- Biaya admin Shopee untuk penjual non-Star dihitung dari harga produk setelah dikurangi potongan dan voucher yang ditanggung penjual, lalu dikalikan persentase sesuai kategori produk.
- Selain biaya admin, penjual perlu memperhitungkan potongan lain, seperti biaya proses pesanan dan biaya program promosi, saat menentukan harga jual.
- Mekari Desty hadir sebagai platform omnichannel marketplace yang membantu seller menyesuaikan harga produk di setiap marketplace dari satu dasbor dan menghitung HPP secara otomatis, sehingga harga jual lebih mudah diatur agar margin tetap terjaga.
Setiap transaksi di Shopee dikenakan biaya yang dapat mengurangi hasil penjualan yang diterima penjual. Besaran biaya yang dikenakan tidak selalu sama untuk setiap toko karena dapat dipengaruhi kategori produk, status penjual, program yang diikuti, serta ketentuan Shopee yang berlaku.
Karena itu, penjual perlu mengetahui komponen biaya yang harus diperhitungkan sebelum menentukan harga produk. Berikut penjelasan lengkapnya!

Apa itu biaya admin Shopee non-Star seller?
Biaya admin Shopee adalah biaya yang dikenakan kepada penjual untuk setiap produk yang berhasil terjual di platform. Untuk Penjual Non-Star, Shopee menyebutnya sebagai Biaya Administrasi Penjual Non-Star.
Besarannya dihitung berdasarkan harga produk setelah dikurangi total potongan dan voucher yang ditanggung penjual, kemudian dikalikan persentase biaya administrasi sesuai kategori produk.
Besaran persentasenya tidak sama untuk semua produk. Shopee menetapkan persentase berdasarkan kategori produk dan dapat mengubah ketentuan biaya dari waktu ke waktu. Karena itu, penjual sebaiknya tidak menggunakan satu persentase untuk seluruh produk di tokonya.
Perlu diperhatikan bahwa biaya admin bukan satu-satunya potongan yang dapat muncul dalam transaksi Shopee. Penjual juga dapat dikenakan biaya proses pesanan, biaya layanan program promosi, biaya layanan produk tertentu, atau biaya lainnya sesuai program yang diikuti.
Cara menghitung biaya admin Shopee untuk non-Star seller
Secara umum, formula biaya administrasi Penjual Non-Star adalah:
Biaya admin = (Harga original produk – total potongan dan/atau voucher yang ditanggung penjual) × persentase biaya administrasi
Shopee menetapkan persentase berdasarkan kategori produk. Dalam ketentuan yang berlaku saat ini, persentasenya berada pada rentang 2,50% hingga 10%, tergantung kategori produk. Shopee juga dapat mengubah persentase tersebut dari waktu ke waktu.
Contoh: Anda menjual produk fashion seharga Rp100.000 dan memberikan voucher toko sebesar Rp10.000 yang ditanggung sendiri. Jika produk tersebut masuk kategori dengan biaya administrasi 8%, maka:
- Harga produk: Rp100.000
- Voucher penjual: Rp10.000
- Dasar pengenaan biaya: Rp90.000
- Biaya admin: 8% × Rp90.000 = Rp7.200
- Hasil setelah biaya admin: Rp90.000 – Rp7.200 = Rp82.800
Perhitungan tersebut baru memperhitungkan biaya administrasi. Jika transaksi mengikuti program tertentu atau dikenakan biaya lainnya, jumlah bersih yang diterima penjual dapat berbeda.
Ketentuan biaya admin bagi penjual baru
Ketentuan biaya admin bagi penjual baru berbeda berdasarkan waktu pertama kali produk diunggah ke Shopee.
- Produk pertama diunggah sebelum 1 Agustus 2026: penjual mendapatkan biaya admin 0% selama jumlah pesanan yang terselesaikan masih 50 pesanan atau kurang atau belum melewati enam bulan sejak produk pertama diunggah, dengan ketentuan mana yang tercapai lebih dahulu.
- Produk pertama diunggah setelah 1 Agustus 2026: biaya admin berlaku untuk seluruh pesanan sesuai persentase kategori produk.
Setelah masa pembebasan berakhir, biaya admin akan mengikuti persentase yang berlaku untuk kategori produk. Karena ketentuan Shopee dapat berubah, penjual sebaiknya mengecek rincian biaya terbaru melalui Seller Centre.
Perbandingan biaya admin non-Star seller dan Star Seller
Karena persentasenya dapat berbeda sesuai kategori dan ketentuan yang berlaku, perbandingannya lebih mudah dilihat melalui tabel berikut.
| Aspek | Non-Star Seller | Star Seller |
|---|---|---|
| Dasar perhitungan | Berdasarkan kategori produk dan ketentuan biaya administrasi yang berlaku | Berdasarkan kategori produk dan ketentuan biaya administrasi yang berlaku |
| Rentang biaya admin | 2,50% hingga 10% | 2,50% hingga 10% |
| Pengaruh kategori produk | Persentase dapat berbeda sesuai kategori | Persentase dapat berbeda sesuai kategori |
| Perubahan biaya | Dapat berubah mengikuti kebijakan Shopee | Dapat berubah mengikuti kebijakan Shopee |
Jadi, status Star Seller tidak otomatis berarti biaya admin yang dikenakan selalu lebih rendah daripada Non-Star Seller. Untuk mengetahui biaya yang benar-benar berlaku, penjual perlu melihat kategori produk dan ketentuan biaya pada periode tersebut melalui Seller Centre.
Biaya apa saja yang dapat dikenakan kepada penjual non-Star?
Selain biaya administrasi, ada beberapa potongan lain yang perlu diperhitungkan ketika berjualan di Shopee.
1. Biaya proses pesanan
Sejak 20 Juli 2025, Shopee mengenakan biaya proses pesanan sebesar Rp1.250 untuk setiap transaksi yang selesai. Penjual Non-Star yang pertama kali mengunggah produk sebelum 1 Agustus 2026 mendapatkan pembebasan biaya proses pesanan untuk 50 pesanan pertama seumur hidup, sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Biaya layanan program promosi
Jika mengikuti program tertentu, penjual dapat dikenakan biaya layanan tambahan. Misalnya, per 1 November 2025, Program Promo XTRA mengenakan biaya layanan sebesar 4,5% untuk Penjual Non-Star, di luar biaya administrasi Non-Star.
3. Biaya layanan produk Pre-order
Produk Pre-order tertentu dapat dikenakan biaya layanan khusus. Shopee menetapkan biaya layanan sebesar 3% per kuantitas produk untuk kategori Pre-order yang memenuhi kriteria, sesuai ketentuan program yang berlaku.
4. Biaya lainnya
Shopee juga dapat mengenakan biaya lain terkait layanan tertentu yang digunakan penjual. Besaran dan ketentuannya mengikuti layanan yang bersangkutan dan dapat berubah sesuai kebijakan Shopee.
Kapan biaya admin Shopee dipotong?
Biaya administrasi merupakan salah satu biaya yang diperhitungkan dari transaksi produk yang berhasil terjual. Shopee menghitung biaya berdasarkan formula dan persentase yang berlaku untuk kategori produk tersebut.
Namun, jumlah dana yang akhirnya diterima penjual dapat berbeda dari hasil pengurangan biaya admin saja karena satu transaksi bisa melibatkan biaya atau program lain. Karena itu, penjual sebaiknya melihat rincian transaksi di Seller Centre untuk mengetahui setiap komponen potongan secara spesifik.
Cara menjaga margin keuntungan setelah dipotong biaya Shopee
Biaya admin dan potongan lainnya perlu diperhitungkan sejak awal ketika menentukan harga jual. Beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu:
1. Hitung seluruh biaya sebelum menentukan harga
Jangan hanya mengurangi harga jual dengan modal produk. Masukkan biaya admin, biaya proses pesanan, biaya program yang diikuti, biaya kemasan, serta biaya operasional lainnya agar margin yang dihitung lebih realistis.
2. Tentukan target margin bersih
Tentukan berapa keuntungan yang ingin diperoleh setelah seluruh biaya diperhitungkan. Dengan begitu, harga jual tidak hanya terlihat menguntungkan sebelum dipotong biaya Shopee, tetapi tetap menghasilkan margin yang sesuai target.
3. Pisahkan perhitungan berdasarkan kategori produk
Persentase biaya admin dapat berbeda antar kategori. Karena itu, jangan menggunakan satu asumsi biaya untuk seluruh produk jika toko memiliki banyak kategori.
4. Evaluasi harga secara berkala
Shopee dapat mengubah ketentuan biaya dari waktu ke waktu. Periksa kembali biaya yang berlaku ketika ada perubahan kebijakan agar potongan tidak diam-diam mengurangi margin keuntungan.
5. Pertimbangkan biaya program promosi
Diskon dan program promosi memang dapat membantu menarik pembeli, tetapi biaya layanannya perlu dimasukkan ke dalam perhitungan. Pastikan harga setelah diskon dan seluruh biaya tetap memberikan margin yang dapat diterima.
Atur harga jual di semua marketplace lebih terukur dengan Mekari Desty
Menjaga margin setelah dipotong biaya admin membutuhkan dua hal, yaitu HPP yang akurat dan harga jual yang mudah disesuaikan. Bagi seller yang berjualan di beberapa marketplace, tantangannya makin besar karena struktur biaya di setiap platform berbeda. Akibatnya, harga perlu diatur ulang satu per satu setiap kali ada perubahan kebijakan atau biaya.
Mekari Desty adalah platform omnichannel marketplace yang membantu seller mengatur harga produk di seluruh marketplace secara terpusat melalui fitur manajemen produk. Dengan begitu, harga jual dapat disesuaikan dengan biaya di setiap kanal tanpa input ulang. Berikut fitur yang mendukungnya:
- Harga produk master: Tetapkan harga utama untuk setiap produk sebagai acuan sebelum disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing marketplace.
- Penyesuaian harga marketplace satuan dan massal: Atur harga di Shopee dan marketplace lain secara terpisah, baik untuk satu produk maupun banyak produk sekaligus, sesuai struktur biaya di setiap platform.
- Perhitungan HPP otomatis: Hitung HPP secara otomatis dengan metode FIFO atau average, sehingga dasar penentuan harga jual lebih akurat.
- Laporan penjualan per produk dan marketplace: Pantau performa setiap produk dan kanal penjualan untuk mengevaluasi harga mana yang perlu disesuaikan.
- Integrasi Mekari Jurnal: Hubungkan data penjualan dengan pembukuan bisnis secara real-time, sehingga kondisi keuangan lebih mudah dipantau.
Biaya Mekari Desty sendiri dibuat sederhana dengan skema pay as you grow. Seller cukup top up saldo, lalu biaya dipotong sesuai jumlah pesanan yang selesai, tanpa biaya langganan bulanan. Dengan begitu, biaya operasional tetap mudah diperhitungkan ke dalam harga jual.
Saatnya atur harga jual di semua marketplace lebih terukur bersama Mekari Desty.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.