- Cara jual barang di Shopee dimulai dari menyiapkan akun dan informasi toko, membuka toko lewat aplikasi atau Seller Centre, lalu mengunggah produk dengan foto, nama, kategori, atribut, deskripsi, variasi, dan berat yang lengkap.
- Kualitas daftar produk ikut menentukan peluang produk ditemukan dan dibeli. Setelah produk tayang, seller juga perlu mengoptimalkan kata kunci, harga, promosi, respons chat, ketepatan pengiriman, dan ulasan pembeli.
- Mekari Desty hadir sebagai platform omnichannel marketplace yang membantu seller mengunggah dan memperbarui produk dari satu master product ke Shopee dan marketplace lain sekaligus, tanpa input ulang di setiap Seller Centre.
Berjualan di Shopee bisa menjadi langkah awal untuk memulai bisnis online tanpa harus membangun website sendiri. Seller cukup membuka toko, mengunggah produk, dan mengelola pesanan melalui platform Shopee.
Namun, bagi pemula, proses berjualan tidak hanya dimulai dari mengunggah produk. Ada beberapa tahap yang perlu dipahami, mulai dari menyiapkan akun dan membuka toko hingga mengatur produk agar siap dijual.
Artikel ini membahas cara jual barang di Shopee, termasuk cara buka toko melalui aplikasi dan Seller Centre, mengunggah produk pertama sesuai panduan Shopee, serta tips mengoptimalkan penjualan.

Potensi pasar Shopee untuk seller di Indonesia
Shopee bisa menjadi salah satu pilihan untuk memulai bisnis online karena memiliki basis pembeli yang besar dan menyediakan fitur untuk membantu seller mengelola toko, promosi, hingga pengiriman pesanan.
Data tersebut menunjukkan bahwa Shopee memiliki posisi kuat di pasar e-commerce Indonesia. Bagi seller pemula, platform ini dapat menjadi salah satu channel untuk menjangkau pembeli online tanpa perlu membangun website sendiri. Seiring perkembangan bisnis, seller juga dapat mempertimbangkan marketplace lain untuk memperluas jangkauan penjualan.
Persiapan sebelum membuka toko di Shopee
Sebelum mendaftar sebagai penjual, pastikan Anda menyiapkan beberapa hal berikut agar proses pembukaan toko dan pengunggahan produk berjalan lancar.
- Akun Shopee dan nomor HP aktif: digunakan untuk masuk ke akun dan melakukan verifikasi jika diperlukan.
- Email aktif: untuk menerima informasi dan notifikasi terkait akun maupun toko.
- Nama toko: pilih nama yang mudah diingat, relevan dengan produk yang dijual, dan sesuai ketentuan penamaan toko Shopee.
- Alamat pengiriman: siapkan alamat asal pengiriman yang akan digunakan untuk mengatur pengiriman pesanan.
- Data identitas: siapkan informasi yang diperlukan untuk verifikasi akun atau usaha jika diminta.
- Informasi produk: siapkan foto, nama, deskripsi, harga, stok, dan berat produk agar dapat langsung diunggah setelah toko dibuat.
Cara buka toko di Shopee
Sebelum mulai menjual produk, Anda perlu mendaftarkan toko dan melengkapi informasi yang dibutuhkan. Shopee menyediakan dua pilihan untuk membuka toko, sehingga Anda bisa memilih cara yang paling sesuai dengan perangkat dan kebutuhan Anda.
- Melalui aplikasi Shopee: buka aplikasi, login atau daftar akun, lalu pilih menu Mulai Jual dan ikuti petunjuk untuk melengkapi informasi toko.
- Melalui Seller Centre: kunjungi Seller Centre Shopee, login atau daftar akun, lalu ikuti tahapan pendaftaran dan lengkapi informasi toko.
Jika Anda belum memiliki toko, ikuti panduan cara buka toko di Shopee untuk mengetahui proses pendaftaran melalui aplikasi maupun Seller Centre secara lengkap.
Panduan cara jual barang di Shopee
Setelah toko aktif, Anda bisa mulai berjualan dengan mengunggah produk. Siapkan foto dan informasi produk serta berat barang, lalu ikuti langkah-langkah berikut:
1. Buka menu Tambah Produk Baru
Masuk ke Seller Centre, pilih menu Produk, lalu klik Tambah Produk Baru.
2. Upload foto produk
Gunakan foto dengan ukuran minimal 500 x 500 piksel dan resolusi minimal 72 dpi. Shopee menyarankan produk mengisi sekitar 70% area foto, diambil dari depan atau sudut 30 derajat, dengan pencahayaan cukup dan latar belakang polos. Hindari foto yang dipotong berlebihan, berisi banyak teks, atau menampilkan produk lain.
3. Tulis nama produk
Gunakan format Merek + Model + Spesifikasi + Ukuran agar nama produk informatif dan mudah ditemukan. Contohnya: “Luna Kaos Polos Cotton Combed 30s Hitam M”.
4. Pilih kategori dan lengkapi atribut
Pilih kategori yang paling sesuai, lalu isi atribut produk. Atribut merek wajib diisi, sedangkan produk tanpa merek dapat memilih opsi Tidak ada Merek. Atribut yang akurat membantu produk muncul di hasil pencarian yang tepat dan mengurangi pertanyaan berulang dari pembeli.
5. Tulis deskripsi produk
Jelaskan kegunaan produk, bahan, ukuran, berat, cara pemakaian, dan informasi garansi jika ada. Deskripsi yang lengkap membantu pembeli mengambil keputusan tanpa harus bertanya lewat chat.
6. Atur variasi, harga, dan stok
Jika produk memiliki pilihan warna atau ukuran, aktifkan variasi, lalu isi harga dan stok untuk setiap varian. Isi juga kode SKU agar setiap varian mudah dilacak.
7. Isi berat, dimensi, dan jasa kirim
Masukkan berat dan dimensi paket sesuai kondisi sebenarnya karena data ini digunakan untuk menghitung ongkos kirim. Pastikan jasa kirim yang aktif sesuai dengan ukuran dan jenis produk.
8. Simpan dan tampilkan produk
Periksa kembali seluruh informasi, lalu klik Simpan & Tampilkan. Produk akan muncul di toko setelah lolos pemeriksaan sistem Shopee.
Tips agar barang cepat laku di Shopee
Setelah produk tayang, optimalkan tampilan produk, harga, dan pelayanan agar lebih menarik bagi calon pembeli. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan:
1. Gunakan kata kunci yang relevan
Sertakan kata kunci yang sesuai dengan produk pada judul dan deskripsi agar pembeli lebih mudah menemukannya. Anda bisa melihat saran kata yang muncul di kolom pencarian Shopee untuk mengetahui istilah yang digunakan calon pembeli.
2. Tetapkan harga yang kompetitif
Bandingkan harga produk serupa dari beberapa toko untuk menentukan harga yang sesuai. Pertimbangkan juga biaya layanan, diskon, dan subsidi ongkos kirim agar harga tetap menarik tanpa mengurangi margin keuntungan secara berlebihan.
3. Manfaatkan program promosi Shopee
Gunakan fitur promosi seperti voucher toko, diskon produk, dan kampanye tanggal kembar untuk menarik minat pembeli. Sebelum mengikuti promosi, hitung kembali potensi keuntungan dan pastikan stok mencukupi untuk memenuhi pesanan.
4. Respons chat pembeli dengan cepat
Jawab pertanyaan calon pembeli dengan cepat dan jelas, terutama terkait harga, variasi, ketersediaan stok, dan pengiriman. Respons yang informatif dapat membantu pembeli memperoleh informasi yang dibutuhkan sebelum melakukan transaksi.
5. Proses pesanan tepat waktu
Segera siapkan pesanan yang masuk dan pastikan paket diserahkan kepada kurir sesuai batas waktu pengiriman. Pengelolaan pesanan yang baik membantu mengurangi risiko keterlambatan dan menjaga pengalaman belanja pelanggan.
6. Dorong pembeli memberikan ulasan
Ulasan dan rating dapat menjadi pertimbangan calon pembeli sebelum bertransaksi. Jaga kualitas produk dan pelayanan, lalu dorong pembeli memberikan ulasan secara wajar setelah pesanan diterima, misalnya melalui pesan tindak lanjut atau kartu ucapan dalam paket.
Jualan di Shopee dan lintas marketplace lain lebih praktis dengan Mekari Desty
Membuka toko dan mengunggah produk pertama di Shopee adalah langkah awal berjualan online. Seiring toko berkembang, banyak seller mulai membuka toko di marketplace lain untuk menjangkau lebih banyak pembeli.
Konsekuensinya, produk yang sama perlu diunggah ulang di setiap platform, dan setiap perubahan harga, stok, atau deskripsi harus diperbarui satu per satu.
Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace yang membantu seller mengunggah, memperbarui, dan menyinkronkan produk di semua marketplace yang terhubung melalui fitur manajemen produk dalam satu dashboard. Berikut fitur yang mendukung pengelolaan produk di banyak marketplace:
- Master Product: Simpan satu data produk utama, termasuk foto, nama, deskripsi, variasi, dan SKU, lalu gunakan sebagai acuan untuk seluruh marketplace yang terhubung.
- Single & Bulk Product Publishing: Terbitkan satu atau banyak produk ke berbagai marketplace sekaligus, tanpa mengulang proses tambah produk di setiap Seller Centre.
- Product Binding: Hubungkan produk yang sudah tayang di Shopee ke master product, sehingga listing lama tetap bisa dikelola dari Mekari Desty.
- Master Product Price & Bulk Marketplace Price Adjustment: Atur harga utama dan sesuaikan harga di banyak marketplace secara massal, misalnya saat menyiapkan promo.
- Sinkronisasi stok otomatis: Stok di semua marketplace diperbarui otomatis setiap ada transaksi, sehingga risiko overselling dapat ditekan.
Mekari Desty menggunakan sistem pay as you grow tanpa langganan bulanan. Seller cukup top up saldo, dan biaya dipotong hanya untuk setiap pesanan yang selesai. Dengan begitu, biaya pengelolaan produk tetap mengikuti perkembangan toko, termasuk bagi seller yang baru mulai merambah marketplace lain.
Saatnya kelola produk di Shopee dan marketplace lainnya dari satu dashboard bersama Mekari Desty.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.