6 mins read

15 Contoh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia

Diterbitkan
Diperbarui
contoh usaha menengah
Mekari Desty Highlights
  • Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diklasifikasikan berdasarkan besaran modal dan omzet tahunan, dengan usaha menengah mencakup skala yang jauh lebih besar dari yang sering dibayangkan.
  • UMKM menjadi salah satu pilar penting perekonomian Indonesia, karena mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara merata di berbagai skala usaha.
  • Mekari Desty membantu pelaku usaha, dari skala kecil hingga menengah, mengelola operasional bisnis secara menyeluruh, mulai dari chat pelanggan, toko online, pergudangan, hingga transaksi offline dan online dalam satu ekosistem yang terintegrasi. 

Istilah usaha menengah masih sering disamakan dengan usaha kecil, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, terutama dari sisi modal, omzet, dan skala operasional berdasarkan klasifikasi resmi pemerintah. Memahami perbedaan ini penting agar Anda tidak salah dalam menentukan arah dan strategi pengembangan bisnis.

Melalui artikel ini, Anda akan memahami pengertian usaha mikro, kecil, dan menengah, melihat berbagai contoh usaha menengah serta skala lainnya, hingga mendapatkan gambaran cara mengembangkan bisnis dari usaha kecil menjadi usaha menengah secara bertahap.

center banner mekari desty

Apa itu usaha mikro, kecil, dan menengah?

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan kegiatan usaha ekonomi produktif yang dijalankan secara mandiri oleh individu maupun badan usaha, serta bukan bagian dari cabang atau anak perusahaan dari bisnis yang lebih besar. 

UMKM menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian karena mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara merata.

Data Insight

Berdasarkan data terbaru 2025, sektor perdagangan besar dan eceran mendominasi dengan 14,44 juta unit usaha, disusul sektor akomodasi dan makan minum dengan 6,41 juta unit usaha, serta industri pengolahan dengan 4,17 juta unit usaha – Kementerian UMKM

Data ini menujukkan bahwa sektor bisnis perdagangan besaran dan eceran, merupakan jenis bisnis yang paling banyak jumlahnya.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM, klasifikasi usaha ini dibedakan berdasarkan besaran modal usaha serta hasil penjualan tahunan, yaitu sebagai berikut:

  • Usaha mikro: Memiliki modal usaha maksimal Rp1 miliar (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha), dengan omzet tahunan hingga Rp2 miliar.
  • Usaha kecil: Memiliki modal usaha lebih dari Rp1 miliar hingga Rp5 miliar, dengan omzet tahunan lebih dari Rp2 miliar hingga Rp15 miliar.
  • Usaha menengah: Memiliki modal usaha lebih dari Rp5 miliar hingga Rp10 miliar, dengan omzet tahunan lebih dari Rp15 miliar hingga Rp50 miliar.

Dari pembagian tersebut, terlihat bahwa usaha menengah berada pada level yang lebih berkembang dibanding usaha mikro dan kecil, baik dari sisi kapasitas produksi, jangkauan pasar, maupun kompleksitas operasional. Oleh karena itu, contoh usaha menengah umumnya sudah memiliki sistem bisnis yang lebih terstruktur dan potensi ekspansi yang lebih besar.

15 Contoh usaha mikro, kecil, dan menengah

Berikut 15 contoh usaha yang dikelompokkan sesuai skalanya masing-masing.

Contoh usaha mikro

1. Warung sembako rumahan

Menjual kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, minyak, dan gula dengan modal terbatas. Biasanya dijalankan dari rumah dan melayani pelanggan di sekitar lingkungan tempat tinggal. 

2. Jasa laundry kiloan skala kecil

Mengandalkan 1–2 mesin cuci untuk melayani pelanggan di area kos-kosan atau perumahan. Usaha ini cukup diminati karena kebutuhan laundry yang rutin dan terus berulang. 

3. Reseller atau dropshipper online

Menjual produk milik supplier melalui media sosial atau marketplace tanpa harus menyimpan stok. Cocok untuk pemula karena minim risiko dan tidak membutuhkan modal besar. 

4. Jasa jahit atau permak pakaian

Mengandalkan keterampilan menjahit untuk melayani perbaikan atau pembuatan pakaian sederhana. Umumnya dijalankan secara individu dari rumah dengan peralatan yang relatif sederhana.

5. Kedai kopi rumahan atau gerobak

Menjual kopi dan minuman kekinian dalam skala kecil dengan konsep sederhana. Biasanya menyasar pelanggan di area strategis seperti dekat kampus, perkantoran, atau pinggir jalan ramai. 

Contoh usaha kecil

6. Kafe dengan 2-3 cabang

Sudah memiliki lebih dari satu lokasi dengan jumlah karyawan yang lebih terstruktur. Operasional bisnis mulai menggunakan sistem yang lebih rapi, termasuk manajemen stok, pelayanan, dan standar kualitas. 

7. Brand fashion lokal dengan produksi terbatas

Memiliki produk dengan identitas brand sendiri yang diproduksi dalam jumlah terbatas. Penjualan dilakukan melalui marketplace, media sosial, hingga toko offline kecil dengan target pasar tertentu.

8. Bengkel kendaraan dengan beberapa mekanik

Dikelola oleh tim yang terdiri dari beberapa mekanik, sehingga mampu menangani lebih banyak pelanggan. Biasanya sudah dilengkapi peralatan yang lebih lengkap dan layanan yang lebih beragam.

9. Usaha katering untuk acara skala menengah

Melayani pesanan untuk acara seperti kantor, ulang tahun, atau pernikahan skala menengah. Memiliki tim dapur, pengemasan, hingga distribusi yang lebih terorganisir.

10. Distributor produk lokal skala kecamatan

Berperan sebagai penyalur produk ke berbagai toko atau warung dalam satu wilayah kecamatan. Memiliki jaringan distribusi, gudang kecil, serta sistem pengiriman yang lebih teratur dibanding usaha mikro.

Contoh usaha menengah

11. Pabrik pengolahan makanan skala menengah

Memproduksi makanan olahan seperti keripik, biskuit, atau makanan beku dalam kapasitas besar. Distribusinya sudah menjangkau berbagai kota, bahkan berpotensi masuk pasar ekspor. 

12. Jaringan retail atau minimarket 

Mengoperasikan belasan hingga puluhan outlet dengan sistem manajemen terpusat. Biasanya sudah memiliki standar operasional, sistem stok, dan manajemen karyawan yang terintegrasi. 

13.Distributor resmi regional untuk brand nasional

Menjadi mitra distribusi utama suatu brand di wilayah tertentu. Memiliki jaringan toko yang luas, gudang penyimpanan, serta volume penjualan yang besar dan stabil. 

14. Perusahaan konveksi atau garmen skala menengah

Memproduksi pakaian dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan brand lain atau retailer. Didukung oleh puluhan hingga ratusan tenaga kerja serta sistem produksi yang lebih kompleks. 

15. Restoran atau kafe dengan sistem waralaba

Memiliki banyak cabang yang dikelola sendiri maupun melalui kemitraan franchise. Setiap outlet menerapkan standar operasional, menu, dan branding yang konsisten di berbagai lokasi. 

Tips mengembangkan usaha dari skala kecil ke menengah

Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda mengembangkan usaha dari skala kecil menuju menengah secara lebih terarah.

  • Standardisasi operasional sejak dini: Bangun SOP yang jelas untuk setiap proses bisnis, mulai dari produksi hingga layanan pelanggan, agar mudah direplikasi saat usaha mulai berkembang ke banyak lokasi atau tim.
  • Kelola keuangan secara terpisah dan tercatat rapi: Pisahkan keuangan pribadi dan bisnis sejak skala kecil, serta gunakan pencatatan yang konsisten agar mudah dievaluasi seiring pertumbuhan usaha.
  • Perluas jangkauan penjualan ke berbagai channel: Jangan hanya mengandalkan satu channel penjualan, perluas ke marketplace, toko online, maupun offline untuk memperbesar basis pelanggan.
  • Investasikan pada sistem yang bisa menyesuaikan skala usaha: Pilih sistem operasional yang dapat terus digunakan seiring pertumbuhan usaha, alih-alih terus berganti sistem setiap kali skala bisnis berubah.
  • Bangun tim dan struktur organisasi yang lebih jelas: Seiring usaha berkembang, penting membangun struktur tim dengan tanggung jawab yang jelas agar operasional tidak lagi bergantung sepenuhnya pada satu orang.

Kelola operasional usaha Anda yang terus berkembang dengan Mekari Desty

Bagi usaha kecil maupun sudah mulai berkembang menuju usaha menengah, kompleksitas operasional akan terus bertambah seiring bisnis Anda tumbuh, terutama jika Anda mulai berjualan di banyak marketplace maupun channel sekaligus.

Tanpa sistem yang terpusat, mengelola stok, promosi, dan pesanan dari berbagai channel penjualan secara manual akan semakin sulit dilakukan seiring bertambahnya skala usaha Anda.

Mekari Desty adalah aplikasi omnichannel marketplace yang dapat menjadi solusi untuk setiap jenis usaha, dari skala kecil hingga menengah, dengan berbagai fitur unggulan berikut:

  • Marketplace Chat: Balas seluruh pesan pelanggan dari berbagai marketplace dalam satu dasbor terpusat, lengkap dengan template pesan, respon cepat, dan manajemen tim support.
  • Webstore: Bangun toko online profesional dengan desain kustom yang fleksibel, nama domain bisnis sendiri, serta sistem checkout yang aman melalui integrasi payment gateway dan kurir.
  • Warehouse Management: Kelola pergudangan dan logistik lebih efisien, mulai dari manajemen stok gudang, pengiriman instan dan kargo, hingga penyimpanan berbagai jenis barang.
  • Open API: Hubungkan ekosistem Mekari Desty dengan sistem internal atau pihak ketiga secara aman, didukung dokumentasi lengkap dan fleksibilitas kustomisasi.
  • Landing Page: Buat link-in-bio dan halaman landing dengan kustomisasi drag-and-drop, dilengkapi insight dan laporan traffic untuk memantau performa setiap link.
  • Retail POS: Kelola transaksi offline dan online secara terpadu dengan sinkronisasi stok otomatis melalui integrasi dengan Mekari POS, sehingga kasir mode online maupun offline, manajemen checkout, dan inventori tetap berjalan lancar dalam satu ekosistem Desty Omnichannel.

Maksimalkan pengelolaan operasional usaha Anda yang terus berkembang lebih praktis bersama Mekari Desty.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

Ditjen PP. “Peraturan Pemerintah (PP) No. 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah”

UMKM Indonesia. “​Data UMKM, Jumlah dan Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia”

FAQ

1. Apa itu usaha mikro, kecil, dan menengah?

1. Apa itu usaha mikro, kecil, dan menengah?

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah kegiatan usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, diklasifikasikan berdasarkan besaran modal usaha dan hasil penjualan tahunan sesuai PP No. 7 Tahun 2021.

2. Apa perbedaan usaha mikro, kecil, dan menengah?

2. Apa perbedaan usaha mikro, kecil, dan menengah?

Usaha mikro memiliki modal maksimal Rp1 miliar dan omzet maksimal Rp2 miliar, usaha kecil memiliki modal Rp1-5 miliar dan omzet Rp2-15 miliar, sementara usaha menengah memiliki modal Rp5-10 miliar dan omzet Rp15-50 miliar per tahun.

3. Apa saja contoh usaha mikro?

3. Apa saja contoh usaha mikro?

Contohnya meliputi warung sembako rumahan, jasa laundry kiloan skala kecil, reseller atau dropshipper online, jasa jahit atau permak pakaian, serta kedai kopi rumahan atau gerobak.

4. Apa saja contoh usaha menengah?

4. Apa saja contoh usaha menengah?

Contohnya meliputi pabrik pengolahan makanan skala menengah, jaringan retail atau minimarket dengan belasan hingga puluhan cabang, distributor resmi regional untuk brand nasional, perusahaan konveksi atau garmen skala menengah, serta restoran atau kafe dengan sistem waralaba.