6 mins read

Apa Itu Omnichannel: Manfaat, dan Penerapannya untuk Bisnis

Diterbitkan
Diperbarui
apa itu omnichannel dalam bisnis
Mekari Desty Highlights
  • Omnichannel adalah strategi penjualan yang mengintegrasikan berbagai channel bisnis dalam satu sistem terpusat, memastikan stok, pesanan, dan data pelanggan dari semua platform terhubung dan dapat dikelola dari satu dashboard.
  • Perbedaan utama omnichannel dan multichannel bukan pada jumlah channel yang digunakan, melainkan pada integrasi antarplatform — multichannel mengelola setiap channel secara terpisah, sementara omnichannel memastikan semua channel berjalan secara sinkron dalam satu sistem.
  • Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang hadir untuk membantu seller menyatukan pengelolaan stok, pesanan, produk, dan laporan dari berbagai marketplace dalam satu dashboard terpusat, sehingga bisnis dapat menerapkan strategi omnichannel tanpa harus mengelola setiap channel secara manual.

Menjual produk di banyak channel seperti marketplace, website, dan media sosial bisa membantu meningkatkan penjualan. Namun, tanpa sistem yang terintegrasi, pebisnis sering menghadapi masalah seperti stok yang tidak sinkron dan pesanan yang tersebar.

Hal ini membuat operasional bisnis jadi lebih rumit karena harus dikelola secara manual di setiap platform. Akibatnya, risiko kesalahan seperti kelebihan penjualan atau pesanan terlewat jadi lebih tinggi.

Untuk mengatasi hal ini, bisnis membutuhkan cara yang lebih praktis dalam mengelola semua channel. Omnichannel hadir sebagai solusi untuk menyatukan seluruh operasional agar lebih efisien dan mudah dikontrol.

Apa Itu Omnichannel?

Omnichannel adalah strategi penjualan yang mengintegrasikan berbagai channel bisnis dalam satu sistem terpusat. Dengan sistem ini, semua aktivitas seperti stok, pesanan, dan data pelanggan dapat terhubung dan dikelola dari satu tempat.

Artinya, omnichannel bukan sekadar jualan di banyak platform, tetapi memastikan semua channel saling terhubung dan berjalan secara sinkron. Dengan begitu, bisnis bisa memberikan pengalaman pelanggan yang lebih konsisten di setiap channel.

Perbedaan Omnichannel dan Multichannel

Setelah memahami omnichannel itu apa, masih banyak yang mengira bahwa menjual produk di banyak platform sudah termasuk omnichannel. Berikut perbedaan utama antara omnichannel dan multichannel:

AspekMultichannelOmnichannel
SistemChannel berjalan sendiri-sendiriChannel terintegrasi dalam satu sistem
PengelolaanDilakukan manual per channelTerpusat dalam satu sistem
Sinkronisasi stokBergantung pada masing-masing channelTerintegrasi dan dapat diperbarui secara real-time
Pengalaman pelangganBisa berbeda di tiap channelDirancang agar konsisten di semua channel
Efisiensi operasionalTerpisah antar channelTerpusat dan menyeluruh

Mengapa Omnichannel Penting untuk Bisnis?

Seiring bertambahnya channel penjualan, pengelolaan bisnis juga menjadi lebih kompleks. Berikut beberapa alasan mengapa pendekatan omnichannel mulai banyak dipertimbangkan.

Kompleksitas operasional yang meningkat

Semakin banyak channel yang digunakan, semakin banyak pula proses yang harus dikelola secara bersamaan. Tanpa sistem yang terintegrasi, operasional bisa menjadi tidak efisien dan sulit dikontrol.

Risiko kesalahan operasional

Pengelolaan manual di berbagai channel meningkatkan kemungkinan terjadinya kesalahan. Hal ini bisa berdampak pada stok yang tidak akurat, pesanan terlewat, atau proses yang terlambat.

Tuntutan pengalaman pelanggan

Pelanggan saat ini berinteraksi dengan bisnis melalui berbagai channel yang berbeda. Mereka cenderung mengharapkan pengalaman yang konsisten dan tidak terputus di setiap channel.

Mendukung pertumbuhan bisnis

Ketika bisnis berkembang, jumlah transaksi dan channel biasanya ikut meningkat. Tanpa sistem yang terstruktur, pertumbuhan ini bisa menambah beban operasional dan menyulitkan pengelolaan bisnis secara keseluruhan.

Bagi pebisnis online di marketplace, Anda bisa mengetahui rekomendasi software omnichannel marketplace terbaik yang bisa digunakan untuk mengefektifkan operasional bisnis.

Cara Menerapkan Omnichannel untuk Bisnis

Untuk mulai menerapkan omnichannel, bisnis perlu melakukan beberapa langkah yang terstruktur agar proses integrasi berjalan efektif. Berikut langkah praktis yang bisa dilakukan untuk mengelola berbagai channel dalam satu sistem.

1. Identifikasi semua channel penjualan

Langkah pertama adalah mengetahui semua channel yang digunakan, seperti marketplace, website, media sosial, hingga toko offline. Dengan begitu, bisnis dapat melihat gambaran operasional secara menyeluruh.

2. Gunakan sistem terpusat

Setelah mengetahui semua channel, bisnis perlu menggunakan sistem yang dapat menghubungkan semuanya dalam satu dashboard. Hal ini memudahkan pengelolaan data tanpa harus berpindah-pindah platform.

3. Sinkronisasi stok dan pesanan

Langkah berikutnya adalah pastikan stok dan pesanan dari setiap channel dapat diperbarui secara otomatis. Ini penting untuk mengurangi risiko kesalahan data dan menjaga kelancaran operasional.

4. Optimalkan pengalaman pelanggan

Bisnis juga perlu memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman yang konsisten di setiap channel. Mulai dari informasi produk, proses pembelian, hingga layanan setelah transaksi.

5. Monitoring dan evaluasi performa

Lakukan pemantauan secara rutin terhadap performa penjualan di setiap channel. Data ini dapat digunakan untuk evaluasi dan membantu pengambilan keputusan bisnis ke depannya.

Solusi Praktis: Gunakan Software Omnichannel

Menerapkan omnichannel bisa terasa rumit jika dilakukan secara manual, apalagi saat bisnis sudah berjalan di banyak channel. Karena itu, bisnis membutuhkan software yang bisa membantu mengelola semuanya dalam satu sistem.

Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah software omnichannel marketplace Mekari Desty. Dengan sistem terpusat, bisnis dapat mengelola stok, pesanan, dan data dari berbagai channel dengan lebih mudah. Berikut beberapa fitur yang dapat membantu:

  • inventori: Sinkronisasi stok di semua channel secara otomatis dan terpusat agar lebih akurat
  • Proses pesanan: Mengelola pesanan dari berbagai channel dengan lebih efisien serta mengurangi risiko kesalahan pengiriman
  • Pengaturan produk (Master Product): Mengelola dan memperbarui produk di seluruh marketplace hanya dari satu pengaturan
  • Manajemen gudang: Mengatur stok, multi-gudang, hingga perhitungan HPP secara otomatis
  • Laporan akuntansi & keuangan: Mengelola laporan keuangan bisnis dengan dukungan integrasi sistem
  • Pengelolaan promosi terpusat: pengelolaan promosi lintas plaform dapat dilakukan secara lebih mudah dan efektif.

Terapkan Strategi Omnichannel Lebih Mudah dengan Mekari Desty

Memahami konsep omnichannel adalah langkah pertama, tapi implementasinya membutuhkan sistem yang benar-benar menghubungkan semua channel dalam satu alur kerja yang terkoordinasi. Tanpa platform yang tepat, upaya mengelola stok, pesanan, dan data produk dari berbagai marketplace secara bersamaan justru berisiko menciptakan kompleksitas baru yang memperlambat operasional.

Semakin banyak channel yang digunakan, semakin besar risiko selisih stok, pesanan terlewat, dan laporan penjualan yang sulit dianalisis secara menyeluruh jika setiap platform masih dikelola secara terpisah.

Mekari Desty adalah software omnichannel marketplace yang memudahkan seller untuk menyatukan pengelolaan berbagai channel penjualan dalam satu dashboard terpusat, sehingga strategi omnichannel dapat diterapkan secara lebih praktis tanpa harus bergantung pada proses manual yang rawan kesalahan. Berikut fitur yang mendukung penerapan omnichannel yang lebih efisien:

  • Sinkronisasi stok real-time lintas marketplace: Stok diperbarui otomatis di semua channel setiap kali terjadi transaksi, menghilangkan risiko overselling yang sering terjadi saat mengelola banyak platform secara terpisah.
  • Master Product terpusat: Kelola dan perbarui data produk sekali di sistem, lalu perubahan langsung diterapkan ke seluruh marketplace yang terhubung tanpa perlu input ulang di setiap platform.
  • Proses pesanan terpusat: Semua pesanan dari berbagai marketplace masuk ke satu dashboard, memudahkan pemrosesan dan pemantauan tanpa harus berpindah platform.
  • Manajemen gudang dan HPP otomatis: Kelola stok dari berbagai lokasi gudang dalam satu sistem dengan kalkulasi Harga Pokok Penjualan otomatis menggunakan metode FIFO atau Average.
  • Manajemen promosi lintas platform: Kelola campaign promo dari berbagai marketplace secara terpusat untuk mendukung konsistensi strategi pemasaran di semua channel.
  • Laporan penjualan dan integrasi akuntansi: Pantau performa seluruh channel dalam satu tampilan dengan integrasi langsung ke Mekari Jurnal atau Accurate untuk pencatatan keuangan otomatis.

Mekari Desty menggunakan sistem top up atau bayar sesuai pemakaian per pesanan selesai, bukan subscription bulanan, sehingga biaya yang dikeluarkan selalu menyesuaikan volume transaksi bisnis. Model ini membuat biaya tetap terjangkau dan proporsional karena tidak ada tarif tetap yang harus dibayar di bulan dengan volume penjualan yang lebih rendah sekalipun.

Saatnya terapkan strategi omnichannel bisnis lebih mudah dan efisien bersama Mekari Desty.

FAQ

1. Apa itu omnichannel?

1. Apa itu omnichannel?

Omnichannel adalah strategi penjualan yang mengintegrasikan berbagai channel bisnis dalam satu sistem terpusat, memastikan stok, pesanan, dan data pelanggan dari semua platform saling terhubung dan dapat dikelola dari satu dashboard secara sinkron.

2. Apa perbedaan omnichannel dan multichannel?

2. Apa perbedaan omnichannel dan multichannel?

Multichannel berarti berjualan di banyak platform tetapi setiap channel dikelola secara terpisah, sementara omnichannel memastikan semua channel terintegrasi dalam satu sistem sehingga stok tersinkronisasi otomatis, pesanan dikelola terpusat, dan pengalaman pelanggan tetap konsisten di setiap platform.

3. Mengapa omnichannel penting untuk bisnis online?

3. Mengapa omnichannel penting untuk bisnis online?

Karena semakin banyak channel yang digunakan, kompleksitas operasional juga meningkat. Tanpa sistem yang terintegrasi, bisnis berisiko menghadapi stok yang tidak akurat, pesanan terlewat, dan pengalaman pelanggan yang tidak konsisten antar channel, yang semuanya berdampak langsung pada performa toko di marketplace.

4. Bagaimana cara menerapkan omnichannel untuk bisnis?

4. Bagaimana cara menerapkan omnichannel untuk bisnis?

Langkahnya meliputi mengidentifikasi semua channel penjualan yang digunakan, menggunakan sistem terpusat yang menghubungkan semua channel dalam satu dashboard, menyinkronisasi stok dan pesanan secara otomatis, memastikan pengalaman pelanggan konsisten di setiap platform, serta melakukan monitoring dan evaluasi performa secara rutin.

5. Apa perbedaan omnichannel untuk bisnis marketplace dan bisnis retail?

5. Apa perbedaan omnichannel untuk bisnis marketplace dan bisnis retail?

Untuk bisnis marketplace, omnichannel fokus pada sinkronisasi stok dan pesanan dari berbagai platform online dalam satu sistem. Untuk bisnis retail, omnichannel juga mencakup integrasi antara toko fisik dan channel online, sehingga data transaksi dari kasir dan marketplace tercatat dalam satu sistem yang sama.

6. Bagaimana Mekari Desty membantu penerapan strategi omnichannel?

6. Bagaimana Mekari Desty membantu penerapan strategi omnichannel?

Mekari Desty membantu seller menyatukan pengelolaan stok, pesanan, produk, promosi, dan laporan dari berbagai marketplace dalam satu dashboard terpusat, dengan sinkronisasi real-time, Master Product terpusat, manajemen gudang, dan integrasi akuntansi otomatis, sehingga strategi omnichannel dapat diterapkan secara praktis tanpa bergantung pada proses manual.