7 mins read

Kartu Stok Barang: 9 Komponen Wajib dan Contohnya

Diterbitkan
Diperbarui
kartu stok barang
Mekari Desty Highlights

  • Kartu stok barang adalah catatan yang digunakan untuk memantau setiap pergerakan suatu barang di gudang, mencakup jumlah masuk, keluar, saldo stok, hingga nilai persediaan pada periode tertentu.
  • Kartu stok yang efektif tidak hanya mencatat jumlah masuk dan keluar, tetapi juga mencantumkan informasi seperti safety stock dan reorder point agar dapat digunakan sebagai alat pengambilan keputusan, bukan sekadar catatan pasif.
  • Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang membantu bisnis memantau pergerakan stok secara real-time dari berbagai marketplace dalam satu dashboard terpusat, sehingga data yang biasanya dicatat manual di kartu stok dapat lebih akurat dan mudah diakses kapan saja.

Mengelola stok tanpa pencatatan yang jelas sering membuat bisnis kesulitan mengetahui kapan harus melakukan pemesanan ulang atau penyebab selisih antara catatan dan kondisi fisik barang.

Kartu stok membantu mencatat setiap pergerakan persediaan secara lebih teratur, mulai dari barang masuk dan keluar hingga saldo stok setelah transaksi.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu kartu stok barang, komponen yang perlu dicantumkan, manfaatnya bagi bisnis, contoh pengisian kartu stok, hingga cara mengisinya dengan benar.

center banner mekari desty

Apa itu kartu stok barang?

kartu stok barang

Kartu stok barang adalah catatan yang digunakan untuk memantau setiap pergerakan suatu barang di gudang. Di dalamnya terdapat informasi mengenai barang masuk, barang keluar, saldo stok, hingga nilai persediaan pada periode tertentu.

Setiap barang idealnya memiliki kartu stok tersendiri agar pencatatannya lebih mudah ditelusuri. Ketika ada pembelian, penjualan, retur, atau pengeluaran barang untuk kebutuhan operasional, transaksi tersebut dicatat pada kartu yang sesuai.

Kartu stok merupakan salah satu metode manual dalam sistem pencatatan stok, di samping penggunaan spreadsheet maupun sistem otomatis berbasis barcode atau software inventaris. 

Namun, pencatatan secara manual memiliki keterbatasan, terutama ketika jumlah transaksi mulai meningkat. Risiko seperti transaksi yang tidak tercatat, kesalahan pencatatan, atau keterlambatan memperbarui data dapat membuat informasi stok menjadi kurang akurat. 

New Insight

Pencatatan persediaan secara manual memiliki risiko transaksi tidak tercatat atau dicatat dengan keliru. – AccountingTools 

Meski begitu, kartu stok tetap menjadi pilihan yang relevan bagi bisnis dengan jumlah produk dan transaksi yang masih terbatas. Selama setiap perubahan stok dicatat secara konsisten dan segera diperbarui setelah transaksi terjadi, kartu stok dapat membantu bisnis memantau kondisi persediaannya.

Komponen dalam kartu stok barang

Agar dapat digunakan secara maksimal, kartu stok barang perlu memuat informasi, beberapa komponen yang umum dicantumkan antara lain: 

1. Nama barang

Nama barang perlu ditulis secara jelas dan konsisten dengan dokumen pembelian, penjualan, maupun penerimaan barang. Penggunaan nama yang sama membantu menghindari kebingungan, terutama ketika bisnis memiliki produk dengan jenis atau varian yang mirip.

2. Nomor dan kode barang

Setiap barang dapat diberikan nomor atau kode khusus sebagai identitas. Kode ini membantu membedakan produk yang memiliki nama hampir sama sekaligus mempermudah pencarian barang dalam sistem pencatatan.

3. Batas maksimum penyimpanan

Informasi ini menunjukkan jumlah maksimum barang yang sebaiknya disimpan. Batas tersebut dapat membantu bisnis menghindari penumpukan stok yang terlalu banyak dan menyesuaikan jumlah persediaan dengan kapasitas penyimpanan maupun kebutuhan penjualan.

4. Safety stock

Safety stock merupakan jumlah persediaan cadangan yang disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan atau keterlambatan pasokan. Dengan menetapkan batas ini, bisnis memiliki persediaan pengaman sebelum stok benar-benar habis.

5. Reorder point

Reorder point atau titik pemesanan ulang menunjukkan batas stok ketika bisnis perlu mulai melakukan pemesanan kembali. Penetapan titik ini membantu mencegah kehabisan stok, terutama jika supplier membutuhkan waktu tertentu untuk mengirimkan barang.

6. Jumlah barang masuk

Setiap barang yang diterima dari supplier, retur pelanggan, atau sumber lainnya perlu dicatat sebagai barang masuk. Data ini kemudian digunakan untuk menambah saldo stok yang tersedia.

7. Jumlah barang keluar

Barang yang terjual, digunakan untuk produksi, rusak, atau dikeluarkan untuk kebutuhan lainnya perlu dicatat sebagai barang keluar. Pencatatan ini membantu memastikan jumlah stok dalam kartu sesuai dengan pergerakan barang yang sebenarnya.

8. Saldo atau sisa stok

Saldo menunjukkan jumlah barang yang masih tersedia setelah setiap transaksi dicatat. Informasi ini menjadi salah satu bagian terpenting karena dapat digunakan untuk mengetahui kondisi stok terbaru sekaligus menentukan apakah perlu melakukan pemesanan ulang.

9. Nilai barang

Nilai barang menunjukkan nilai persediaan yang terkait dengan transaksi yang dicatat. Informasi ini dapat membantu bisnis mengetahui nilai stok yang tersedia dan mendukung kebutuhan pencatatan maupun pelaporan keuangan.

Manfaat kartu stok barang

Selain mempermudah pemantauan stok, kartu ini juga dapat mendukung berbagai aktivitas operasional berikut:

1. Mempermudah pengelolaan dan penghitungan stok

Kartu stok membantu bisnis mengetahui jumlah barang yang tersedia tanpa harus mengandalkan ingatan atau catatan yang tersebar. Riwayat barang masuk dan keluar juga dapat digunakan sebagai dasar saat melakukan stock opname sehingga proses pengecekan menjadi lebih terarah.

2. Menyediakan data inventaris yang lebih lengkap

Catatan pada kartu stok dapat memberikan gambaran mengenai jumlah persediaan dan pergerakannya dari waktu ke waktu. Informasi tersebut membantu bisnis menentukan kapan harus membeli barang kembali dan menyesuaikan jumlah persediaan dengan kebutuhan.

3. Membantu menemukan selisih stok

Ketika jumlah barang secara fisik berbeda dengan catatan, riwayat transaksi pada kartu stok dapat digunakan untuk menelusuri kemungkinan penyebabnya. Misalnya, selisih dapat diketahui dari transaksi yang belum tercatat atau kesalahan saat memasukkan jumlah barang.

4. Mendukung pengambilan keputusan terkait persediaan

Data stok yang tercatat secara rutin dapat menjadi dasar untuk menentukan jumlah pembelian, prioritas restock, atau penyesuaian persediaan. Dengan begitu, keputusan terkait stok tidak hanya berdasarkan perkiraan.

5. Meningkatkan kontrol operasional gudang

Kartu stok membuat setiap pergerakan barang memiliki catatan yang jelas. Hal ini membantu tim gudang menjaga alur pencatatan tetap teratur, sekaligus memudahkan pengawasan terhadap persediaan yang disimpan.

Contoh kartu stok barang

Berikut contoh sederhana pengisian kartu stok untuk produk Kaos Polos Ukuran M menggunakan format In/Out/Balance. 

TanggalKeteranganMasuk (unit)Keluar (unit)Saldo (unit)Harga/UnitNilai Saldo
1 JuniSaldo awal––50Rp45.000Rp2.250.000
5 JuniPembelian dari supplier100–150Rp45.000Rp6.750.000
10 JuniPenjualan–40110Rp45.000Rp4.950.000
15 JuniPenjualan–3575Rp45.000Rp3.375.000
20 JuniRetur dari pelanggan5–80Rp45.000Rp3.600.000
25 JuniPenjualan–3050Rp45.000Rp2.250.000

Dari tabel tersebut, setiap transaksi langsung mempengaruhi saldo stok. Setelah pembelian pada 5 Juni, stok bertambah dari 50 menjadi 150 unit. Kemudian, setiap transaksi penjualan mengurangi saldo, sementara retur pelanggan kembali menambah jumlah persediaan.

Dengan format seperti ini, bisnis dapat melihat jumlah stok dan nilai persediaan pada tanggal tertentu tanpa perlu menghitung ulang seluruh transaksi dari awal.

Cara mengisi kartu stok barang

Cara mengisi kartu stok barang

Kartu stok akan lebih efektif jika setiap transaksi dicatat secara konsisten dan diperbarui segera setelah terjadi. Berikut langkah yang dapat diterapkan:

1. Siapkan kartu stok untuk setiap barang

Buat kartu stok secara terpisah untuk setiap jenis atau SKU barang. Dengan begitu, pergerakan masing-masing produk dapat ditelusuri dengan lebih mudah dan tidak tercampur dengan barang lain.

2. Isi komponen dasar terlebih dahulu

Sebelum mencatat transaksi, lengkapi informasi seperti nama barang, kode barang, batas maksimum penyimpanan, safety stock, dan reorder point. Data ini dapat menjadi acuan selama proses pengelolaan persediaan.

3. Catat setiap transaksi secara langsung

Setiap kali barang masuk atau keluar, segera masukkan transaksinya ke kartu stok. Hindari menunda pencatatan karena transaksi yang menumpuk dapat meningkatkan risiko lupa atau salah memasukkan jumlah barang.

4. Perbarui saldo setelah setiap transaksi

Setelah mencatat barang masuk atau keluar, hitung saldo terbaru dan masukkan ke kolom saldo. Dengan cara ini, kartu stok selalu menunjukkan kondisi persediaan yang paling mendekati keadaan aktual.

5. Lakukan pengecekan fisik secara berkala

Bandingkan saldo pada kartu dengan jumlah barang yang benar-benar tersedia di gudang. Jika ditemukan selisih, telusuri riwayat transaksi untuk mencari penyebabnya dan lakukan koreksi pada pencatatan jika diperlukan.

6. Simpan dan cocokkan catatan secara rutin

Jika pencatatan kartu stok dilakukan oleh lebih dari satu pihak, pastikan data yang digunakan tetap konsisten. Pengecekan berkala antara catatan gudang dan administrasi dapat membantu menemukan perbedaan data lebih cepat sekaligus menjaga akurasi informasi stok.

Ganti kartu stok manual dengan pemantauan stok real-time melalui Mekari Desty

Kartu stok efektif untuk bisnis dengan volume transaksi yang masih terbatas. Namun ketika produk yang sama dijual di berbagai marketplace sekaligus, mencatat dan mencocokkan pergerakan stok secara manual di setiap channel bisa memakan waktu dan rawan selisih data.

Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang membantu bisnis memantau pergerakan stok secara real-time dari berbagai marketplace dalam satu dashboard terpusat. Berikut fitur dari sistem manajemen inventori Mekari Desty yang mendukung pengelolaan stok yang lebih akurat:

  • Sinkronisasi stok otomatis lintas marketplace: Stok diperbarui real-time setiap kali ada transaksi di semua channel, tidak ada selisih data antar gudang dan marketplace.
  • Penyesuaian stok satuan dan massal: Perbarui jumlah stok dengan cepat dan presisi, baik satu per satu maupun sekaligus untuk banyak produk.
  • Perhitungan biaya inventori fleksibel: Tersedia metode FIFO, average cost, dan FEFO untuk produk dengan masa kedaluwarsa, sehingga nilai stok selalu terhitung dengan tepat.
  • Manajemen batch dan serial number: Lacak produk hingga level batch atau nomor seri untuk kontrol inventori yang lebih detail.
  • Stock opname terintegrasi: Buat dan proses stock opname per gudang secara otomatis dengan dokumen siap cetak langsung dari sistem.
  • Inventory history real-time: Seluruh pergerakan stok tercatat secara real-time, lengkap dengan perhitungan nilai inventori yang akurat untuk laporan keuangan dan analisis bisnis.

Mekari Desty menggunakan sistem top up atau bayar sesuai pemakaian per pesanan selesai, bukan subscription bulanan, sehingga biaya menyesuaikan volume transaksi bisnis secara otomatis dan tetap terjangkau di semua tahap perkembangan bisnis.

Saatnya ganti kartu stok manual dengan pemantauan stok real-time di semua marketplace bersama Mekari Desty.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

SmartB. “What is a Stock Card?”
Accounting Tools. “Perpetual inventory system”

FAQ

1. Apa itu kartu stok barang?

1. Apa itu kartu stok barang?

Kartu stok barang adalah catatan yang digunakan untuk memantau setiap pergerakan suatu barang di gudang, mencakup informasi jumlah masuk, keluar, saldo stok yang tersedia, hingga nilai persediaan pada periode tertentu.

2. Apa saja komponen yang perlu ada dalam kartu stok barang?

2. Apa saja komponen yang perlu ada dalam kartu stok barang?

Komponennya meliputi nama barang, nomor dan kode barang, batas maksimum penyimpanan, safety stock, reorder point, jumlah barang masuk, jumlah barang keluar, saldo stok, serta nilai barang per transaksi.

3. Apa manfaat kartu stok barang bagi bisnis?

3. Apa manfaat kartu stok barang bagi bisnis?

Manfaatnya meliputi mempermudah pengelolaan dan penghitungan stok, menyediakan data inventaris yang lebih lengkap, membantu menemukan selisih stok, mendukung pengambilan keputusan terkait persediaan, serta meningkatkan kontrol operasional gudang secara keseluruhan.

4. Bagaimana contoh pengisian kartu stok barang?

4. Bagaimana contoh pengisian kartu stok barang?

Pengisian dilakukan dengan mencatat setiap transaksi secara berurutan dalam format tanggal, keterangan, jumlah masuk, jumlah keluar, saldo, harga per unit, dan nilai saldo, sehingga kondisi stok dan nilainya dapat diketahui pada titik waktu mana pun tanpa perlu menghitung ulang dari awal.

5. Bagaimana cara mengisi kartu stok barang dengan benar?

5. Bagaimana cara mengisi kartu stok barang dengan benar?

Caranya meliputi menyiapkan kartu stok terpisah untuk setiap jenis barang, mengisi komponen dasar terlebih dahulu, mencatat setiap transaksi secara langsung tanpa menunda, memperbarui saldo setelah setiap transaksi, melakukan pengecekan fisik secara berkala, serta mencocokkan catatan secara rutin untuk menemukan selisih lebih awal.

6. Bagaimana Mekari Desty membantu bisnis mengelola stok di berbagai marketplace?

6. Bagaimana Mekari Desty membantu bisnis mengelola stok di berbagai marketplace?

Mekari Desty membantu memantau pergerakan stok secara real-time dari berbagai marketplace dalam satu dashboard terpusat, dilengkapi fitur stok opname, estimasi stok habis, dan manajemen multi-gudang, sehingga data stok selalu akurat dan konsisten tanpa perlu rekap manual di setiap platform.