9 mins read

Delivery Note: Fungsi, Isi, Contoh, dan Cara Membuatnya

Diterbitkan
Diperbarui
delivery note
Mekari Desty Highlights
  • Delivery note adalah dokumen yang menyertai barang saat dikirim dan berfungsi sebagai bukti bahwa barang dengan jenis dan jumlah tertentu telah diserahkan serta diterima oleh pihak penerima.
  • Delivery note berbeda dengan delivery order, purchase order, dan invoice karena fokusnya adalah mencatat serah terima barang, bukan memberi instruksi pengiriman, memesan, ataupun menagih pembayaran.
  • Mekari Desty sebagai platform omnichannel marketplace membantu bisnis mencatat detail pesanan, mencocokkan barang yang dikirim, dan mencetak dokumen pengiriman secara massal, sehingga proses pengiriman lebih terstruktur dan mudah ditelusuri.

Dalam setiap pengiriman barang, selalu ada risiko perbedaan antara barang yang dikirim dan barang yang diterima. Jumlahnya kurang, variannya berbeda, atau barang tiba dalam kondisi rusak. Tanpa dokumen yang jelas, masalah seperti ini sulit diselesaikan karena tidak ada catatan yang bisa dijadikan acuan bersama.

Di sinilah delivery note berperan. Dokumen ini mencatat barang apa saja yang dikirim dan menjadi bukti bahwa barang tersebut telah diterima. Artikel ini membahas pengertian delivery note, fungsi, isi, contoh formatnya, perbedaannya dengan dokumen lain, cara membuat dan menggunakannya, hingga kesalahan yang perlu dihindari.

center banner mekari desty

Apa itu delivery note?

Delivery note adalah dokumen yang menyertai barang saat dikirim dari penjual atau gudang kepada penerima. Dokumen ini berisi rincian barang yang dikirim, seperti nama barang, jumlah, dan kondisi, lalu ditandatangani oleh penerima sebagai bukti bahwa barang telah diterima.

Delivery note biasanya dibuat dalam beberapa rangkap. Satu salinan disimpan oleh penerima, sementara salinan yang sudah ditandatangani dikembalikan kepada pengirim sebagai arsip dan bukti serah terima.

Di Indonesia, delivery note sering disebut nota pengiriman atau bukti penerimaan barang. Dalam praktiknya, istilah ini juga kerap digunakan bergantian dengan surat jalan karena keduanya sama-sama memuat informasi pengiriman barang.

Delivery note berfokus pada rincian barang yang dikirim dan diterima, bukan nilai transaksi atau tagihan pembayaran.

Apa fungsi delivery note dalam bisnis?

Delivery note memiliki beberapa fungsi penting dalam proses pengiriman barang, yaitu:  

1. Bukti serah terima barang

Fungsi utama delivery note adalah membuktikan bahwa barang telah diserahkan kepada penerima. Tanda tangan penerima menunjukkan bahwa barang sudah diterima sesuai dengan jumlah dan kondisi yang tercantum. 

2. Alat verifikasi barang yang diterima

Penerima dapat mencocokkan barang yang datang dengan rincian di delivery note. Jika ada perbedaan, seperti jumlah kurang atau barang rusak, penerima dapat langsung mencatatnya di dokumen sebelum menandatanganinya.

3. Dasar penyelesaian klaim dan sengketa

Ketika terjadi perbedaan pendapat tentang barang yang dikirim, delivery note yang sudah ditandatangani menjadi acuan untuk menelusuri masalah. Dokumen ini membantu menentukan apakah kesalahan terjadi saat pengemasan, pengiriman, atau penerimaan.

4. Pendukung pencatatan stok

Delivery note membantu bagian gudang mencatat barang keluar secara akurat. Di sisi penerima, dokumen ini menjadi dasar pencatatan barang masuk ke dalam stok.

5. Pendukung proses penagihan

Meskipun tidak berisi harga, delivery note yang sudah ditandatangani sering digunakan sebagai dokumen pendukung sebelum invoice diterbitkan. Dengan begitu, penjual hanya menagih barang yang benar-benar telah diterima.

6. Arsip dan audit

Delivery note menjadi bagian dari dokumentasi transaksi yang dapat ditelusuri kembali saat audit internal maupun eksternal.

Apa saja isi delivery note?

Agar dapat berfungsi sebagai bukti yang sah, delivery note sebaiknya memuat informasi berikut:

1. Identitas dokumen

Cantumkan judul dokumen, nomor delivery note yang unik, dan tanggal pengiriman. Nomor dokumen memudahkan penelusuran jika suatu saat diperlukan.

2. Data pengirim

Tuliskan nama perusahaan atau toko, alamat, nomor telepon, dan logo jika ada.

3. Data penerima

Tuliskan nama penerima, nama perusahaan (jika ada), alamat pengiriman lengkap, dan nomor kontak yang dapat dihubungi.

4. Nomor referensi

Cantumkan nomor dokumen terkait, seperti nomor purchase order (PO), nomor pesanan, atau nomor invoice. Nomor referensi ini menghubungkan delivery note dengan transaksi yang mendasarinya.

5. Rincian barang

Tuliskan kode barang atau SKU, nama dan deskripsi barang, jumlah, satuan, serta keterangan tambahan seperti nomor batch atau nomor seri jika diperlukan. Pastikan kode barang digunakan secara konsisten agar setiap produk dan variannya mudah dikenali.

6. Informasi pengiriman

Cantumkan nama ekspedisi atau pengemudi, nomor kendaraan, jumlah koli atau paket, dan berat total jika diperlukan.

7. Kolom kondisi dan catatan

Sediakan kolom untuk mencatat kondisi barang saat diterima serta catatan jika ada barang yang kurang, rusak, atau tidak sesuai.

8. Kolom tanda tangan

Sediakan kolom tanda tangan, nama jelas, dan tanggal penerimaan untuk pengirim, pengemudi atau kurir, dan penerima.

Contoh delivery note dan formatnya

Berikut contoh delivery note untuk pengiriman barang dari distributor ke toko ritel.

Penjelasan format

  • Nomor delivery note sebaiknya mengikuti pola yang konsisten, misalnya DN/tahun/bulan/nomor urut, agar mudah dicari.
  • Nomor referensi PO menghubungkan pengiriman dengan pesanan pembeli, sehingga penerima dapat langsung mencocokkannya.
  • Kode barang dicantumkan per varian (warna dan ukuran) agar tidak terjadi salah hitung antarvarian.
  • Kolom catatan penerimaan digunakan penerima untuk mencatat barang kurang, rusak, atau berbeda sebelum menandatangani dokumen.

Delivery note dapat dibuat dalam bentuk cetak maupun digital. Untuk bisnis yang mengirim banyak pesanan setiap hari, delivery note digital atau yang dicetak langsung dari sistem membantu mengurangi kesalahan penulisan manual.

Apa perbedaan delivery note, delivery order, surat jalan, po, dan invoice?

Kelima dokumen ini sering digunakan dalam satu rangkaian transaksi, sehingga mudah tertukar. Berikut perbandingannya:

DokumenFungsi utamaDiterbitkan olehWaktu penerbitanMencantumkan harga?
Purchase order (PO)Memesan barang secara resmiPembeliSebelum barang disiapkanYa
Delivery order (DO)Instruksi atau otorisasi untuk mengeluarkan dan mengirim barangPenjual (atau pemilik barang) kepada gudang atau pihak pengirimSebelum barang dikeluarkanUmumnya tidak
Surat jalanDokumen yang menyertai barang selama perjalanan dan dibawa oleh pengemudiPenjual atau pengirimSaat barang dikirimUmumnya tidak
Delivery noteMencatat rincian barang yang dikirim dan menjadi bukti serah terimaPenjual atau pengirimSaat barang dikirim, ditandatangani saat diterimaTidak
InvoiceMenagih pembayaran atas barang yang dikirimPenjualSetelah atau bersamaan dengan pengirimanYa

Dalam transaksi B2B, kelima dokumen tersebut digunakan sesuai tahapan transaksi. Prosesnya dimulai ketika pembeli menerbitkan purchase order (PO) sebagai pesanan resmi. Setelah itu, penjual menerbitkan delivery order (DO) sebagai instruksi kepada gudang untuk menyiapkan dan mengeluarkan barang.

Saat barang dikirim, surat jalan dan delivery note menyertai pengiriman untuk membantu proses pemeriksaan. Penerima kemudian mencocokkan barang dengan rincian pada delivery note dan menandatanganinya sebagai bukti serah terima. Setelah pengiriman dilakukan, penjual menerbitkan invoice untuk menagih pembayaran berdasarkan transaksi tersebut.

Di Indonesia, surat jalan dan delivery note sering digabungkan dalam satu dokumen yang memuat rincian barang dan kolom tanda tangan penerima. Namun, istilah DO dapat memiliki arti berbeda di industri tertentu. Di pelabuhan, misalnya, DO merupakan dokumen dari perusahaan pelayaran untuk mengambil kontainer.

Bagaimana cara membuat dan menggunakan delivery note?

Berikut langkah membuat dan menggunakan delivery note dalam proses pengiriman:

1. Siapkan template yang konsisten

Buat template delivery note dengan format yang sama untuk semua pengiriman, mencakup seluruh informasi yang dibahas sebelumnya. Template bisa dibuat menggunakan spreadsheet, aplikasi pengolah dokumen, atau dicetak langsung dari sistem pengelolaan pesanan.

2. Isi data berdasarkan pesanan

Isi delivery note berdasarkan PO atau data pesanan. Pastikan kode barang, nama barang, dan jumlah sesuai dengan pesanan agar tidak terjadi selisih sejak awal.

3. Cocokkan barang sebelum dikirim

Sebelum barang dimuat, petugas gudang atau checker gudang mencocokkan barang fisik dengan delivery note. Penggunaan barcode membantu proses pengecekan menjadi lebih cepat dan akurat.

4. Cetak dalam beberapa rangkap

Cetak delivery note minimal dua rangkap, satu untuk penerima dan satu untuk dikembalikan kepada pengirim setelah ditandatangani. Beberapa perusahaan juga menyimpan rangkap ketiga untuk bagian gudang atau keuangan.

5. Minta penerima memeriksa dan menandatangani

Saat barang tiba, minta penerima memeriksa jumlah dan kondisi barang. Jika ada selisih, catat di kolom catatan sebelum dokumen ditandatangani.

6. Tangani selisih dengan jelas

Jika barang dikirim sebagian, kurang, atau rusak, catat rinciannya di delivery note. Untuk pengiriman sebagian, terbitkan delivery note baru untuk sisa barang dengan nomor referensi PO yang sama. Barang yang rusak atau tidak sesuai dapat diproses melalui prosedur retur.

7. Arsipkan dan perbarui data

Simpan salinan delivery note yang sudah ditandatangani, lalu perbarui data stok dan status pesanan. Dokumen ini juga menjadi dasar bagi bagian keuangan untuk menerbitkan invoice.

Kesalahan dalam mengelola delivery note bukan hanya berisiko menimbulkan ketidaksesuaian data, tetapi juga dapat menambah beban administrasi pengiriman.

Laporan Microlise Industry Report 2025 terhadap 250 profesional industri logistik mencatat bahwa hanya 16% responden yang memiliki sistem proof of delivery (POD) yang sepenuhnya otomatis. Sementara itu, 37% responden menghabiskan sekitar dua jam per hari untuk memproses bukti pengiriman secara manual.

Data tersebut menunjukkan bahwa otomatisasi bukti pengiriman masih belum diterapkan secara menyeluruh. Bagi bisnis dengan volume pesanan tinggi, kondisi ini menjadi pengingat bahwa pencatatan dokumen yang rapi dan proses administrasi yang efisien diperlukan agar tim dapat mengurangi waktu untuk pekerjaan administratif dan berfokus pada aktivitas operasional lainnya.

Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Mengelola Delivery Note

Kesalahan dalam dokumen pengiriman dapat menghambat proses distribusi, memicu keterlambatan, dan menyulitkan koordinasi antara pihak yang terlibat.

Survei Deep Current terhadap 162 perusahaan logistik internasional yang diliput Trans.info menemukan bahwa 57% perusahaan mengalami keterlambatan pengiriman dalam setahun terakhir akibat kesalahan dokumen. Sementara itu, 61% di antaranya masih mengandalkan email dan spreadsheet untuk berkomunikasi dengan mitra.

Meskipun survei tersebut berfokus pada pengiriman internasional, temuan ini menunjukkan bahwa dokumen yang tidak akurat dapat langsung menghambat pengiriman. Berikut kesalahan yang perlu dihindari.

1. Rincian barang tidak sesuai pesanan

Jumlah, varian, atau kode barang yang tidak sesuai dengan pesanan membuat penerima kesulitan memverifikasi barang. Selalu cocokkan delivery note dengan PO atau data pesanan sebelum dicetak.

2. Tidak mencantumkan nomor referensi

Delivery note tanpa nomor PO atau nomor pesanan sulit dihubungkan dengan transaksi terkait, terutama ketika ada banyak pengiriman ke penerima yang sama.

3. Penerima menandatangani tanpa memeriksa barang

Tanda tangan tanpa pemeriksaan membuat delivery note tidak lagi mencerminkan kondisi barang yang sebenarnya. Akibatnya, klaim barang kurang atau rusak yang muncul belakangan sulit dibuktikan.

4. Tidak mencatat selisih atau kerusakan

Jika ada barang yang kurang atau rusak tetapi tidak dicatat di delivery note, pengirim tidak memiliki informasi untuk menindaklanjutinya. Selisih ini juga dapat membuat data stok tidak akurat.

5. Nomor dokumen tidak berurutan atau ganda

Nomor delivery note yang tidak konsisten menyulitkan penelusuran dan berisiko membuat satu pengiriman tercatat dua kali.

6. Arsip tidak tersimpan dengan rapi

Delivery note yang hilang atau tidak diarsipkan membuat bisnis kehilangan bukti serah terima saat terjadi sengketa atau audit.

7. Pencatatan manual untuk volume pengiriman tinggi

Menulis delivery note secara manual untuk puluhan hingga ratusan pengiriman setiap hari rawan salah ketik dan membutuhkan banyak waktu. Gunakan sistem yang dapat membuat dokumen pengiriman langsung dari data pesanan.

Kelola Pesanan dan Proses Pengiriman Lebih Terstruktur dengan Mekari Desty

Delivery note membantu memastikan barang yang dikirim sesuai dengan barang yang diterima. Namun, bagi bisnis online yang memproses ratusan hingga ribuan pesanan dari berbagai marketplace setiap hari, membuat dan mencocokkan dokumen pengiriman secara manual sangat menyita waktu dan rawan kesalahan.

Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace yang membantu bisnis mengelola pesanan dan proses pengiriman dari berbagai channel penjualan dalam satu sistem terpusat. Berikut fitur yang mendukung proses pengiriman yang lebih terstruktur:

  • Detail pesanan tercatat lengkap: Setiap pesanan dari Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, dan channel lain tercatat lengkap dan real-time dalam satu dasbor melalui fitur sistem manajemen order.
  • Picking dan packing terstandar: Proses pengambilan dan pengemasan barang mengikuti alur yang sama untuk mengurangi kesalahan di gudang.
  • Pencocokan pesanan dan scan outbound: Pastikan setiap paket sesuai dengan pesanan sebelum diserahkan ke kurir, sehingga risiko salah kirim dapat ditekan.
  • Cetak label pengiriman massal dan kustom: Cetak label pengiriman hingga ribuan pesanan dalam satu batch, serta sesuaikan shipping label dan picking list dengan kebutuhan gudang.
  • Purchase order dan penerimaan barang: Catat pembelian ke supplier dan penerimaan barang masuk secara terstruktur melalui fitur sistem manajemen gudang.
  • Integrasi dengan Mekari Jurnal: Hubungkan data penjualan dengan pembukuan secara real-time untuk mendukung proses penagihan dan pelaporan keuangan.

Seluruh fitur ini dapat digunakan tanpa biaya langganan bulanan. Melalui sistem “pay as you grow”, bisnis cukup top up saldo dan biaya hanya dipotong untuk setiap pesanan yang selesai, sehingga biaya operasional tetap terjangkau dan mengikuti volume pengiriman.

Saatnya kelola pesanan dan proses pengiriman dari semua channel lebih terstruktur bersama Mekari Desty!

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

Trans.info. “Delays, Fines, Lost Revenue: Why Logistics Firms Are Suddenly Racing to Automate Paperwork”
 
Microlise. “Microlise Industry Report 2025: Standing at the Crossroads”

FAQ

1. Apa itu delivery note?

1. Apa itu delivery note?

Delivery note adalah dokumen yang menyertai barang saat dikirim dan berisi rincian barang, lalu ditandatangani penerima sebagai bukti bahwa barang telah diterima.

2. Apa fungsi delivery note?

2. Apa fungsi delivery note?

Delivery note berfungsi sebagai bukti serah terima barang, alat verifikasi barang yang diterima, dasar penyelesaian klaim, pendukung pencatatan stok dan penagihan, serta arsip untuk audit.

3. Apa saja isi delivery note?

3. Apa saja isi delivery note?

Delivery note memuat nomor dan tanggal dokumen, data pengirim dan penerima, nomor referensi pesanan, rincian barang, informasi pengiriman, kolom catatan kondisi barang, dan kolom tanda tangan.

4. Apa perbedaan delivery note dan delivery order?

4. Apa perbedaan delivery note dan delivery order?

Delivery order adalah instruksi untuk mengeluarkan dan mengirim barang yang diterbitkan sebelum barang dikirim. Delivery note menyertai barang saat dikirim dan menjadi bukti bahwa barang telah diterima.

5. Apakah delivery note sama dengan surat jalan?

5. Apakah delivery note sama dengan surat jalan?

Keduanya mirip dan sering digunakan secara bergantian. Surat jalan berfokus pada dokumen yang dibawa selama perjalanan barang, sedangkan delivery note berfokus pada rincian barang dan bukti serah terima kepada penerima.

6. Bagaimana Mekari Desty membantu mengelola proses pengiriman?

6. Bagaimana Mekari Desty membantu mengelola proses pengiriman?

Mekari Desty membantu bisnis mencatat detail pesanan dari berbagai marketplace, mencocokkan barang melalui scan outbound, dan mencetak label pengiriman secara massal dalam satu dasbor. Pelajari bagaimana Mekari Desty membuat proses pengiriman Anda lebih terstruktur.

Mekari Desty

Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace yang membantu operasional bisnis dalam mengelola multi-channel platform dengan biaya terjangkau melalui sistem “pay as you grow”, bayar sesuai per pesanan selesai

Pelajari lebih lanjut

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari,
Mekari Desty juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti :

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • Customer
  • People
  • Services
  • Operasional & digitalisasi