7 mins read

Manajemen Stok Gudang: Panduan Atur Stok Toko Online

Diterbitkan
Diperbarui
Mekari Desty Highlights
  • Manajemen stok gudang berfokus pada satu hal, yaitu memastikan angka stok di sistem sama dengan barang yang benar-benar ada dan layak dijual di rak.
  • Selisih stok jarang muncul tiba-tiba. Hampir selalu ada titik kerja tertentu yang bocor, seperti penerimaan, penyimpanan, pengambilan, retur, atau penyesuaian stok, sehingga kontrol dan KPI perlu dipasang di titik tersebut.
  • Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace yang membantu seller memusatkan stok, lokasi gudang, dan pesanan dari banyak marketplace, sehingga angka stok tetap sinkron tanpa hitung manual.

Manajemen stok gudang sering dianggap sama dengan menghitung jumlah barang, padahal pekerjaan sebenarnya adalah menjaga agar angka di sistem tetap sama dengan kondisi di rak setiap hari. Begitu angka itu meleset, keputusan restock, promo, dan penjualan di marketplace ikut meleset.

Artikel ini membahas apa yang dimaksud dengan manajemen stok gudang, titik kerja tempat stok paling sering bocor, enam langkah mengelolanya, serta KPI yang bisa dipakai untuk mengukur hasilnya.

Apa itu manajemen stok gudang?

Manajemen stok gudang adalah proses mengatur dan mencatat persediaan agar jumlah barang di sistem sesuai dengan kondisi fisik di gudang. Proses ini mencakup pencatatan barang masuk dan keluar, penentuan lokasi penyimpanan, pengelolaan retur, serta pemeriksaan stok secara berkala. 

Tujuannya proses ini adalah untuk menjaga akurasi pencatatan dan memastikan barang tersedia saat dibutuhkan untuk memenuhi pesanan. Ketidakakuratan stok dapat berdampak pada penjualan dan penggunaan modal. 

Laporan IHL Group yang dikutip Chain Store Age memperkirakan bahwa inventory distortion menyebabkan kerugian sekitar US$1,73 triliun per tahun bagi industri ritel global. 

Istilah ini mencakup kerugian akibat kehabisan stok (out-of-stock) dan kelebihan persediaan (overstock), dengan nilai yang setara sekitar 6,5% dari penjualan ritel dunia. Bagi seller marketplace, masalah tersebut bisa terjadi ketika pesanan dibatalkan karena stok di sistem ternyata kosong, atau modal tertahan pada barang yang lambat terjual. 

Karena itu, manajemen stok gudang bukan sekadar mencatat jumlah barang, tetapi juga memastikan catatan persediaan dapat diandalkan untuk menentukan ketersediaan produk dan merencanakan restock.

Titik rawan selisih stok di gudang

Selisih stok biasanya bermula dari satu langkah kerja yang tidak dicatat dengan benar. Tabel berikut memetakan lima titik rawan beserta kontrol yang perlu dipasang.

AspekPenerimaanPenyimpananPengambilanReturPenyesuaian stok
Kesalahan umumJumlah dicatat sesuai surat jalan, bukan hasil hitung fisikBarang diletakkan di lokasi berbeda dari catatanSalah varian atau salah jumlah saat diambilBarang kembali ke gudang tetapi belum dicatatStok diubah tanpa alasan dan tanpa jejak
Dampak pada stokStok sistem lebih tinggi dari stok fisikBarang ada, tetapi tidak ditemukan saat dibutuhkanStok sistem dan fisik bergeser setiap ada pesananStok layak jual tampak lebih rendah dari sebenarnyaPenyebab selisih tidak dapat ditelusuri
Kontrol yang diperlukanHitung fisik lalu catat jumlah yang benar-benar diterimaKode lokasi konsisten dan pencatatan setiap perpindahanVerifikasi SKU dan jumlah sebelum barang dikemasPeriksa kondisi, lalu catat layak jual atau karantinaWajib ada alasan dan riwayat setiap penyesuaian

Tabel ini menunjukkan bahwa kontrol stok tidak cukup dilakukan sekali di akhir bulan lewat penghitungan fisik. Kontrol perlu ada di setiap titik kerja, sehingga selisih bisa ditangkap sebelum membesar.

Cara mengelola stok gudang secara efektif

Enam langkah berikut disusun berurutan, dari fondasi pencatatan sampai pengendalian harian. Langkah awal menentukan seberapa mudah langkah berikutnya dijalankan.

1. Pisahkan stok berdasarkan statusnya

Jangan mencampur semua barang dalam satu angka stok. Pisahkan stok yang layak jual, sudah dipesan tetapi belum dikirim, sedang dalam perjalanan dari supplier, serta stok karantina untuk barang rusak atau retur yang belum diperiksa. Dengan pemisahan ini, angka yang tampil ke pembeli hanya stok yang benar-benar bisa dijual, sehingga risiko overselling berkurang.

2. Beri identitas dan lokasi yang konsisten

Setiap produk dan varian memerlukan kode SKU yang unik, dan setiap SKU memerlukan lokasi yang tercatat, misalnya zona, rak, dan slot. Jika rotasi stok diperlukan, tentukan aturan FIFO atau FEFO sejak awal agar semua petugas mengambil barang dengan urutan yang sama.

3. Catat setiap pergerakan saat kejadian berlangsung

Barang masuk, keluar, transfer antargudang, retur, dan penyesuaian perlu dicatat segera, bukan direkap di akhir hari. Pencatatan yang tertunda membuat stok yang tampil di marketplace tertinggal dari kondisi gudang, terutama saat pesanan datang bersamaan. Untuk penyesuaian, wajibkan alasan seperti rusak, hilang, atau salah input, supaya pola selisih bisa dianalisis nanti.

4. Hitung stok secara bertahap berdasarkan prioritas

Kelompokkan SKU menurut kontribusi penjualannya, lalu hitung SKU yang paling penting lebih sering. Cara ini lebih ringan daripada menutup gudang untuk menghitung semuanya, dan selisih dapat ditemukan lebih awal. 

5. Tetapkan titik pemesanan ulang untuk SKU utama

Tentukan batas stok yang memicu pemesanan ulang berdasarkan rata-rata penjualan harian, lama pengiriman supplier, dan cadangan pengaman. Titik pemesanan ulang membuat restock berjalan berdasarkan data, bukan firasat, sehingga risiko kehabisan stok saat promo lebih kecil.

6. Gunakan satu sumber stok untuk semua marketplace

Jika satu produk dijual di beberapa toko, setiap penjualan harus mengurangi stok yang sama. Memperbarui stok manual di tiap marketplace memakan waktu dan membuka celah salah hitung, terutama pada musim kampanye. 

KPI manajemen stok gudang yang perlu dipantau

KPI berikut membantu mengevaluasi akurasi pencatatan, perputaran persediaan, dan kecukupan stok.

1. Akurasi stok (inventory record accuracy)

Akurasi stok menunjukkan seberapa sering catatan sistem cocok dengan hasil hitung fisik.

Akurasi stok = jumlah SKU yang cocok ÷ jumlah SKU yang dicek × 100%

Sebagai ilustrasi, jika 200 SKU diperiksa dan 182 di antaranya cocok dengan catatan sistem, akurasi stok mencapai 91%. Artinya, terdapat 18 SKU yang jumlah fisiknya berbeda dari catatan sistem dan perlu ditelusuri penyebabnya.

Angka tersebut sejalan dengan temuan The Metrics of Inventory Management yang disusun CAPS Research bersama Institute for Supply Management dan Arizona State University pada 2023. Rata-rata akurasi inventori perusahaan tercatat sekitar 91%, sedangkan perusahaan dengan kinerja terendah mencapai 67%. 

ISM juga menyebut akurasi 90% sebagai kategori baik dan 95% sebagai tingkat kelas dunia. Artinya, hasil 91% memang berada di sekitar rata-rata yang dilaporkan, tetapi masih menyisakan selisih pada 9% SKU yang diperiksa. 

Bagi seller marketplace, ketidaksesuaian ini dapat meningkatkan risiko pembatalan pesanan atau keputusan restock yang kurang tepat.

2. Perputaran persediaan (inventory turnover)

Perputaran menunjukkan seberapa cepat stok berubah menjadi penjualan.

Perputaran persediaan = harga pokok penjualan (HPP) ÷ rata-rata nilai persediaan

Jika HPP setahun Rp600 juta dan rata-rata nilai persediaan Rp100 juta, perputarannya 6 kali per tahun, atau sekitar 61 hari untuk menghabiskan stok (365 ÷ 6). Angka yang rendah menandakan modal tertahan di stok yang lambat bergerak, sedangkan angka yang sangat tinggi bisa berarti stok terlalu tipis dan rawan kosong.

3. Sisa hari stok (stock cover)

Sisa hari stok memperkirakan berapa lama stok tersedia cukup untuk memenuhi penjualan.

Sisa hari stok = stok tersedia ÷ rata-rata penjualan harian

Sebagai contoh, stok tersedia 90 unit dan rata-rata penjualan 6 unit per hari berarti stok cukup untuk 15 hari. Jika lama pengiriman supplier 21 hari, SKU tersebut sudah perlu dipesan ulang, bahkan sebelum stoknya habis.

Hasil ketiga KPI sebaiknya ditinjau berkala dan dipakai untuk memperbaiki proses. Jika akurasi turun, periksa titik rawan seperti penerimaan dan retur terlebih dahulu. Jika perputaran melambat, tinjau SKU yang menumpuk dan sesuaikan pembelian berikutnya.

Kendalikan stok gudang dari semua marketplace dengan Mekari Desty

Mengelola stok gudang secara manual masih memungkinkan saat produk dan marketplace belum banyak. Namun ketika pesanan datang dari beberapa toko sekaligus, setiap penerimaan, perpindahan lokasi, dan retur harus tercatat tanpa terlewat, dan satu langkah yang luput sudah cukup membuat stok di sistem berbeda dengan stok di rak.

Mekari Desty hadir sebagai platform omnichannel marketplace yang membantu seller mengendalikan stok dari semua channel melalui sistem manajemen inventory dan sistem manajemen gudang. Berikut fitur yang mendukungnya:

  • Stok tersinkron lintas marketplace: Stok berkurang otomatis setiap ada transaksi di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, dan channel lainnya, tanpa update manual di tiap toko.
  • Pengelolaan multi-gudang, rak, dan slot: Atur lokasi penyimpanan per gudang, zona, rak, dan slot, termasuk transfer antar-gudang dan penerimaan barang berdasarkan purchase order.
  • Stok dipesan dan pick and pack dengan pemindaian: Melalui warehouse management system, barang yang sudah dipesan dicadangkan agar tidak terambil untuk pesanan lain, dan pengambilan diverifikasi dengan pemindaian.
  • Retur otomatis kembali ke stok: Barang retur yang diproses di sistem langsung dikembalikan ke stok sehingga jumlah persediaan tetap akurat.
  • Stock opname terintegrasi: Buat dokumen stock opname dari sistem, lalu perbarui stok gudang setelah penghitungan fisik selesai.
  • Laporan stok dan estimasi stok habis: Pantau stok per kategori, produk, dan gudang melalui manajemen laporan agar restock dapat direncanakan lebih awal.

Mekari Desty tidak menerapkan biaya langganan bulanan. Dengan skema pay as you grow, seller cukup top up saldo dan biaya hanya dipotong untuk setiap pesanan yang selesai. Pengelolaan stok gudang dari semua marketplace pun tetap terjangkau karena pengeluaran mengikuti volume pesanan bisnis.

Saatnya kendalikan stok gudang dari semua marketplace lebih akurat dan terukur bersama Mekari Desty.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

Chain Store Age. “IHL Group: Inventory issues cause $1.7T in annual losses.” 

ISM. “The Monthly Metric: Inventory Accuracy Rate”

FAQ

1. Apa itu manajemen stok gudang?

1. Apa itu manajemen stok gudang?

Manajemen stok gudang adalah pengelolaan barang di gudang mulai dari pencatatan barang masuk, penentuan lokasi, hingga pengeluaran barang, agar stok di sistem selalu sesuai dengan stok fisik.

2. Apa bedanya manajemen stok gudang dengan manajemen gudang?

2. Apa bedanya manajemen stok gudang dengan manajemen gudang?

Manajemen gudang mencakup seluruh operasional gudang, termasuk tata letak, tenaga kerja, dan peralatan. Manajemen stok gudang lebih sempit karena berfokus pada akurasi dan ketersediaan barang.

3. Apa saja yang dikontrol dalam manajemen stok gudang?

3. Apa saja yang dikontrol dalam manajemen stok gudang?

Kontrol dipasang di penerimaan, penyimpanan, pengambilan, retur, dan penyesuaian stok, karena kelima titik ini yang paling sering menyebabkan selisih antara sistem dan fisik.

4. KPI apa yang cocok untuk memantau stok gudang?

4. KPI apa yang cocok untuk memantau stok gudang?

Akurasi stok, perputaran persediaan, dan sisa hari stok adalah tiga indikator dasar untuk menilai akurasi pencatatan, kecepatan perputaran, dan kecukupan stok.

5. Seberapa sering stok gudang perlu dihitung?

5. Seberapa sering stok gudang perlu dihitung?

Frekuensinya bergantung pada kecepatan perputaran barang. SKU yang paling berpengaruh pada penjualan perlu dihitung lebih sering, sedangkan SKU yang jarang bergerak cukup dicek secara periodik.

6. Bagaimana Mekari Desty membantu manajemen stok gudang?

6. Bagaimana Mekari Desty membantu manajemen stok gudang?

Mekari Desty memusatkan stok dari banyak marketplace, mengatur lokasi rak dan slot, mencadangkan stok yang dipesan, mengembalikan stok dari retur, dan menyediakan stock opname dalam satu platform.

Mekari Desty

Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace yang membantu operasional bisnis dalam mengelola multi-channel platform dengan biaya terjangkau melalui sistem “pay as you grow”, bayar sesuai per pesanan selesai

Pelajari lebih lanjut

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari,
Mekari Desty juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti :

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • Customer
  • People
  • Services
  • Operasional & digitalisasi