- First mile adalah tahap awal distribusi barang, mulai dari persiapan pesanan, pengemasan, hingga serah terima ke ekspedisi sebelum barang masuk ke jaringan pengiriman.
- Kendala di tahap first mile, seperti salah label atau paket terlambat diserahkan ke kurir, dapat terbawa hingga last mile dan berdampak langsung pada pengalaman pelanggan.
- Mekari Desty hadir sebagai platform omnichannel marketplace yang membantu seller memproses pesanan dari berbagai marketplace dalam satu dasbor, mulai dari picking, packing, hingga cetak label massal, sehingga paket siap diserahkan ke ekspedisi dengan lebih cepat dan akurat.
Jika Anda berjualan online, istilah first mile mungkin belum sepopuler last mile. Padahal, tahap ini menjadi awal penting dalam proses pengiriman karena menentukan bagaimana barang berpindah dari lokasi penjual menuju jaringan distribusi berikutnya.
Memahami first mile membantu bisnis menemukan potensi hambatan sejak awal proses pengiriman. Artikel ini membahas pengertian first mile, proses yang termasuk di dalamnya, perbedaannya dengan mid mile dan last mile, tantangan yang sering muncul, hingga cara mengoptimalkannya untuk bisnis online.

Apa itu first mile?
First mile artinya tahap awal dalam proses distribusi barang, yang mencakup pengumpulan barang dari produsen, pemasok, atau penjual sebelum diteruskan ke tahap distribusi berikutnya.
Dalam rantai pasok, first mile dapat mencakup proses pengumpulan barang, pemeriksaan, pengemasan, pelabelan, hingga pemindahan barang menuju pusat distribusi atau titik serah terima. Tahap ini menjadi awal perpindahan barang dari lokasi asal menuju jaringan logistik.
Bagi bisnis yang berjualan melalui marketplace, first mile dapat dipahami sebagai rangkaian proses sejak pesanan dipersiapkan dan dikemas hingga barang diserahkan kepada pihak ekspedisi untuk diproses lebih lanjut.
Proses yang termasuk dalam first mile
First mile terdiri dari beberapa aktivitas yang memastikan barang siap meninggalkan lokasi asal dan masuk ke jaringan distribusi.
1. Pengumpulan barang
Proses dimulai dengan mengumpulkan barang dari lokasi produksi, gudang, toko, atau tempat usaha. Barang yang dikumpulkan perlu disesuaikan dengan pesanan dan jadwal pengiriman yang telah ditentukan.
Pada bisnis online dengan volume pesanan tinggi, proses ini perlu dikelola dengan baik agar barang tidak menumpuk atau tertinggal dari jadwal pengiriman.
2. Pemeriksaan kualitas
Sebelum dikirim, kondisi barang perlu diperiksa untuk memastikan produk sesuai dengan standar dan pesanan. Pemeriksaan dapat mencakup jenis produk, jumlah, kondisi fisik, maupun kelengkapan barang. Tahap ini membantu mengurangi risiko barang bermasalah diteruskan ke proses pengiriman.
3. Pelabelan dan pengemasan
Barang kemudian dikemas menggunakan material yang sesuai dengan karakteristik produk. Label pengiriman juga perlu dipastikan sesuai dengan informasi pesanan, seperti alamat tujuan dan identitas paket.
Kesalahan pada tahap ini dapat menyebabkan paket salah tujuan atau mengalami kendala ketika masuk ke proses sortir.
4. Transportasi awal
Setelah siap dikirim, barang dipindahkan dari lokasi asal menuju pusat distribusi, hub, gudang ekspedisi, atau titik pengumpulan lainnya. Moda transportasi yang digunakan dapat disesuaikan dengan jarak, volume barang, serta kebutuhan pengiriman.
5. Dokumentasi pengiriman
Dokumen yang dibutuhkan dalam proses pengiriman perlu disiapkan dan diperiksa. Dokumen tersebut dapat berupa invoice, surat jalan, maupun dokumen pendukung lainnya sesuai kebutuhan bisnis dan jenis pengiriman. Dokumentasi yang lengkap membantu proses serah terima barang berjalan lebih lancar.
6. Serah terima kepada pihak ekspedisi
Tahap first mile biasanya berakhir ketika barang diserahkan kepada pihak yang bertanggung jawab atas proses distribusi berikutnya. Dalam bisnis online, proses ini dapat berupa penyerahan paket kepada kurir atau pengiriman paket ke drop point ekspedisi.
Setelah barang diterima, paket kemudian masuk ke tahapan distribusi berikutnya.
Perbedaan first mile, mid mile, dan last mile
First mile, mid mile, dan last mile merupakan tahapan berbeda dalam satu rangkaian proses distribusi. Perbedaannya terutama terlihat dari lokasi barang bergerak, tujuan pengiriman, dan aktivitas utama pada setiap tahap.
| Aspek | First Mile | Mid Mile | Last Mile |
|---|---|---|---|
| Definisi | Pengumpulan barang dari produsen atau penjual menuju titik distribusi awal | Perpindahan barang antar-gudang, hub, atau pusat distribusi | Pengiriman dari pusat distribusi menuju pelanggan akhir |
| Fokus utama | Pengumpulan, persiapan, dan serah terima awal | Pemindahan barang dalam jaringan distribusi | Pengantaran akhir ke alamat pelanggan |
| Pelaku yang terlibat | Penjual, produsen, gudang, dan pihak pengangkutan awal | Hub, pusat distribusi, dan operator transportasi | Kurir dan pelanggan |
| Tantangan utama | Pengumpulan barang, kesiapan paket, dan serah terima | Pengelolaan volume dan perpindahan antar-hub | Jarak, kemacetan, akses alamat, dan ketepatan waktu |
| Tujuan | Memasukkan barang ke jaringan distribusi | Memindahkan barang mendekati wilayah tujuan | Menyerahkan barang kepada pelanggan |
Ketiga tahap tersebut saling berkaitan. Kendala pada first mile dapat mempengaruhi waktu barang masuk ke jaringan distribusi dan akhirnya berdampak pada tahapan pengiriman berikutnya.
Mengapa first mile penting dalam rantai pasok bisnis online?
First mile menjadi fondasi awal bagi proses distribusi karena menentukan seberapa cepat dan akurat barang dapat masuk ke jaringan pengiriman. Tahap ini juga dapat menjadi bagian yang kompleks dan membutuhkan biaya besar, terutama dalam proses logistik perkotaan.
Penelitian European Journal of Operational Research menyebut logistik perkotaan sebagai salah satu bagian paling kompleks dan mahal dalam rantai pasok e-commerce.
Kompleksitas tersebut semakin besar pada proses first mile, yaitu saat barang pertama kali diambil untuk masuk ke jaringan transportasi.
Karena itu, pengelolaan first mile perlu diperhatikan agar proses distribusi dapat berjalan lebih efisien. Pengelolaan yang kurang baik pada tahap ini dapat menciptakan hambatan yang terbawa hingga proses pengiriman berikutnya.
1. Menentukan kecepatan proses pengiriman
Barang yang terlambat dikumpulkan atau diserahkan kepada ekspedisi akan membutuhkan waktu lebih lama untuk masuk ke tahap distribusi berikutnya. Karena itu, efisiensi first mile dapat membantu bisnis menjaga proses pengiriman tetap sesuai jadwal.
2. Mengurangi risiko kesalahan sejak awal
Kesalahan pada pesanan, label, jumlah barang, maupun alamat dapat terjadi sebelum paket meninggalkan lokasi penjual. Pemeriksaan yang baik pada tahap first mile membantu mengidentifikasi masalah sebelum paket masuk ke jaringan distribusi.
3. Membantu mengendalikan biaya logistik
Proses pengumpulan dan pengiriman awal yang tidak terencana dapat meningkatkan biaya transportasi dan penanganan barang. Pengaturan jadwal pickup, pengelompokan paket, dan pemilihan metode transportasi dapat membantu bisnis menggunakan sumber daya secara lebih efisien.
4. Mendukung kelancaran last mile
Last mile merupakan tahap ketika paket akhirnya diterima pelanggan. Jika barang sudah masuk ke jaringan distribusi tepat waktu dan dengan informasi yang benar sejak first mile, proses pada tahap berikutnya dapat berjalan lebih lancar.
5. Mempengaruhi pengalaman pelanggan
Meskipun pelanggan tidak melihat proses first mile secara langsung, dampaknya dapat terlihat dari pengalaman mereka. Keterlambatan, salah barang, atau masalah pengiriman yang bermula dari tahap awal dapat berujung pada komplain dan pengalaman belanja yang kurang baik.
Tantangan first mile yang sering dihadapi bisnis online
Pengelolaan first mile dapat menjadi lebih kompleks ketika volume pesanan meningkat. Beberapa tantangan yang umum dihadapi bisnis antara lain:
1. Volume pesanan yang tidak menentu
Jumlah pesanan dapat berubah secara signifikan ketika bisnis mengadakan promo, mengikuti campaign marketplace, atau memasuki periode belanja tertentu. Lonjakan pesanan dapat membuat proses pengumpulan, pengecekan, dan pengemasan menjadi lebih padat.
Tanpa perencanaan kapasitas yang baik, kondisi tersebut dapat menyebabkan keterlambatan serah terima paket kepada ekspedisi.
2. Kesalahan data pesanan
Bisnis yang berjualan di beberapa marketplace dapat menerima pesanan dengan format dan sistem yang berbeda. Jika data harus dipindahkan secara manual, risiko kesalahan seperti alamat, SKU, varian, atau jumlah barang dapat meningkat.
3. Keterbatasan lokasi pengambilan
Lokasi gudang atau tempat usaha yang jauh dari titik pickup maupun jaringan distribusi dapat meningkatkan waktu dan biaya pengiriman awal.
Bisnis perlu mempertimbangkan jadwal pickup dan pilihan ekspedisi yang tersedia agar paket dapat masuk ke jaringan distribusi tanpa penundaan yang tidak perlu.
4. Koordinasi dengan banyak pihak
First mile dapat melibatkan tim gudang, bagian packing, kurir, ekspedisi, dan pihak lain yang menangani pengiriman. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin penting koordinasi dan pembagian tanggung jawab yang jelas.
Tips mengoptimalkan proses first mile bisnis Anda
Efisiensi first mile dapat ditingkatkan dengan memperbaiki proses pengelolaan pesanan, packing, hingga serah terima kepada ekspedisi.
1. Kelola data pesanan melalui satu sistem
Mengelola pesanan dari berbagai marketplace melalui sistem terpusat dapat membantu mengurangi input manual. Data pesanan yang lebih terorganisasi juga memudahkan tim gudang menyiapkan barang sesuai pesanan.
2. Standarkan proses pengemasan
Buat standar pengemasan yang jelas berdasarkan jenis produk, ukuran, dan kebutuhan perlindungannya. Dengan standar yang konsisten, tim dapat bekerja dengan prosedur yang sama sekaligus mengurangi kesalahan selama proses packing.
3. Jadwalkan penjemputan barang secara rutin
Atur jadwal pickup dengan pihak ekspedisi berdasarkan volume dan pola pesanan bisnis. Jadwal yang teratur dapat membantu mencegah paket menumpuk terlalu lama di gudang sebelum diserahkan.
4. Kelompokkan paket berdasarkan tujuan atau ekspedisi
Paket dapat dipisahkan berdasarkan ekspedisi, wilayah tujuan, atau jadwal pickup. Pengelompokan ini membantu tim menemukan dan menyerahkan paket dengan lebih cepat.
5. Pantau waktu proses first mile
Catat waktu sejak pesanan masuk, barang diproses, paket selesai dikemas, hingga diserahkan kepada ekspedisi. Data tersebut dapat digunakan untuk menemukan tahapan yang paling sering menyebabkan keterlambatan.
6. Evaluasi performa ekspedisi
Bandingkan performa ekspedisi berdasarkan ketepatan waktu pickup, jumlah paket yang berhasil diambil, serta kendala yang terjadi selama proses serah terima. Hasil evaluasi dapat membantu bisnis menentukan pola pengiriman yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional.
Optimalkan proses first mile bisnis dengan Mekari Desty
Proses first mile yang efisien bergantung pada akurasi data pesanan sejak awal. Bisnis yang berjualan di berbagai marketplace sekaligus berisiko menghadapi kesalahan data ketika pesanan masih dikelola secara manual dari setiap platform.
Mekari Desty adalah aplikasi omnichannel marketplace yang membantu mengelola pesanan dari berbagai marketplace dalam satu sistem terpusat melalui Sistem Manajemen Order (OMS), sehingga seluruh tahapan first mile dapat berjalan berdasarkan data pesanan yang akurat dan tersinkronisasi secara otomatis. Berikut fitur yang mendukung pengelolaan proses first mile:
- Detail pesanan dan penjualan real-time: Informasi pesanan dari berbagai marketplace tercatat lengkap dan real-time dalam satu dasbor, sehingga tim dapat langsung memproses pengumpulan dan pengemasan barang berdasarkan data yang akurat.
- Pengaturan pengiriman terintegrasi: Konfigurasi pengiriman yang terintegrasi membantu mempercepat proses fulfillment, dari persiapan paket hingga serah terima ke ekspedisi.
- Picking & packing terstandar: Alur picking dan packing yang terstandarisasi mengurangi kesalahan selama persiapan paket, memastikan barang yang dikemas sesuai dengan pesanan.
- Pencocokan pesanan dan scan paket: Verifikasi outbound melalui pencocokan pesanan dan scan paket memastikan setiap paket sudah benar sebelum diserahkan ke pihak ekspedisi.
- Cetak label pengiriman massal: Label pengiriman dapat dicetak sekaligus untuk banyak pesanan secara efisien, mempercepat tahap pelabelan dalam proses first mile.
- Kustomisasi shipping label dan picking list: Label pengiriman dan picking list dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional gudang, mendukung alur kerja first mile yang lebih terstruktur.
Berbeda dengan model berlangganan bulanan yang biayanya tetap meski volume pesanan sedang sepi, Mekari Desty menerapkan sistem top-up atau bayar sesuai pemakaian per pesanan selesai, sehingga biaya tetap terjangkau dan menyesuaikan aktivitas bisnis yang sebenarnya.
Mulai kelola proses first mile lebih rapi dan efisien bersama Mekari Desty.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.