7 mins read

Apa itu CPAS? Panduan untuk Bisnis Online agar Penjualan Naik

Diterbitkan
Diperbarui
Mekari Desty - Mengenal Apa itu CPAS
Mekari Desty Highlights
  • CPAS adalah strategi iklan kolaboratif antara brand dan marketplace yang memanfaatkan data perilaku belanja untuk menargetkan audiens lebih relevan.
  • Cara kerja CPAS melibatkan integrasi data produk dan pengguna dari marketplace, lalu iklan ditampilkan di platform seperti Meta dan diarahkan ke halaman produk.
  • Manfaat utama CPAS adalah meningkatkan konversi, efisiensi biaya iklan, dan membantu penjualan langsung di marketplace.
  • Dibanding iklan digital biasa, CPAS lebih fokus pada data belanja dan hasil penjualan, bukan hanya awareness atau traffic.
  • Agar optimal, CPAS perlu strategi seperti pemilihan produk unggulan, visual menarik, targeting tepat, dan evaluasi performa secara rutin.

Dalam dunia digital marketing yang kompetitif, bisnis online perlu strategi yang tepat untuk menjangkau pelanggan. Salah satunya adalah CPAS, meski masih banyak yang belum memahaminya.

Mekari Desty akan membantu Anda mengenal apa itu CPAS, cara kerjanya, serta manfaatnya untuk meningkatkan penjualan di marketplace dengan penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami.

Apa itu CPAS?

CPAS adalah singkatan dari Collaborative Performance Advertising Solution, yaitu solusi iklan kolaboratif antara brand dan platform marketplace.

Secara sederhana, CPAS memungkinkan brand untuk menjalankan iklan dengan memanfaatkan data dari marketplace, seperti perilaku belanja pengguna, produk yang dilihat, hingga riwayat pembelian.

Contohnya, ketika seseorang sering mencari sepatu di marketplace, maka iklan sepatu dari brand tertentu bisa muncul di media sosial dengan lebih relevan. Inilah kekuatan utama CPAS: iklan menjadi lebih tepat sasaran karena berbasis data nyata.

Cara Kerja CPAS dalam Iklan Digital

CPAS bekerja dengan menghubungkan beberapa pihak dalam ekosistem digital marketing, yaitu brand, marketplace, platform iklan, dan audiens.

Berikut alur kerjanya secara sederhana:

  • Brand bekerja sama dengan marketplace (seperti Shopee atau Tokopedia)
  • Data katalog produk di marketplace diintegrasikan ke sistem iklan
  • Data perilaku pengguna digunakan untuk menentukan target audiens
  • Iklan ditayangkan di platform seperti Meta Ads
  • Pengguna yang mengklik iklan akan diarahkan langsung ke halaman produk di marketplace
  • Performa kampanye diukur dari klik, kunjungan, hingga pembelian

Dengan sistem ini, brand tidak hanya beriklan, tetapi juga memanfaatkan data yang sudah ada untuk meningkatkan efektivitas kampanye.

Manfaat CPAS untuk Bisnis dan Brand

Menggunakan CPAS memberikan berbagai keuntungan bagi bisnis online, terutama yang aktif berjualan di marketplace.

Beberapa manfaat utamanya antara lain:

1. Menjangkau Audiens yang Lebih Relevan

Karena menggunakan data dari marketplace, iklan dapat ditampilkan kepada pengguna yang memang sudah memiliki minat terhadap produk serupa.

2. Meningkatkan Peluang Konversi

Iklan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pengguna cenderung lebih menarik perhatian dan mendorong keputusan pembelian.

3. Optimasi Iklan Berbasis Data Real-Time

Data yang terus diperbarui memungkinkan brand menyesuaikan strategi iklan dengan cepat untuk hasil yang lebih optimal.

4. Mempermudah Penjualan ke Marketplace

Pengguna tidak perlu melalui banyak tahapan karena langsung diarahkan ke halaman produk, sehingga proses pembelian menjadi lebih praktis.

5. Efisiensi Biaya Iklan Lebih Maksimal

Dengan targeting yang lebih akurat, budget iklan tidak terbuang ke audiens yang kurang potensial.

6. Mendukung Strategi Full-Funnel Marketing

CPAS dapat digunakan untuk menjangkau pengguna baru sekaligus mendorong pembelian dari calon pelanggan yang sudah tertarik.

Dengan kata lain, CPAS membantu bisnis mengurangi pemborosan budget iklan dan fokus pada target yang lebih potensial.

Perbedaan CPAS dengan Iklan Digital Biasa

AspekCPASIklan Digital Biasa
Sumber DataData marketplace (perilaku belanja)Data platform iklan
Tujuan KampanyePenjualan langsungAwareness atau traffic
Arah TrafikKe marketplaceKe website/landing page
Relevansi AudiensLebih tinggiRelatif umum
Pengukuran PerformaHingga konversi pembeliKlik dan impresi
KesesuaianBisnis e-commerceSemua jenis bisnis

Secara umum, CPAS lebih fokus pada hasil penjualan, sementara iklan digital biasa sering digunakan untuk meningkatkan brand awareness.

Tips Menggunakan CPAS agar Hasilnya Lebih Optimal

Agar kampanye CPAS berjalan maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Optimalkan halaman produk

Pastikan halaman produk di marketplace sudah lengkap dan menarik. Hal ini penting karena halaman produk menjadi tujuan akhir iklan, sehingga deskripsi, harga, dan ulasan harus mampu meyakinkan calon pembeli.

2. Gunakan visual berkualitas

Gunakan gambar produk berkualitas tinggi. Visual yang jelas dan profesional dapat meningkatkan kepercayaan serta menarik perhatian pengguna saat melihat iklan.

Berikut panduan ukuran gambar yang disarankan:

  • 1080 x 1080 px (1:1) → ukuran standar terbaik untuk ads & marketplace
  • 2000 x 2000 px → kualitas lebih tajam untuk zoom produk
  • 1200 x 628 px → opsional untuk iklan format landscape

3. Fokus pada produk unggulan

Pilih produk dengan potensi penjualan terbaik. Fokus pada produk yang sudah memiliki permintaan tinggi agar peluang konversi dari iklan menjadi lebih besar.

4. Targetkan audiens yang tepat

Sesuaikan target audiens dengan karakter pembeli. Dengan memahami siapa target pasar Anda, iklan dapat ditampilkan ke orang yang lebih relevan dan berpotensi membeli.

5. Pantau performa iklan

Pantau metrik seperti CTR, conversion rate, dan ROAS. Data ini membantu Anda mengetahui apakah iklan berjalan efektif atau perlu dilakukan perbaikan strategi.

6. Lakukan A/B testing

Lakukan A/B testing pada variasi iklan. Dengan menguji beberapa versi iklan, Anda bisa menemukan kombinasi konten yang paling menghasilkan performa terbaik.

7. Evaluasi secara berkala

Evaluasi performa kampanye secara berkala. Evaluasi rutin memungkinkan Anda mengoptimalkan strategi dan menghindari pemborosan budget iklan.

Dengan strategi yang tepat, CPAS bisa menjadi salah satu channel pemasaran paling efektif untuk bisnis online.

Contoh Penggunaan CPAS dalam Bisnis Online

CPAS dalam Bisnis Online

Misalnya, sebuah brand skincare ingin meningkatkan penjualan produknya di marketplace. Mereka menggunakan CPAS untuk menampilkan iklan kepada pengguna yang sebelumnya pernah mencari produk skincare.

Saat pengguna melihat iklan di media sosial dan mengkliknya, mereka langsung diarahkan ke halaman produk di marketplace. Karena produk tersebut sudah sesuai dengan minat pengguna, peluang pembelian menjadi lebih besar.

Kapan Bisnis Perlu Menggunakan CPAS?

CPAS tidak selalu wajib digunakan, tetapi sangat cocok dalam kondisi berikut:

  • Bisnis sudah aktif berjualan di marketplace
  • Memiliki katalog produk yang cukup banyak
  • Ingin meningkatkan penjualan secara langsung
  • Memiliki budget iklan yang ingin dioptimalkan
  • Sudah menjalankan iklan digital tetapi hasilnya belum maksimal

Jika bisnis Anda memenuhi kriteria tersebut, CPAS bisa menjadi strategi yang layak dicoba.

Kapan Bisnis Perlu Menggunakan CPAS

Tantangan dalam Menggunakan CPAS

Meskipun efektif, CPAS juga memiliki beberapa tantangan, seperti:

  • Perlu kerja sama dengan marketplace: Artinya, brand harus terhubung dan mendapatkan akses resmi dari marketplace agar bisa menggunakan data dan fitur CPAS.
  • Tidak semua bisnis bisa langsung mengakses fitur ini: Biasanya CPAS hanya tersedia untuk brand tertentu atau yang sudah memenuhi syarat seperti skala bisnis dan performa penjualan.
  • Membutuhkan pemahaman dasar tentang iklan digital: Tanpa pemahaman ini, brand akan kesulitan mengatur target, budget, dan membaca performa kampanye dengan optimal.
  • Perlu optimasi berkelanjutan agar hasil maksimal: Kampanye CPAS tidak bisa dibiarkan berjalan begitu saja, tetapi perlu evaluasi rutin agar performanya terus meningkat.

Namun, tantangan ini bisa diatasi dengan strategi dan pemahaman yang tepat.

Strategi Menggabungkan CPAS dengan Marketing Lain

Agar hasil lebih maksimal, CPAS sebaiknya tidak digunakan sendiri, tetapi dikombinasikan dengan strategi lain seperti:

1. Social media marketing

Gunakan konten organik di media sosial untuk membangun awareness sebelum menjalankan iklan CPAS.

Dengan begitu, audiens sudah familiar dengan brand Anda sehingga peluang mereka mengklik dan membeli melalui CPAS menjadi lebih tinggi.

2. Influencer marketing

Kolaborasi dengan influencer dapat membantu meningkatkan kepercayaan terhadap produk yang Anda tawarkan di marketplace.

Ketika influencer mengarahkan audiens ke produk yang sama dengan iklan CPAS, efeknya bisa memperkuat keputusan pembelian.

3. SEO dan content marketing

Konten yang dioptimasi SEO membantu menarik traffic organik dari mesin pencari ke brand Anda.

Saat audiens sudah mengenal produk melalui konten, iklan CPAS dapat berfungsi sebagai pengingat (retargeting) yang mendorong mereka untuk segera membeli.

4. Email marketing

Email marketing bisa digunakan untuk menjangkau kembali pelanggan lama atau calon pembeli yang sudah tertarik.

Dengan mengombinasikannya dengan CPAS, Anda bisa memperkuat pesan promosi dan meningkatkan peluang konversi melalui berbagai touchpoint.

Pendekatan ini membantu membangun funnel marketing yang lebih lengkap, mulai dari awareness, consideration, hingga conversion secara lebih terarah dan efektif.

Kesimpulan: CPAS, Strategi Iklan yang Lebih Tepat Sasaran

CPAS adalah solusi iklan yang membantu bisnis menjangkau audiens yang lebih relevan dengan memanfaatkan data marketplace. Dengan pendekatan ini, iklan tidak lagi bersifat umum, tetapi lebih personal dan berpotensi menghasilkan konversi yang lebih tinggi.

Bagi bisnis online, terutama yang aktif di marketplace, CPAS bisa menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan penjualan sekaligus mengoptimalkan biaya iklan. Namun, keberhasilan kampanye tetap bergantung pada strategi, pemilihan produk, dan evaluasi yang konsisten.

Jika Anda ingin mengembangkan bisnis lebih jauh, tidak hanya di marketplace tetapi juga memiliki channel sendiri, Anda bisa mempertimbangkan penggunaan platform website toko online Mekari Desty untuk memperluas jangkauan dan kontrol bisnis Anda.

Software Website Toko Online Mekari Desty

Mekari Desty adalah software manajemen marketplace & toko offline bagian dari ekosistem software terintegrasi Mekari yang menyediakan fitur omnichannel (pengaturan stok, data produk, promosi, proses pesanan, kelola multi gudang, laporan penjualan, integrasi & platform), serta sistem kasir (POS) dan manajemen chat

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang CPAS

Apa itu CPAS dalam digital marketing?

Apa itu CPAS dalam digital marketing?

CPAS adalah Collaborative Performance Advertising Solution, yaitu solusi iklan kolaboratif antara brand dan marketplace untuk menargetkan audiens berdasarkan data perilaku belanja.

CPAS digunakan untuk apa?

CPAS digunakan untuk apa?

CPAS digunakan untuk meningkatkan penjualan produk di marketplace dengan menampilkan iklan yang lebih relevan kepada calon pembeli potensial.

Bagaimana cara kerja CPAS?

Bagaimana cara kerja CPAS?

CPAS bekerja dengan mengintegrasikan data produk dan perilaku pengguna dari marketplace, lalu menampilkan iklan di platform seperti Meta Ads dan mengarahkan pengguna ke halaman produk.

Apa perbedaan CPAS dengan iklan digital biasa?

Apa perbedaan CPAS dengan iklan digital biasa?

Perbedaan utama CPAS terletak pada penggunaan data marketplace yang lebih akurat, sehingga iklan lebih tepat sasaran dan fokus pada konversi penjualan.

Apakah CPAS hanya bisa digunakan untuk marketplace?

Apakah CPAS hanya bisa digunakan untuk marketplace?

Ya, CPAS umumnya digunakan untuk bisnis yang berjualan di marketplace karena sistemnya terintegrasi dengan data dan katalog produk dari platform tersebut.

Apa manfaat CPAS untuk bisnis online?

Apa manfaat CPAS untuk bisnis online?

Manfaat CPAS antara lain meningkatkan konversi, menjangkau audiens yang relevan, mengoptimalkan biaya iklan, dan mendukung strategi pemasaran berbasis data.

Siapa saja yang cocok menggunakan CPAS?

Siapa saja yang cocok menggunakan CPAS?

CPAS cocok untuk brand atau bisnis yang aktif berjualan di marketplace dan ingin meningkatkan penjualan melalui iklan digital yang lebih efektif.

Apakah CPAS efektif untuk meningkatkan penjualan?

Apakah CPAS efektif untuk meningkatkan penjualan?

Ya, CPAS terbukti efektif karena menggunakan data perilaku belanja pengguna, sehingga peluang konversi lebih tinggi dibanding iklan biasa.

Platform apa saja yang mendukung CPAS?

Platform apa saja yang mendukung CPAS?

CPAS biasanya digunakan melalui platform iklan seperti Meta Ads dan terhubung dengan marketplace seperti Shopee atau Tokopedia.

Bagaimana cara memulai menggunakan CPAS?

Bagaimana cara memulai menggunakan CPAS?

Untuk memulai CPAS, bisnis perlu bekerja sama dengan marketplace, menyiapkan katalog produk, lalu menjalankan kampanye iklan melalui platform yang mendukung integrasi CPAS.