8 mins read

Cara Menghitung Modal Awal Bisnis Online

Diterbitkan
Diperbarui
cara menghitung modal awal
Mekari Desty Highlights

  • Modal awal adalah dana yang dibutuhkan sebelum bisnis mulai menghasilkan pendapatan, mencakup investasi awal, kebutuhan operasional harian, hingga cadangan dana untuk situasi tak terduga yang perlu disiapkan.
  • Tidak ada satu rumus tunggal untuk menghitung modal awal, metode yang tepat berbeda tergantung apakah bisnis baru akan dimulai atau sudah berjalan dan memiliki catatan keuangan yang cukup lengkap.
  • Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang membantu seller mencatat data penjualan dan stok dari berbagai marketplace secara terpusat, sehingga tersedia dasar data yang akurat untuk mengevaluasi realisasi modal bisnis online secara berkala.

Modal awal merupakan salah satu hal yang perlu diperhitungkan sebelum memulai bisnis online. Perhitungannya mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari stok produk, perangkat kerja, biaya operasional, hingga promosi.

Dengan menghitung modal sejak awal, bisnis dapat mengetahui dana yang perlu disiapkan sesuai kebutuhan bisnis. Artikel ini membahas metode menghitung modal awal bisnis online, contoh perhitungannya, perbedaan modal usaha dan modal kerja, serta tips memperkirakan kebutuhan modal.

center banner mekari desty

Pentingnya menghitung modal awal dalam bisnis online

cara menghitung modal awal

Modal awal atau start-up cost adalah dana yang dibutuhkan untuk menyiapkan bisnis sebelum mulai menghasilkan pendapatan. Besarnya modal tidak hanya mencakup biaya pembelian aset atau perlengkapan, tetapi juga berbagai kebutuhan agar operasional bisnis dapat mulai berjalan.

Berdasarkan data Bureau of Labor Statistics, sekitar 22% bisnis baru di Amerika Serikat tidak bertahan hingga tahun pertama operasionalnya. Kondisi ini menunjukkan pentingnya menyiapkan bisnis secara matang sejak awal, termasuk memperhitungkan kebutuhan modal yang diperlukan untuk menjalankan operasional.

Menghitung modal sejak awal membantu Anda mengetahui berapa dana yang perlu disiapkan sekaligus menentukan alokasinya berdasarkan prioritas. Dengan begitu, Anda dapat mengantisipasi berbagai pengeluaran dan mengurangi risiko kehabisan dana ketika bisnis baru mulai berjalan.

Tanpa perhitungan yang matang, biaya yang terlihat kecil, seperti biaya operasional, promosi, atau kebutuhan tambahan lainnya, dapat terlewat dan membuat kebutuhan modal membengkak di tengah operasional.

4 Metode hitung modal awal bisnis online

4 Metode hitung modal awal bisnis online

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung modal awal, tergantung kondisi dan tahap perkembangan bisnis online, beberapa diantaranya yaitu:

1. Metode investasi, modal kerja, dan biaya operasional

Metode ini dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan dana bisnis online yang baru akan dimulai. Anda hanya perlu mengelompokkan kebutuhan ke dalam tiga komponen utama, yaitu modal investasi, modal kerja, dan modal operasional.

  • Modal investasi: Digunakan untuk membeli aset atau perangkat yang dapat digunakan dalam jangka panjang, seperti laptop, smartphone, kamera untuk foto produk, atau perangkat pendukung lainnya.
  • Modal kerja: Digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang berhubungan langsung dengan kegiatan penjualan, seperti stok produk, kemasan, bahan baku, dan pengiriman sampel.
  • Modal operasional: Digunakan untuk membiayai kegiatan rutin bisnis, seperti internet, listrik, iklan digital, biaya admin marketplace, dan langganan aplikasi pendukung.

Rumus yang dapat digunakan adalah:

Modal awal = Modal investasi + Modal kerja + Modal operasional

Dengan mengelompokkan kebutuhan berdasarkan jenisnya, Anda dapat melihat dengan lebih jelas berapa dana yang diperlukan untuk menyiapkan bisnis dan berapa yang dibutuhkan untuk menjalankannya.

2. Metode laba, modal akhir, dan prive

Metode ini lebih sesuai untuk bisnis online yang sudah berjalan dan memiliki pencatatan penjualan serta keuangan yang cukup rapi. Perhitungannya dapat digunakan untuk mengetahui kembali besaran modal awal berdasarkan perubahan modal selama suatu periode.

Dalam metode ini, laba menunjukkan keuntungan yang diperoleh bisnis, sedangkan modal akhir menunjukkan nilai modal pada akhir periode. Sementara itu, prive adalah pengambilan dana atau aset bisnis oleh pemilik untuk kebutuhan pribadi.

Rumus sederhananya adalah:

Modal awal = Modal akhir – Laba + Prive

Sebagai contoh, jika modal akhir bisnis sebesar Rp50 juta, laba selama periode tersebut Rp15 juta, dan pemilik mengambil prive Rp5 juta, maka modal awalnya adalah Rp40 juta.

Metode ini membutuhkan pencatatan keuangan yang konsisten agar nilai laba, modal akhir, dan prive dapat dihitung dengan tepat, terutama jika bisnis berjualan melalui lebih dari satu marketplace.

3. Metode capital expenses dan operational expenses

Metode capital expenses (CapEx) dan operational expenses (OpEx) dapat digunakan untuk mengelompokkan pengeluaran berdasarkan manfaat dan penggunaannya. Pendekatan ini lebih relevan bagi bisnis online yang membutuhkan investasi aset atau fasilitas dalam jumlah cukup besar.

Capital expenses merupakan pengeluaran untuk memperoleh atau meningkatkan aset yang manfaatnya dapat digunakan dalam jangka panjang, seperti peralatan produksi, rak gudang, komputer, atau pengembangan website. 

Sementara itu, operational expenses merupakan biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis sehari-hari, seperti sewa gudang, gaji tim, listrik, internet, dan biaya pemasaran.

Untuk memperkirakan kebutuhan dana awal, Anda dapat menjumlahkan kebutuhan CapEx dengan biaya operasional yang perlu disiapkan pada periode awal bisnis.

Kebutuhan dana awal = Capital expenses + Operational expenses

Dalam praktiknya, kebutuhan operasional sebaiknya dihitung untuk beberapa bulan pertama, bukan hanya satu bulan, karena bisnis baru belum tentu langsung menghasilkan pendapatan yang stabil.

4. Metode beban, pajak, pendapatan, dan prive

Metode ini melibatkan lebih banyak komponen dalam laporan keuangan sehingga lebih sesuai untuk bisnis online yang sudah memiliki pencatatan keuangan terstruktur. Perhitungannya dapat membantu menelusuri perubahan modal berdasarkan transaksi yang terjadi selama periode tertentu.

Pendapatan berasal dari penjualan produk atau jasa, sedangkan beban mencakup berbagai pengeluaran yang berkaitan dengan kegiatan bisnis, seperti biaya iklan, biaya admin marketplace, dan biaya operasional lainnya. Pajak merupakan kewajiban perpajakan yang perlu diperhitungkan sesuai kondisi bisnis, sementara prive merupakan pengambilan dana atau aset oleh pemilik untuk kebutuhan pribadi.

Secara sederhana, hubungan komponen tersebut dapat digambarkan melalui rumus:

Modal awal = Modal akhir – Pendapatan + Beban + Pajak + Prive

Karena melibatkan beberapa komponen keuangan sekaligus, pastikan setiap angka berasal dari pencatatan yang konsisten. Hal ini semakin penting jika data penjualan dan pengeluaran tersebar di beberapa marketplace atau channel penjualan.

Contoh perhitungan modal awal bisnis online

Untuk memahami cara menghitung modal awal dengan lebih mudah, berikut contoh sederhana menggunakan metode investasi, modal kerja, dan biaya operasional.

Misalnya, seorang seller ingin memulai bisnis fashion dan menjual produknya melalui beberapa marketplace. Sebelum mulai berjualan, ia menghitung kebutuhan dana sebagai berikut:

  • Modal investasi: Laptop, smartphone, dan kamera untuk mengelola toko serta membuat foto produk sebesar Rp5.000.000.
  • Modal kerja: Stok produk awal, kemasan, dan biaya pengiriman sampel sebesar Rp10.000.000.
  • Modal operasional: Internet, listrik, dan promosi awal selama satu bulan sebesar Rp2.000.000.

Maka perhitungannya:

Modal awal = Rp5.000.000 + Rp10.000.000 + Rp2.000.000

Modal awal = Rp17.000.000

Artinya, seller tersebut membutuhkan sekitar Rp17.000.000 untuk menyiapkan bisnis fashion online berdasarkan kebutuhan yang telah dihitung.

Namun, Rp17.000.000 tersebut belum tentu menjadi jumlah dana yang perlu disiapkan secara keseluruhan. 

Jika bisnis belum memiliki penjualan yang stabil, seller sebaiknya menyediakan dana cadangan untuk menutup kebutuhan operasional setelah toko mulai berjalan. Jumlahnya dapat disesuaikan dengan estimasi pengeluaran dan kemampuan bisnis menghasilkan pendapatan.

Perbedaan modal usaha dan modal kerja pada bisnis online

Modal usaha dan modal kerja sama-sama digunakan untuk mendukung bisnis, tetapi memiliki cakupan yang berbeda, berikut perbandingannya:

AspekModal usahaModal kerja
PengertianTotal dana yang digunakan untuk membangun dan menjalankan bisnis onlineDana yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari
PenggunaanPembelian perangkat, software, stok awal, dan kebutuhan awal bisnisPembelian stok, kemasan, ongkos kirim, biaya iklan, dan kebutuhan operasional lainnya
SifatDapat mencakup kebutuhan jangka panjang dan kebutuhan awal usahaBerputar mengikuti siklus penjualan dan operasional
ContohLaptop, kamera, software toko online, dan pengembangan websiteStok produk, kemasan, ongkos kirim, biaya iklan digital, dan biaya admin marketplace

Sederhananya, modal usaha memiliki cakupan yang lebih luas karena dapat mencakup dana untuk membangun sekaligus menjalankan bisnis. Sementara itu, modal kerja lebih berfokus pada dana yang terus digunakan dan berputar mengikuti siklus operasional, seperti membeli stok kembali setelah produk terjual.

Tips memperkirakan modal awal bisnis online secara akurat

Agar perhitungan modal lebih realistis, perhatikan beberapa hal berikut sebelum memulai bisnis online.

1. Lakukan riset pasar terlebih dahulu

Cari tahu harga bahan baku atau supplier, biaya kemasan, tarif ongkos kirim, biaya admin di masing-masing marketplace, hingga estimasi biaya iklan. Riset ini membantu Anda membuat perhitungan berdasarkan kondisi pasar, bukan sekadar perkiraan.

2. Pisahkan aset dan biaya operasional

Catat aset seperti perangkat kerja secara terpisah dari biaya operasional seperti stok, iklan, dan kemasan. Pemisahan ini membantu Anda mengetahui berapa dana yang digunakan untuk membangun fondasi bisnis dan berapa yang dibutuhkan untuk menjalankan operasional.

3. Siapkan dana untuk beberapa bulan pertama

Bisnis online yang baru dimulai belum tentu langsung menghasilkan penjualan yang stabil. Karena itu, jangan hanya menghitung dana yang diperlukan untuk membuka toko, tetapi pertimbangkan juga kebutuhan operasional selama beberapa bulan pertama. Dana cadangan dapat membantu bisnis tetap berjalan ketika pemasukan belum sesuai target.

4. Catat estimasi biaya secara rinci

Buat daftar kebutuhan modal sedetail mungkin, termasuk pengeluaran yang terlihat kecil seperti biaya admin marketplace, kemasan tambahan, atau biaya pengiriman sampel. Tandai biaya yang sudah pasti dan yang masih berupa estimasi agar anggaran dapat diperbarui ketika harga sebenarnya sudah diketahui.

5. Hitung skenario berdasarkan kondisi penjualan

Perkirakan kebutuhan modal dengan beberapa skenario, misalnya ketika penjualan sesuai target, berada di bawah target, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang. Cara ini membantu Anda mengetahui apakah dana yang tersedia masih cukup ketika bisnis belum menghasilkan pendapatan sesuai perkiraan.

6. Evaluasi kembali perhitungan modal

Kebutuhan modal dapat berubah ketika rencana bisnis berkembang, misalnya saat menambah channel penjualan, memperbesar stok, atau meningkatkan anggaran iklan. Lakukan pengecekan kembali sebelum bisnis mulai berjalan dan sesuaikan anggaran jika terdapat perubahan harga atau kebutuhan.

7. Konsultasikan jika struktur biaya cukup kompleks

Untuk bisnis online dengan struktur biaya yang lebih rumit, misalnya menggunakan banyak channel penjualan, memiliki karyawan, atau melibatkan kewajiban pajak tertentu, Anda dapat mempertimbangkan bantuan akuntan atau konsultan bisnis. Bantuan profesional dapat membantu memastikan pencatatan dan perhitungan modal dilakukan sesuai kondisi bisnis.

Setelah modal siap, kelola bisnis online dari semua channel dengan Mekari Desty

Setelah modal awal dihitung dan bisnis siap dijalankan, langkah berikutnya adalah menentukan di mana dan bagaimana produk akan dijual. Bagi seller yang berencana berjualan di lebih dari satu marketplace sekaligus, mengelola produk, stok, dan pesanan dari berbagai channel tanpa sistem yang terpusat bisa langsung menjadi tantangan sejak hari pertama.

Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang membantu seller mengelola bisnis online dari berbagai channel penjualan dalam satu dashboard terpusat. Berikut fitur utama yang mendukung operasional bisnis online sejak awal:

  • Kelola inventori: Sinkronisasi stok semua channel penjualan secara akurat dan sesuaikan persediaan secara terpusat dan otomatis.
  • Proses pesanan: Kelola seluruh pesanan dari berbagai marketplace dalam satu dashboard tanpa harus berpindah platform.
  • Pengaturan produk: Distribusikan dan perbarui data produk ke berbagai channel sekaligus tanpa perlu input ulang di setiap platform.
  • Manajemen gudang: Kelola pergerakan stok dan multi-gudang dalam satu sistem untuk operasional yang lebih terstruktur.
  • Laporan akuntansi & keuangan: Pantau performa penjualan dan sinkronisasi data keuangan secara otomatis untuk evaluasi yang lebih mudah.

Mekari Desty menggunakan sistem top up atau bayar sesuai pemakaian per pesanan selesai, bukan subscription bulanan. Bagi seller yang baru memulai bisnis online dengan volume pesanan yang belum stabil, biaya lebih terjangkau karena menyesuaikan skala bisnis, bukan tarif tetap yang sama setiap bulan.

Setelah modal siap, saatnya jalankan bisnis online dari semua channel lebih rapi bersama Mekari Desty.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

U.S. Bureau of Labor Statistics. “Business Employment Dynamics, Table 7: Survival of Private Sector Establishments by Opening Year” 

FAQ

1. Apa itu modal awal usaha?

1. Apa itu modal awal usaha?

Modal awal adalah dana yang dibutuhkan sebelum bisnis mulai menghasilkan pendapatan, mencakup investasi awal untuk aset, kebutuhan operasional harian, hingga cadangan dana untuk situasi tak terduga.

2. Bagaimana cara menghitung modal awal bisnis online?

2. Bagaimana cara menghitung modal awal bisnis online?

Ada empat metode yang bisa digunakan, yaitu metode investasi-modal kerja-operasional untuk bisnis baru, metode laba-modal akhir-prive, metode capital expenses-operational expenses, serta metode beban-pajak-pendapatan-prive untuk bisnis yang sudah memiliki laporan keuangan lengkap.

3. Metode mana yang paling cocok untuk bisnis online yang baru dimulai?

3. Metode mana yang paling cocok untuk bisnis online yang baru dimulai?

Metode investasi, modal kerja, dan biaya operasional paling cocok karena hanya perlu menjumlahkan tiga komponen dasar tanpa memerlukan laporan keuangan yang kompleks.

4. Apa perbedaan modal usaha dan modal kerja?

4. Apa perbedaan modal usaha dan modal kerja?

Modal usaha adalah total dana untuk membangun dan menjalankan bisnis yang mencakup kebutuhan jangka panjang maupun awal usaha, sementara modal kerja lebih spesifik pada dana untuk kegiatan operasional harian yang terus berputar mengikuti siklus penjualan.

5. Bagaimana tips memperkirakan modal awal bisnis online secara akurat?

5. Bagaimana tips memperkirakan modal awal bisnis online secara akurat?

Tipsnya meliputi riset pasar terlebih dahulu, memisahkan aset dan biaya operasional, menyiapkan cadangan untuk beberapa bulan operasional, mencatat estimasi biaya secara rinci termasuk pengeluaran kecil seperti biaya admin marketplace, serta mengevaluasi kembali perhitungan sebelum bisnis dimulai.

6. Bagaimana Mekari Desty membantu seller mengelola modal bisnis online?

6. Bagaimana Mekari Desty membantu seller mengelola modal bisnis online?

Mekari Desty membantu mencatat data penjualan dan stok dari berbagai marketplace dalam satu dashboard terpusat, sehingga seller memiliki dasar data yang akurat untuk memantau perputaran stok, mengevaluasi realisasi pendapatan, dan memastikan modal bisnis online terkelola sesuai rencana.