- Pick up point adalah lokasi tertentu yang memungkinkan pelanggan memilih tempat pengambilan paket mereka sendiri, alih-alih menunggu pengiriman langsung ke rumah.
- Model pengiriman ini semakin populer, terbukti dari jaringan pick up point Royal Mail di Inggris yang mencapai 11.500 titik lokasi.
- Mekari Desty membantu bisnis mengelola pesanan dari berbagai marketplace dalam satu sistem, sehingga proses pengiriman, termasuk melalui pick up point, dapat dipantau lebih terstruktur.
Pick up point menjadi solusi bagi pelanggan untuk mengambil pesanan sendiri di lokasi dan waktu yang lebih fleksibel. Dengan sistem ini, proses pengiriman tidak lagi bergantung pada penerimaan di rumah, sehingga lebih praktis bagi pelanggan dengan aktivitas padat.
Mari pelajari pengertian pick up point, jenis-jenisnya, manfaat, hingga cara kerjanya untuk memudahkan proses pengiriman barang.

Apa itu pick up point?

Pick up point adalah lokasi yang memungkinkan pelanggan memilih sendiri tempat untuk menerima pesanan, berbeda dari pengiriman konvensional yang langsung diantar ke alamat rumah. Model ini sering disebut out-of-home delivery karena memberikan fleksibilitas lebih besar dalam proses penerimaan barang.
Melalui sistem ini, pelanggan dapat menentukan titik pengambilan yang paling dekat atau paling nyaman, seperti minimarket, loker paket, atau mitra logistik tertentu. Hal ini sangat membantu bagi pelanggan yang memiliki mobilitas tinggi atau tidak selalu berada di rumah saat jam pengiriman.
Setelah paket tiba di titik pengambilan barang yang dipilih, pelanggan akan menerima notifikasi melalui SMS, aplikasi, atau email bahwa pesanan sudah siap diambil. Biasanya, terdapat batas waktu tertentu untuk pengambilan, sehingga pelanggan tetap memiliki keleluasaan tanpa harus terburu-buru menunggu kurir.
Dengan konsep yang lebih fleksibel ini, pick up point tidak hanya mempermudah pelanggan, tetapi juga membantu bisnis dan penyedia logistik mengoptimalkan proses pengiriman agar lebih efisien, terjadwal, dan minim kendala seperti gagal kirim.
Jenis-jenis pick up point

Terdapat beberapa jenis pick up point yang umum digunakan dalam proses pengiriman.
1. Click and collect
Pelanggan memesan secara online, kemudian mengambil pesanan langsung di toko fisik milik penjual. Metode ini populer di kalangan retailer yang memiliki toko online maupun toko fisik sekaligus, karena secara tidak langsung dapat mendorong kunjungan tambahan ke toko.
2. Parcel locker
Loker paket yang biasanya ditempatkan di ruang publik, seperti pusat perbelanjaan atau stasiun, maupun area privat seperti kompleks perumahan. Loker ini umumnya dapat diakses 24 jam, meski memiliki keterbatasan pada ukuran dan berat paket yang dapat disimpan.
Preferensi terhadap pengiriman ke rumah turun 9% dalam setahun terakhir, sementara jumlah parcel locker bertambah 29% dan service point bertambah 6% pada 2023. – Sendcloud.
Data ini memperlihatkan pergeseran nyata preferensi pelanggan dari pengiriman konvensional ke opsi out-of-home seperti pick up point, sejalan dengan ekspansi jaringan yang terus dilakukan penyedia logistik.
3. Titik kolaborasi (collection point)
Sistem ini bekerja mirip dengan click and collect, namun lokasi pengambilan bukan milik penjual langsung, melainkan mitra seperti toko kelontong, toko roti, atau laundry di sekitar pelanggan. Model ini memperluas jangkauan pengambilan barang tanpa perlu membuka lokasi baru, sekaligus memanfaatkan bisnis lokal sebagai bagian dari jaringan distribusi.
4. Kantor pos
Kantor pos juga dapat berfungsi sebagai pick up point alternatif, terutama di wilayah yang belum memiliki banyak opsi lain. Dengan jaringan yang luas dan sudah dikenal masyarakat, kantor pos menjadi solusi yang andal untuk pengambilan paket, meskipun biasanya mengikuti jam operasional tertentu.
Cara kerja pick up point

Berikut alur umum bagaimana proses pengiriman melalui pick up point berlangsung.
1. Pelanggan melakukan pemesanan
Proses dimulai saat pelanggan memesan produk melalui aplikasi atau situs e-commerce seperti biasa, lalu melanjutkan ke tahap checkout.
2. Pelanggan memilih pick up point
Pada tahap pengiriman, pelanggan dapat memilih lokasi pick up point yang paling strategis, misalnya dekat rumah, kantor, atau area yang mudah dijangkau dalam aktivitas sehari-hari.
3. Paket dikirim ke lokasi yang dipilih
Setelah pesanan diproses, kurir akan mengirimkan paket ke titik pick up point tersebut, bukan langsung ke alamat pribadi pelanggan.
4. Pelanggan menerima notifikasi
Ketika paket sudah tiba, sistem akan otomatis mengirimkan notifikasi melalui SMS, email, atau aplikasi, biasanya disertai informasi detail seperti lokasi, jam operasional, dan kode pengambilan.
5. Pelanggan mengambil paket dalam batas waktu tertentu
Pelanggan dapat mengambil paket sesuai waktu luang dalam periode yang ditentukan (umumnya 5–10 hari). Jika melewati batas waktu, paket biasanya akan dikembalikan ke pengirim.
Manfaat pick up point bagi bisnis dan pelanggan
Pick up point menawarkan berbagai manfaat, baik bagi pelanggan maupun bagi bisnis yang mengelola pengiriman.
- Fleksibilitas bagi pelanggan: Pelanggan dapat memilih lokasi pengambilan sesuai kenyamanan mereka, baik dekat kantor, rumah, maupun lokasi lain yang mereka lewati sehari-hari.
- Variasi pilihan yang meningkatkan citra bisnis: Menawarkan beberapa opsi pengambilan menunjukkan bahwa bisnis memperhatikan kebutuhan pelanggan, sekaligus memperkuat kepercayaan mereka terhadap layanan Anda.
81% konsumen global akan membatalkan pembelian jika opsi pengiriman yang mereka inginkan tidak tersedia – DHL eCommerce.
- Menghemat waktu dan biaya operasional: Risiko paket gagal diantar karena pelanggan tidak berada di rumah dapat diminimalkan, karena pelanggan sendiri yang mengatur waktu pengambilan sesuai ketersediaan mereka.
- Mengurangi pengiriman gagal dan penalti terkait: Kurir sering mengenakan penalti kepada penjual atas pengiriman yang berulang kali gagal, sehingga pick up point membantu mengurangi risiko ini karena paket tetap tersedia di lokasi hingga diambil pelanggan.
Optimalkan pengiriman dari berbagai marketplace dengan Mekari Desty
Menawarkan opsi pick up point memang membantu meningkatkan pengalaman pelanggan, namun tantangan operasional tetap muncul ketika bisnis Anda memproses pesanan dari berbagai marketplace sekaligus, masing-masing dengan opsi dan mitra pengiriman yang mungkin berbeda-beda.
Tanpa sistem yang terpusat, memantau status pesanan yang menggunakan berbagai metode pengiriman dari banyak marketplace bisa menjadi tantangan tersendiri bagi tim operasional Anda.
Mekari Desty adalah aplikasi omnichannel marketplace yang membantu seller memproses pesanan dari berbagai marketplace sekaligus, apa pun metode pengirimannya, melalui fitur Sistem Manajemen Order, dengan kapabilitas berikut:
- Pemrosesan pesanan terpusat: Detail pesanan dan penjualan tercatat lengkap dan real-time, termasuk pesanan yang dikirim ke pick up point maupun metode pengiriman lain, dari satu dashboard yang sama.
- Picking dan packing terstandar: Proses penyiapan pesanan lebih rapi dan minim kesalahan, membantu fulfillment berjalan lebih cepat apa pun tujuan pengirimannya.
- Label pengiriman fleksibel: Cetak label secara massal dan sesuaikan formatnya dengan kebutuhan tiap metode pengiriman yang digunakan pelanggan.
- Manajemen retur terintegrasi: Proses retur, refund, dan replacement tetap terpantau dan terkontrol dari sistem yang sama, termasuk untuk pesanan yang diambil di pick up point.
Saatnya kelola pesanan dan pengiriman bisnis Anda dari berbagai marketplace lebih praktis bersama Mekari Desty.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References
References
DHL. “Out-of-home delivery & returns – Europe leads the way!”