- Studi dari U.S. Bank yang dikutip M&F Bank menemukan bahwa 82% kegagalan bisnis kecil terkait masalah arus kas.
- Hanya sekitar 50% bisnis kecil yang bertahan lebih dari 5 tahun beroperasi – M&F Bank, mengutip data Small Business Administration (SBA).
- Mekari Desty membantu pelaku usaha dagang memantau penjualan, transaksi, dan laporan keuangan dari berbagai channel dalam satu dashboard, sehingga pengelolaan keuangan usaha jadi lebih rapi dan mudah dipantau.
Ketika menjalankan suatu bisnis, seorang pebisnis tidak hanya memikirkan mengenai konsep bisnisnya saja. Namun, harus mengetahui bagaimana caranya dalam mengelola arus kas (cashflow).
Studi dari U.S. Bank yang dikutip M&F Bank menemukan bahwa 82% kegagalan bisnis kecil terkait masalah arus kas.
Hal ini terjadi, karena para pebisnis yang secara belum stabil, termasuk UMKM, terkadang harus handle beberapa aspek sekaligus. Contohnya, harus mengembangkan bisnisnya dan juga memikirkan bagaimana cashflow tetap berjalan.
Mengutip dari Small Business Administration (SBA), hanya sekitar 50% bisnis kecil yang bertahan lebih dari 5 tahun beroperasi. Artikel ini bakal menjelaskan bagaimana cara mengelola keuangan dagang usaha kecil.
Kenapa mengelola keuangan usaha kecil itu penting?

Cashflow merupakan salah satu aspek penting yang dapat menjadi penentu apakah bisnis tersebut untung atau rugi. Melalui cash flow, operasional bisnis bisa berjalan, seperti membayar servis, pembayaran gaji karyawan, dan membayar administrasi lainnya.
Memang, terkadang saat awal bisnis, masih sibuk dan fokus untuk membuat suatu perencanaan dan konsep, namun yang lebih penting bagaimana cara mengelola keuangan dagang usaha kecil.
Terlebih, untuk usaha kecil, yang mungkin dimana masih penjualan belum pasti dan pelanggan setia. Sebaiknya, memiliki beberapa cadangan dana sebagai backup untuk kebutuhan operasional bisnis sementara sembari melihat perkembangan bisnis.
Manfaat kelola keuangan dengan baik

Tentu bisnis akan tetap untung, jika dapat mengelola keuangan dengan baik. Berikut beberapa manfaatnya sebagai berikut:
Meminimalisir kesalahan dalam audit laporan keuangan
Setiap adanya pencatatan arus keuangan baik masuk atau keluar, tidak hanya dicatat saja. Namun, sebaiknya perhatikan sumbernya. Kalau uang masuk, dari manakah asalnya. Sedangkan, jika uang keluar, ketahui digunakan untuk pembayaran apa saja.
Hal ini agar meminimalisir terjadinya kesalahan saat pencatatan laporan keuangan, sehingga laporan keuangan lebih valid. Anda juga dapat menggunakan software omnichannel yang sudah dilengkapi fitur laporan keuangan.
Usaha untuk meningkatkan keuntungan
Dengan selalu memantau pengeluaran, Anda jadi mengetahui apa saja yang sebaiknya dikurangi. Ini guna memastikan, agar keuntungan dapat meningkat.
Memudahkan saat mengambil keputusan
Adanya laporan keuangan yang valid, dapat membantu ketika Anda mengambil keputusan, solusi, atau tindakan apa yang harus dilakukan untuk mencapai dan memperbaiki bisnis. Karena, dengan laporan keuangan, dapat menggambarkan secara jelas mengenai kondisi bisnis sebenarnya.
Menjaga arus kas tetap stabil
Namanya bisnis, harus memastikan kas tetap tersedia. Makanya, kalau pengelolaan keuangan dapat dilakukan dengan baik, maka dapat menjaga arus kas agar tetap stabil.
Kesalahan umum dalam kelola keuangan
Terkadang ketika membangun bisnis, kerap melakukan beberapa kesalahan yang kurang disadari. Dibawah ini terdapat beberapa contoh kesalahan umum dalam kelola keuangan yang kerap terjadi:
Terlalu banyak mengajukan pinjaman
Sebenarnya tidak masalah, ketika mengajukan pinjaman pada saat awal membangun usaha atau ketika membutuhkan dana lebih untuk operasional. Namun, jika terlalu banyak jumlah pinjaman, namun tidak mengetahui kemampuan untuk membayar.
Maka, ketika mengalami kerugian dan tidak dapat melunasi. Ada beberapa konsekuensi yang harus dihadapi, misal penyitaan aset hingga gugatan hukum.
Tidak menyisihkan dana darurat
Bisnis dapat mengalami beberapa hal tak menentu, seperti terlambat pembayaran gaji karyawan, menghapus bonus sementara, dan penurunan pendapatan. Kalau tidak menyisihkan dana darurat, maka dapat terganggunya operasional bisnis.
Oleh karena itu, sebisa mungkin menyisihkan sebagian dari keuntungan atau tabungan pribadi, untuk dana daruratnya, Tujuannya, agar ketika adanya penurunan bisnis, operasional tetap berjalan.
Tidak mematuhi pajak
Meskipun usaha kecil, namun tetap dikenakan pajak sesuai yang berlaku di wilayah bisnis Anda. Jika, tidak mematuhi pajak, bisa mendapatkan sanksi dan denda. Anda juga dapat meminta bantuan ke konsultan ahli pajak, untuk skema perhitungannya.
Masih mencatat pengeluaran secara manual
Memang tidak salahnya, kalau masih mencatat pengeluaran secara manual. Apalagi, dapat dijadikan sebagai backup, jika terjadinya masalah pada server software akuntansi. Namun, terkadang mencatat secara manual, seringkali adanya kesalahan.
Bahkan, terkadang melakukan manipulasi pengeluaran yang tidak sesuai. Oleh karena itu, menggunakan software akuntansi bisa menjadi solusi untuk tracking dan menghemat waktu.
Tips kelola keuangan untuk usaha kecil
Agar tidak salah ketika mengelola keuangan, ada tips yang bisa diterapkan, termasuk untuk usaha kecil, yaitu:
1 . Memisahkan keuangan pribadi dan bisnis
Semua penghasilan yang dihasilkan bisnis, sebaiknya pisahkan antara menyisihkan untuk pribadi dan bisnis. Walau bagaimanapun, itu merupakan hak Anda untuk menikmati keuntungan yang diperoleh.
2. Investasi software akuntansi
Untuk menghemat pengeluaran, ada beberapa operasional bisnis yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan software akuntansi.
3. Tetap Disiplin dalam Pengeluaran
Pastikan untuk selalu memantau pengeluaran dan hanya membelanjakan dana untuk hal-hal yang benar-benar diperlukan. Selain itu, usahakan untuk menyebar pengeluaran dalam periode waktu tertentu, bukan membayar semua tagihan sekaligus.
4. Memahami Siklus Arus Kas
Setiap bisnis memiliki siklus arus kas yang berbeda-beda. Dengan memahami siklus arus kas yang unik pada bisnis Anda, pengelolaan keuangan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan terarah.
5. Selalu Melakukan Pembukuan Secara Rutin
Selalu melakukan pembukuan secara rutin dan jika perlu buat jadwal khusus. Pemeriksaan rutin terhadap buku besar maupun laporan keuangan membantu Anda mendeteksi kesalahan lebih awal serta melakukan penyesuaian sebelum masalah berkembang menjadi lebih besar.
6. Jaga reputasi kredit
Jaga reputasi kredit bisnis dengan membayar kewajiban tepat waktu, mengelola utang secara bijak, dan menghindari pinjaman dengan bunga yang terlalu tinggi. Skor kredit yang baik akan mempermudah bisnis memperoleh pendanaan ketika dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan usaha.
7. Mengetahui laporan keuangan utama
Baiknya, Anda mengetahui tiga laporan keuangan utama dalam bisnis, yaitu neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Ketiga laporan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan perusahaan sehingga Anda dapat mengevaluasi kinerja bisnis dan mengambil keputusan yang lebih tepat.
8. Membuat Anggaran
Anggaran ini fungsinya untuk membantu pemilik bisnis mengambil keputusan strategis, seperti alokasi sumber daya, pengurangan biaya, serta identifikasi peluang ekspansi. Selain itu, anggaran juga berfungsi sebagai alat untuk memproyeksikan arus kas dan mengelola pengeluaran. Dalam menyusun anggaran, pastikan Anda menyediakan dana cadangan untuk menghadapi biaya tak terduga.
9. Mengambil Keputusan Penggajian yang Tepat
Caranya bisa dengan opsi pembayaran gaji melalui transfer bank (direct deposit) dibandingkan cek manual. Hal ini dapat mempercepat proses pembayaran kepada karyawan dan membantu meningkatkan efisiensi arus kas.
Selain itu, penting untuk mempertimbangkan waktu pembayaran gaji. Bisa dengan bulanan, atau mingguan.
10. Menjaga Catatan Keuangan Tetap Akurat
Pentingnya untuk memiliki catatan keuangan yang akurat dan selalu diperbarui. Fungsinya, dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi arus kas bisnis Anda, sehingga Anda dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan berbasis data.
Kelola keuangan usaha lebih baik dan terstruktur dengan Mekari Desty
Mengelola keuangan bisnis tidak hanya soal pencatatan, tetapi juga bagaimana seluruh proses operasional dapat berjalan secara terintegrasi dan efisien.
Di sinilah Mekari Desty hadir sebagai solusi omnichannel untuk membantu bisnis mengelola operasional, inventaris, hingga penjualan dari berbagai channel dalam satu sistem terpusat.
Dengan Mekari Desty, pelaku usaha dapat mengelola operasional bisnis secara lebih terstruktur, memantau penjualan dari berbagai channel secara real-time, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan bisnis tanpa proses manual yang rumit
Jika bisnis Anda ingin berkembang lebih cepat dengan sistem yang lebih rapi dan terintegrasi, saatnya beralih ke solusi digital yang tepat. Kelola bisnis lebih mudah, efisien, dan terstruktur bersama Mekari Desty.
Referensi
M&F Bank. “Managing Cash Flow: The Key to Success for SMBs”
National Business Association. “A Complete Guide to Managing Small Business Finances”
TRG International. “10 Expert Tips for Managing Small Business Finances & Ensuring Success”
Rippling. “10 Tips on How to Manage Small Business Finances”
Business News Daily. “10 Tips for Managing Small Business Finances”
Fyle (Sage Expense Management). “Managing Small Business Finances: Tips to Stay on Track”