7 mins read

Cara Dropship di Lazada: Panduan untuk Pemula!

Diterbitkan
Diperbarui
Mekari Desty Highlights
  • Dropship di Lazada adalah cara berjualan tanpa stok barang sendiri, di mana Anda meneruskan pesanan yang masuk ke supplier untuk dikirimkan langsung ke pembeli.
  • Berbeda dari Shopee yang punya kolom “Info Dropshipper” resmi, Lazada tidak menyediakan fitur dropship khusus, sehingga banyak panduan lama di internet yang mengajarkan langkah yang sebenarnya tidak lagi berlaku.
  • Karena prosesnya dilakukan manual dan berisiko human error, Sistem Manajemen Order Mekari Desty membantu seller mencatat dan memproses pesanan dropship dari Lazada maupun marketplace lain dalam satu dashboard agar tidak ada pesanan yang terlewat.

 

Menjadi reseller kini sudah semakin mudah, karena produk bisa dipasarkan langsung melalui marketplace. Sudah banyak reseller yang bekerja sama resmi dengan marketplace, bahkan sebagian marketplace sudah menyediakan fitur khusus untuk dropship.

Namun, Lazada termasuk marketplace yang belum memiliki fitur dropship resmi, sehingga pendaftarannya perlu dilakukan secara manual melalui akun Lazada Seller Center. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu dropship di Lazada, syarat mendaftar sebagai seller, cara menjalankan dropship secara manual, hingga tips agar tetap menguntungkan.

center banner mekari desty

Apa itu dropship di Lazada?

Dropship di Lazada adalah cara berjualan di mana Anda memasarkan produk milik supplier di marketplace Lazada, tanpa perlu membeli atau menyimpan stok terlebih dahulu. Ketika ada pesanan masuk, Anda meneruskan pesanan tersebut ke supplier, kemudian supplier mengirimkan produk langsung ke pembeli.

Model bisnis ini menarik minat banyak orang karena tidak membutuhkan modal besar di awal. Anda hanya perlu fokus pada promosi dan mencari pelanggan, sementara stok dan pengiriman sudah sepenuhnya ditangani oleh supplier.

Perlu diingat, Lazada sebenarnya tidak menyediakan fitur atau skema dropship resmi seperti yang dimiliki beberapa marketplace lain.

Karena itu, jika ingin mendaftar sebagai dropshipper di Lazada, pendaftarannya dilakukan melalui link registrasi seller Lazada biasa, bukan jalur khusus dropship. Dengan kata lain, prosesnya sama persis seperti mendaftar sebagai seller Lazada pada umumnya.

Syarat Mendaftar sebagai Seller di Lazada

Karena tidak ada jalur pendaftaran khusus dropship, berikut syarat umum yang perlu dipenuhi untuk mendaftar sebagai seller di Lazada, yang juga berlaku bagi Anda yang ingin menjalankan dropship.

  • Memiliki KTP yang masih berlaku, sebagai identitas dasar untuk verifikasi akun.
  • Memiliki rekening bank atas nama pribadi yang sama persis dengan nama di KTP, karena ketidaksesuaian nama dapat menghambat proses verifikasi maupun pencairan dana.
  • Mengisi informasi bisnis dan profil toko, termasuk nama toko, kategori produk, dan detail kontak yang aktif.
  • Tidak dikenakan biaya pendaftaran, karena Lazada tidak memungut biaya di tahap pendaftaran awal. Biaya baru berlaku dalam bentuk komisi setiap kali terjadi transaksi penjualan yang berhasil.

Langkah Menjalankan Dropship di Lazada Secara Manual

Karena tidak ada fitur khusus dropship, berikut langkah yang perlu diikuti, yang pada dasarnya sama seperti membuat akun seller Lazada biasa.

1. Daftar dan lengkapi profil toko di Lazada Seller Center 

Masuk ke Lazada Seller Center, lalu lengkapi profil toko, informasi bisnis, dan rekening bank sesuai syarat yang berlaku.

2. Pilih supplier yang bersedia bekerja sama 

Cari supplier yang menerima kerja sama untuk kebutuhan marketplace, dan pastikan supplier tersebut sudah memiliki reputasi serta rating yang baik.

3. Upload produk ke toko Lazada Anda 

Sertakan foto dan deskripsi dari supplier, lalu sesuaikan harga jual dengan margin keuntungan yang ingin Anda terapkan.

4. Teruskan pesanan yang masuk ke supplier 

Begitu ada pesanan masuk dari pembeli, segera teruskan detail pesanan tersebut ke supplier agar dapat langsung diproses.

5. Bayar pesanan ke supplier dan minta segera diproses 

Lakukan pembayaran ke supplier sesuai kesepakatan yang telah dibuat, lalu minta supplier segera memproses dan mengirimkan produk ke pembeli.

6. Pantau nomor resi dan perbarui status pesanan 

Selalu pantau nomor resi yang diberikan supplier, dan pastikan status pesanan di Lazada diperbarui sesuai perkembangan, agar pengiriman tetap sesuai dengan batas estimasi waktu yang dijanjikan.

Biaya dan Komisi yang Perlu Diperhitungkan Sebagai Dropshipper

Meski pendaftaran sebagai seller Lazada tidak dipungut biaya, ada beberapa komponen biaya yang tetap perlu Anda perhitungkan dalam menentukan harga jual dan margin keuntungan sebagai dropshipper.

  • Komisi penjualan (referral fee): Lazada mengenakan komisi dari setiap transaksi yang berhasil, dengan besaran yang bervariasi tergantung kategori produk. Cek kebijakan komisi terbaru di Lazada Seller Center sebelum menentukan harga jual.
  • Biaya pengiriman ke pembeli: Meski barang dikirim langsung oleh supplier, biaya pengiriman ke pembeli akhir tetap perlu diperhitungkan dalam struktur harga, baik ditanggung penuh oleh Anda maupun dibebankan ke pembeli.
  • Harga beli dari supplier: Selisih antara harga yang Anda tetapkan di Lazada dengan harga beli dari supplier inilah yang menjadi margin keuntungan Anda, sehingga penting mengetahui harga pasti dari supplier sebelum menentukan harga jual.
  • Potensi biaya tambahan dari supplier: Beberapa supplier mengenakan biaya tambahan untuk pengemasan khusus atau pengiriman prioritas, yang juga perlu masuk dalam perhitungan margin Anda.

Sebagai gambaran kasar, margin keuntungan dropship dihitung dari harga jual di Lazada dikurangi harga beli dari supplier, biaya pengiriman, dan komisi Lazada. 

Pastikan seluruh komponen ini sudah diperhitungkan sebelum menetapkan harga jual, agar margin yang didapat tetap sehat setelah dikurangi seluruh biaya tersebut.

Risiko dan Kekurangan Dropship di Lazada

Karena prosesnya masih dilakukan secara manual, dropship di Lazada tetap memiliki sejumlah risiko dan kekurangan berikut.

1. Rawan kesalahan input dan pembaruan data

Kesalahan memasukkan alamat, salah meneruskan detail pesanan ke supplier, atau terlambat memperbarui status pengiriman dapat berdampak langsung pada performa toko Anda di Lazada.

2. Masih bergantung penuh pada supplier

Meski barang dikirim oleh pihak lain, kesalahan apa pun yang terjadi tetap menjadi tanggung jawab Anda sebagai pemilik toko, sehingga Anda perlu selalu aktif menanyakan update status pesanan ke supplier.

3. Berisiko ketahuan oleh pembeli

Paket yang dikirim terkadang masih mencantumkan nama supplier, sehingga pembeli berpotensi mengetahui bahwa Anda menggunakan sistem dropship. Hal ini dapat mengurangi kepercayaan pembeli.

Tips agar Dropship di Lazada Tetap Menguntungkan

Meski masih dijalankan secara manual, dropship di Lazada tetap bisa menguntungkan dengan strategi yang tepat.

1. Pilih supplier yang responsif dan berlokasi tidak jauh

Supplier yang cepat merespons dan lokasinya strategis membantu menjaga kecepatan pengiriman ke pembeli, meski prosesnya dilakukan manual. Jika, semisal ada kondisi “urgent” barang tetap sampai tepat waktu.

2. Gunakan foto produk yang berbeda dari milik supplier

Cara ini membantu menghindari kecurigaan pembeli saat membandingkan harga produk yang sama di toko lain. Karena, biasanya ada tipe Pembeli, yang dapat menebak atau menduga keaslian foto.

3. Layani pembeli dengan cepat dan responsif lewat fitur chat Lazada

Respons yang cepat membuat pembeli tetap merasa dilayani dengan baik, meski proses pengiriman melibatkan pihak ketiga. Hal ini untuk menjaga sekaligus membangun komunikasi dan kepercayaan pembeli.

4. Catat setiap pesanan yang masuk secara rapi

Sertakan status pembayaran ke supplier dan nomor resi untuk setiap pesanan, agar tidak ada yang terlewat atau terlambat diproses. Kalau melebihi batas waktu maka pesanan dianggap batal, sehingga otomatis pengembalian dana ke pembeli.

5. Siapkan cadangan 2-3 supplier untuk produk andalan

Cadangan ini berguna sebagai antisipasi jika stok dari supplier utama habis atau terjadi keterlambatan. Sehingga persediaan barang tetap terkendali, jadi stoknya tetap terpenuhi dan Pembeli tetap bisa mendapatkan produknya.

Kelola Pesanan Dropship dari Berbagai Marketplace Lebih Mudah dengan Mekari Desty

Tantangan utama menjalankan dropship secara manual adalah risiko human error yang semakin besar seiring bertambahnya volume pesanan, terutama jika berjualan di beberapa marketplace sekaligus. Setiap pesanan yang masuk perlu segera diteruskan ke supplier dengan data yang akurat, dan satu kesalahan input saja bisa berdampak pada performa toko.

Tanpa sistem yang terpusat, memantau dan mencatat seluruh pesanan dropship dari berbagai channel secara bersamaan bisa menjadi proses yang melelahkan dan rawan terlewat.

Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang memudahkan seller untuk mengelola seluruh pesanan dari berbagai marketplace dalam satu dashboard terpusat. Berikut fitur yang membantu operasional dropship berjalan lebih rapi dan minim kesalahan:

  • Proses pesanan terpusat: Seluruh pesanan dari Lazada dan marketplace lain masuk ke satu sistem, sehingga tidak ada pesanan yang terlewat saat harus diteruskan ke supplier.
  • Sinkronisasi stok real-time lintas marketplace: Data stok selalu diperbarui otomatis di semua channel setiap kali terjadi transaksi, membantu mencegah overselling yang berujung pembatalan pesanan.
  • Cetak label massal: Proses administrasi pengiriman dalam volume tinggi dapat diselesaikan lebih cepat untuk memastikan pesanan diproses tepat waktu.
  • Return management: Pesanan dropship yang bermasalah atau dikembalikan dikelola dalam satu sistem dengan pencatatan yang rapi, sehingga mudah ditelusuri jika terjadi sengketa.

Mekari Desty menggunakan sistem top up atau bayar sesuai pemakaian per pesanan selesai, bukan subscription bulanan, sehingga biaya yang dikeluarkan selalu menyesuaikan volume pesanan bisnis setiap bulannya. Bagi dropshipper yang baru merintis dengan volume pesanan yang masih fluktuatif, biaya lebih terjangkau karena menyesuaikan skala bisnis, bukan tarif tetap yang sama setiap bulan.

Saatnya kelola pesanan dropship dari berbagai marketplace lebih rapi dan minim error bersama Mekari Desty.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

Grand View Research. “Dropshipping Market Size, Share & Trends Analysis Report”

FAQ

1. Apa itu dropship di Lazada?

1. Apa itu dropship di Lazada?

Dropship di Lazada adalah cara berjualan di mana Anda memasarkan produk milik supplier tanpa menyimpan stok sendiri, lalu meneruskan pesanan yang masuk ke supplier untuk dikirimkan langsung ke pembeli.

2. Apakah Lazada punya fitur dropship resmi?

2. Apakah Lazada punya fitur dropship resmi?

Tidak, berbeda dari Shopee yang punya kolom “Info Dropshipper” resmi, Lazada tidak menyediakan fitur atau skema dropship khusus, sehingga dropship di Lazada dijalankan secara manual oleh seller.

3. Apa syarat mendaftar sebagai seller atau dropshipper di Lazada?

3. Apa syarat mendaftar sebagai seller atau dropshipper di Lazada?

Syaratnya meliputi memiliki KTP yang masih berlaku, rekening bank atas nama pribadi yang sama persis dengan KTP, serta mengisi informasi bisnis dan profil toko. Pendaftaran awal tidak dikenakan biaya.

4. Bagaimana cara menjalankan dropship di Lazada?

4. Bagaimana cara menjalankan dropship di Lazada?

Caranya dengan mendaftar sebagai seller biasa di Lazada Seller Center, mencari supplier yang bersedia bekerja sama, mengunggah produk, lalu meneruskan setiap pesanan yang masuk ke supplier secara manual untuk diproses dan dikirim.