- Etalase produk adalah fitur untuk mengelompokkan dan menampilkan produk di halaman toko online, sehingga pembeli lebih mudah menemukan barang berdasarkan jenis, kebutuhan, atau tema tertentu.
- Selain merapikan katalog, etalase dapat dimanfaatkan untuk menonjolkan produk terlaris, produk baru, atau produk yang sedang dipromosikan.
- Mekari Desty hadir sebagai platform omnichannel marketplace yang membantu seller menjaga data produk, harga, dan stok tetap seragam di seluruh marketplace melalui satu pengaturan master, sehingga isi etalase di setiap kanal tetap akurat.
Toko online dengan ratusan produk dapat terlihat berantakan di mata pembeli. Jika produk tidak dikelompokkan dengan baik, pembeli akan lebih sulit menemukan barang yang dicari dan berisiko berpindah ke toko lain.
Karena itu, etalase produk dapat membantu penjual mengatur katalog agar lebih rapi dan mudah dijelajahi. Artikel ini akan membahas apa itu etalase produk, perbedaannya dengan kategori produk, fungsi bagi bisnis online, cara mengelolanya secara efektif, hingga tantangan saat mengelola etalase di banyak marketplace.

Apa itu etalase produk?
Etalase produk adalah fitur yang memungkinkan penjual mengelompokkan dan menampilkan produk dalam kelompok tertentu di halaman toko online. Pengelompokan ini membantu pembeli menemukan produk berdasarkan jenis, kebutuhan, tema, atau tujuan pembelian tanpa harus menelusuri seluruh katalog toko.
Etalase juga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi penjualan. Penjual tidak hanya mengelompokkan produk berdasarkan jenis, tetapi dapat membuat etalase untuk menonjolkan produk tertentu, mendukung promosi, atau menyesuaikan katalog dengan momen tertentu.
Nama dan cara kerja fitur ini dapat berbeda di setiap marketplace. Tokopedia menggunakan istilah “etalase”, sedangkan Shopee menggunakan “koleksi produk” melalui fitur Koleksiku. Meski penyebutannya berbeda, fitur tersebut sama-sama membantu penjual menata produk agar katalog toko lebih terstruktur.
Fungsi etalase produk untuk bisnis online
Etalase produk tidak hanya membuat tampilan toko lebih rapi, tetapi juga memiliki beberapa fungsi bagi bisnis online, seperti
1. Mempermudah navigasi pembeli
Etalase membantu pembeli menemukan kelompok produk yang sesuai dengan kebutuhannya tanpa harus menelusuri seluruh katalog. Pengelompokan yang jelas juga memudahkan pembeli memahami pilihan produk yang tersedia di toko.
Hal ini penting karena pembeli tidak selalu menggunakan fitur pencarian untuk menemukan produk.
Riset Baymard Institute pada situs e-commerce menemukan bahwa dalam berbagai pengujian usability berskala besar, sekitar separuh partisipan memilih pencarian sebagai cara utama menemukan produk, sementara separuh lainnya memakai navigasi utama.Â
Karena itu, etalase dengan kategori produk yang jelas tetap dibutuhkan untuk membantu pembeli yang memilih menjelajahi katalog secara langsung.
2. Meningkatkan potensi konversi
Etalase seperti “Produk Terlaris”, “Rekomendasi”, atau “Paket Hemat” dapat membantu mengarahkan perhatian pembeli ke produk tertentu. Semakin mudah produk yang relevan ditemukan, semakin besar peluang pembeli melanjutkan proses pembelian.
3. Mendukung strategi promosi
Penjual dapat mengumpulkan produk yang sedang diskon, produk baru, atau produk yang masuk dalam kampanye tertentu ke dalam satu etalase. Cara ini membuat produk yang sedang dipromosikan lebih mudah ditemukan tanpa harus mencarinya satu per satu.
4. Menonjolkan produk tertentu
Etalase dapat digunakan untuk memberikan perhatian lebih pada produk yang ingin didorong penjual, seperti produk terlaris, produk dengan stok tinggi, produk baru, atau produk dengan penawaran khusus.
5. Membuat katalog lebih terstruktur
Pengelompokan produk yang konsisten membuat katalog terlihat lebih rapi dan profesional. Hal ini juga membantu pembeli memahami struktur toko sehingga proses mencari dan membandingkan produk menjadi lebih terarah.
Cara membuat dan mengatur etalase produk yang efektif
Agar etalase tidak sekadar menjadi tempat mengelompokkan produk, penjual perlu menyesuaikannya, berikut beberapa cara yang dapat diterapkan:
1. Gunakan nama etalase yang jelas
Gunakan nama yang langsung menggambarkan isi etalase dan mudah dipahami pembeli. Misalnya, “Best Seller”, “Produk Baru”, “Paket Hemat”, atau “Diskon Akhir Bulan” daripada nama yang terlalu umum atau ambigu.
2. Kelompokkan produk berdasarkan tema atau kebutuhan
Produk dapat dikelompokkan berdasarkan jenis, fungsi, momen, harga, popularitas, atau kebutuhan pelanggan. Misalnya, toko pakaian dapat membuat etalase “Atasan Wanita”, “Celana”, “Koleksi Lebaran”, dan “Promo di Bawah Rp100 Ribu”.
3. Tentukan etalase yang perlu ditonjolkan
Tidak semua etalase harus memiliki tingkat prioritas yang sama. Tampilkan etalase yang paling relevan di posisi yang mudah ditemukan, terutama produk terlaris, produk baru, atau produk yang sedang dipromosikan.
4. Perbarui isi etalase secara berkala
Periksa isi etalase secara rutin dan sesuaikan dengan kondisi toko. Produk yang sudah habis, tidak lagi dipromosikan, atau sudah tidak relevan sebaiknya diperbarui agar pembeli tidak menemukan pilihan yang sudah tidak tersedia.
5. Gunakan gambar sampul yang relevan
Jika marketplace menyediakan gambar sampul untuk etalase, gunakan visual yang sesuai dengan produk di dalamnya. Gambar yang relevan membantu pembeli memahami isi etalase sebelum membukanya.
Tantangan mengelola etalase produk di banyak marketplace
Semakin banyak marketplace yang digunakan, semakin kompleks pengelolaan etalase karena setiap platform, beberapa tantangan yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Pengelolaan harus dilakukan di beberapa platform
Penjual perlu menyesuaikan pengelompokan produk di setiap marketplace secara manual. Jika jumlah kanal dan produk semakin banyak, proses ini dapat menyita waktu dan tenaga.
2. Pengelompokan produk berisiko tidak konsisten
Perbedaan pengaturan antar marketplace dapat membuat isi etalase tidak seragam. Misalnya, produk baru sudah dimasukkan ke etalase di satu marketplace, tetapi belum diperbarui di kanal lainnya.
3. Pembaruan produk lebih sulit dipantau
Ketika produk habis, berubah, atau tidak lagi dipromosikan, penjual perlu memastikan perubahan tersebut juga tercermin pada etalase di setiap kanal. Tanpa pengelolaan yang teratur, produk yang sudah tidak relevan dapat tetap ditampilkan.
4. Waktu operasional semakin banyak tersita
Semakin banyak pekerjaan yang dilakukan secara manual, semakin banyak waktu yang dibutuhkan hanya untuk menjaga katalog tetap rapi. Waktu tersebut seharusnya juga dapat digunakan untuk mengelola pesanan, promosi, pelayanan pelanggan, atau mengembangkan bisnis.
Atur etalase produk di semua marketplace dengan Mekari Desty
Etalase hanya efektif jika produk di dalamnya selalu akurat. Bagi seller yang berjualan di beberapa marketplace, setiap perubahan harus diperbarui satu per satu di tiap kanal, mulai dari produk baru, perubahan harga, promo, hingga stok yang habis.
Mekari Desty sebagai platform omnichannel marketplace membantu seller mengelola produk di seluruh marketplace dari satu sumber data melalui fitur manajemen produk. Dengan begitu, produk yang ditampilkan di etalase setiap kanal tetap seragam. Berikut fitur yang mendukungnya:
- Master Product: Perbarui informasi produk satu kali dari produk master, lalu perubahan langsung diterapkan ke seluruh marketplace yang terhubung.
- Publikasi produk satuan dan massal: Unggah produk baru ke semua marketplace sekaligus, sehingga produk siap dimasukkan ke etalase di setiap kanal tanpa input ulang.
- Product bundling virtual: Buat paket produk tanpa stok fisik terpisah untuk mengisi etalase seperti “Paket Hemat” atau bundling musiman.
- Manajemen harga terpusat: Sesuaikan harga produk di seluruh marketplace secara satuan maupun massal agar harga di etalase tidak berbeda antarkanal.
- Harga coret otomatis: Tampilkan diskon toko di marketplace secara otomatis untuk mendukung etalase promo dan kampanye tertentu.
- Sinkronisasi stok real-time: Stok diperbarui otomatis di semua marketplace setiap ada transaksi, sehingga produk yang habis tidak tetap bisa dibeli dari etalase.
Mekari Desty menerapkan skema pay as you grow dengan sistem top up balance, di mana biaya hanya dipotong untuk setiap pesanan yang selesai. Tanpa biaya langganan bulanan, seller dapat merapikan produk dan katalog di seluruh marketplace dengan biaya yang tetap terjangkau.
Saatnya jaga produk di setiap etalase tetap akurat dan seragam di semua marketplace bersama Mekari Desty.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.