9 mins read

SKU Induk Shopee: Pengertian, Cara Mengisi, dan Contohnya

Diterbitkan
Diperbarui
sku induk shopee
Mekari Desty Highlights
  • SKU induk Shopee adalah kode unik yang mengidentifikasi satu produk di toko, sedangkan SKU variasi digunakan untuk membedakan setiap variasi produk tersebut, seperti warna dan ukuran.
  • SKU induk tidak wajib diisi di Shopee, tetapi penggunaannya membantu seller melacak stok, mencocokkan pesanan, dan menghubungkan produk yang sama di berbagai marketplace.
  • Mekari Desty sebagai platform omnichannel marketplace membantu seller mengelola SKU dan informasi produk dari satu master product, lalu menghubungkannya ke Shopee dan marketplace lain agar stok selalu tersinkron.

Saat menambahkan produk di Shopee, seller akan menemukan kolom SKU induk dan SKU pada setiap variasi. Karena tidak wajib diisi, banyak seller melewatkannya. Padahal, ketika jumlah produk dan variasi bertambah, SKU menjadi kunci untuk melacak stok, mencocokkan pesanan, dan menghindari salah kirim.

Kebingungan juga sering muncul saat menggunakan template upload massal, karena ada kolom SKU induk, SKU variasi, dan kode integrasi variasi yang fungsinya berbeda. Artikel ini membahas pengertian SKU induk Shopee, perbedaannya dengan kode lain, manfaat, cara membuat dan mengisinya, contoh untuk berbagai produk, hingga kesalahan yang perlu dihindari.

Apa itu SKU induk Shopee?

SKU (Stock Keeping Unit) adalah kode unik yang digunakan untuk mengidentifikasi produk dalam sistem persediaan. 

Di Shopee, SKU induk adalah kode unik yang mengidentifikasi satu produk atau satu listing. Berdasarkan panduan upload massal Shopee, seluruh variasi dari satu produk harus menggunakan SKU induk yang sama. Misalnya, kemeja oxford dengan pilihan warna putih dan biru serta ukuran S hingga XL tetap memiliki satu SKU induk, seperti KMJ-OXF.

Sementara itu, setiap variasi produk dapat diberi SKU sendiri yang disebut SKU variasi atau kode variasi, misalnya KMJ-OXF-PTH-L untuk kemeja oxford putih ukuran L.

Kolom SKU induk dan SKU variasi di Shopee bersifat opsional. Namun, mengisinya sangat disarankan, terutama bagi seller yang memiliki gudang sendiri, menjual banyak variasi, atau berjualan di beberapa marketplace sekaligus.

Apa perbedaan SKU induk, SKU variasi, dan kode integrasi variasi?

Ketiga kode ini sering tertukar, terutama saat mengisi template upload massal Shopee. Berikut perbedaannya berdasarkan panduan Fitur Mass Upload Shopee: 

AspekSKU indukSKU variasi (kode variasi)Kode integrasi variasi
FungsiMengidentifikasi satu produkMengidentifikasi setiap variasi dalam satu produkMenandai nama variasi pada satu produk saat upload massal
Diisi olehSellerSellerSeller (khusus template upload massal)
Aturan dalam satu produkSemua variasi memakai SKU induk yang samaSetiap variasi memiliki kode berbedaSemua variasi dalam satu produk memakai kode yang sama
Wajib atau opsionalOpsional, tetapi disarankanOpsional, tetapi disarankanDiperlukan untuk produk bervariasi di template upload massal
Contoh dari panduan ShopeeID1234KWID1234KW-S, ID1234KW-M, ID1234KW-LWRN, CLN
Batas karakterMaksimal 100 karakter termasuk spasiMaksimal 100 karakter termasuk spasiMaksimal 100 karakter termasuk spasi

Secara sederhana, SKU induk menjawab pertanyaan “produk apa”, SKU variasi menjawab pertanyaan “variasi yang mana”, sedangkan kode integrasi variasi membantu sistem Shopee mengenali baris-baris mana dalam template yang merupakan variasi dari produk yang sama.

Selain ketiga kode tersebut, template upload massal juga memiliki kolom nama variasi, seperti warna atau ukuran, dan kolom varian untuk variasi, seperti biru atau XL. Kedua kolom ini dibatasi maksimal 20 karakter termasuk spasi.

Apa manfaat menggunakan SKU induk Shopee?

SKU yang tersusun rapi membantu seller menjaga akurasi stok. Hal ini penting karena stok yang tidak akurat berdampak langsung pada operasional. 

Survei Zebra Technologies terhadap lebih dari 1.400 pengelola gudang dan pusat distribusi di berbagai kawasan mencatat hampir 80% responden menilai stok yang tidak akurat dan kehabisan stok berdampak signifikan pada produktivitas.

Ketidakakuratan stok sering berawal dari identitas produk yang tidak jelas, misalnya dua variasi tanpa kode yang membedakannya. Berikut manfaat menggunakan SKU induk dan SKU variasi di Shopee:

1. Memudahkan pelacakan stok per variasi

Dengan SKU variasi, stok setiap warna dan ukuran tercatat terpisah. Seller dapat mengetahui variasi mana yang hampir habis tanpa harus menghitung ulang seluruh produk. 

2. Mempercepat proses picking dan packing

SKU yang tercantum di daftar pesanan dan picking list membantu tim gudang mengambil barang yang tepat dengan cepat, terutama untuk produk dengan banyak variasi yang terlihat mirip.

3. Mengurangi risiko salah kirim

Variasi yang memiliki kode jelas lebih mudah dicocokkan dengan pesanan. Risiko tertukar antara warna atau ukuran pun dapat ditekan.

4. Memudahkan pencarian dan pembaruan produk

SKU memudahkan seller mencari produk di Seller Centre serta memperbarui harga atau stok secara massal.

5. Menghubungkan produk yang sama di berbagai marketplace

Jika SKU yang sama digunakan di Shopee dan marketplace lain, produk lebih mudah dihubungkan ke satu data stok sehingga sinkronisasi stok dan pencocokan pesanan menjadi lebih akurat. Konsistensi SKU semakin penting bagi seller yang berjualan di beberapa marketplace. 

Laporan ChannelEngine tahun 2025 terhadap 4.500 pembeli di Amerika Serikat dan Eropa mencatat bahwa rata-rata pembeli mengunjungi empat marketplace dalam tiga bulan dan berbelanja di tiga marketplace yang berbeda.

Kondisi ini membuka peluang bagi seller untuk menjangkau pembeli di berbagai platform, tetapi juga menuntut identitas produk yang konsisten agar stok dan pesanan tidak tertukar. 

6. Mendukung analisis penjualan

Laporan penjualan berdasarkan SKU membantu seller mengetahui produk dan variasi terlaris sebagai dasar menentukan restock dan strategi promosi.

Bagaimana cara membuat SKU induk Shopee?

Shopee tidak menetapkan format khusus untuk SKU induk. Karena itu, seller perlu menyusun format sendiri yang konsisten. Berikut langkah-langkahnya:

1. Tentukan informasi yang ingin dimasukkan

Pilih informasi penting yang tidak sering berubah, seperti kategori, jenis atau model produk, dan merek. Untuk SKU variasi, tambahkan informasi warna, ukuran, atau varian lainnya.

2. Buat singkatan yang mudah dipahami

Gunakan singkatan pendek dan konsisten, misalnya KMJ untuk kemeja, CLN untuk celana, PTH untuk putih, dan HTM untuk hitam. Catat seluruh singkatan dalam satu daftar referensi. 

3. Tetapkan urutan segmen

Tentukan urutan yang sama untuk semua produk. Misalnya:

SKU induk: [Kategori]-[Model]

SKU variasi: [Kategori]-[Model]-[Warna]-[Ukuran]

Contoh: SKU induk KMJ-OXF, lalu SKU variasi KMJ-OXF-PTH-L. 

4. Gunakan pemisah yang konsisten

Gunakan tanda hubung (-) sebagai pemisah antarsegmen agar kode mudah dibaca. Hindari spasi di tengah kode karena dapat menyulitkan pencarian.

5. Pastikan setiap kode unik

Setiap produk harus memiliki SKU induk yang berbeda, dan setiap variasi harus memiliki SKU variasi yang berbeda. Jangan menggunakan kode yang sama untuk dua produk berbeda.

6. Dokumentasikan dan gunakan di semua channel

Simpan format dan daftar SKU dalam satu dokumen agar setiap produk memiliki kode yang konsisten. Gunakan kode yang sama untuk produk terkait di gudang, Shopee, dan marketplace lain agar pencarian produk, pencocokan pesanan, serta pembaruan stok lebih mudah dilakukan.

Bagaimana cara mengisi SKU induk Shopee?

SKU induk dan SKU variasi dapat diisi melalui beberapa cara di Seller Centre Shopee.

Cara 1: Saat menambahkan produk baru satu per satu

1. Masuk ke Seller Centre Shopee.

2. Buka menu Produk Saya, lalu pilih opsi untuk menambah produk baru.

3. Isi informasi dasar produk, seperti nama, kategori, dan deskripsi.

4. Temukan kolom SKU Induk, lalu isi dengan kode produk yang sudah Anda susun.

5. Jika produk memiliki variasi, aktifkan variasi dan isi nama variasi, misalnya warna dan ukuran.

6. Pada tabel daftar variasi, isi kolom SKU untuk setiap kombinasi variasi.

7. Lengkapi harga, stok, berat, dan informasi pengiriman, lalu simpan dan tampilkan produk.

Cara 2: Mengubah SKU pada produk yang sudah tayang

1. Buka menu Produk Saya di Seller Centre.

2. Pilih produk yang ingin diubah, lalu klik opsi edit.

3. Isi atau perbarui kolom SKU induk dan SKU pada setiap variasi.

4. Simpan perubahan.

Jika jumlah produk yang ingin diperbarui cukup banyak, gunakan fitur pembaruan massal agar tidak perlu mengedit produk satu per satu.

Cara 3: Melalui template upload massal

Berdasarkan panduan Fitur Mass Upload Shopee, alurnya adalah sebagai berikut:

1. Di Seller Centre, buka Produk Saya, lalu pilih Edit Secara Massal > Mass Upload.

2. Unduh Template Dasar atau Template Kategori sesuai kebutuhan.

3. Buka file di Excel, aktifkan pengeditan, lalu isi data produk satu baris per produk atau per variasi tanpa mengubah nama kolom.

4. Isi kolom SKU induk. Untuk produk bervariasi, gunakan SKU induk, nama produk, kategori, dan kode integrasi variasi yang sama untuk semua baris variasi.

5. Isi nama variasi, varian untuk variasi, dan kode variasi (SKU variasi) pada setiap baris.

6. Unggah file melalui tab Upload File.

7. Periksa produk yang belum tampil, lengkapi datanya, lalu tayangkan produk.

Apa contoh SKU induk Shopee untuk berbagai produk?

Berikut contoh penyusunan SKU induk dan SKU variasi untuk berbagai jenis produk. Format ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

Jenis produkContoh produkSKU indukContoh SKU variasiKeterangan segmen
FashionKemeja oxfordKMJ-OXFKMJ-OXF-PTH-LKategori-Model-Warna-Ukuran
SepatuSneakers kanvasSPT-SNKSPT-SNK-HTM-42Kategori-Model-Warna-Nomor
HijabPashmina voalHJB-PSMHJB-PSM-NVYKategori-Model-Warna
SkincareSerum vitamin CSKN-SRM-VCSKN-SRM-VC-30MLKategori-Jenis-Varian-Ukuran
MakananKeripik singkongMKN-KRPMKN-KRP-BLD-250GKategori-Produk-Rasa-Berat
Aksesori HPCasing iPhone 15ACC-CSG-IP15ACC-CSG-IP15-CLRKategori-Jenis-Tipe-Warna
Produk tanpa variasiBotol minum 1 literBTL-MNM-1L(tidak perlu SKU variasi)Kategori-Jenis-Ukuran
Produk bundlingPaket kemeja + celanaBDL-KMJ-CLNBDL-KMJ-CLN-01Bundling-Komponen-Nomor

Untuk produk tanpa variasi, SKU induk sudah cukup sebagai identitas produk. Untuk produk bundling, pastikan setiap SKU komponen tetap tercatat agar stok komponennya ikut berkurang saat paket terjual.

Apa kesalahan yang perlu dihindari saat membuat SKU induk?

Berikut kesalahan yang sering terjadi saat menyusun SKU induk dan SKU variasi di Shopee:

1. Tidak mengisi SKU sama sekali

Karena tidak wajib, banyak seller mengosongkan SKU. Akibatnya, produk sulit dilacak saat jumlah variasi dan pesanan bertambah.

2. Menggunakan SKU induk yang berbeda untuk variasi dalam satu produk

Semua variasi dalam satu produk harus memakai SKU induk yang sama. SKU induk yang berbeda dapat menyebabkan variasi tidak terkelompok dengan benar, terutama saat upload massal.

3. Tidak membuat SKU untuk setiap variasi

Jika semua variasi hanya memakai SKU induk, stok setiap warna dan ukuran sulit dibedakan. Hal ini meningkatkan risiko salah kirim dan overselling pada variasi tertentu.

4. Menggunakan kode yang sama untuk produk berbeda

SKU yang ganda membuat laporan penjualan dan stok tercampur. Pastikan setiap produk dan variasi memiliki kode unik.

5. Menyertakan informasi yang sering berubah

Hindari memasukkan harga, nama supplier, atau periode promo ke dalam SKU. Jika informasi tersebut berubah, SKU harus diganti dan riwayat stok bisa terputus.

6. Format yang tidak konsisten

Menggunakan pemisah, urutan segmen, atau singkatan yang berbeda-beda membuat SKU sulit dibaca dan dicari. Gunakan satu format untuk semua produk.

7. SKU terlalu panjang

Meskipun Shopee mengizinkan hingga 100 karakter, SKU yang terlalu panjang sulit dibaca saat picking dan rawan salah ketik. Gunakan singkatan yang ringkas.

8. SKU berbeda di setiap marketplace

Menggunakan SKU berbeda untuk produk yang sama di Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop membuat stok sulit disinkronkan dan pesanan sulit dicocokkan dengan stok di gudang.

9. Mengubah SKU produk yang sudah lama tayang tanpa pencatatan

Mengganti SKU tanpa mencatat perubahannya dapat memutus riwayat stok dan laporan penjualan. Jika harus mengubah SKU, catat kode lama dan kode baru dalam dokumen referensi.

Optimalkan pengelolaan SKU lintas marketplace dengan Mekari Desty

SKU induk dan SKU variasi yang tersusun rapi membantu seller melacak stok dan memproses pesanan dengan lebih akurat. Manfaatnya semakin terasa ketika seller juga berjualan di marketplace lain, karena pembeli kini terbiasa berbelanja di beberapa platform sekaligus.

Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace yang membantu seller mengelola SKU, informasi produk, dan stok dari berbagai marketplace dalam satu sistem terpusat. Berikut fitur yang mendukungnya:

  • Master product sebagai sumber data utama: Kelola nama, deskripsi, foto, varian, harga, dan SKU produk dari satu pengaturan master melalui fitur manajemen produk.
  • Product binding: Hubungkan SKU master dengan produk yang sama di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, dan channel lain, sehingga setiap pesanan langsung mengurangi stok yang tepat.
  • Publish produk satuan dan massal: Terbitkan produk lengkap dengan SKU dan variasinya ke beberapa marketplace sekaligus.
  • Product bundling virtual: Buat produk paket yang terhubung ke SKU komponennya agar stok setiap komponen ikut berkurang saat paket terjual.
  • Sinkronisasi stok real-time per SKU: Stok setiap variasi diperbarui otomatis di semua channel melalui fitur sistem manajemen inventory, lengkap dengan pelacakan batch dan serial number.
  • Laporan penjualan per produk dan varian: Pantau produk dan variasi terlaris dari semua marketplace melalui fitur manajemen laporan.

Mekari Desty juga dapat digunakan tanpa biaya langganan bulanan. Melalui sistem “pay as you grow”, seller cukup top up saldo dan biaya hanya dipotong untuk setiap pesanan yang selesai, sehingga pengelolaan SKU dan stok di banyak marketplace tetap terjangkau sesuai skala bisnis.

Saatnya kelola SKU dan informasi produk di Shopee dan marketplace lain lebih rapi bersama Mekari Desty!

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

Zebra Technologies. “Zebra Study: Nearly Six in 10 Warehouse Leaders Plan to Deploy RFID by 2028”

ChannelEngine. “Marketplace Shopping Behavior Report 2025”

FAQ

1. Apa itu SKU induk Shopee?

1. Apa itu SKU induk Shopee?

SKU induk Shopee adalah kode unik yang mengidentifikasi satu produk di toko. Seluruh variasi dari produk yang sama menggunakan SKU induk yang sama.

2. Apa perbedaan SKU induk dan SKU variasi di Shopee?

2. Apa perbedaan SKU induk dan SKU variasi di Shopee?

SKU induk mengidentifikasi produk secara keseluruhan, sedangkan SKU variasi atau kode variasi mengidentifikasi setiap variasi produk, seperti kombinasi warna dan ukuran tertentu.

3. Apa itu kode integrasi variasi di Shopee?

3. Apa itu kode integrasi variasi di Shopee?

Kode integrasi variasi adalah kode yang digunakan dalam template upload massal Shopee untuk menandai variasi dari satu produk. Semua variasi dalam satu produk harus memakai kode integrasi variasi yang sama.

4. Apakah SKU induk Shopee wajib diisi?

4. Apakah SKU induk Shopee wajib diisi?

Tidak wajib. Namun, mengisi SKU induk dan SKU variasi sangat disarankan untuk memudahkan pelacakan stok, pencocokan pesanan, dan pengelolaan produk di beberapa marketplace.

5. Bagaimana cara mengisi SKU induk Shopee?

5. Bagaimana cara mengisi SKU induk Shopee?

SKU induk dapat diisi pada kolom SKU Induk saat menambahkan atau mengedit produk di Seller Centre, atau melalui kolom SKU induk pada template upload massal. SKU variasi diisi pada tabel variasi untuk setiap kombinasi variasi.

6. Bagaimana Mekari Desty membantu mengelola SKU di berbagai marketplace?

6. Bagaimana Mekari Desty membantu mengelola SKU di berbagai marketplace?

Mekari Desty membantu seller mengelola SKU dari satu master product, menghubungkannya ke produk di Shopee dan marketplace lain melalui product binding, serta menyinkronkan stok per SKU secara otomatis. Pelajari bagaimana Mekari Desty mempermudah pengelolaan produk lintas marketplace Anda.

Mekari Desty

Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace yang membantu operasional bisnis dalam mengelola multi-channel platform dengan biaya terjangkau melalui sistem “pay as you grow”, bayar sesuai per pesanan selesai

Pelajari lebih lanjut

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari,
Mekari Desty juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti :

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • Customer
  • People
  • Services
  • Operasional & digitalisasi