7 mins read

Digital Marketing Funnel: Pengertian, Tahapan, Manfaat

Diterbitkan
Diperbarui
Mekari Desty Highlights

  • Digital marketing funnel adalah kerangka yang menggambarkan perjalanan konsumen mulai dari mengenal brand hingga menjadi pelanggan setia, melalui tahapan awareness, consideration, conversion, dan loyalty.
  • Perjalanan ini semakin kompleks karena 84% konsumen memulai pencarian produk secara online dari channel yang bukan situs resmi brand tersebut, sehingga bisnis perlu hadir di berbagai titik interaksi, bukan hanya satu platform.
  • Mekari Desty membantu bisnis menjaga konsistensi stok, harga, dan pengalaman belanja di setiap channel penjualan, sehingga calon pelanggan yang sudah sampai di tahap akhir funnel benar-benar bisa menyelesaikan transaksinya tanpa hambatan.

Banyak bisnis fokus habis-habisan mendatangkan traffic dan calon pelanggan baru, namun bingung ketika traffic yang ramai tidak berbanding lurus dengan penjualan. Padahal, mendatangkan calon pelanggan hanyalah satu bagian dari perjalanan panjang sebelum mereka benar-benar membeli, apalagi menjadi pelanggan setia.

Digital marketing funnel hadir sebagai kerangka untuk memahami perjalanan tersebut secara lebih terstruktur. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian, tahapan, cara mengukur, jenis, manfaat, hingga tips melibatkan pembeli di setiap tahapan funnel.

Apa itu digital marketing funneling?

digital marketing funnel

Digital marketing funnel adalah kerangka yang menarik dan memelihara calon pelanggan melalui konten, SEO, dan media sosial, guna membangun kesadaran dan keterlibatan terhadap sebuah brand.

Secara sederhana, funnel ini menggambarkan siklus pembelian yang dilalui konsumen, mulai dari kesadaran (awareness) hingga menjadi pelanggan setia (loyalty). Konsep marketing funnel sendiri sudah ada sejak lebih dari 100 tahun lalu, dengan tujuan mengelompokkan pencapaian penting sepanjang perjalanan belanja konsumen.

Digital marketing funnel sering disandingkan dengan sales funnel, padahal keduanya memiliki fokus yang berbeda. Digital marketing funnel berfokus menarik dan memelihara calon pelanggan lewat konten, SEO, dan media sosial untuk membangun kesadaran dan keterlibatan. Sales funnel, di sisi lain, berfokus mengonversi calon pelanggan menjadi pembeli melalui metode yang lebih langsung, seperti telepon, demo produk, dan penawaran khusus.

Meski berbeda fokus, keduanya saling melengkapi. Marketing funnel membangun kesadaran dan menghasilkan leads berkualitas, sementara sales funnel mengambil alih untuk mengubah leads tersebut menjadi transaksi nyata.

Tahapan dalam digital marketing funnel

Meski tidak ada versi funnel yang berlaku universal, salah satu kerangka yang paling umum digunakan terdiri dari empat tahapan berikut: awareness, consideration, conversion, dan loyalty.

Awareness

Tahap ini berfokus membangun kesadaran terhadap brand, mencakup pengenalan nama, pesan, gaya komunikasi, hingga nilai dan budaya brand tersebut. Bisnis perlu hadir di berbagai titik yang dijangkau konsumen, mulai dari televisi, iklan digital, media sosial, hingga content marketing.

Tujuan akhir dari tahap ini adalah memastikan brand Anda tetap diingat konsumen, sehingga saat mereka siap membeli, brand Anda menjadi salah satu yang pertama kali terlintas di pikiran.

Consideration

Pada tahap ini, tujuannya adalah meningkatkan kemungkinan konsumen mempertimbangkan brand dan produk Anda saat berbelanja. Pesan pemasaran perlu menjawab masalah, menyoroti ketertarikan, atau menjawab pertanyaan konsumen.

Contoh strategi yang umum digunakan pada tahap ini antara lain ulasan pelanggan positif, testimoni, studi kasus, dan webinar, yang membantu konsumen memahami bagaimana produk Anda memenuhi kebutuhan mereka.

Conversion

Tahap ini juga dikenal sebagai tahap “keputusan” atau “pembelian”, di mana konsumen didorong untuk membeli karena mereka percaya brand yang dipilih adalah solusi tepat untuk kebutuhan mereka. Halaman produk yang informatif dan pengalaman layanan pelanggan yang baik menjadi kunci penting di tahap ini.

Tahap konversi relatif mudah diukur karena dapat dilacak klik iklan mana yang berujung langsung pada pembelian, meski interaksi pada dua tahap sebelumnya turut mempengaruhi keputusan akhir konsumen.

Loyalty

Brand dapat membangun loyalitas dengan memberikan pengalaman pembelian yang mulus dan produk berkualitas. Interaksi positif selama dan setelah pembelian membantu menentukan apakah pelanggan akan kembali membeli di masa depan.

Tanpa strategi menjaga loyalitas, banyak pelanggan hanya melakukan satu kali pembelian lalu berpindah. Strategi seperti kampanye email, aktivasi media sosial, dan program loyalitas menjadi kunci membangun hubungan jangka panjang pada tahap ini.

Pengukur tahapan dalam marketing funnel

Selain memahami tahapannya, penting juga mengetahui cara mengukur efektivitas funnel di setiap fase menggunakan kerangka TOFU, MOFU, dan BOFU berikut.

  • TOFU (Top of Funnel): Mengukur seberapa luas kesadaran yang berhasil dibangun terhadap brand, melalui metrik seperti unique reach, completion rate, dan click-through rate (CTR).
  • MOFU (Middle of Funnel): Mengukur seberapa besar kemungkinan konsumen untuk melakukan pembelian, melalui metrik seperti detail page views, persentase pelanggan baru (new-to-brand), dan branded search index.
  • BOFU (Bottom of Funnel): Mengukur hasil akhir dari pembelian, melalui metrik seperti return on advertising spend (ROAS), advertising cost of sales (ACOS), customer acquisition cost (CAC), conversion rate, hingga jumlah pesanan atau unit terjual.

Dengan membandingkan metrik TOFU, MOFU, dan BOFU secara berkala, bisnis dapat mengoptimalkan alokasi anggaran pemasaran di setiap tahapan funnel secara lebih tepat sasaran.

Jenis-jenis digital marketing funnel

digital marketing funnel

Tidak ada satu pendekatan funnel yang berlaku untuk semua bisnis. Berikut tiga jenis digital marketing funnel yang umum diterapkan.

1. Hourglass marketing funnel: 

Funnel jenis ini memperluas cakupan funnel konvensional dengan turut menyertakan strategi keterlibatan dan retensi pascapembelian, memastikan hubungan dengan pelanggan terus berlanjut setelah transaksi selesai untuk meningkatkan loyalitas brand.

2. Looping marketing funnel

Funnel ini mengakui bahwa pelanggan tidak selalu bergerak melalui jalur yang linear. Mereka bisa saja kembali ke tahap sebelumnya sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli, sehingga funnel ini berfokus pada keterlibatan dan pemeliharaan prospek secara berkelanjutan.

3.  Micro-moments marketing funnel

Funnel ini memanfaatkan momen ketika calon pelanggan secara spontan membuka perangkat mereka untuk mencari informasi, memutuskan pembelian, atau mengambil tindakan segera, sehingga funnel ini mengandalkan keterlibatan secara real-time untuk menangkap minat pelanggan pada momen yang tepat.

Manfaat implementasi digital marketing funnel

Digital marketing funnel yang terstruktur memberikan peta yang jelas bagi bisnis untuk mengonversi calon pelanggan menjadi pelanggan secara lebih efisien.

Data Insight

84% konsumen memulai pencarian produk secara online dari channel yang bukan situs resmi brand tersebut – Amazon Ads

Data ini menunjukkan pentingnya kehadiran brand di berbagai titik interaksi sepanjang funnel, bukan hanya di website sendiri.

Data Insight

Selain itu, biaya untuk mendapatkan pelanggan baru 5 kali lebih mahal dibanding mempertahankan pelanggan lama – Amazon Ads.

Sehingga strategi funnel yang memperhatikan tahap loyalitas menjadi investasi yang jauh lebih efisien dibanding hanya berfokus mengejar pelanggan baru.

Riset internal Amazon Ads pada 2020 juga menemukan bahwa bisnis yang menerapkan strategi full-funnel memperoleh hasil hingga 3 kali lebih besar dalam brand awareness, 2 kali lipat pada tahap consideration, dan 2 kali lipat pada jumlah pembelian dibanding yang tidak. Berikut manfaat lain dari implementasi digital marketing funnel.

  • Segmentasi audiens yang lebih baik: Mengelompokkan calon pelanggan berdasarkan posisinya di funnel memungkinkan bisnis menyusun konten yang lebih personal dan relevan di setiap tahap.
  • ROI yang lebih tinggi: Perjalanan pelanggan yang terstruktur membantu bisnis mengoptimalkan upaya pemasaran, sehingga menghasilkan pengembalian investasi yang lebih baik.
  • Peningkatan konversi dan pendapatan: Pesan yang ditargetkan di setiap tahap funnel menghasilkan tingkat konversi leads menjadi pelanggan yang lebih baik.
  • Retensi dan kepuasan pelanggan yang lebih kuat: Strategi keterlibatan yang personal membantu bisnis membangun hubungan jangka panjang dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
  • Peluang upsell dan cross-sell: Funnel yang terstruktur membantu bisnis mengenali peluang menawarkan produk komplementer atau upgrade premium kepada pelanggan yang sudah ada.

Tips melibatkan pembeli di semua tahapan marketing funnel

Memahami cara terhubung dengan pelanggan di setiap tahapan funnel memastikan pengalaman belanja yang lebih personal dan meningkatkan peluang konversi. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan.

  • Sediakan dukungan 24/7: Menyediakan layanan pelanggan sepanjang waktu melalui chatbot maupun agen langsung memastikan pelanggan mendapat bantuan segera, sehingga meningkatkan tingkat kepuasan mereka.
  • Jangan hanya berfokus pada angka: Meski data analitik penting, terlalu berfokus pada angka semata bisa menyesatkan. Bisnis perlu memprioritaskan keterlibatan dan masukan langsung dari pelanggan untuk menyempurnakan strategi.
  • Manfaatkan AI dan machine learning: Wawasan berbasis AI membantu bisnis memprediksi perilaku pelanggan, mengotomatiskan respons, dan mempersonalisasi pengalaman di berbagai titik interaksi.
  • Targetkan pelanggan ideal: Marketing funnel bekerja paling optimal ketika bisnis mengidentifikasi dan fokus pada profil pelanggan ideal mereka, memastikan upaya pemasaran menjangkau audiens yang tepat.
  • Maksimalkan nilai brand: Storytelling brand, pesan yang konsisten, dan pemasaran berbasis nilai membantu bisnis membangun otoritas dan kepercayaan di industrinya.

Optimalkan digital marketing funnel bisnis Anda dengan Mekari Desty

Membangun digital marketing funnel yang baik memang membantu mendatangkan lebih banyak calon pelanggan, namun perjalanan mereka tidak berhenti begitu saja di tahap kesadaran atau pertimbangan. Pada akhirnya, calon pelanggan perlu benar-benar bisa membeli produk Anda dengan mudah di tahap konversi, dan merasa puas agar kembali lagi di tahap loyalitas.

Tantangannya, upaya digital marketing sering kali mengarahkan calon pelanggan ke berbagai channel penjualan sekaligus, mulai dari marketplace, media sosial, hingga toko online. Jika stok, harga, atau pengalaman belanja tidak konsisten di setiap channel tersebut, calon pelanggan yang sudah sampai di ujung funnel justru bisa batal membeli.

Di sinilah Mekari Desty hadir untuk membantu Anda menjaga konsistensi operasional di seluruh channel penjualan yang menjadi tujuan akhir dari strategi digital marketing funnel Anda. 

Dengan fitur manajemen inventory yang terintegrasi, stok dan data produk selalu akurat di setiap marketplace maupun toko online, sehingga calon pelanggan yang berhasil dijangkau lewat funnel Anda benar-benar dapat menyelesaikan transaksinya tanpa hambatan.

Saatnya pastikan setiap calon pelanggan yang berhasil dijangkau lewat digital marketing funnel Anda benar-benar berujung pada transaksi bersama Mekari Desty.

Referensi

Amazon Ads. “What is a Marketing Funnel? How They Work, Stages & Examples”

Elle Education. “What is a Digital Marketing Funnel and Why is it Essential in Your Business Strategy?”

Marketechy. “Building a Successful Digital Marketing Funnel in 7 Steps”

LeadsBridge. “Digital Marketing Agency Funnel”

Copy.ai. “Digital Marketing Funnel”

FAQ

1. Apa itu digital marketing funneling?

1. Apa itu digital marketing funneling?

Digital marketing funnel adalah kerangka yang menarik dan memelihara calon pelanggan melalui konten, SEO, dan media sosial untuk membangun kesadaran dan keterlibatan, hingga akhirnya menjadi pelanggan setia.

2. Apa saja tahapan dalam digital marketing funnel?

2. Apa saja tahapan dalam digital marketing funnel?

Tahapan dalam digital marketing funnel meliputi awareness (kesadaran), consideration (pertimbangan), conversion (konversi), dan loyalty (loyalitas).

3. Bagaimana cara mengukur efektivitas setiap tahapan marketing funnel?

3. Bagaimana cara mengukur efektivitas setiap tahapan marketing funnel?

Efektivitas funnel dapat diukur menggunakan kerangka TOFU (unique reach, completion rate, CTR), MOFU (detail page views, new-to-brand percentage, branded search index), dan BOFU (ROAS, ACOS, CAC, conversion rate).

4. Bagaimana Mekari Desty membantu strategi digital marketing funnel?

4. Bagaimana Mekari Desty membantu strategi digital marketing funnel?

Mekari Desty membantu menjaga konsistensi stok, harga, dan pengalaman belanja di setiap channel penjualan, sehingga calon pelanggan yang berhasil dijangkau lewat digital marketing funnel benar-benar dapat menyelesaikan transaksinya.