- Review adalah penilaian independen yang ditulis pelanggan di platform pihak ketiga yang tidak bisa dikontrol bisnis, sementara testimoni adalah pernyataan positif yang diminta bisnis dari pelanggan lalu dipublikasikan di kanal miliknya sendiri.
- Review bersifat independen sehingga dianggap lebih objektif, sementara testimoni cenderung dikurasi karena diminta langsung oleh bisnis.
- Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang membantu seller merespons pelanggan lebih cepat dari berbagai marketplace dalam satu dashboard, sehingga pengalaman berbelanja yang baik dapat mendorong lebih banyak review positif yang berpotensi dijadikan testimoni.
Review dan testimoni sering dianggap sebagai hal yang sama, padahal keduanya merupakan bentuk social proof dengan karakteristik yang berbeda. Review menunjukkan penilaian pelanggan secara lebih independen, sedangkan testimoni biasanya diminta, dipilih, dan dipublikasikan langsung oleh bisnis.
Memahami perbedaan keduanya membantu bisnis menentukan bukti sosial yang sesuai dengan kebutuhan calon pelanggan. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu review, apa itu testimoni, perbedaan keduanya, etika penggunaannya, cara mendapatkannya, hingga kapan sebaiknya menggunakan masing-masing.

Apa itu review?
Review adalah penilaian atau komentar yang diberikan pelanggan mengenai produk, layanan, atau pengalaman mereka dan dipublikasikan pada platform ulasan, seperti marketplace, Google, maupun aplikasi atau situs ulasan lainnya.
Karena review diberikan pada platform yang tidak sepenuhnya dikendalikan oleh bisnis, pelanggan dapat memberikan penilaian positif maupun kritis. Hal ini membuat review dapat memberikan gambaran yang lebih beragam mengenai pengalaman pelanggan.
Review juga dapat membantu calon pelanggan ketika sedang membandingkan beberapa pilihan. Rating dan kumpulan ulasan dari banyak pelanggan dapat menjadi pertimbangan tambahan sebelum mereka memutuskan untuk membeli.
Apa itu testimoni?
Testimoni adalah pernyataan atau pengalaman pelanggan yang dikumpulkan atas permintaan bisnis dan kemudian dipublikasikan pada kanal yang dimiliki bisnis, seperti website, media sosial, halaman produk, atau materi pemasaran.
Karena bisnis terlibat dalam proses meminta, memilih, dan mempublikasikan testimoni, kontennya biasanya lebih terkurasi dibandingkan review. Bisnis dapat memilih pengalaman pelanggan yang paling relevan dengan manfaat produk atau layanan yang ingin ditonjolkan.
Testimoni umumnya digunakan untuk membangun kepercayaan dengan cepat, misalnya di halaman produk, halaman harga, landing page, maupun di dekat call-to-action. Format ini membantu calon pelanggan memahami pengalaman pengguna lain tanpa harus membaca banyak ulasan.
Perbedaan review dan testimoni
Perbedaan review dan testimoni terutama terlihat dari sumber, kontrol terhadap konten, cara mendapatkannya, dan fungsi masing-masing.
| Aspek | Review | Testimoni |
|---|---|---|
| Kontrol konten | Ditulis dan dipublikasikan pada platform pihak ketiga | Diminta, dipilih, dan dipublikasikan oleh bisnis |
| Sifat konten | Dapat berisi pengalaman positif maupun kritis | Umumnya berisi pengalaman positif yang dipilih bisnis |
| Sumber | Pelanggan memberikan ulasan secara langsung pada platform | Pelanggan memberikan pernyataan atas permintaan bisnis |
| Platform | Marketplace, Google, aplikasi atau situs ulasan pihak ketiga | Website, media sosial, landing page, materi pemasaran |
| Jenis bukti | Menunjukkan pengalaman dan konsensus dari banyak pelanggan | Menunjukkan pengalaman atau hasil yang dialami pelanggan tertentu |
| Kekuatan utama | Independensi dan variasi pengalaman pelanggan | Relevansi dan kecepatan dalam membangun kepercayaan |
Perbedaan yang paling penting terletak pada kontrol editorial. Review berada pada platform pihak ketiga sehingga bisnis tidak menentukan seluruh isi ulasan.
Sebaliknya, testimoni dikumpulkan dan dipublikasikan oleh bisnis sehingga dapat dipilih berdasarkan konteks atau pesan yang ingin disampaikan.
Etika menggunakan review dan testimoni
Beberapa prinsip berikut dapat menjadi panduan agar penggunaannya tidak menyesatkan pelanggan.
1. Dapatkan izin sebelum menggunakan testimoni pelanggan
Mintalah persetujuan pelanggan sebelum menggunakan nama, foto, jabatan, perusahaan, atau pernyataan mereka sebagai materi pemasaran. Jika testimoni akan digunakan di berbagai kanal, jelaskan pula bentuk penggunaannya agar pelanggan memahami bagaimana konten tersebut akan dipublikasikan.
2. Ungkapkan hubungan material jika ada
Jika pelanggan menerima kompensasi, diskon, produk gratis, atau keuntungan tertentu sebagai bagian dari pemberian testimoni atau endorsement, hubungan tersebut perlu disampaikan secara transparan. Hal ini membantu calon pelanggan memahami konteks di balik pernyataan yang diberikan.
3. Jangan mengubah makna asli pernyataan pelanggan
Penyuntingan dapat dilakukan untuk memperjelas atau merapikan bahasa, tetapi tidak boleh mengubah maksud yang sebenarnya disampaikan pelanggan. Memotong pernyataan sehingga pengalaman pelanggan terlihat lebih positif atau memberikan hasil yang lebih besar dapat membuat testimoni menjadi menyesatkan.
4. Jangan membuat atau memalsukan review
Review seharusnya berasal dari pengalaman pelanggan yang sebenarnya. Bisnis juga sebaiknya tidak membuat testimoni sendiri lalu menyajikannya seolah-olah merupakan review independen. Praktik tersebut dapat merusak kepercayaan dan memberikan gambaran yang tidak sesuai dengan pengalaman pelanggan.
5. Berikan konteks pada klaim hasil yang luar biasa
Jika sebuah testimoni menunjukkan hasil yang sangat menonjol, berikan konteks yang cukup agar calon pelanggan tidak menganggap hasil tersebut sebagai sesuatu yang pasti mereka dapatkan. Hasil pelanggan dapat berbeda berdasarkan kondisi, cara penggunaan, periode penggunaan, dan faktor lainnya.
Cara mendapatkan review dan testimoni dari pelanggan
Review dan testimoni dapat dikumpulkan secara aktif selama proses interaksi dengan pelanggan, beberapa cara yang bisa digunakan yaitu:
1. Minta review setelah pelanggan menggunakan produk
Kirim permintaan ketika pelanggan sudah memiliki kesempatan yang cukup untuk menggunakan produk atau merasakan layanan. Untuk bisnis online, permintaan dapat dikirim melalui email, WhatsApp, halaman setelah transaksi, atau kanal komunikasi lain yang relevan.
2. Permudah pelanggan memberikan review
Semakin banyak langkah yang harus dilakukan, semakin besar kemungkinan pelanggan berhenti sebelum memberikan ulasan. Sediakan tautan langsung menuju halaman review dan instruksi sederhana agar pelanggan dapat memberikan penilaian dengan lebih praktis.
3. Identifikasi pelanggan yang memiliki pengalaman relevan untuk testimoni
Testimoni tidak harus dikumpulkan dari semua pelanggan. Bisnis dapat memilih pelanggan yang memiliki pengalaman relevan dengan manfaat produk atau layanan yang ingin ditampilkan. Misalnya, bisnis B2B dapat meminta testimoni dari pelanggan yang berhasil menyelesaikan masalah tertentu menggunakan produk.
4. Ajukan pertanyaan yang spesifik
Daripada hanya meminta pelanggan memberikan testimoni, berikan beberapa pertanyaan sebagai panduan. Contohnya, masalah apa yang mereka hadapi sebelumnya, bagaimana produk membantu, dan perubahan apa yang mereka rasakan setelah menggunakannya.
Pertanyaan yang spesifik dapat menghasilkan testimoni yang lebih informatif dan relevan bagi calon pelanggan.
5. Minta izin sebelum mempublikasikan testimoni
Setelah menerima pernyataan pelanggan, pastikan Anda memperoleh izin untuk menggunakannya. Konfirmasikan juga informasi yang akan ditampilkan, seperti nama, foto, jabatan, atau perusahaan.
Kapan waktu terbaik memanfaatkan review dan testimoni?
Pemilihan review atau testimoni dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon pelanggan pada setiap tahap perjalanan mereka.
1. Gunakan testimoni untuk membangun kepercayaan
Testimoni cocok ditempatkan pada bagian website yang membutuhkan dorongan kredibilitas, seperti halaman produk, halaman harga, landing page, atau di dekat call-to-action. Format ini membantu calon pelanggan memahami manfaat produk melalui pengalaman pengguna lain tanpa harus mencari informasi dari banyak sumber.
2. Gunakan review saat pelanggan sedang membandingkan pilihan
Review lebih relevan ketika calon pelanggan ingin mengetahui pengalaman pengguna secara lebih luas. Mereka dapat melihat rating, jumlah ulasan, serta berbagai pengalaman positif maupun kritis sebelum membandingkan beberapa produk atau layanan.
Karena berasal dari platform ulasan, review juga dapat menjadi sumber validasi tambahan ketika calon pelanggan membutuhkan informasi di luar materi pemasaran bisnis.
3. Gunakan keduanya secara bersamaan
Review dan testimoni tidak harus dipilih salah satu. Bisnis dapat menggunakan keduanya dengan fungsi yang berbeda.
Testimoni dapat ditempatkan pada halaman pemasaran untuk membangun kepercayaan sejak awal, sementara review dapat membantu calon pelanggan melakukan validasi lebih lanjut melalui pengalaman pelanggan lain. Yang terpenting, sumber dan proses pengumpulan keduanya tetap disampaikan secara jelas.
Dapatkan lebih banyak review positif dengan merespons pelanggan lebih cepat di semua marketplace
Review positif tidak datang begitu saja, salah satu faktor terkuatnya adalah pengalaman berbelanja yang menyenangkan, dan itu dimulai dari seberapa cepat seller merespons pertanyaan sebelum maupun setelah pembelian. Pelanggan yang merasa dilayani dengan baik lebih terbuka untuk meninggalkan ulasan, dan ulasan tersebut berpotensi menjadi testimoni yang memperkuat materi promosi bisnis.
Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang dilengkapi fitur Desty Chat untuk membantu seller mengelola seluruh pesan dari berbagai marketplace dalam satu dashboard terpusat. Berikut fitur yang mendukung layanan pelanggan yang lebih responsif di semua channel:
- Asisten AI 24/7: Jawab pertanyaan pelanggan secara otomatis kapan saja tanpa membuat mereka menunggu, termasuk di luar jam operasional.
- Auto-reply dan template chat: Balas pertanyaan berulang lebih cepat dengan template yang sudah disiapkan, sehingga tim dapat fokus pada percakapan yang membutuhkan penanganan lebih personal.
- Sinkronisasi real-time lintas channel: Chat, pesanan, produk, dan voucher dari Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, WhatsApp, dan Instagram tersinkronisasi dalam satu tampilan agar admin memiliki konteks lengkap saat membalas.
- Multi-admin dengan analitik kinerja: Beberapa admin dapat menangani chat bersamaan, dengan dashboard pemantauan kinerja untuk memastikan kualitas dan kecepatan respons terjaga konsisten di semua channel.
- Aplikasi Android ringan: Tanggapi chat kapan pun dan di mana pun tanpa harus terpaku di depan komputer.
Mekari Desty menggunakan sistem top up atau bayar sesuai pemakaian per pesanan selesai, bukan subscription bulanan, sehingga biaya menyesuaikan volume transaksi bisnis secara otomatis dan tetap terjangkau di semua skala penjualan.
Saatnya bangun pengalaman berbelanja yang mendorong lebih banyak review positif bersama Mekari Desty.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.