- Riset produk terlaris di Shopee adalah proses mengumpulkan dan menganalisis data untuk menemukan produk dengan permintaan tinggi, harga kompetitif, dan peluang penjualan yang menjanjikan, sebelum memutuskan apa yang akan dijual.
- Masalahnya, banyak seller berhenti sebatas mengumpulkan data dari berbagai tools, tanpa benar-benar tahu cara membaca data tersebut menjadi keputusan bisnis, terbukti dari 74% retailer yang ingin berbasis data namun hanya 29% yang benar-benar mampu menerjemahkannya jadi keputusan nyata.
- Mekari Desty membantu seller menerjemahkan hasil riset menjadi keputusan bisnis melalui laporan penjualan dan inventori yang lengkap, sehingga produk mana yang benar-benar layak dikembangkan dapat terlihat dari data nyata toko Anda sendiri.
Banyak seller baru yang terjun ke Shopee langsung menjual produk yang sedang viral, tanpa melakukan riset terlebih dahulu. Padahal, tidak semua produk viral memiliki permintaan yang bertahan lama. Akibatnya, stok bisa menumpuk dan modal tertahan pada produk yang sepi peminat setelah tren mereda.
Karena itu, memahami cara riset produk terlaris di Shopee menjadi langkah penting sebelum menentukan produk yang akan dijual.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu riset produk terlaris dan pentingnya bagi bisnis, tools yang bisa digunakan, cara membaca serta menganalisis data, langkah-langkah melakukan riset, hingga kesalahan umum yang perlu dihindari.
Mengapa seller perlu riset produk?

Riset produk terlaris adalah proses mengumpulkan dan menganalisis data untuk mengetahui produk apa yang paling banyak dicari dan dibeli konsumen. Melalui riset ini, seller juga dapat memahami kisaran harga pasar, tingkat permintaan, serta strategi yang digunakan oleh kompetitor di kategori yang sama.
Tanpa riset, pemilihan produk sering kali hanya berdasarkan intuisi atau mengikuti tren viral yang belum tentu bertahan lama. Akibatnya, risiko seperti stok menumpuk, persaingan yang terlalu ketat, atau margin keuntungan yang tipis menjadi lebih besar.
Dengan melakukan riset produk, Anda dapat mengambil keputusan yang lebih terarah dan berbasis data. Anda juga bisa mengidentifikasi peluang pasar, menentukan strategi harga yang kompetitif, serta memilih produk dengan potensi penjualan yang lebih stabil.
Riset ini tidak hanya penting bagi seller pemula, tetapi juga bagi bisnis yang sudah berjalan. Dengan melakukan riset secara berkala, Anda dapat menyesuaikan strategi dengan tren terbaru sekaligus mencegah produk lama menumpuk tanpa terjual.
Tools yang bisa digunakan untuk riset produk di Shopee

Ada beberapa tools yang bisa dimanfaatkan untuk mengumpulkan data riset produk, baik dari dalam ekosistem Shopee maupun dari luar. Berikut beberapa di antaranya.
Fitur analitik di Shopee Seller Center
Menyediakan data performa toko dan produk, termasuk tren penjualan dan perilaku pembeli, yang bisa menjadi titik awal untuk memahami kategori yang sedang diminati.
Halaman tren produk di Shopee
Menampilkan produk-produk yang sedang naik daun, membantu Anda mendapatkan gambaran awal soal kategori yang sedang tumbuh permintaannya.
Tools riset kata kunci eksternal
Alat seperti Google Keyword Planner dapat membantu mengetahui seberapa besar volume pencarian terhadap kata kunci produk tertentu, memberikan indikasi minat pasar di luar platform Shopee itu sendiri.
Analisis toko kompetitor
Meninjau toko pesaing untuk melihat produk yang mereka tawarkan, kisaran harga, jumlah ulasan, serta cara mereka memasarkan produk tersebut.
Data dari Shopee Live dan flash sale
Kategori produk yang sering ditampilkan dalam sesi live streaming atau flash sale biasanya mengindikasikan permintaan yang tinggi dari sisi platform.
Data dari program affiliate atau dropshipper
Produk yang sering dipromosikan oleh affiliate maupun banyak dijual oleh dropshipper cenderung sudah terbukti memiliki permintaan nyata, karena mereka umumnya hanya mempromosikan produk yang benar-benar laku.
Media sosial dan forum diskusi
Meski bukan alat resmi dari Shopee, memantau percakapan di media sosial dapat memberikan gambaran tambahan soal kebutuhan konsumen yang belum tentu terlihat langsung di Shopee.
Cara membaca dan menganalisis hasil riset

Mengumpulkan data dari berbagai tools di atas hanyalah setengah dari proses riset. Berikut beberapa cara menganalisisnya.
1. Bandingkan volume pencarian dengan jumlah penjual
Kata kunci dengan volume pencarian tinggi tetapi jumlah penjual yang masih sedikit menunjukkan peluang pasar yang lebih besar. Sebaliknya, kata kunci yang sangat populer namun sudah dipenuhi banyak penjual cenderung memiliki persaingan yang lebih ketat.
2. Gunakan jumlah ulasan sebagai indikasi volume penjualan
Data penjualan kompetitor tidak selalu terlihat secara langsung. Namun, jumlah ulasan dan frekuensi ulasan terbaru dapat menjadi indikator untuk memperkirakan seberapa sering produk tersebut terjual dan seberapa stabil permintaannya.
3. Perhatikan sebaran harga, bukan hanya harga termurah
Jangan hanya terpaku pada harga paling rendah. Amati rentang harga dari beberapa toko teratas di kategori yang sama untuk menentukan posisi harga yang realistis sekaligus tetap kompetitif.
4. Cek konsistensi tren, bukan hanya lonjakan sesaat
Produk yang sedang viral belum tentu memiliki permintaan jangka panjang. Pastikan tren pencarian dan penjualannya stabil dalam beberapa waktu, bukan hanya mengalami lonjakan sesaat yang berisiko cepat mereda.
5. Hitung ulang margin setelah seluruh biaya
Pastikan perhitungan margin sudah mencakup seluruh biaya, seperti biaya admin marketplace, iklan, hingga ongkos kirim. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui keuntungan bersih yang sebenarnya, bukan hanya selisih harga beli dan jual.
Langkah-langkah riset produk terlaris di Shopee
Setelah memahami tools dan cara membaca datanya, berikut langkah-langkah yang bisa diikuti untuk melakukan riset produk secara sistematis.
1. Tentukan niche berdasarkan pengetahuan
Mulai dari kategori yang Anda pahami dengan baik, atau manfaatkan koneksi yang sudah Anda miliki, seperti kenalan yang memiliki usaha produksi atau program reseller.
2. Kumpulkan data permintaan dan tren dari berbagai tools
Gunakan kombinasi tools yang sudah dibahas sebelumnya untuk mendapatkan gambaran menyeluruh soal minat pasar terhadap kategori tersebut.
3. Analisis kompetitor secara mendalam
Pelajari produk, harga, dan strategi promosi toko-toko yang sudah lebih dulu bermain di kategori yang sama.
4. Cari dan validasi supplier
Riset supplier melalui platform B2B, marketplace lokal, atau forum bisnis, lalu pastikan Anda mendapatkan sumber produk dengan harga yang kompetitif.
5. Tentukan diferensiasi produk Anda
Pastikan produk yang Anda jual memiliki pembeda yang jelas dari kompetitor, baik dari sisi kualitas, kemasan, maupun value tambahan lainnya.
6. Uji dengan skala kecil sebelum menyetok besar
Mulai dengan jumlah stok terbatas untuk menguji respons pasar secara nyata, sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar.
Kesalahan umum saat riset produk
Meski sudah melakukan riset, beberapa seller masih terjebak pada kesalahan yang membuat hasil riset tidak benar-benar termanfaatkan dengan baik.
Padahal, sekitar 89% perusahaan retail dan consumer goods kini aktif menggunakan atau menguji AI dalam operasional mereka. – Straive.
Data ini menunjukkan semakin pentingnya kemampuan mengelola data secara efektif untuk tetap kompetitif.
Berikut beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari saat riset produk.
- Hanya melihat produk viral tanpa mengecek konsistensinya: Produk yang viral sesaat belum tentu memiliki permintaan yang stabil, sehingga penting memverifikasi tren tersebut bertahan cukup lama sebelum menyetok dalam jumlah besar.
- Mengabaikan biaya tersembunyi saat menghitung margin: Banyak seller hanya membandingkan harga beli dan jual, tanpa memperhitungkan biaya admin, iklan, dan ongkos kirim yang bisa mengikis margin secara signifikan.
- Terlalu fokus pada satu sumber data: Mengandalkan satu tools atau satu indikator saja berisiko memberikan gambaran yang tidak lengkap, sehingga sebaiknya kombinasikan beberapa sumber data sekaligus.
- Tidak melakukan riset ulang secara berkala: Tren pasar terus berubah, sehingga riset produk seharusnya menjadi kebiasaan berkelanjutan, bukan hanya dilakukan sekali di awal sebelum mulai berjualan.
- Meniru produk kompetitor tanpa diferensiasi: Menjual produk yang identik dengan kompetitor tanpa pembeda yang jelas membuat Anda hanya bersaing di harga, yang pada akhirnya menekan margin keuntungan.
Maksimalkan hasil riset produk untuk menentukan strategi penjualan dengan Mekari Desty
Riset produk dari luar platform memang membantu memahami tren pasar. Namun, untuk menentukan produk mana yang benar-benar layak dikembangkan, Anda tetap membutuhkan data penjualan nyata dari toko Anda sendiri—terutama jika berjualan di beberapa marketplace sekaligus.
Tanpa laporan yang terpusat, akan sulit membandingkan performa produk antar marketplace, mengetahui produk mana yang konsisten terjual, atau menentukan strategi stok yang tepat agar tidak kehabisan maupun overstock.
Mekari Desty membantu Anda menerjemahkan hasil riset menjadi keputusan bisnis yang lebih akurat melalui fitur Manajemen Laporan, yang memiliki kapabilitas dalam laporan penjualan untuk:
- Memantau performa penjualan dari berbagai marketplace melalui data yang lengkap dan real-time
- Melihat tren penjualan melalui laporan penjualan per waktu
- Mengidentifikasi produk terlaris melalui laporan per produk dan varian
- Membandingkan performa antar toko dan marketplace dalam satu dashboard
- Memantau distribusi dan kapasitas penjualan melalui laporan per gudang
Dengan visibilitas data yang lebih menyeluruh, Anda tidak hanya mengandalkan asumsi dari hasil riset, tetapi juga dapat mengambil keputusan berdasarkan performa aktual di lapangan.
Saatnya ubah hasil riset produk Anda menjadi strategi penjualan yang lebih tepat, terukur, dan berbasis data bersama Mekari Desty!
Referensi
Straive. “How is Data Analytics Transforming Retail in 2026?”