- HPP perusahaan dagang adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang dagangan yang berhasil terjual dalam satu periode, mulai dari persediaan awal, pembelian, hingga persediaan akhir.
- Masalahnya, ketika transaksi pembelian dan penjualan terjadi di banyak channel sekaligus, menghitung HPP secara manual rentan salah karena harus merekap data stok dan pembelian dari berbagai sumber satu per satu.
- Mekari Desty membantu bisnis menghitung HPP secara otomatis dengan metode FIFO maupun rata-rata melalui fitur Manajemen Inventory, sehingga nilai persediaan dan HPP selalu akurat tanpa perlu rekap manual.
Salah satu penyebab perusahaan bisa merugi, karena kesalahan dalam menentukan harga jual, yang tentu berpengaruh pada keuntungan didapat. Banyak perusahaan yang masih belum mengetahui cara menghitung HPP perusahaan dagang, bisa jadi salah satu faktornya.
Bahkan, ada perusahaan yang sembarangan memasukan komponen HPP. Bagi mereka, yang penting sudah memasukan HPP dan perusahaan untung, padahal justru sebaliknya.
Melalui artikel ini, pembaca dapat mengetahui sistem perhitungan hpp perusahaan dagang, mulai dari komponen hingga contoh perhitungannya.

Apa itu HPP perusahaan dagang?
HPP atau Harga Pokok Penjualan adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh barang yang berhasil terjual dalam satu periode akuntansi tertentu.
Definisi menurut Corporate Finance Institute, HPP dihitung dari nilai persediaan barang yang tersedia untuk dijual, yaitu persediaan awal ditambah pembelian, dikurangi persediaan akhir yang belum terjual – Corporate Finance Institute.
HPP ini kemudian dicantumkan dalam laporan laba rugi dan dikurangkan dari penjualan bersih untuk mendapatkan laba kotor perusahaan, sehingga akurasi perhitungannya sangat mempengaruhi gambaran profitabilitas bisnis secara keseluruhan.
Komponen HPP perusahaan dagang
Getdefacto menjelaskan, bahwa berbeda dengan perusahaan manufaktur yang HPP-nya mencakup biaya produksi seperti bahan baku dan tenaga kerja, komponen HPP perusahaan dagang lebih sederhana karena sebagian besar berasal dari biaya memperoleh barang untuk dijual kembali.
Berikut komponen utama yang membentuk HPP perusahaan dagang.
- Persediaan awal: nilai barang dagangan yang tersisa dari periode sebelumnya, dan menjadi titik awal perhitungan pada periode berjalan.
- Pembelian bersih: total pembelian barang dagangan selama periode berjalan, ditambah biaya angkut pembelian, dikurangi retur dan potongan pembelian.
- Persediaan akhir: nilai barang dagangan yang masih tersisa dan belum terjual pada akhir periode.
Ketiga komponen ini saling berkaitan, sehingga kesalahan mencatat salah satunya, misalnya persediaan akhir yang tidak sesuai kondisi fisik gudang, akan langsung mempengaruhi hasil akhir perhitungan HPP.
Rumus HPP perusahaan dagang
Rumus dasar untuk menghitung HPP perusahaan dagang adalah sebagai berikut.
HPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir
Sementara itu, pembelian bersih sendiri dihitung dengan rumus berikut.
Pembelian Bersih = Pembelian Kotor + Biaya Angkut Pembelian – Retur Pembelian – Potongan Pembelian
Rumus ini bersifat fleksibel dan tetap bisa digunakan meski salah satu komponen seperti retur atau biaya angkut tidak ada dalam transaksi, cukup dengan mengabaikan komponen yang tidak relevan tersebut.
Metode persediaan yang mempengaruhi perhitungan HPP

Selain rumus dasarnya, hasil akhir HPP juga dipengaruhi oleh metode yang digunakan untuk menilai persediaan. Metode penilaian yang berbeda dapat menghasilkan nilai HPP yang berbeda meski berasal dari transaksi pembelian yang sama.
FIFO (First In First Out)
Metode ini mengasumsikan barang yang pertama kali dibeli adalah barang yang pertama kali terjual, sehingga nilai persediaan akhir mencerminkan harga barang yang paling baru dibeli.
LIFO (Last In First Out)
Metode ini mengasumsikan barang yang terakhir dibeli adalah barang yang pertama kali terjual, sehingga nilai persediaan akhir mencerminkan harga barang yang lebih lama.
Rata-rata tertimbang (Weighted Average)
Metode ini menghitung biaya rata-rata dari seluruh barang yang tersedia untuk dijual, sehingga fluktuasi harga beli tidak terlalu berdampak besar pada nilai HPP di satu periode tertentu.
Cara menghitung HPP perusahaan dagang

Berikut langkah-langkah menghitung HPP perusahaan dagang, lengkap dengan contoh perhitungan sederhana.
1. Tentukan nilai persediaan awal.
Misalnya, sebuah toko memiliki persediaan awal senilai Rp30.000.000 pada awal periode.
2. Hitung total pembelian bersih selama periode berjalan.
Selama periode tersebut, toko melakukan pembelian sebesar Rp50.000.000, dengan biaya angkut Rp2.500.000, retur pembelian Rp3.000.000, dan potongan pembelian Rp1.000.000.
Pembelian bersih = (Rp50.000.000 + Rp2.500.000) – (Rp3.000.000 + Rp1.000.000) = Rp48.000.000
3. Jumlahkan persediaan awal dengan pembelian bersih.
Barang tersedia untuk dijual = Rp20.000.000 + Rp48.000.000 = Rp68.000.000.
4. Tentukan nilai persediaan akhir.
Berdasarkan hasil stock opname, persediaan akhir toko tersisa senilai Rp20.000.000
5. Kurangi barang tersedia untuk dijual dengan persediaan akhir.
HPP = Rp30.000.000 + Rp48.000.000- Rp20.000.000
= Rp58.000.000
Dari contoh di atas, toko tersebut mengeluarkan biaya sebesar Rp58.000.000 untuk barang dagangan yang berhasil terjual selama periode tersebut, dan angka inilah yang akan dicantumkan dalam laporan laba rugi.
Kenapa perusahaan dagang perlu menghitung HPP dengan tepat?
Perhitungan HPP yang tepat dapat membantu perusahaan menentukan harga jual yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga tetap menghasilkan keuntungan yang sesuai.
HPP menjadi dasar untuk mengetahui laba kotor perusahaan, sehingga bisnis bisa mengevaluasi apakah strategi penjualan yang dijalankan sudah cukup efektif atau perlu disesuaikan.
Selain itu, biaya penyimpanan persediaan atau inventory carrying cost umumnya mencapai 20-30% dari total nilai persediaan, sehingga HPP yang akurat membantu bisnis mengontrol efisiensi biaya di balik setiap barang yang disimpan – NetSuite.
Jika perhitungan HPP-nya tidak tepat, dampaknya mempengaruhi tingkat risiko, karena bisa saja, sebenarnya perusahaan tersebut merugi, namun pada laporan terteranya mendapatkan keuntungan.
Kelola HPP perusahaan dagang Anda lebih mudah dengan Mekari Desty
Menghitung HPP secara manual mungkin masih bisa dilakukan ketika transaksi belum banyak, tetapi akan terasa jauh lebih rumit begitu bisnis mulai berjualan di banyak marketplace dan channel sekaligus. Tanpa sistem yang terhubung, merekap data pembelian dan stok dari berbagai sumber untuk menghitung HPP secara manual berisiko membuat angkanya kurang akurat.
Mekari Desty hadir sebagai software omnichannel yang membantu bisnis menghitung HPP secara otomatis dengan metode FIFO maupun rata-rata melalui fitur Manajemen Inventory, sehingga nilai persediaan selalu akurat dan siap digunakan untuk laporan keuangan.
Selain menghitung HPP, fitur ini juga memberi Anda kontrol penuh atas stok lewat kapabilitas Inventory Control & Stock Synchronization, yang membantu mengelola stok dari marketplace secara real-time:
- Penyesuaian stok satuan dan massal untuk pembaruan inventori yang cepat dan presisi.
- Pengelolaan berbagai jenis stok dalam satu sistem terpusat.
- Perhitungan biaya inventori yang fleksibel dengan metode FIFO dan average.
- Dukungan FEFO untuk produk dengan masa kedaluwarsa.
- Manajemen batch dan serial number untuk pelacakan produk yang lebih detail.
Dengan stok yang selalu tersinkron dan perhitungan HPP yang otomatis, Anda tidak perlu lagi merekap data secara manual dari berbagai channel penjualan.
Yuk, kelola HPP perusahaan dagang Anda lebih mudah dan akurat bersama Mekari Desty.
Referensi
Corporate Finance Institute. “Cost of Goods Sold (COGS) – Learn How to Calculate & Account for COGS”
NetSuite. “Inventory Carrying Costs: What It Is & How to Calculate It”
Getdefacto. “COGS: Cost of Goods Sold (Formula & Definition)”