- Cara membuat e-commerce adalah rangkaian langkah membangun toko online, mulai dari riset niche, memilih platform, hingga meluncurkan dan mengelola toko agar siap menerima transaksi.
- Banyak pelaku usaha menunda rencana punya e-commerce sendiri karena merasa prosesnya rumit, butuh keahlian coding, dan biaya awal yang tidak sedikit. (Highlightsnya aku bikin prompt baru di Claude ya)
- Store (Toko Online) Mekari Desty memungkinkan Anda membuat e-commerce tanpa coding, tanpa biaya langganan bulanan, dan langsung terintegrasi dengan pembayaran serta pengiriman.
Banyak pelaku usaha ingin punya e-commerce sendiri, tapi bingung harus mulai dari mana, apalagi kalau tidak punya latar belakang teknis. Tanpa langkah yang jelas, proses ini bisa terasa rumit dan memakan waktu lama.
Artikel ini membahas cara membuat e-commerce secara lengkap, mulai dari riset niche, memilih platform, membangun toko, hingga strategi agar e-commerce Anda siap menerima transaksi pertama.
Simak penjelasan lengkapnya agar Anda bisa membangun e-commerce dengan langkah yang lebih terarah.

Apa itu E-Commerce?
E-commerce atau electronic commerce adalah aktivitas jual beli barang maupun jasa yang dilakukan secara digital melalui internet, baik lewat website, aplikasi, maupun marketplace. Melalui e-commerce, penjual dan pembeli bisa bertransaksi tanpa perlu bertemu secara fisik.
Adanya e-commerce, memungkinkan bisnis menampilkan produk, menerima pesanan, memproses pembayaran, hingga mengatur pengiriman dalam satu alur digital. Dibanding toko fisik, e-commerce umumnya membutuhkan biaya operasional yang lebih rendah dan bisa diakses kapan saja tanpa batas jam buka.
Menurut Mordor Intelligence, Indonesia, termasuk negara yang memiliki potensi pasar e-commerce di dunia. Hal ini didukung dengan data dari Mordor Intelligence, Banyak pelaku usaha ingin masuk pasar e-commerce Indonesia yang diperkirakan tumbuh dari USD 90,35 miliar pada 2025 menjadi USD 104,21 miliar pada 2026, tapi terkendala karena tidak semua platform mudah dibangun tanpa latar belakang teknis.
Dari data ini, ada beberapa faktor yang membuat Indonesia, masuk daftar tersebut, antara lain jumlah penduduk yang cukup banyak dan perilaku masyarakat Indonesia yang kerap berbelanja online, terutama pada saat tanggal kembar.
Jenis-Jenis Model Bisnis E-Commerce
Sebelum membuat e-commerce, penting memahami dulu model bisnis mana yang paling sesuai dengan produk dan target pasar Anda.
- B2C (Business-to-Consumer), yaitu bisnis yang menjual langsung ke konsumen akhir. Ini adalah model paling umum dan mudah dipahami pemula.
- B2B (Business-to-Business), yaitu bisnis yang menjual produk atau jasa ke bisnis lain, biasanya dengan pembelian berulang dalam jumlah besar.
- C2C (Consumer-to-Consumer), yaitu model yang mempertemukan individu untuk saling menjual dan membeli barang, seperti pada platform marketplace bekas.
- C2B (Consumer-to-Business), yaitu individu yang menjual jasa atau produk ke perusahaan, misalnya freelancer yang menawarkan jasanya ke bisnis.
Cara Membuat E-Commerce

Berikut tahapan lengkap membuat e-commerce, mulai dari riset awal hingga toko siap menerima transaksi.
1. Riset niche dan target pasar
Tentukan produk atau jasa yang ingin dijual serta pahami siapa target pembelinya, agar strategi selanjutnya lebih terarah.
2. Pilih model bisnis dan metode fulfillment
Tentukan apakah Anda akan menjual stok sendiri, dropship, print-on-demand, atau kombinasi beberapa metode sekaligus.
3. Susun rencana bisnis sederhana
Catat target, proyeksi biaya, serta strategi operasional dan pemasaran agar arah bisnis lebih jelas sejak awal.
4. Pilih nama bisnis dan daftarkan secara legal
Pastikan nama domain, akun media sosial, dan legalitas usaha tersedia dan sesuai dengan identitas brand Anda.
5. Pilih platform e-commerce yang sesuai
Anda bisa memilih antara marketplace, platform website builder tanpa coding, atau CMS seperti WordPress dengan plugin toko online sesuai kebutuhan teknis dan anggaran.
6. Tentukan domain dan hosting jika membangun website sendiri
Domain menjadi identitas toko online Anda, sementara hosting menyimpan seluruh data website agar bisa diakses pelanggan.
7. Bangun dan desain toko online
Pilih tema yang responsif di perangkat mobile, susun navigasi yang mudah dipahami, dan pastikan tampilan mencerminkan identitas brand.
8. Tambahkan produk beserta deskripsinya
Lengkapi setiap produk dengan nama, foto berkualitas dari berbagai sudut, deskripsi yang menonjolkan manfaat, serta harga yang jelas.
9. Atur metode pembayaran dan pengiriman
Sediakan beberapa opsi pembayaran yang aman serta pilihan ekspedisi agar pelanggan lebih leluasa memilih.
10. Pastikan keamanan toko online
Aktifkan SSL/HTTPS dan gunakan sistem pembayaran yang sudah teruji agar data pelanggan tetap terlindungi.
11. Luncurkan strategi marketing
Manfaatkan SEO, media sosial, dan iklan berbayar untuk mendatangkan traffic awal ke e-commerce Anda.
12. Kelola dan optimalkan toko secara berkala
Pantau performa penjualan, kelola pesanan dan komplain, serta lakukan evaluasi rutin agar e-commerce terus berkembang.
Estimasi Biaya Membuat E-Commerce

Biaya membuat e-commerce bervariasi tergantung platform, jumlah produk, dan seberapa banyak yang Anda kerjakan sendiri.
Untuk platform dan hosting, biayanya berkisar mulai puluhan hingga ratusan ribu rupiah per bulan tergantung penyedia yang dipilih, ditambah biaya domain tahunan. Desain dan branding bisa dimulai dari gratis menggunakan template bawaan, atau lebih besar jika menyewa jasa desain kustom.
Biaya lain yang perlu diperhitungkan adalah stok produk awal jika tidak dropship, anggaran marketing untuk mendatangkan traffic pertama, serta biaya aplikasi pendukung seperti alat analitik atau chat otomatis. Secara umum, model dropship atau print-on-demand memungkinkan bisnis dimulai dengan modal yang jauh lebih kecil dibanding menyetok produk sendiri.
Fitur Wajib dalam E-Commerce
Selain tahapan pembuatannya, penting juga memastikan e-commerce Anda memiliki fitur yang mendukung kenyamanan pelanggan saat berbelanja.
- Mobile friendly, karena sebagian besar transaksi digital kini dilakukan melalui smartphone dibanding desktop.
- Fitur pencarian produk (search), agar pelanggan bisa menemukan barang yang dicari dengan cepat.
- Deskripsi produk yang lengkap, membantu pelanggan memahami detail dan manfaat produk sebelum membeli.
- Keranjang belanja, memungkinkan pelanggan menyimpan beberapa produk sebelum melakukan checkout sekaligus.
- Customer login dan riwayat transaksi, memudahkan pelanggan memantau pesanan serta mempercepat transaksi berikutnya.
- Integrasi pembayaran dan pengiriman, agar proses checkout berjalan lancar tanpa hambatan teknis.
Bangun E-Commerce Tanpa Ribet Coding dengan Mekari Desty
Membangun e-commerce dari nol, apalagi jika belum memiliki pengalaman sebelumnya, sering kali terasa rumit, mulai dari memilih platform, mengatur pembayaran, hingga memastikan tampilan toko tetap profesional. Hal ini yang membuat para pebisnis merasa kewalahan, terlebih jika masih dihandle sendiri.
Mekari Desty adalah aplikasi omnichannel marketplace yang membantu seller untuk mengintegrasikan semua kegiatan bisnis, mulai dari pengelolaan stok, produk, dan promosi dari berbagai marketplace langsung pada satu dashboard. Tentu akan menghemat baik dari segi waktu maupun biaya.
Karakteristik ini yang membuat Mekari Desty relevan bagi Anda yang ingin membangun e-commerce tanpa ribet urusan teknis, karena Anda tidak perlu menguasai coding atau mengurus hosting dan server sendiri.
Berikut kapabilitas Mekari Desty dalam membangun e-commerce lebih mudah dan cepat:
- Store builder tanpa coding, buat dan desain toko online, lalu hubungkan domain Anda dalam waktu kurang dari 2 menit. Mudah digunakan siapa saja.
- Checkout seperti di marketplace, terintegrasi dengan berbagai metode pembayaran dan pengiriman, termasuk COD dan ambil di toko.
- Tools marketing lengkap, terhubung dengan Google Merchant Center dan analitik pihak ketiga (GA4/GTM, Meta, TikTok, SnackVideo), serta dilengkapi fitur promo, voucher, dan affiliate marketing.
- Manajemen toko lebih sederhana, kelola data pelanggan, multi-gudang, dan laporan pesanan dari semua channel dalam satu software.
Waktunya wujudkan e-commerce Anda sendiri tanpa ribet urusan masalah teknis bersama Mekari Desty.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari Desty are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Desty is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References
References
Shopify. “Global Ecommerce Sales Growth Report”
Mordor Intelligence. “Indonesia E-commerce Market Trends, Growth & Share”
Coursera Staff. “How to Start an E-commerce Business”
Equinet Academy. “Everything You Need to Start Building Your Ecommerce Store Successfully”
Jagoan Hosting. “Cara Membuat Website E-Commerce”