah seperti salah kirim barang, stok tidak sinkron, atau order terlewat masih sering terjadi pada seller marketplace dan UMKM ecommerce, terutama saat order datang dari banyak channel sekaligus. Karena itu, sistem pengelolaan order dibutuhkan agar proses penjualan lebih cepat, teratur, dan minim kesalahan.

Menurut laporane-Conomy SEA Google, Temasek, dan Bain & Company, Indonesia masih menjadi salah satu pasar ecommerce terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat setiap tahun. Hal ini membuat kebutuhan akan sistem order management semakin penting, terutama bagi bisnis yang ingin scale up tanpa kewalahan operasional.

Apa itu Order Management dalam Bisnis

Manajemen order bukan sekadar proses mencatat pesanan customer. Dalam operasional ecommerce modern, manajemen order adalah sistem yang membantu bisnis memastikan seluruh proses penjualan berjalan lancar sejak customer checkout hingga barang diterima tanpa hambatan.

Artinya, pengelolaan order tidak hanya berkaitan dengan admin penjualan, tetapi juga melibatkan sinkronisasi stok, gudang, pembayaran, pengiriman, hingga layanan pelanggan (customer experience).

Dalam praktiknya, order management membantu bisnis online mengontrol:

  • order masuk dari berbagai channel
  • ketersediaan stok produk
  • proses packing di gudang
  • pengiriman barang
  • update status order secara real-time
  • retur dan komplain pelanggan

Saat bisnis masih kecil, proses ini mungkin masih bisa dilakukan manual. Namun ketika jumlah order mulai meningkat, pengelolaan manual biasanya mulai menimbulkan masalah seperti:

  • order terlewat
  • stok minus
  • salah kirim barang
  • keterlambatan pengiriman
  • admin kewalahan saat promo besar

Karena itu, banyak bisnis ecommerce mulai menggunakan Order Management System (OMS) agar seluruh proses order lebih otomatis dan terintegrasi.

Menurut IBM, OMS modern membantu perusahaan mengelola pesanan lintas channel secara real-time sehingga bisnis dapat memberikan pengalaman pelanggan yang lebih konsisten dan cepat.

Mengapa Manajemen Order Menjadi Penting dalam eCommerce Modern

Perilaku belanja online saat ini berubah sangat cepat. Customer tidak hanya membeli melalui satu platform, tetapi bisa berpindah antara marketplace, website, media sosial, hingga live commerce.

Di sisi lain, ekspektasi pelanggan juga semakin tinggi. Mereka ingin:

  • pengiriman cepat
  • update order real-time
  • stok selalu tersedia
  • proses retur mudah
  • respons seller lebih cepat
Laporan PwC Global Consumer Insights Survey menunjukkan sebagian besar konsumen digital akan berhenti membeli dari brand yang memiliki pengalaman pengiriman buruk atau keterlambatan order berulang.

Karena itu, sistem manajemen order kini bukan hanya alat operasional, tetapi juga bagian penting dari customer experience.

Fungsi Manajemen Order

Manajemen order memiliki peran besar dalam menjaga operasional bisnis online tetap stabil, terutama ketika jumlah transaksi mulai meningkat. Sistem ini membantu bisnis mengatur alur pesanan agar lebih cepat, akurat, dan mudah dipantau.

Berikut fungsi utama manajemen order dalam bisnis ecommerce dan marketplace.

1. Mengelola pesanan pelanggan

Fungsi utama manajemen order adalah membantu bisnis mencatat dan mengatur seluruh pesanan pelanggan secara terpusat.

Hal ini penting karena banyak seller kini berjualan di berbagai channel sekaligus seperti:

  • Shopee
  • Tokopedia
  • TikTok Shop
  • Website ecommerce
  • WhatsApp commerce

Tanpa sistem terintegrasi, admin harus membuka banyak dashboard sekaligus untuk mengecek order satu per satu.

2. Memastikan order diproses dengan benar

Sistem order management membantu memastikan detail pesanan sesuai dengan data customer, mulai dari produk, jumlah barang, alamat, hingga metode pengiriman.

Proses yang lebih sistematis membantu bisnis mengurangi kesalahan operasional.

3. Insight operasional ecommerce

Dalam praktik ecommerce, kesalahan kecil seperti salah varian atau salah alamat sering terjadi ketika seller masih menggunakan pencatatan manual melalui spreadsheet atau chat admin.

Semakin tinggi volume transaksi, semakin besar risiko human error jika bisnis belum memiliki sistem OMS.

4. Mengurangi kesalahan pengiriman

Kesalahan pengiriman merupakan salah satu penyebab utama komplain customer di marketplace.

Manajemen order membantu mengurangi risiko:

  • salah kirim produk
  • tertukar resi
  • paket double
  • order tidak terkirim
  • keterlambatan fulfillment

Menurut laporan Zebra Technologies Warehouse Vision Study, bisnis yang menggunakan otomatisasi fulfillment memiliki tingkat akurasi order lebih tinggi dibanding proses manual.

5. Memantau status order

Seller dapat melihat status order secara real-time mulai dari:

  • order masuk
  • diproses
  • packing
  • dikirim
  • selesai

Tracking ini membantu customer mendapatkan pengalaman belanja yang lebih transparan.

6. Meningkatkan efisiensi operasional

OMS membantu bisnis menghemat waktu operasional karena banyak proses berjalan otomatis. Contohnya:

  • sinkronisasi stok otomatis
  • cetak resi otomatis
  • update status pengiriman otomatis
  • dashboard order terpusat
Menurut Deloitte Digital Supply Chain Survey, otomatisasi operasional membantu perusahaan meningkatkan efisiensi fulfillment dan mempercepat proses pengiriman order.

Proses Manajemen Order

Proses Manajemen Order

Dalam bisnis online, manajemen order melibatkan beberapa tahapan yang saling terhubung. Setiap proses harus berjalan dengan baik agar pesanan sampai ke customer tepat waktu.

Berikut tahapan umum proses manajemen order.

1. Customer melakukan order

Proses dimulai ketika customer melakukan checkout melalui marketplace atau website ecommerce.

Data yang masuk biasanya mencakup:

  • nama produk
  • jumlah barang
  • alamat pengiriman
  • metode pembayaran
  • pilihan ekspedisi
  • Sistem menerima dan mencatat order

Setelah pembayaran berhasil, sistem otomatis mencatat order ke dashboard penjualan. Pada tahap ini, admin dapat langsung melihat pesanan yang perlu diproses.

2. Stok diverifikasi

Sistem akan memeriksa ketersediaan stok produk sebelum order diteruskan ke gudang. Verifikasi stok penting untuk menghindari overselling.

3. Insight nyata bisnis marketplace

Banyak seller marketplace mengalami masalah stok minus saat mengikuti flash sale atau live shopping karena stok antar platform tidak tersinkronisasi.

OMS membantu memperbarui stok secara otomatis di semua channel sehingga risiko overselling lebih kecil.

4. Barang diproses di gudang

Tim gudang mulai melakukan:

  • picking barang
  • pengecekan produk
  • packing
  • quality control

Pada bisnis dengan volume tinggi, proses ini biasanya menggunakan barcode scanner untuk mempercepat picking.

5. Pengiriman dilakukan

Setelah paket siap, sistem akan membuat nomor resi otomatis lalu menghubungkannya dengan ekspedisi. Customer biasanya langsung menerima notifikasi pengiriman.

6. Customer menerima barang

Tahap terakhir adalah barang diterima customer dan transaksi selesai. Pada tahap ini, bisnis biasanya mulai memantau:

Contoh Penerapan Manajemen Order pada Bisnis eCommerce

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh penerapan manajemen order dalam operasional ecommerce sehari-hari.

Studi kasus: Seller fashion marketplace

Sebuah bisnis fashion lokal menjual produk melalui Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan website sendiri.

Sebelum menggunakan OMS, mereka mengalami beberapa masalah:

  • stok sering tidak sinkron
  • admin kewalahan saat promo
  • salah input resi
  • keterlambatan pengiriman meningkat

Saat campaign tanggal kembar, order harian meningkat dari 80 menjadi hampir 600 pesanan per hari.

Karena proses masih manual, tim harus:

  • mengecek stok satu per satu
  • copy-paste data order
  • membuat resi manual
  • update status pengiriman secara terpisah

Akibatnya:

  • banyak order terlambat diproses
  • rating toko menurun
  • customer komplain meningkat

Setelah menggunakan OMS

Setelah menggunakan sistem manajemen order:

  • semua order masuk ke satu dashboard
  • stok otomatis terpotong di semua marketplace
  • resi tercetak otomatis
  • proses packing lebih cepat

Hasilnya:

  • waktu proses order lebih singkat
  • kesalahan pengiriman menurun
  • admin dapat menangani order lebih banyak tanpa menambah banyak tenaga kerja

Manfaat Sistem Manajemen Order (OMS)

Seiring meningkatnya transaksi ecommerce, OMS menjadi solusi penting untuk membantu bisnis mengelola order lebih efisien.

1. Otomatisasi proses order

OMS membantu mengurangi pekerjaan manual dalam operasional harian. Contohnya:

  • input order otomatis
  • sinkronisasi stok
  • cetak resi otomatis
  • update pengiriman otomatis

2. Tracking real-time

Seller dan customer dapat memantau status order secara langsung tanpa perlu mengecek manual ke ekspedisi.

3. Sinkronisasi multi-channel

OMS membantu menyatukan order dari berbagai channel penjualan dalam satu dashboard. Ini sangat penting untuk bisnis omnichannel.

4. Integrasi marketplace dan gudang

OMS modern biasanya dapat diintegrasikan dengan:

  • marketplace
  • warehouse management system
  • inventory management
  • sistem akuntansi
  • ekspedisi

Tantangan Manajemen Order dalam Bisnis Online

Meski membantu operasional bisnis, pengelolaan order tetap memiliki tantangan tersendiri.

1. Lonjakan order saat promo besar

Saat campaign marketplace seperti:

  • Harbolnas
  • flash sale
  • payday sale
  • live commerce

Volume order dapat meningkat berkali-kali lipat dalam waktu singkat.

2. Sinkronisasi stok antar channel

Bisnis omnichannel sering mengalami perbedaan stok jika sistem belum terintegrasi.

3. Retur dan refund customer

Proses retur membutuhkan tracking yang rapi agar tidak menyebabkan kerugian bisnis.

Tips Mengelola Order dengan Efektif

Mengelola order dengan baik membantu bisnis menjaga kepuasan pelanggan dan efisiensi operasional.

  • Gunakan sistem order management: OMS membantu bisnis menangani order dalam jumlah besar lebih cepat dan terstruktur.
  • Integrasikan marketplace dan inventory: Pastikan data stok selalu tersinkronisasi otomatis agar tidak terjadi overselling.
  • Gunakan tracking otomatis: Tracking otomatis membantu customer mengetahui status order tanpa harus bertanya ke admin.
  • Monitor status order secara real-time: Pantau order secara berkala untuk memastikan tidak ada pesanan yang terlambat diproses.

Perbedaan Manajemen Order dan Order Fulfillment

Perbedaan Manajemen Order dan Order Fulfillment

Meski sering dianggap sama, keduanya memiliki fokus berbeda.

Manajemen order berfokus pada pengelolaan transaksi yang meliputi:

  • pencatatan order
  • validasi pembayaran
  • monitoring order
  • sinkronisasi data

Order fulfillment berfokus pada pengiriman barang yang meliputi:

  • picking
  • packing
  • shipping
  • retur barang

Keduanya saling terhubung. OMS dan fulfillment harus berjalan bersama agar customer mendapatkan pengalaman belanja yang baik.

Cara Memilih Sistem Order Management yang Tepat

Pemilihan OMS perlu disesuaikan dengan kebutuhan bisnis agar sistem yang digunakan benar-benar membantu operasional, bukan justru memperlambat proses kerja.

1. Pilih sistem yang mudah diintegrasikan

Pastikan OMS mendukung integrasi marketplace, website ecommerce, inventory, dan ekspedisi agar seluruh proses order dapat berjalan otomatis dalam satu dashboard.

Sistem yang mudah diintegrasikan akan membantu bisnis mengurangi pekerjaan manual dan meminimalkan risiko data order tidak sinkron antar platform penjualan.

2. Perhatikan fitur otomatisasi

Semakin tinggi volume order, semakin penting fitur otomatisasi operasional seperti sinkronisasi stok, cetak resi otomatis, dan update status pengiriman real-time.

Fitur otomatisasi membantu tim operasional bekerja lebih cepat, terutama saat bisnis menghadapi lonjakan order ketika promo marketplace atau campaign besar berlangsung.

3. Sesuaikan dengan skala bisnis

UMKM biasanya membutuhkan OMS sederhana dengan fitur dasar, sedangkan perusahaan besar memerlukan sistem yang lebih kompleks dan dapat menangani ribuan order setiap hari.

Memilih sistem sesuai skala bisnis membantu perusahaan mengontrol biaya operasional sekaligus memastikan OMS tetap mampu mendukung pertumbuhan bisnis ke depannya.

4. Pastikan memiliki dashboard real-time

Dashboard real-time membantu bisnis memantau performa operasional, status order, stok barang, dan proses pengiriman secara lebih cepat dan akurat.

Dengan data yang selalu diperbarui secara langsung, bisnis dapat mengambil keputusan operasional lebih cepat ketika terjadi kendala pada order atau pengiriman.

Kelola order bisnis lebih praktis dengan Mekari Desty

Mengelola pesanan dari banyak marketplace secara manual bisa memakan waktu dan meningkatkan risiko kesalahan operasional. Karena itu, bisnis online membutuhkan sistem manajemen order yang mampu membantu proses penjualan berjalan lebih cepat, rapi, dan terintegrasi.

Mekari Desty dapat membantu bisnis mengelola order dari berbagai channel penjualan dalam satu dashboard terpusat. Mulai dari sinkronisasi pesanan, update stok otomatis, hingga proses pengiriman dapat dipantau lebih mudah secara real-time.

Sistem Manajemen Order (OMS) Mekari Desty

Dengan fitur integrasi marketplace dan otomatisasi operasional, Mekari Desty membantu seller online dan bisnis ecommerce:

  • mengelola order lebih efisien
  • mengurangi risiko human error
  • memantau stok lebih akurat
  • mempercepat proses fulfillment
  • meningkatkan pengalaman pelanggan

Jika bisnis Anda mulai menangani order dalam jumlah besar setiap hari, penggunaan sistem order management Mekari Desty dapat membantu operasional menjadi lebih scalable dan terorganisir.

Kesimpulan: Manajemen Order Bantu Bisnis Berkembang Lebih Cepat

Manajemen order bukan hanya soal mencatat pesanan pelanggan, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga operasional bisnis online tetap efisien dan terorganisir. Semakin tinggi volume transaksi, semakin penting bisnis memiliki sistem pengelolaan order yang rapi dan terintegrasi.

Melalui Order Management System (OMS), bisnis dapat mengurangi human error, mempercepat proses fulfillment, serta meningkatkan pengalaman pelanggan. Hal ini penting karena customer ecommerce saat ini mengutamakan pengiriman cepat, transparansi order, dan pelayanan yang responsif.

Dengan penerapan manajemen order yang tepat, bisnis online tidak hanya lebih siap menghadapi lonjakan transaksi, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dan profit jangka panjang.

Optimalkan pengelolaan pesanan bisnis online Anda dengan sistem manajemen order Mekari Desty yang membantu sinkronisasi order, stok, dan pengiriman lebih otomatis dalam satu dashboard terintegrasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Manajemen Order

Apa itu manajemen order?

Apa itu manajemen order?

Manajemen order adalah proses mengelola pesanan pelanggan mulai dari checkout, verifikasi pembayaran, pengecekan stok, pengemasan, hingga barang diterima customer.

Mengapa manajemen order penting untuk bisnis online?

Mengapa manajemen order penting untuk bisnis online?

Manajemen order penting karena membantu bisnis memproses pesanan lebih cepat, mengurangi kesalahan pengiriman, menjaga stok tetap akurat, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Apa fungsi utama manajemen order?

Apa fungsi utama manajemen order?

Fungsi utama manajemen order meliputi pencatatan pesanan, validasi pembayaran, monitoring order, sinkronisasi stok, hingga pengaturan pengiriman barang.

Apa itu Order Management System (OMS)?

Apa itu Order Management System (OMS)?

Order Management System (OMS) adalah software yang membantu bisnis mengelola seluruh proses order secara otomatis dan terintegrasi dari berbagai channel penjualan.

Apa manfaat menggunakan OMS untuk ecommerce?

Apa manfaat menggunakan OMS untuk ecommerce?

OMS membantu bisnis ecommerce melakukan otomatisasi order, sinkronisasi stok marketplace, tracking real-time, hingga mempercepat proses fulfillment dan pengiriman.

Apa perbedaan manajemen order dan order fulfillment?

Apa perbedaan manajemen order dan order fulfillment?

Manajemen order berfokus pada pengelolaan transaksi dan data pesanan, sedangkan order fulfillment fokus pada proses picking, packing, shipping, dan retur barang.

Bagaimana proses manajemen order dalam bisnis online?

Bagaimana proses manajemen order dalam bisnis online?

Proses manajemen order dimulai dari customer checkout, sistem mencatat order, verifikasi stok, proses gudang, pengiriman barang, hingga customer menerima pesanan.

Apa risiko jika bisnis tidak memiliki sistem manajemen order?

Apa risiko jika bisnis tidak memiliki sistem manajemen order?

Tanpa sistem manajemen order, bisnis berisiko mengalami salah kirim barang, stok tidak sinkron, keterlambatan pengiriman, hingga meningkatnya komplain pelanggan.

Apakah OMS cocok untuk UMKM dan seller marketplace?

Apakah OMS cocok untuk UMKM dan seller marketplace?

Ya. OMS cocok digunakan UMKM, online shop, maupun seller marketplace karena membantu mengelola order lebih rapi dan efisien saat volume transaksi meningkat.

Bagaimana cara memilih sistem manajemen order yang tepat?

Bagaimana cara memilih sistem manajemen order yang tepat?

Pilih OMS yang mudah diintegrasikan dengan marketplace, memiliki fitur otomatisasi, tracking real-time, sinkronisasi stok, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.