- Biaya pembuatan website e-commerce sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah untuk toko sederhana berbasis template hingga ratusan juta rupiah untuk pengembangan custom sepenuhnya.
- Biaya ini bisa membengkak signifikan, terutama jika bisnis membutuhkan fitur khusus seperti integrasi ERP, sistem harga khusus, atau marketplace multi-vendor, di luar biaya integrasi dan maintenance tahunan yang terus berjalan.
- Mekari Desty menyediakan Store Builder tanpa coding yang memungkinkan Anda membangun dan mendesain toko online sendiri, lalu menghubungkan domain dalam waktu kurang dari 2 menit.
Banyak calon pemilik bisnis online mengurungkan niat membuat website sendiri karena mengira biayanya pasti mahal. Padahal, biaya pembuatan website e-commerce sangat bervariasi, tergantung pada kebutuhan, fitur, dan skala bisnis yang ingin dibangun.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari estimasi biaya pembuatan website e-commerce, faktor-faktor yang mempengaruhinya, rincian biaya berdasarkan skala bisnis, hingga biaya tambahan yang sering terlewat saat menyusun anggaran.

Mengapa biaya pembuatan website e-commerce bervariasi?

Biaya pembuatan website e-commerce bisa sangat berbeda, mulai dari beberapa juta rupiah untuk setup sederhana hingga ratusan juta rupiah untuk website dengan sistem yang kompleks dan sepenuhnya kustom. Perbedaan ini wajar karena setiap bisnis memiliki kebutuhan, target pasar, dan skala operasional yang tidak sama.
Secara global, 66% bisnis kecil bahkan menghabiskan kurang dari $10.000 (sekitar Rp160 juta) untuk desain, pembuatan, dan peluncuran website mereka. – Zippia.
Data ini menunjukkan bahwa anggapan “bikin website pasti mahal” tidak sepenuhnya benar, karena mayoritas bisnis kecil justru berhasil menekan biaya jauh di bawah angka yang sering dibayangkan orang.
Semakin sederhana kebutuhan, misalnya hanya untuk menampilkan produk dan menerima pesanan biayanya tentu lebih rendah. Namun, ketika bisnis membutuhkan fitur tambahan seperti integrasi pembayaran otomatis, manajemen stok, sistem promosi, hingga dashboard analitik, biaya pengembangan akan ikut meningkat.
Faktor lain seperti desain UI/UX, jumlah halaman, performa website, hingga kebutuhan integrasi dengan sistem lain juga turut menentukan besarnya investasi. Karena itu, penting bagi bisnis untuk menyesuaikan anggaran dengan kebutuhan, agar tidak overbudget sekaligus tetap mendapatkan website yang optimal untuk berkembang.
Rincian komponen biaya pembuatan website e-commerce

Berikut beberapa komponen biaya yang perlu diperhitungkan saat membangun website e-commerce:
1. Domain
Domain adalah alamat website Anda (misalnya .com). Biayanya relatif terjangkau, umumnya berkisar Rp160.000–Rp320.000 per tahun. Namun, domain premium atau ekstensi tertentu bisa lebih mahal.
2. Hosting
Hosting adalah tempat menyimpan data website. Untuk bisnis kecil, biaya hosting biasanya mulai dari Rp32.000–Rp320.000 per bulan. Jika traffic website tinggi atau membutuhkan performa lebih stabil, biayanya bisa mencapai jutaan rupiah per bulan.
3. Tema atau desain
Anda bisa menggunakan tema gratis, tetapi biasanya terbatas dari sisi tampilan dan fleksibilitas. Tema premium berkisar Rp800.000–Rp3,2 juta, sementara desain custom dari freelancer atau agency bisa jauh lebih mahal, tergantung tingkat kompleksitas dan kebutuhan brand.
4. Pengembangan fitur khusus
Jika bisnis membutuhkan fitur tambahan seperti integrasi ERP, sistem harga khusus, atau marketplace multi-vendor, biaya pengembangannya bisa signifikan—mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung kompleksitas.
5. Pembuatan konten
Konten seperti deskripsi produk, foto, dan video juga membutuhkan biaya. Penulisan konten bisa berkisar Rp800.000–Rp2,4 juta per halaman, sementara produksi video bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah per konten.
6. Biaya pemrosesan pembayaran
Payment gateway biasanya tidak mengenakan biaya awal, tetapi mengambil persentase dari setiap transaksi (sekitar 2–3%). Biaya ini perlu diperhitungkan karena akan mempengaruhi margin keuntungan Anda.
Faktor yang mempengaruhi biaya pembuatan website e-commerce

Berikut beberapa faktor utama yang menentukan besar kecilnya biaya pembuatan website e-commerce Anda.
- Pilihan platform: Menggunakan platform siap pakai atau BigCommerce umumnya lebih terjangkau, sementara pengembangan custom sepenuhnya jauh lebih mahal karena membutuhkan tenaga developer khusus.
- Kompleksitas desain: Desain berbasis template lebih terjangkau karena menggunakan kerangka kerja yang sudah tersedia, sementara desain custom membutuhkan investasi lebih besar meski menawarkan pengalaman yang lebih premium.
- Jumlah dan kompleksitas fitur: Semakin banyak fitur yang ditambahkan, seperti personalisasi produk, pencarian berbasis AI, atau manajemen inventaris, semakin tinggi pula biaya pengembangannya.
- Metode pembayaran yang didukung: Semakin banyak dan kompleks metode pembayaran yang perlu diintegrasikan, semakin besar pula anggaran pengembangan yang dibutuhkan.
- Integrasi dengan sistem eksternal: Banyak bisnis e-commerce yang bergantung pada alat dan layanan eksternal, seperti ERP, CRM, maupun sistem logistik, yang masing-masing menambah kompleksitas dan biaya pengembangan.
Biaya tambahan yang perlu diperhitungkan
Selain biaya pengembangan awal, ada sejumlah biaya tambahan yang sering terlewat saat merencanakan anggaran website e-commerce.
Berikut beberapa biaya tambahan lain yang perlu diperhitungkan.
- Biaya maintenance tahunan: Umumnya berkisar 10-20% dari biaya pengembangan awal per tahun, mencakup hosting, pembaruan, patch keamanan, dan perbaikan bug.
- Biaya hosting dan keamanan: Website custom membutuhkan hosting dan sertifikat keamanan terpisah, berbeda dengan platform SaaS yang umumnya sudah mencakup ini dalam biaya langganan.
- Biaya transaksi pembayaran: Sebagian platform mengenakan biaya tambahan per transaksi, yang perlu diperhitungkan dalam proyeksi biaya operasional jangka panjang.
- Biaya tim pengembang atau agensi: Menggunakan jasa developer freelance, agensi, maupun tim in-house masing-masing memiliki struktur biaya yang berbeda dan perlu disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.
Manfaat menggunakan website untuk berjualan
Selain sebagai etalase produk, memiliki website sendiri juga memberikan dampak nyata bagi bisnis Anda.
Bisnis kecil yang sudah punya website tercatat menghasilkan pendapatan 39% lebih tinggi dibanding yang belum. – Rudys.ai.
Berikut beberapa manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dengan memiliki website sendiri untuk berjualan.
- Kontrol penuh atas branding dan pengalaman pelanggan: Berbeda dengan berjualan di marketplace atau media sosial, website memberi Anda kebebasan penuh mengatur tampilan, alur belanja, hingga identitas brand sesuai keinginan, tanpa terikat aturan platform pihak ketiga.
- Membangun kredibilitas dan kepercayaan pelanggan: Bisnis dengan website resmi umumnya dianggap lebih profesional dan terpercaya dibanding yang hanya mengandalkan media sosial, terutama bagi calon pelanggan yang baru pertama kali bertransaksi.
- Tidak bergantung pada satu channel penjualan: Memiliki website mengurangi risiko bisnis Anda terlalu bergantung pada satu marketplace atau platform, sehingga lebih tahan terhadap perubahan kebijakan maupun algoritma pihak ketiga.
- Kepemilikan penuh atas data pelanggan: Semua data transaksi dan perilaku pelanggan tersimpan langsung di sistem Anda, memudahkan analisis dan strategi pemasaran tanpa terbatas akses yang biasanya diberikan marketplace.
- Peluang lebih besar ditemukan lewat pencarian organik: Website yang dioptimalkan dengan baik dapat muncul di hasil pencarian Google, membuka peluang mendapatkan pelanggan baru tanpa harus terus-menerus mengandalkan iklan berbayar.
Buat toko online tanpa coding melalui Mekari Desty
Membangun website e-commerce custom sepenuhnya jelas membutuhkan investasi yang tidak kecil, apalagi jika ditambah biaya integrasi dan maintenance tahunan yang terus berjalan. Bagi banyak bisnis, terutama yang baru memulai, opsi tanpa coding menjadi alternatif yang jauh lebih realistis dan terjangkau.
Mekari Desty adalah omnichannel marketplace yang memiliki kapabilitas untuk membantu Anda membangun toko online sendiri tanpa perlu keahlian coding sama sekali, melalui fitur berikut.
- Store builder tanpa coding: Buat dan desain toko online, lalu hubungkan domain Anda dalam waktu kurang dari 2 menit. Mudah digunakan siapa saja.
- Checkout seperti di marketplace: Terintegrasi dengan berbagai metode pembayaran dan pengiriman, termasuk COD dan ambil di toko.
- Tools marketing lengkap: Terhubung dengan Google Merchant Center dan analitik pihak ketiga (GA4/GTM, Meta, TikTok, SnackVideo), serta dilengkapi fitur promo, voucher, dan affiliate marketing.
- Manajemen toko lebih sederhana: Kelola data pelanggan, multi-gudang, dan laporan pesanan dari semua channel dalam satu software.
Dengan Mekari Desty, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk pengembangan custom, sekaligus tetap mendapatkan toko online yang fungsional dan terhubung dengan tools marketing serta manajemen operasional yang Anda butuhkan.
Saatnya bangun toko online Anda tanpa coding dan tanpa biaya pengembangan yang membengkak bersama Mekari Desty!
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References
References
Zippia. “20+ Essential Small Business Website Statistics [2026]: How Many Businesses Have A Website”
Rudys.AI. “Small Business WebsiteStatistics for 2026”