- Riset Lucidpress mencatat bahwa perusahaan yang menjaga konsistensi brand di semua platform bisa mengalami kenaikan revenue hingga 33%.
- Tanpa data performa penjualan dan pelanggan yang terpusat, bisnis kesulitan menghubungkan hasil brand research dengan dampak nyata terhadap penjualan di berbagai channel.
- Mekari Desty menyediakan data penjualan real-time lintas marketplace yang bisa melengkapi hasil brand research dengan data kuantitatif performa bisnis.
Banyak bisnis masih membuat keputusan branding berdasarkan intuisi, tanpa benar-benar memahami bagaimana konsumen melihat brand mereka. Akibatnya, strategi komunikasi yang dijalankan sering tidak relevan dan kurang efektif di pasar.
Tantangan ini semakin besar ketika bisnis mulai ekspansi ke pasar baru atau meluncurkan kampanye besar tanpa didukung data yang kuat. Keputusan yang seharusnya strategis pun berubah menjadi spekulasi yang berisiko.
Di sinilah pentingnya brand research untuk bisnis. Dengan riset yang tepat, bisnis dapat memahami persepsi pelanggan, posisi brand di pasar, serta peluang yang bisa dimanfaatkan. Artikel ini akan membahas pengertian brand research, elemen pentingnya, metode yang digunakan, hingga cara menerapkannya dalam bisnis Anda.
Apa itu brand research?
Brand research adalah proses sistematis untuk memahami bagaimana sebuah brand dipersepsikan oleh konsumen, calon konsumen, serta posisinya dibandingkan dengan kompetitor. Riset ini mencakup berbagai aspek, mulai dari brand awareness, asosiasi yang melekat, tingkat kepercayaan, hingga kekuatan posisi brand di pasar.
Berbeda dengan metrik permukaan seperti jumlah like atau followers di media sosial, brand research menggali lebih dalam alasan di balik perilaku konsumen. Riset ini membantu bisnis memahami mengapa konsumen memilih suatu brand, nilai apa yang mereka kaitkan, serta apakah citra yang terbentuk sudah sesuai dengan identitas brand yang diinginkan.
Untuk mendapatkan gambaran yang utuh, brand research umumnya menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Dengan begitu, bisnis tidak hanya mendapatkan data berupa angka, tetapi juga insight yang memberikan konteks dan arah strategis.
Mengapa brand research penting untuk bisnis?
Riset dari Lucidpress menunjukkan bahwa perusahaan yang menjaga konsistensi brand di seluruh platform dapat meningkatkan revenue hingga 33%. – PR Newswire.
Di sisi lain, kepercayaan konsumen terhadap brand juga sangat rentan.
- Studi PwC menemukan bahwa satu dari tiga pelanggan bersedia meninggalkan brand favorit mereka hanya karena satu pengalaman buruk. – AdvertisingWeek.
- Selain itu, brand yang tampil konsisten di berbagai titik interaksi memiliki peluang 3–4 kali lebih besar untuk mendapatkan visibilitas yang tinggi di mata konsumen. – 15Below.
Artinya, bagaimana brand ditampilkan dan dipersepsikan memiliki dampak langsung terhadap seberapa mudah brand tersebut diingat dan dipilih.
Data-data ini menegaskan bahwa reputasi dan persepsi brand bukan sekadar aset “soft” yang sulit diukur. Tanpa brand research, bisnis berisiko mengabaikan insight penting yang sebenarnya berpengaruh langsung terhadap penjualan dan pertumbuhan.
Elemen utama dalam brand research
Untuk memahami hasil brand research secara akurat, penting mengenal elemen-elemen yang biasa diukur dalam riset ini.
Brand awareness
Brand awareness mengukur seberapa familiar konsumen dengan brand Anda, baik melalui pengenalan logo (recognition) maupun daya ingat spontan (recall). Ini adalah tahap awal dalam customer journey, karena konsumen tidak akan mempertimbangkan brand yang tidak mereka kenal.
Brand association
Brand association adalah kumpulan persepsi, nilai, atau kesan yang melekat pada brand di benak konsumen, seperti “terpercaya”, “premium”, atau “inovatif”. Asosiasi ini terbentuk dari pengalaman langsung, komunikasi brand, hingga visual identity yang konsisten.
Brand perception
Brand perception mencerminkan kesan menyeluruh konsumen terhadap brand berdasarkan seluruh interaksi yang mereka alami, mulai dari iklan, konten, hingga layanan pelanggan. Persepsi ini sangat krusial karena mempengaruhi keputusan pembelian secara langsung.
Brand equity
Brand equity adalah nilai tambah yang dimiliki sebuah brand dibandingkan produk sejenis di pasar. Brand dengan equity yang kuat cenderung lebih mudah mendapatkan kepercayaan, menetapkan harga premium, dan mempertahankan pelanggan dalam jangka panjang.
Brand loyalty
Brand loyalty menggambarkan tingkat kesetiaan pelanggan terhadap brand, termasuk kemungkinan mereka untuk melakukan pembelian ulang dan merekomendasikannya ke orang lain. Loyalitas biasanya terbentuk dari pengalaman positif yang konsisten dan hubungan emosional dengan brand.
Brand positioning
Brand positioning menunjukkan bagaimana brand Anda ditempatkan di pasar dibandingkan kompetitor, apakah sebagai pilihan yang terjangkau, premium, atau inovatif. Positioning yang jelas membantu brand tampil lebih relevan dan menonjol di tengah persaingan yang semakin ketat.
Metode-Metode Brand Research yang Umum Digunakan
Setelah memahami elemen yang ingin diukur, langkah berikutnya adalah menentukan metode pengumpulan datanya. Berikut metode yang paling umum digunakan.
Survei online
Survei online merupakan metode paling praktis untuk mengumpulkan data dari banyak responden dalam waktu relatif singkat. Metode ini umum digunakan untuk mengukur brand awareness, kepuasan pelanggan, hingga Net Promoter Score (NPS). Dengan tools yang tepat, hasil survei bisa diolah secara cepat dan memberikan gambaran kuantitatif yang jelas.
Wawancara mendalam
Wawancara mendalam (in-depth interview) membantu bisnis memahami alasan di balik persepsi konsumen terhadap brand. Metode ini menggali insight yang lebih emosional dan kontekstual, seperti motivasi, pengalaman pribadi, hingga ekspektasi konsumen yang tidak selalu muncul dalam survei.
Focus group discussion (FGD)
FGD melibatkan diskusi kelompok kecil yang terdiri dari target audiens tertentu untuk mengeksplorasi opini mereka terhadap brand. Metode ini efektif untuk menguji pesan komunikasi, konsep kampanye, atau elemen visual secara langsung, sekaligus memahami dinamika persepsi dalam konteks sosial.
Digital atau social listening
Digital listening memungkinkan bisnis memantau percakapan tentang brand secara real-time di media sosial, forum, hingga platform ulasan. Karena data yang diperoleh bersifat organik (tidak diminta), metode ini sering kali mengungkap opini jujur konsumen serta membantu mendeteksi potensi isu reputasi sejak dini.
Brand tracking berkelanjutan
Brand tracking adalah proses pengukuran performa brand secara konsisten dalam jangka panjang. Dengan memantau metrik seperti awareness, perception, dan loyalty secara berkala, bisnis dapat melihat tren perubahan dan mengambil tindakan lebih cepat sebelum masalah berkembang lebih besar.
Kapan waktu yang tepat untuk melakukan brand research?
Brand research sebaiknya tidak dilakukan secara acak, tetapi pada momen-momen strategis dalam perjalanan bisnis. Misalnya, sebelum atau setelah rebranding untuk mengukur perubahan persepsi, atau saat akan meluncurkan kampanye baru agar pesan yang disampaikan benar-benar relevan dengan audiens.
Riset ini juga penting ketika bisnis ingin memasuki pasar atau segmen baru, karena persepsi konsumen bisa sangat berbeda dari pasar sebelumnya. Selain itu, ketika kepercayaan terhadap brand mulai menurun—ditandai dengan turunnya engagement atau loyalitas—brand research bisa membantu mengidentifikasi akar masalahnya.
Di luar momen tersebut, brand research idealnya dilakukan secara rutin sebagai bagian dari evaluasi. Dengan begitu, bisnis dapat memantau “kesehatan” brand dan mendeteksi perubahan persepsi sebelum berdampak lebih besar.
Cara melakukan brand research untuk bisnis
Agar brand research memberikan hasil yang maksimal, prosesnya perlu dilakukan secara terstruktur dan berbasis tujuan yang jelas.
1. Tentukan tujuan riset
Mulailah dengan menentukan apa yang ingin dicapai, seperti mengukur brand awareness setelah kampanye atau memahami persepsi terhadap identitas visual baru. Tujuan yang spesifik akan membantu menentukan arah riset secara keseluruhan.
2. Pilih metode yang tepat
Gunakan metode kualitatif seperti wawancara atau focus group untuk menggali insight yang lebih dalam. Sementara itu, metode kuantitatif seperti survei cocok untuk mendapatkan data yang bisa diukur dan dibandingkan secara statistik.
3. Kumpulkan data
Lakukan pengumpulan data sesuai metode yang telah dipilih, baik melalui survei, wawancara, maupun digital listening. Jika memungkinkan, kombinasikan beberapa metode agar hasilnya lebih komprehensif dan tidak bias dari satu sumber saja.
4. Analisis dan ambil tindakan
Setelah data terkumpul, identifikasi pola dan insight penting, seperti perubahan persepsi atau penurunan loyalitas pada segmen tertentu. Pastikan hasil riset tidak berhenti sebagai laporan, tetapi diterjemahkan menjadi strategi yang bisa dijalankan oleh tim marketing, produk, hingga customer experience.
Kesimpulan
Brand research membantu bisnis memahami bagaimana brand mereka dipersepsikan oleh konsumen, bukan sekadar berdasarkan asumsi internal. Dengan insight yang berbasis data, bisnis dapat mengambil keputusan branding yang lebih tepat, terarah, dan minim risiko.
Namun, insight dari brand research akan semakin kuat jika dikombinasikan dengan data performa nyata di lapangan. Dengan begitu, bisnis tidak hanya tahu apa yang dipikirkan konsumen, tetapi juga bagaimana persepsi tersebut berdampak langsung pada penjualan.
Untuk menjembatani keduanya, fitur Manajemen Laporan Mekari Desty dapat membantu Anda memantau performa penjualan secara real-time di berbagai marketplace. Dengan data yang terintegrasi, Anda bisa menghubungkan hasil brand research dengan dampaknya terhadap bisnis secara lebih terukur dan actionable.